2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam

Dua teman baru itu larut dalam cerita mereka dan Yuna dapat merasakan kemiripan akan kisahnya dengan Renata walau tidak sepenuhnya sama

"Rena, apa buah kesukaanmu? Kudengar ibu hamil akan bagus jika memakan buah. Nanti akan ku hadiahkan kepadamu sebagai ungkapan selamat dariku" ujar Yuna masih dengan senyum tulusnya

"Tidak perlu Yuna, aku tak ingin merepotkan." Renata menolak dengan mengibas-ngibaskan tangannya

"Mungkin ini hanya hadiah murahan bukan sesuatu yang berharga seperti yang orang lain beri. Mana ada orang yang memberi buah sebagai ucapan selamat? Tapi aku tulus memberinya"

"Yuna, bukan maksudku be_" ucapan Renata terpotong saat Yuna menggapai kedua tangan wanita itu dan tersenyum

"Masa-masa yang kamu lewati bukanlah hal yang mudah, maka dari itu aku ucapkan selamat padamu dengan sepenuh hati, dan jaga dirimu agar bisa melahirkan anak yang sehat. Semoga saja aku bisa kuat sepertimu nantinya." jelas Yuna yang membuat Renata terharu hingga matanya berkaca-kaca

"Terima kasih, Yuna! Kamu tahu, kamu adalah orang pertama yang benar-benar peduli sama kisahku... banyak yang memberi selamat padaku karena telah berhasil keluar dari semua masalah yang menimpaku, tapi mereka yang bersimpati padaku adalah mereka yang menusukku dari belakang, mereka bergosip seakan mereka tahu segalanya, dan ini pertama kali seseorang benar-benar peduli padaku." Renata beralih memeluk Yuna. Nyatanya dia juga hanya seorang wanita yang rapuh

"Iya, aku mengerti. Sebenarnya aku tidak akan pergi ke pesta seperti ini kalau bukan sahabatku yang mengadakan acaranya, aku benci berbaur dengan penggosip" timpal Yuna yang memandang Renata teduh setelah melepaskan pelukan mereka

"Saya merasa kalau kamu lebih menderita, Yuna. Kamu memiliki seorang suami yang bisa dibilang sebagai penguasa dan juga saya melihat tadi bagaimana Tuan Aaron memeluk wanita lain, sepertinya didalam sana mulai heboh dengan kejadian itu, dan saya tahu seberapa sakit itu karena saya pernah di posisi itu." Yuna menunduk ketika mendengar tuturan itu. Sungguh harga dirinya terluka karena sikap brengsek seorang Aaron

"Aku menyedihkan bukan? Sangat menyedihkan, sampai-sampai aku meraaa tidak punya harga diri lagi," ujar Yuna yang menatap pada langit malam yang gelap tiada berbintang. Langit saja tahu bagaimana penggambaran hatinya saat ini

Setetes air asin yang berasal dari matanya turun membasahi pipi mulusnya. Walau seberapa hebat pun dirinya menutupi semuanya, tetap saja dirinya hanyalah wanita rapuh yang haus akan kasih sayang

Yuna tidak tahu perihal apa yang membuat suaminya begitu membencinya. Seingatnya, dia tidak pernah punya masalah dengan Aaron sebelum pertemuan mereka untuk menikah. Yuna menggeleng pelan, mencoba menghilangkan berbagai prasangka buruk yang tergambar di kepalanya. Dia akan mencoba tidak peduli, dan akan hidup damai setelahnya

Melihat Yuna yang menangis, Renata mencoba untuk menghibur teman barunya itu

"Tapi, masih ada harapan untuk tuan Aaron berubah! Suamiku dulu membenciku, tapi akhirnya dia menyesal dan kembali kepadaku. Mungkin saja Tuan Aaron nantinya akan sama"

"Andai masalahnya semudah itu" batin Yuna berujar sembari menghapus air matanya dan tersenyum pada Renata

Apakah dia perlu memberitahu Renata bahwa dia akan segera bercerai dengan Aaron?

"Rena, sebenarnya aku sama Aaron akan ber_"

"Nyonya Nelson, Anda disini! Saya sudah mencari Anda kemana-mana sedari tadi, harap Anda kembali ke kursi Anda... tuan rumah mencari Anda." suara Jimmy menghentikan kalimat Yuna yang akan membeberkan perceraiannya dengan Aaron

Kedua wanita itu menatap Jimmy dengan dua ekspresi berbeda. Yuna menatap bawahan suaminya itu dengan ekspresi jengah, sedang Renata hanya terlihat bingung

