Takkan kubiarkan

Selepas keluar dari kamar Yuna, Miss Gio buru-buru meraih ponselnya dan menghubungi Aaron. Dia harus segera memberitahu perihal permintaan konyol Yuna. Namun baru saja dia menekan tombol panggilan sudah terdengar pintu ruang depannya yang kembali diketuk

"Aish siapa lagi yang bertamu malam-malam hujan begini. Aku lagi sibuk mengurus masalah yang mengancam hidupku, apa tidak ada yang mengerti." Miss Gio tetap melangkah untuk membukakan pintu kendati mulutnya terus menggerutu

Dia mengintip sedikit di celah pintu dan dibuat terkejut dengan tamu yang hadir

"Dia diberkati panjang umur," gumam Miss Gio saat melihat orang yang baru saja ingin dihubunginya kini berdiri tepat dipintu depannya

Klek... Miss Gio membukakan pintunya sembari tersenyum ramah

"Anda datang lagi, Tuan!" sapa Miss Gio dengan ramah dan mencoba bersikap sebaik mungkin dihadapan Aaron yang masuk kedalam ruangan itu tanpa dipersilahkan persis seperti apa yang dilakukan Yuna tadi. Mereka benar-benar pasangan yang serasi, pikir Miss Gio

"Kenapa gerakmu lambat sekali? Buka pintu saja selama ini!" cecar Aaron saat percikan air hujan mengenainya dan sedikit membasahinya

"Maaf Tuan, saya tidak tahu Anda datang." jawab Miss Gio anggun, namun kata itu jelas lain didalam hatinya

"Kalau mau cepat kenapa datang kesini selarut ini, kau pikir aku robot," gerutu Miss Gio kesal dalam hati namun tetap menampilkan senyum terbaiknya, karena jelas dia tidak ingin berurusan dengan pria seperti Aaron

"Dimana Yuna?" tanya Aaron menatap wajah wanita paruh baya itu

"Nyonya ada dikamar kedua disayap barat, Tuan"

"Oke, aku akan menuju kesana!" Aaron melepas jasnya hingga hanya tersisa kemeja putih yang membungkus tubuh sempurnanya

"Tapi Tuan..." Miss Gio menggigit bibir, merasa ragu untuk menyampaikannya

"Dia tidak akan mengamuk kan?" batinnya berujar takut

"Ada apa?" tanya Aaron sembari memasang topeng hitam yang dulu dikenakannya untuk menutupi sebagian wajahnya

"Nyonya meminta untuk dibawakan gigolo lain malam ini." Miss Gio mengatakannya sembari menunduk hingga tidak sempat dilihatnya wajah Aaron yang tersentak terkejut dengan apa yang didengarnya. Yuna ingin tidur dengan gigolo lain? Istrinya benar-benar sudah gila

"Lalu, apa kamu mengiyakan permintaannya?"

"Saya terpaksa Tuan, soalnya Nyonya sudah mulai curiga"

"Sial! Wanita ini benar- benar ingin membuatku marah" desis Aaron yang mendadak merasa begitu marah

"Sudahlah! Kau tidak perlu khawatir, aku akan mengurus semua ini! Kamu cukup pastikan tidak ada yang akan mengganggu malam ini, Yuna perlu diberi hukuman malam ini," ucap Aaron tajam dan tegas lalu berbalik dan melangkah lebar menuju kamar yang ditempati oleh Yuna

Miss Gio merasakan tengkuknya bergidik membayangkan apa yang akan dilakukan Aaron pada tubuh lembut Yuna saat melihat tatapan kemarahan di mata Aaron

"Semoga Anda selamat malam ini, Nyonya. Suami Anda terlihat sedang marah besar" gumam Miss Gio mengingat apa yang akan Aaron lakukan sebagai hukuman untuk Yuna

🍀🍀🍀

Kreak...

Aaron membuka pelan pintu kamar yang dibilang oleh Miss Gio dan dia tidak melihat Yuna didalamnya, lalu Aaron melangkah menuju kamar mandi dimana terdengar suara gemericik air didalamnya

"Dia didalam, dan berani sekali dia berpikir untuk mencari Gigolo lain." batin Aaron dengan tangan yang terkepal tepat didepan pintu kamar mandi

"Tidak akan pernah kubiarkan keinginanmu itu terjadi." lanjut batinnya seraya membuka pintu kamar mandi itu cepat dan masuk kedalamnya, hingga dapat dilihatnya Yuna yang sedang berendam didalam bathtub dengan wajah memakai topeng, wanita itu sudah begitu persiapan untuk menyambut gigolo barunya ternyata

Yuna berpaling melihat siapa yang masuk kedalam kamar mandinya dan dia tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut diwajahnya saat melihat yang masuk adalah gigolo yang sama dengan yang kemarin, terlihat dari postur tubuh dan bentuk setengah wajahnya yang tidak tertutupi topeng

