Jangan ikut campur!

Pesta malam itu berakhir dengan baik, dan semua acaranya berjalan dengan khidmat hingga akhirnya pesta itu berakhir, dan Yuna menjadi orang pertama yang bernafas lega dengan selesainya pesta tersebut, dia memang sudah ingin pulang sedari tadi tapi sahabatnya Risa tidak mengijinkanya, terpaksa Yuna tetap di pesta tersebut. Untung dia bertemu Ivan hingga punya teman mengobrol serta punya alasan agar tidak perlu duduk di samping Aaron

"Haah hujan," keluh Yuna lesu saat cuaca hujan deras malam itu. Ivan disampingnya menatap Yuna penuh perhatian, pria itu memang tidak sedikitpun mengalihkan perhatian dari wanita yang dicintainya itu

"Mau ikut pulang denganku? Aku akan mengantarmu." tawar Ivan dengan sepenuh hati. Dia berharap Yuna mau menerima tawarannya tapi tentu saja Yuna akan menolaknya, dia tidak bisa menerima tawaran Ivan begitu saja, apalagi saat matanya melihat Aaron yang juga baru keluar dari gedung pesta dan wajah suaminya itu yang tidak bersahabat. Yuna juga heran saat tidak melihat wanita bernama Helena yang tadi menempel dengan suaminya, hanya Jimmy yang selalu setia mengikuti tuannya

Dia memang pamit pada tuan rumah acara secara terpisah dengan Aaron. Itu dikarenakan dia tidak bersama dengan suaminya itu saat keluar tadi

"Maaf Ivan, aku tidak bisa kalau sekarang! Lain kali mungkin jika ada kesempatan lain" jawab Yuna merasa tidak enak menolak niat baik Ivan

"Kenapa?" tanya Ivan bingung

"Karena aku harus pulang dengan suamiku," jawab Yuna lagi

"Suami?" Ivan membeo mendengarnya, itu artinya Yuna sudah menikah

"Itu dia suamiku." Yuna menunjuk kebelakang di mana Aaron melangkah mendekat kearah mereka dan Ivan membeku ditempat saat melihat Suami Yuna. Dia merasa kalah bahkan sebelum bertanding, tidak dapat dipercayainya kalo suami dari Yuna adalah Aaron Nelson

🍀🍀🍀

Setelah minta maaf dan pamit pada Ivan, Yuna masuk kedalam mobil Aaron dan pergi. Dia hanya memilih diam walau duduk dalam satu mobil dengan Aaron, sungguh Yuna tidak mau membuka mulutnya untuk bicara dengan suaminya itu yang akan membuat mereka berdebat nantinya

"Siapa itu? Apa dia salah satu priamu?" Aaron membuka suaranya pertama kali membuat Yuna menatap malas pada suaminya itu

"Iya," jawab Yuna asal, terlalu malas untuk berdebat

"Tidak kusangka kau ternyata seliar ini, Yuna." tutur Aaron lagi yang membuat Yuna ingin sekali rasanya merobek mulut kasar suaminya itu

"Kenapa kau peduli? Abaikan saja semuanya seperti apa yang kau lakukan selama ini." Yuna benar-benar sudah muak. Aaron terkejut dengan jawaban itu karena apa yang Yuna ucapkan memang fakta, dia selalu mengabaikan istrinya itu selama ini

"Dulu aku selalu mengabaikannya dan sekarang dia menggunakan itu sebagai senjatanya," batin Aaron menggerutu

"Aku hanya tidak ingin karena tingkahmu nama besar keluarga Nelson jadi buruk." ucap Aaron yang jelas tidak ingin mengaku salah. Yuna tersenyum remeh saat kalimat itu keluar dari bibir suaminya itu. Sejak awal memang Aaron yang mulai duluan

"Tenanglah, dia hanya temanku dan Anda tidak perlu khawatir. Tidak ada yang peduli dengan setiap gerak-gerik saya dan itu sudah cukup membuat Anda tenang karena tidak ada yang akan terjadi pada keluarga Nelson." jawab Yuna tenang sembari memandangi kaca mobil yang basah oleh air hujan

"Hah teman! Apa sekarang kau sangat kecanduan dengan tubuh pria?" ujar Aaron lagi dengan nada remeh dan Yuna memutar matanya kembali saat kalimat itu terlontar, dia tidak ingin berdebat tapi Aaron terus terusan mengucapkan kalimat provokatif

"Iya, kau benar! Bagaimana aku tidak kecanduan saat aku merasakan kenikmatan yang diberikan oleh priaku. Aku sangat menyukainya sampai-sampai aku merasa melakukannya setiap hari tidak akan cukup untukku," jawab Yuna dengan kalimat yang cukup provokatif. Dia sengaja mengatakannya untuk membalas kalimat kejam suaminya

"Apa kamu tidak merasa malu mengatakan kalimat menjijikan itu didepanku?" ujar Aaron yang menatap sinis pada sang istri

"Setidaknya bersikaplah sedikit sederhana." lanjut Aaron lagi membuat Yuna kembali menatap pada wajah sang suami

"Menjadi sederhana adalah hal yang akan kulakukan didepan orang yang ingin ku buat terkesan." jawab Yuna maaih dengan nada tenangnya

"Jadi kamu tidak ingin membuatku terkesan?" timpal Aaron yang membuat Yuna menatap tak percaya pada sang suami, apa yang sedang dimainkan oleh Aaron dan sejak kapan suaminya itu banyak bicara?