"Siapa yang mencariku? Bima atau Risa?" tanya Yuna yang hanyalah basa-basi

Jimmy tidak menjawab, hanya mengikuti Yuna yng kini berjalan kembali kedalam Aula acara setelah berpamitan dengan Renata dan undangan teman barunya itu untuk bertemu lain kali berbincang-bincang. Andai Yuna tau bagaimana Jimmy saat ini mengumpat dalam hati saat dia harus berbohong kalau tuan rumah yang mencari Yuna, padahal itu hanya alasan yang digunakannya karena perintah bos-nya. Jimmy merasa Aaron sudah berubah pada Yuna sekarang, kendati ada wanita lain yang saat ini menemani tuannya itu

"Risa..." sapa Yuna saat mendekat pada sahabat sekaligus tuan rumah acara tersebut, sedang Jimmy memutar langkah untuk menghilang sekarang, dia harus segera melaporkan pada Aaron dimana dirinya menemui Yuna setelah mengelilingi seluruh tempat mencari istri tuannya itu

"Kau mencariku?" tanya Yuna lepas dengan senyum yang terkembang

Risa yang melihat Yuna langsung memeluk sahabatnya itu. Dia memang mencari Yuna tadi, untuk memastikan apa yang terjadi beberapa saat lalu, perihal Aaron yang memeluk wanita lain

"Kau tidak apa-apa?" tanya Risa khawatir

"Tentu saja, memang apa yang bisa terjadi padaku?" Yuna balik bertanya saat melihat raut wajah Risa yang khawatir

"Kau tidak melihat apa yang Tuan Aaron lakukan tadi?" ujar Risa lagi membuat Yuna mulai mengerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu

"Oh itu, kau tak perlu khawatir. Perempuan itu hanya temannya Aaron." Yuna mengibaskan tangannya seakan itu bukan masalah dan dia berbohong sekarang

"Benarkah?" Risa kembali memastikan

"Iya! Tentu saja"

"Syukurlah..." terdengar helaan nafas lega Risa saat mendengar jawaban Yuna. Dari situ Yuna dapat melihat kalau Risa benar-benar tulus menyayanginya sebagai seorang sahabat

🍀🍀🍀

Yuna lagi lagi menghelakan nafasnya lelah saat dia harus kembali ke kursinya disamping Aaron disaat dirinya ingin sekali pulang dan bergelung dengan selimutnya. Yuna sudah mencoba meminta izin untuk kembali pada Risa dengan alasan dia lagi kurang sehat dan butuh istirahat, tapi sahabatnya itu bersikeras agar dirinya tetap tinggal hingga acara selesai

"Tuhan, aku malas sekali bertemu dengan Aaron sekarang. Bisakah buat aku tidak perlu duduk berdampingan dengan pria itu..." batin Yuna berdoa

Dari jauh Yuna sudah menangkap sosok sang suami dengan retina matanya, dapat dilihatnya Aaron yang larut dalam perbincangan dengan wanita yang bernama Helena yang dipeluk suaminya itu

Melihat itu Yuna semakin malas untuk kembali ke kursinya, tapi lagi-lagi dia tidak punya pilihan. Dia tetap melanjutkan langkahnya kesal sambil menunduk hingga...

Bruukk...

Aaoww...

Dirinya jatuh terduduk setelah menabrak seseorang yang memiliki tubuh lebih besar darinya hingga dirinya terbanting dan jatuh ke lantai

"Maaf Nona! Anda baik-baik saja?" Yuna mendongakkan wajahnya saat mendengar suara itu yang ternyata seorang pria

"Apa aku terlihat baik-baik saja?" Yuna bukan bermaksud membalas seperti itu tapi dirinya merasa sangat malu sekarang ini. Dia jatuh seperti sekarang ini, sakitnya tak seberapa tapi malunya sampai tua ditatap oleh banyaknya pasang mata tamu pesta tersebut

Si pria mengulurkan tangannya dan membantu Yuna untuk berdiri sedang tatapan mata si pria tampak terpaku pada wajah Yuna, bukan karena cantik tapi ada hal lainnya

"Dua tahun empat bulan enam hari sembilan belas jam..." seru si pria tiba-tiba sedang matanya masih terpaku pada Yuna dengan tangan yang masih memegang tangan Yuna, bahkan setelah wanita itu berdiri tegak sekarang. Wajah Yuna berkerut bingung mendengarnya

"Apa maksudmu??"

.

.

.

Terpopuler

Comments

M Abdillah Fatir

M Abdillah Fatir

ini kompor nya muncul bntar lagi aroon terbakar

2025-01-26

1

Susanty

Susanty

kaya di film Korea,bisa melihat kapan dan jam detik kita meninggal 🤭 seru bgt ceritanya

2024-05-25

0

gaby

gaby

Skor satu sama, Arron abis pelukan sm Helena & skrg istrinya kedatangan pebinot🤣🤣