Yuna mencoba bersikap tenang dan langsung melepas kontak mata mereka

"Sepertinya kamu salah masuk ruangan. Aku ingin gigolo lain malam ini...humph..." ujar Yuna yang tanpa diduganya si gigolo bergerak cepat merenggut bibirnya dan mel umat bibirnya tanpa ditahan-tahan. Yuna dapat merasakan emosi yang besar dari tekanan bibir si gigolo

Tangan kanan si gigolo sudah bergerak tak sopan menuju inti tubuh Yuna didalam air, mempermainkan titik sensitif itu dengan jemari panjangnya sedang tangan kirinya menekan tengkuk Yuna agar bibir mereka tetap bisa bertaut

Si pria masuk kedalam bathtub yang sama dengan Yuna tidak peduli dengan celana dan kemejanya yang mulai basah, dan mulai menciumi brutal tubuh Yuna

Yuna yang sudah terbuai dengan apa yang dilakukan si gigolo secara tiba-tiba mulai lupa dengan apa yang baru saja di inginkannya

"Kenapa kau tiba-tiba...Ahh.." Yuna menjerit dalam kenikmatan permainan tangan si gigolo dibawah sana dan dia mulai memfokuskan diri menatap wajah si gigolo

Glukk...

Yuna merasa tercekat saat menatap mata si gigolo yang menatapnya tajam bahkan lebih tajam dari burung pemangsa seperti elang sekalipun

"Tatapan itu, entah kenapa rasanya sangat familiar," batin Yuna yang merasa mengenal tatapan tajam itu

"Seolah-olah aku pernah melihat tatapan ini entah dima__" lanjut batinnya yang mendadak terpotong dengan desa hannya yang menggila

"Aahhh..." Yuna melenguh keras saat si gigolo semakin dalam memasukinya walau hanya dengan jari

Dikarenakan didalam air, Yuna dapat merasakan air hangat itu masuk menembus dirinya, dan Yuna juga dapat merasakan kesenangan yang luar biasa dari tindakan yang terjadi sekarang. Ini baru baginya dan pria gigolonya sangat pandai mengeksploitasi tubuhnya sedemikian rupa hingga Yuna mencapai pelepasannya hanya dengan permainan jari si gigolo

"Ugh...Aahh..." jerit Yuna pada akhirnya tapi dia tidak dapat menerima kekalahan semudah itu. Yuna bergerak agresif membalik keadaan. Dia menindih si gigolo didalam bathtub tersebut dan mengambil alih gerakan, dimulai dengan bibirnya yang melahap bibir si gigolo, mel umatnya seperti apa yang dilakukan si gigolo tadi padanya

"Kau tampak seksi dengan pakaian basah ini," ujar Yuna yang kini menduduki paha si pria yang manatapnya datar setelah ciuman mereka tadi

"Apa hanya itu yang bisa kau lakukan?" tanya Yuna meremehkan saat kini si gigolo hanya diam menatapnya tanpa lagi bergerak liar

"Tentu saja tidak, aku bisa melakukan hal yang lebih jauh dari ini." jawab Aaron yang tentu hanya didalam hati. Dia tidak bisa mengeluarkan suara kalau tidak ingin identitasnya terbongkar. Yuna mengenali suaranya

Aaron menyungging senyum tipisnya yang dapat Yuna lihat di bibir pria itu lalu bergerak cepat menggapai dada Yuna kasar

"Achh...it's hurts" seru Yuna saat si gigolo menggigit pink chipnya sedang tangan si gigolo bermain di bongkahannya yang lain

"Ransangan ini terlalu kuat tapi aku menyukainya, dia pandai dalam memuaskan dan aku bahagia akan hal ini..." batin Yuna diam-diam tersenyum

"Kau akan merasakan akibatnya karena memprovokasiku, Yuna." batin Aaron yang berencana membuat Yuna tidak bisa berjalan esoknya

.

.

.

Selagi menunggu novel ini up, mampir juga di karya kawanku dengan judul seperti dibawah ini👇

Terpopuler

Comments

Yeni Fitriani

Yeni Fitriani

salahmu semdiri aroon.