"Kamu adalah satu-satunya orang yang membenciku tanpa kutahu apa penyebabnya dan apapun usahaku didepanmu jelas tidak akan berguna, aku akan selalu terlihat salah." Yuna akhirnya mengeluarkan segala uneg-unegnya tentang Aaron selama ini. Dia juga tidak mengerti kenapa dia bisa seberani itu mengeluarkan kata-kata itu didepan Aaron, mungkin karena perasaannya yang tidak lagi sama pada suaminya itu

Aaron mengepalkan tangannya diam-diam mendengar kata-kata Yuna. Dia melihat Yuna yang mengucapkan kata-kata itu dengan ekspresi dingin tanpa perasaan dan Aaron memang punya alasan membenci sosok istrinya tersebut

"Jadi apakah sekarang kau akan pergi menyewa pria lagi?"

"Tentu saja, aku ingin melakukannya lagi" jawab Yuna yang tersenyum cerah

"Bagaimana jika aku melarangmu?"

"Ini bukan urusanmu dan kenapa juga aku harus mendengarkanmu?" jawab Yuna yang merasa aneh dengan setiap ujaran suaminya itu, dia kembali menatap keluar dari balik kaca mobil dimana hujan turun dengan derasnya

"Diluar sedang hujan deras." peringat Aaron yang terlebih pada kekhawatirannya sendiri

"Aku lebih membutuhkannya karena hujan, di hari-hari seperti ini aku butuh kehangatan tubuhnya" Yuna membantah dengan tenang lalu berteriak menyuruh Jimmy untuk menghentikan mobilnya saat melihat jalan menuju kediaman miss Gio

"Jimmy, hentikan mobilnya!" teriak Yuna memberi perintah, sedang Jimmy yang bertugas sebagai pendengar yang baik sedari tadi hanya mampu menaati perintah, dia tidak mau terlibat dalam masalah adu mulut tuannya

"Kau gila." tuding Aaron kembali saat Yuna hendaj turun dari mobil

"Iya, dari awal aku memang sudah gila." Yuna mengabaikannya dengan tenang

"Kenapa kau begitu terobsesi?"

"Karena waktu yang tersisa bagiku sebagai nyonya Nelson tidak banyak dan aku akan melakukan apapun keinginan hatiku saat aku masih mendapat gelar ini." jelas Yuna yang membuat Aaron tersenyum sinis

"Siapa pun yang mendengar ini pasti akan mengira kamu adalah pasien rumah sakit Jiwa." Aaron jelas-jelas merendahkan Yuna sekarang

"Anggaplah begitu dan apa bedanya aku sama pasien sakit jiwa sekarang?"

"Setidaknya pikirkan juga gigolo yang harus menjagamu..." ujar Aaron sembari memijit keningnya yang berdenyut akibat kekeraskepalaan Yuna. Dia punya banyak pekerjaan yang perlu ditanganinya malam ini dan sekarang dia juga harus meladeni istrinya yang mencari gigolo lagi dan dialah gigolo yang menyamar itu, tentu saja Aaron harus menemui istrinya itu sebagai gigolo yang menyamar

"Mungkin juga punyanya si gigolo itu akan layu karena melakukannya seharian" lanjut Aaron terlebih pada dirinya sendiri yang berharap Yuna menghentikan keinginan bodohnya

"Kenapa kamu tiba-tiba peduli dengan gigoloku?" tanya Yuna tiba-tiba yang merasa heran dengan suaminya yang mendadak membahas gigolonya

"Tidak, aku hanya_"

"Tidak perlu kau jelaskan dan kamu juga jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja," kata Yuna akhirnya yang membuka pintu mobil lalu turun hingga air hujan perlahan mulai membasahinya

"Yuna, kamu benar-benar..." panggil Aaron saat wanita itu berlari kearah jalan yang diketahuinya sebagai arah menuju kediaman Miss Gio

Yuna berhenti lalu berbalik melihat kearah Aaron yang duduk didalam mobil tidak peduli dengan tubuhnya yang kini basah

"Jangan ikut campur dalam kehidupan pribadiku," teriak Yuna yang mulai muak dengan segalanya lalu kembali berlari menuju kediaman Miss Gio

"Sial!" desis Aaron yang akan punya pekerjaan tambahan malam ini dan dia merasa tidak rela jika ada pria lain yang menyentuh Yuna

.

.

.

