Penyerahan kehormatan

Yuna sedang melarutkan diri dalam nyamannya air yang memenuhi bathtub. Ditambah dengan wewangian aromatheraphy semakin membuat tubuhnya rileks, hingga Yuna hampir saja tertidur saat sebuah ketukan di pintu menyadarkannya

" Oh Tuhan! Itu pasti gigolonya..." serunya langsung bangkit dari bathtub dan meraih jubah mandinya serta topeng penutup identitasnya yang langsung dipakainya sebagai alat bantu agar dirinya tidak di kenali

Yuna berjalan keluar kamar mandi dan melangkah untuk membukakan pintu, dimana gigolo yang akan dia serahkan kehormatannya berdiri di baliknya. Jangan tanyakan bagaimana jantungnya kini berpacu? Ini akan jadi pengalaman pertamanya dan Yuna bukan melakukan dengan suaminya, melainkan dengan pria yang dia bayar akan jasanya. Tubuhnya gemetar, ada rasa penyesalan yang mendadak hadir mencubiti diri. Tapi lagi-lagi Yuna menggeleng, dia sudah terlalu jauh melangkah dan akan sangat sulit untuk kembali lagi. Biarkan saja dia larut dalam permainan dunia ini dan dia juga ingin merasakan apa yang didengarnya dari para sahabatnya, tentang rasa awam bernama kenikmatan dalam hubungan dengan lawan jenis

"Tenanglah Yuna, kamu tidak bisa mundur sekarang. Semoga saja dia pria yang tampan" harap Yuna sembari menghembuskan nafasnya, sekedar mengatasi rasa gugupnya yang berlebihan

Klekk...pintu terbuka

Yuna membeku menatap pada pria yang memiliki tinggi diatas rata-rata di depannya. Bukan karena ketampanan sang pria yang membuat Yuna terdiam melainkan wajah sang pria yang juga mengenakan topeng. Wajah gigolo didepannya tertutupi topeng berwarna hitam dan menutupi setengah wajah si pria. Yuna sempat bingung, tapi otak pas-pasannya segera mengirim sinyal akan asumsi tidak jelasnya

" Mungkin miss Gio juga menyuruhnya untuk memakai topeng agar aku tidak terlalu malu jika kelak bertemu dengannya secara tidak sengaja. Ada baiknya juga aku tidak mengenali wajahnya, setidaknya ini cukup ampuh untuk menghilangkan rasa malu ku" pikir Yuna dengan otak cantiknya. Dia dengan segera mengubah mimik wajahnya menjadi mimik wanita berkelas. Setidaknya dia tidak boleh terlihat bodoh didepan pria yang di sewanya

" Masuklah!" suruhnya yang diikuti oleh si pria tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada wanita yang akan dilayaninya malam ini. Sang pria berjalan masuk kedalam kamar yang sudah berhias sedemikian rupa. Kamar yang disulap laksana kamar pengantin baru. Mendadak mata tajam si pria menghunus netra hitam Yuna yang masih saja terpana pada pria yang menjadi gigolonya. Pria itu pasti memiliki tubuh yang indah dengan otot-otot menggoda dibalik kemeja hitam yang kini membaluti tubuhnya.

Karena tatapan tajam sang pria, Yuna mendadak merasakan hawa dingin berhembus. Tatapan mata gigolo itu terlalu mendominasi di balik topeng hitamnya dan Yuna juga sempat melirik pada tangan sang pria yang terkepal, Yuna mengasumsi hal itu sebagai ketidak puasan sang pria akan penampilannya. Tapi, siapa peduli? Bukankah disini dia ratunya? Karena bagaimanapun, Yuna telah membayar untuk jasa yang akan ditunjukkan oleh si pria

" Apakah aku segitu tidak menariknya di mata para pria?" batin Yuna bertanya dengan kesedihan yang mendadak hinggap di hatinya. Tapi tidak ada waktu baginya saat ini untuk bersedih

" Kenapa diam saja? Lakukan tugasmu untuk puaskan aku malam ini" kata Yuna sembari melepaskan jubah mandi yang menutupi tubuhnya, hingga kini Yuna telanjang bulat di depan sang pria

Yuna, gadis yang berstatus istri dari Aaron Nelson itu menggigit bibirnya mencoba untuk menahan rasa malu yang kini memenuhi dirinya. Dia merasa dirinya kini tidaklah berbeda dengan wanita murahan yang menjajakan diri di luaran sana. Syukur, topeng yang kini melekat di wajahnya sangatlah membantu menutupi merah wajahnya yang menahan malu

Beberapa saat si pria sempat terdiam menatap lurus pada Yuna yang sudah meloloskan satu-satunya penutup tubuh gadis itu. Tubuh Yuna terlihat begitu menggoda. Mustahil ada pria normal yang tidak akan tergoda dengan apa yang tersuguhkan didepannya saat ini