2025-02-12

2

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

malam2 hujan2 eh ada yg panasss senyum2 deh bacanyaa😆😆

2025-01-06

1

Safa Almira

Safa Almira

suka

2025-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 Diabaikan
2 Permintaan
3 Masih perawan
4 Penyerahan kehormatan
5 Akhirnya terpenuhi
6 Berbohong sebagai gigolo
7 Alergi atau...?
8 Pergi ke pesta
9 kemarin malam menyenangkan?
10 Teman baru
11 2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12 Ivan Bonnie
13 Kau cemburu, Tuan!
14 Jangan ikut campur!
15 Berikan aku gigolo lain
16 Takkan kubiarkan
17 Siapa sebenarnya gigolo ini?
18 Mengunjungi papa mertua
19 Tentang Yuna
20 Aaron galau
21 Rumah tanpa istri
22 Akulah Gigolomu
23 Kegilaan
24 Dua pelayan setia
25 Bertemu Ivan
26 Pandangan Miss Gio
27 Cemburu
28 Surat
29 Yuna
30 Siksaan kenikmatan
31 Egois
32 Liar
33 Ingkar janji
34 Undangan
35 Pesan
36 Idiot sebenarnya
37 Papa Mertua- ceraikan Aaron
38 Hamil
39 Jimmy vs Ivan
40 Rasa
41 Istriku
42 Perhatian
43 Mulai curiga
44 Gigoloku ternyata suamiku
45 Yuna terluka
46 Sakit
47 Akulah pria itu
48 Helena
49 Ivan menerobos
50 Aaron tiba
51 Kesalahanku
52 Ini aku, Suamimu!
53 Ipar sialan
54 Tulus
55 Gengsian
56 Sulit untuk jujur
57 Izin menikahi istrimu
58 Undangan perpisahan
59 Kepergian papa Mertua
60 Terbongkar
61 Permainan Yuna
62 Aaron tersiksa
63 Memohonlah
64 Aku mencintaimu, Yuna
65 Semuanya telah terlambat
66 Yuna pergi
67 Yuna vs Helena
68 Penolong
69 Tidak ada tujuan
70 Baru seminggu
71 Perjanjian
72 Tenang
73 Aaron dan Ivan bertemu
74 Gaun pengantin
75 Ivan menyerah
76 Cincin dan diari
77 Pelayan dan asisten
78 Rasa bersalah dan Rindu
79 Kasih sayang keluarga
80 Keberadaan Yuna
81 buket bunga pengantin
82 Pernikahan Gina
83 Semoga beruntung
84 Lamaran kedua
85 Maafkan aku!
86 Aku mencintaimu
87 Poor Jimmy
88 Dia...
89 Lahirnya pewaris
90 Hadiah kelahiran
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Diabaikan
2
Permintaan
3
Masih perawan
4
Penyerahan kehormatan
5
Akhirnya terpenuhi
6
Berbohong sebagai gigolo
7
Alergi atau...?
8
Pergi ke pesta
9
kemarin malam menyenangkan?
10
Teman baru
11
2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12
Ivan Bonnie
13
Kau cemburu, Tuan!
14
Jangan ikut campur!
15
Berikan aku gigolo lain
16
Takkan kubiarkan
17
Siapa sebenarnya gigolo ini?
18
Mengunjungi papa mertua
19
Tentang Yuna
20
Aaron galau
21
Rumah tanpa istri
22
Akulah Gigolomu
23
Kegilaan
24
Dua pelayan setia
25
Bertemu Ivan
26
Pandangan Miss Gio
27
Cemburu
28
Surat
29
Yuna
30
Siksaan kenikmatan
31
Egois
32
Liar
33
Ingkar janji
34
Undangan
35
Pesan
36
Idiot sebenarnya
37
Papa Mertua- ceraikan Aaron
38
Hamil
39
Jimmy vs Ivan
40
Rasa
41
Istriku
42
Perhatian
43
Mulai curiga
44
Gigoloku ternyata suamiku
45
Yuna terluka
46
Sakit
47
Akulah pria itu
48
Helena
49
Ivan menerobos
50
Aaron tiba
51
Kesalahanku
52
Ini aku, Suamimu!
53
Ipar sialan
54
Tulus
55
Gengsian
56
Sulit untuk jujur
57
Izin menikahi istrimu
58
Undangan perpisahan
59
Kepergian papa Mertua
60
Terbongkar
61
Permainan Yuna
62
Aaron tersiksa
63
Memohonlah
64
Aku mencintaimu, Yuna
65
Semuanya telah terlambat
66
Yuna pergi
67
Yuna vs Helena
68
Penolong
69
Tidak ada tujuan
70
Baru seminggu
71
Perjanjian
72
Tenang
73
Aaron dan Ivan bertemu
74
Gaun pengantin
75
Ivan menyerah
76
Cincin dan diari
77
Pelayan dan asisten
78
Rasa bersalah dan Rindu
79
Kasih sayang keluarga
80
Keberadaan Yuna
81
buket bunga pengantin
82
Pernikahan Gina
83
Semoga beruntung
84
Lamaran kedua
85
Maafkan aku!
86
Aku mencintaimu
87
Poor Jimmy
88
Dia...
89
Lahirnya pewaris
90
Hadiah kelahiran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!