2023-08-07

0

lihat semua
Episodes
1 Diabaikan
2 Permintaan
3 Masih perawan
4 Penyerahan kehormatan
5 Akhirnya terpenuhi
6 Berbohong sebagai gigolo
7 Alergi atau...?
8 Pergi ke pesta
9 kemarin malam menyenangkan?
10 Teman baru
11 2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12 Ivan Bonnie
13 Kau cemburu, Tuan!
14 Jangan ikut campur!
15 Berikan aku gigolo lain
16 Takkan kubiarkan
17 Siapa sebenarnya gigolo ini?
18 Mengunjungi papa mertua
19 Tentang Yuna
20 Aaron galau
21 Rumah tanpa istri
22 Akulah Gigolomu
23 Kegilaan
24 Dua pelayan setia
25 Bertemu Ivan
26 Pandangan Miss Gio
27 Cemburu
28 Surat
29 Yuna
30 Siksaan kenikmatan
31 Egois
32 Liar
33 Ingkar janji
34 Undangan
35 Pesan
36 Idiot sebenarnya
37 Papa Mertua- ceraikan Aaron
38 Hamil
39 Jimmy vs Ivan
40 Rasa
41 Istriku
42 Perhatian
43 Mulai curiga
44 Gigoloku ternyata suamiku
45 Yuna terluka
46 Sakit
47 Akulah pria itu
48 Helena
49 Ivan menerobos
50 Aaron tiba
51 Kesalahanku
52 Ini aku, Suamimu!
53 Ipar sialan
54 Tulus
55 Gengsian
56 Sulit untuk jujur
57 Izin menikahi istrimu
58 Undangan perpisahan
59 Kepergian papa Mertua
60 Terbongkar
61 Permainan Yuna
62 Aaron tersiksa
63 Memohonlah
64 Aku mencintaimu, Yuna
65 Semuanya telah terlambat
66 Yuna pergi
67 Yuna vs Helena
68 Penolong
69 Tidak ada tujuan
70 Baru seminggu
71 Perjanjian
72 Tenang
73 Aaron dan Ivan bertemu
74 Gaun pengantin
75 Ivan menyerah
76 Cincin dan diari
77 Pelayan dan asisten
78 Rasa bersalah dan Rindu
79 Kasih sayang keluarga
80 Keberadaan Yuna
81 buket bunga pengantin
82 Pernikahan Gina
83 Semoga beruntung
84 Lamaran kedua
85 Maafkan aku!
86 Aku mencintaimu
87 Poor Jimmy
88 Dia...
89 Lahirnya pewaris
90 Hadiah kelahiran
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Diabaikan
2
Permintaan
3
Masih perawan
4
Penyerahan kehormatan
5
Akhirnya terpenuhi
6
Berbohong sebagai gigolo
7
Alergi atau...?
8
Pergi ke pesta
9
kemarin malam menyenangkan?
10
Teman baru
11
2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12
Ivan Bonnie
13
Kau cemburu, Tuan!
14
Jangan ikut campur!
15
Berikan aku gigolo lain
16
Takkan kubiarkan
17
Siapa sebenarnya gigolo ini?
18
Mengunjungi papa mertua
19
Tentang Yuna
20
Aaron galau
21
Rumah tanpa istri
22
Akulah Gigolomu
23
Kegilaan
24
Dua pelayan setia
25
Bertemu Ivan
26
Pandangan Miss Gio
27
Cemburu
28
Surat
29
Yuna
30
Siksaan kenikmatan
31
Egois
32
Liar
33
Ingkar janji
34
Undangan
35
Pesan
36
Idiot sebenarnya
37
Papa Mertua- ceraikan Aaron
38
Hamil
39
Jimmy vs Ivan
40
Rasa
41
Istriku
42
Perhatian
43
Mulai curiga
44
Gigoloku ternyata suamiku
45
Yuna terluka
46
Sakit
47
Akulah pria itu
48
Helena
49
Ivan menerobos
50
Aaron tiba
51
Kesalahanku
52
Ini aku, Suamimu!
53
Ipar sialan
54
Tulus
55
Gengsian
56
Sulit untuk jujur
57
Izin menikahi istrimu
58
Undangan perpisahan
59
Kepergian papa Mertua
60
Terbongkar
61
Permainan Yuna
62
Aaron tersiksa
63
Memohonlah
64
Aku mencintaimu, Yuna
65
Semuanya telah terlambat
66
Yuna pergi
67
Yuna vs Helena
68
Penolong
69
Tidak ada tujuan
70
Baru seminggu
71
Perjanjian
72
Tenang
73
Aaron dan Ivan bertemu
74
Gaun pengantin
75
Ivan menyerah
76
Cincin dan diari
77
Pelayan dan asisten
78
Rasa bersalah dan Rindu
79
Kasih sayang keluarga
80
Keberadaan Yuna
81
buket bunga pengantin
82
Pernikahan Gina
83
Semoga beruntung
84
Lamaran kedua
85
Maafkan aku!
86
Aku mencintaimu
87
Poor Jimmy
88
Dia...
89
Lahirnya pewaris
90
Hadiah kelahiran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!