Kepalan tangan si pria semakin mengerat. Entah apa yang membuat pria itu bersikap seperti itu, disaat kulit mulus bening itu terpapar didepannya. Yuna melangkah mendekat pada si pria. Dia akan mencoba melupakan segalanya tentang Aaron mulai sekarang. Semua di dirinya yang tujuannya akan disembahkan untuk Aaron sebagai suami dan pria yang dicintainya, kini harus pupus saat Yuna melakukannya dalam menyambut lelaki lain yang di sewanya

Tidak butuh waktu lama, saat si pria langsung menggerakkan tangan menyentuh gundukan menggoda di depannya. Yuna terkesiap dengan gerakan tiba-tiba itu. Tapi, tidak ada waktu bagi Yuna untuk tetap dalam keterkejutannya. Tangan si pria sudah meluncur membingkai pinggang polosnya, menariknya hingga melekat dengan tubuh bidang si pria

Yuna mencoba menatap pada mata si pria namun fokusnya hilang hanya karena sentuhan ringan yang diberikan oleh si pria gigolo. Tangan sang pria kini beralih pada tengkuknya, mencoba untuk meraih bibir Yuna

" Ini ciuman pertamaku. Ini adalah momen yang berharga bagiku" tutur Yuna saat si pria hampir menggapai bibirnya dan terhenti karena ujaran gadis itu. Topeng yang digunakan oleh si pria cukup membantu menyembunyikan kerutan kebingungan dari wajah si pria

Si pria terhenti dan menatap Yuna yang memiliki tinggi di bawahnya. Apa dia baru saja mendengarkan kata ciuman pertama? Apakah itu benar, atau pendengarannya yang bermasalah?

" Iya. Kau benar! Ini adalah pengalaman pertamaku" lirih Yuna akhirnya sembari menunduk. Sungguh dia tidak bisa berpura-pura bersikap layaknya wanita dominan yang biasanya menyewa para gigolo. Dalam hati Yuna sangat bersyukur akan keberadaan topeng di wajahnya yang sedikit banyak menutupi rasa malunya

Tanpa berucap sepatah kata pun si pria kembali meraih tubuh polos Yuna dengan tangan besarnya dan membawa Yuna pada sebuah ciuman lembut yang menuntut

Yuna larut dalam cumbuan si pria, merasakan gelenyar aneh yang melingkupi dirinya. Rasa aneh yang masih begitu awam dirasakan tubuhnya, efek dari sentuhan tangan si pria gigolo pada tubuhnya

Si pria mencium Yuna semakin menuntut dan tangannya bergerak bebas menyentuh segala sisi tubuh Yuna. Ada emosi yang terselip di setiap sentuhan si pria yang tidak dapat Yuna kenali sebagai emosi apa? Pria gigolonya jelas sangat mendominasi dengan aura dingin yang melingkupi tubuhnya

Si pria mengangkat tubuh polos Yuna dengan begitu mudah, membuktikan kalau tenaga yang dimiliki oleh pria gigolo itu cukuplah kuat hanya untuk wanita seperti Yuna. Tubuh Yuna terangkat dan mendarat diatas ranjang dengan bibirnya yang masih bertautan dengan bibir si gigolo

Si pria mulai meraba, menyentuh di setiap titik sensitif Yuna, membuat gadis itu mengerang dalam kenikmatan awam yang pertama kali dirasakannya

" Tolong pelan-pelan...ini pertama kalinya bagiku" gumamnya dalam siksaan kenikmatan tersebut. Ingatan Yuna terbayang pada bahasannya dengan para sahabatnya kemarin tentang betapa nikmatnya melakukan hubungan badan dan Yuna kini dapat merasakannya. Sentuhan dari seorang pria ternyata benarlah sangat menakjubkan. Ada jiwa liar dalam dirinya yang minta untuk dilepaskan

" Maafkan aku Aaron!" batin Yuna yang sudah bertekad untuk melupakan rasanya pada sang suami sepenuhnya. Gadis itu bangkit dari baringnya dan bergerak pada si pria gigolo, mencium bibir pria itu dengan rakus. Karena setengah wajah si pria gigolo yang tertutupi topeng, Yuna hanya dapat melihat betapa bagusnya bentuk bibir pria yang akan menjadi pemuasnya malam ini. Setidaknya dia mendapatkan gigolo yang berbibir indah dengan otot tubuh yang menggoda. Persetan dengan wajah di balik topeng hitam yang pria itu kenakan

.

.

.

Terpopuler

Comments

Nicky Nick

Nicky Nick

hadeeeeh 😇

2025-02-25

0

G** Bp

G** Bp

OMG🤦🤦🤦

2025-02-24

0

Nayla Nazafarin

Nayla Nazafarin

ap g bisa ngenalin perawakn Aron?