Jangan lupa mampir juga di karya temanku dengan judul seperti dibawah ini👇🏼

Terpopuler

Comments

Azila💚

Azila💚

kasihan deh lu /Tongue/

2025-03-23

0

Nicky Nick

Nicky Nick

rasain ron

2025-02-25

0

Al Mpr

Al Mpr

mampus kau aron

2025-02-17

0

lihat semua
Episodes
1 Diabaikan
2 Permintaan
3 Masih perawan
4 Penyerahan kehormatan
5 Akhirnya terpenuhi
6 Berbohong sebagai gigolo
7 Alergi atau...?
8 Pergi ke pesta
9 kemarin malam menyenangkan?
10 Teman baru
11 2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12 Ivan Bonnie
13 Kau cemburu, Tuan!
14 Jangan ikut campur!
15 Berikan aku gigolo lain
16 Takkan kubiarkan
17 Siapa sebenarnya gigolo ini?
18 Mengunjungi papa mertua
19 Tentang Yuna
20 Aaron galau
21 Rumah tanpa istri
22 Akulah Gigolomu
23 Kegilaan
24 Dua pelayan setia
25 Bertemu Ivan
26 Pandangan Miss Gio
27 Cemburu
28 Surat
29 Yuna
30 Siksaan kenikmatan
31 Egois
32 Liar
33 Ingkar janji
34 Undangan
35 Pesan
36 Idiot sebenarnya
37 Papa Mertua- ceraikan Aaron
38 Hamil
39 Jimmy vs Ivan
40 Rasa
41 Istriku
42 Perhatian
43 Mulai curiga
44 Gigoloku ternyata suamiku
45 Yuna terluka
46 Sakit
47 Akulah pria itu
48 Helena
49 Ivan menerobos
50 Aaron tiba
51 Kesalahanku
52 Ini aku, Suamimu!
53 Ipar sialan
54 Tulus
55 Gengsian
56 Sulit untuk jujur
57 Izin menikahi istrimu
58 Undangan perpisahan
59 Kepergian papa Mertua
60 Terbongkar
61 Permainan Yuna
62 Aaron tersiksa
63 Memohonlah
64 Aku mencintaimu, Yuna
65 Semuanya telah terlambat
66 Yuna pergi
67 Yuna vs Helena
68 Penolong
69 Tidak ada tujuan
70 Baru seminggu
71 Perjanjian
72 Tenang
73 Aaron dan Ivan bertemu
74 Gaun pengantin
75 Ivan menyerah
76 Cincin dan diari
77 Pelayan dan asisten
78 Rasa bersalah dan Rindu
79 Kasih sayang keluarga
80 Keberadaan Yuna
81 buket bunga pengantin
82 Pernikahan Gina
83 Semoga beruntung
84 Lamaran kedua
85 Maafkan aku!
86 Aku mencintaimu
87 Poor Jimmy
88 Dia...
89 Lahirnya pewaris
90 Hadiah kelahiran
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Diabaikan
2
Permintaan
3
Masih perawan
4
Penyerahan kehormatan
5
Akhirnya terpenuhi
6
Berbohong sebagai gigolo
7
Alergi atau...?
8
Pergi ke pesta
9
kemarin malam menyenangkan?
10
Teman baru
11
2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12
Ivan Bonnie
13
Kau cemburu, Tuan!
14
Jangan ikut campur!
15
Berikan aku gigolo lain
16
Takkan kubiarkan
17
Siapa sebenarnya gigolo ini?
18
Mengunjungi papa mertua
19
Tentang Yuna
20
Aaron galau
21
Rumah tanpa istri
22
Akulah Gigolomu
23
Kegilaan
24
Dua pelayan setia
25
Bertemu Ivan
26
Pandangan Miss Gio
27
Cemburu
28
Surat
29
Yuna
30
Siksaan kenikmatan
31
Egois
32
Liar
33
Ingkar janji
34
Undangan
35
Pesan
36
Idiot sebenarnya
37
Papa Mertua- ceraikan Aaron
38
Hamil
39
Jimmy vs Ivan
40
Rasa
41
Istriku
42
Perhatian
43
Mulai curiga
44
Gigoloku ternyata suamiku
45
Yuna terluka
46
Sakit
47
Akulah pria itu
48
Helena
49
Ivan menerobos
50
Aaron tiba
51
Kesalahanku
52
Ini aku, Suamimu!
53
Ipar sialan
54
Tulus
55
Gengsian
56
Sulit untuk jujur
57
Izin menikahi istrimu
58
Undangan perpisahan
59
Kepergian papa Mertua
60
Terbongkar
61
Permainan Yuna
62
Aaron tersiksa
63
Memohonlah
64
Aku mencintaimu, Yuna
65
Semuanya telah terlambat
66
Yuna pergi
67
Yuna vs Helena
68
Penolong
69
Tidak ada tujuan
70
Baru seminggu
71
Perjanjian
72
Tenang
73
Aaron dan Ivan bertemu
74
Gaun pengantin
75
Ivan menyerah
76
Cincin dan diari
77
Pelayan dan asisten
78
Rasa bersalah dan Rindu
79
Kasih sayang keluarga
80
Keberadaan Yuna
81
buket bunga pengantin
82
Pernikahan Gina
83
Semoga beruntung
84
Lamaran kedua
85
Maafkan aku!
86
Aku mencintaimu
87
Poor Jimmy
88
Dia...
89
Lahirnya pewaris
90
Hadiah kelahiran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!