2024-08-11

1

lihat semua
Episodes
1 Diabaikan
2 Permintaan
3 Masih perawan
4 Penyerahan kehormatan
5 Akhirnya terpenuhi
6 Berbohong sebagai gigolo
7 Alergi atau...?
8 Pergi ke pesta
9 kemarin malam menyenangkan?
10 Teman baru
11 2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12 Ivan Bonnie
13 Kau cemburu, Tuan!
14 Jangan ikut campur!
15 Berikan aku gigolo lain
16 Takkan kubiarkan
17 Siapa sebenarnya gigolo ini?
18 Mengunjungi papa mertua
19 Tentang Yuna
20 Aaron galau
21 Rumah tanpa istri
22 Akulah Gigolomu
23 Kegilaan
24 Dua pelayan setia
25 Bertemu Ivan
26 Pandangan Miss Gio
27 Cemburu
28 Surat
29 Yuna
30 Siksaan kenikmatan
31 Egois
32 Liar
33 Ingkar janji
34 Undangan
35 Pesan
36 Idiot sebenarnya
37 Papa Mertua- ceraikan Aaron
38 Hamil
39 Jimmy vs Ivan
40 Rasa
41 Istriku
42 Perhatian
43 Mulai curiga
44 Gigoloku ternyata suamiku
45 Yuna terluka
46 Sakit
47 Akulah pria itu
48 Helena
49 Ivan menerobos
50 Aaron tiba
51 Kesalahanku
52 Ini aku, Suamimu!
53 Ipar sialan
54 Tulus
55 Gengsian
56 Sulit untuk jujur
57 Izin menikahi istrimu
58 Undangan perpisahan
59 Kepergian papa Mertua
60 Terbongkar
61 Permainan Yuna
62 Aaron tersiksa
63 Memohonlah
64 Aku mencintaimu, Yuna
65 Semuanya telah terlambat
66 Yuna pergi
67 Yuna vs Helena
68 Penolong
69 Tidak ada tujuan
70 Baru seminggu
71 Perjanjian
72 Tenang
73 Aaron dan Ivan bertemu
74 Gaun pengantin
75 Ivan menyerah
76 Cincin dan diari
77 Pelayan dan asisten
78 Rasa bersalah dan Rindu
79 Kasih sayang keluarga
80 Keberadaan Yuna
81 buket bunga pengantin
82 Pernikahan Gina
83 Semoga beruntung
84 Lamaran kedua
85 Maafkan aku!
86 Aku mencintaimu
87 Poor Jimmy
88 Dia...
89 Lahirnya pewaris
90 Hadiah kelahiran
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Diabaikan
2
Permintaan
3
Masih perawan
4
Penyerahan kehormatan
5
Akhirnya terpenuhi
6
Berbohong sebagai gigolo
7
Alergi atau...?
8
Pergi ke pesta
9
kemarin malam menyenangkan?
10
Teman baru
11
2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12
Ivan Bonnie
13
Kau cemburu, Tuan!
14
Jangan ikut campur!
15
Berikan aku gigolo lain
16
Takkan kubiarkan
17
Siapa sebenarnya gigolo ini?
18
Mengunjungi papa mertua
19
Tentang Yuna
20
Aaron galau
21
Rumah tanpa istri
22
Akulah Gigolomu
23
Kegilaan
24
Dua pelayan setia
25
Bertemu Ivan
26
Pandangan Miss Gio
27
Cemburu
28
Surat
29
Yuna
30
Siksaan kenikmatan
31
Egois
32
Liar
33
Ingkar janji
34
Undangan
35
Pesan
36
Idiot sebenarnya
37
Papa Mertua- ceraikan Aaron
38
Hamil
39
Jimmy vs Ivan
40
Rasa
41
Istriku
42
Perhatian
43
Mulai curiga
44
Gigoloku ternyata suamiku
45
Yuna terluka
46
Sakit
47
Akulah pria itu
48
Helena
49
Ivan menerobos
50
Aaron tiba
51
Kesalahanku
52
Ini aku, Suamimu!
53
Ipar sialan
54
Tulus
55
Gengsian
56
Sulit untuk jujur
57
Izin menikahi istrimu
58
Undangan perpisahan
59
Kepergian papa Mertua
60
Terbongkar
61
Permainan Yuna
62
Aaron tersiksa
63
Memohonlah
64
Aku mencintaimu, Yuna
65
Semuanya telah terlambat
66
Yuna pergi
67
Yuna vs Helena
68
Penolong
69
Tidak ada tujuan
70
Baru seminggu
71
Perjanjian
72
Tenang
73
Aaron dan Ivan bertemu
74
Gaun pengantin
75
Ivan menyerah
76
Cincin dan diari
77
Pelayan dan asisten
78
Rasa bersalah dan Rindu
79
Kasih sayang keluarga
80
Keberadaan Yuna
81
buket bunga pengantin
82
Pernikahan Gina
83
Semoga beruntung
84
Lamaran kedua
85
Maafkan aku!
86
Aku mencintaimu
87
Poor Jimmy
88
Dia...
89
Lahirnya pewaris
90
Hadiah kelahiran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!