Pergi ke pesta

Selagi Yuna sedang sibuk dengan pikirannya serta secangkir teh yang sedari tadi diseruputnya pelan-pelan, wanita itu kembali dibuat bingung dengan kehadiran Minnie kembali setelah pelayan setianya itu pergi tadi

"Ada apa?" tanya Yuna bingung

"Nyonya, Anda harus segera bersiap!" kata Minnie begitu melihat nyonyanya

"Bersiap untuk apa?"

"Anda harus menghadiri pesta keluarga Argantara, Tuan Aaron mungkin akan segera sampai menjemput Anda" jelas sang pelayan buru-buru menghampiri lemari nyonyanya untuk mencari pakaian yang cocok digunakan oleh nyonya-nya ke pesta malam ini

"Dengan Aaron? Kenapa tiba-tiba?" tanya Yuna semakin kebingungan. Ini merupakan kali pertama dia mendengar Aaron akan menjemputnya untuk pergi ke pesta bersama. Sebelumnya, jangankan untuk berharap, Yuna bahkan tidak pernah bermimpi Aaron akan sudi mengajaknya

"Mungkin karena ini pesta sahabat Anda, Nyonya. Bukankah Nyonya Risa adalah teman Anda?" ujar sang pelayan lagi sambil terus memilah pakaian yang akan dipakai oleh nyonyanya

"Ah..." Yuna mengangguk mulai mengerti. Risa, salah satu sahabatnya merupakan istri dari Bima Argantara. Wajar saja jika Aaron sampai mengajaknya seperti sekarang. Mungkin jika itu bukan pesta Risa, Yuna tidak akan pernah punya kesempatan diajak oleh suaminya itu

"Aku mungkin tidak akan pergi jika bukan karena Risa" gumamnya lirih, terlalu kecewa dengan kenyataan yang dihadapkan padanya. Bisakah dia berharap bahwa ada sedikit cinta dihati suaminya untuk dirinya? Yuna tidak terlalu yakin akan hal itu

"Nyonya, bagaimana dengan pakaian ini? Anda pasti akan terlihat sangat cantik dan akan menjadi pusat perhatian nantinya" ujar Minnie seraya menunjukkan sebuah gaun warna peach yang cukup elegan dan menawan

"Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian. Ambilkan saja gaun warna hitam atau gaun gelap lainnya untukku" Yuna menatap tidak tertarik pada gaun yang ditunjuk Minnie. Dia tidak ingin mencolok dalam orang ramai yang pasti akan sangat menyebalkan

Minnie membeo sebentar sebelum beranjak segera mengambilkan apa yang diminta oleh nyonya-nya

"Baik nyonya"

Yuna tersenyum tipis melihat Minnie yang buru-buru memilah pakaian lainnya untuknya

"Sebagian dari mereka pasti sudah mengetahui kabar tentang diriku dan Aaron yang akan bercerai, lalu apa gunanya mendapat perhatian? Aku tidak tertarik" batin Yuna berujar

"Pesta, itu hanyalah tempat yang penuh dengan orang yang ingin bergosip" lanjut batinnya sambil kembali menyeruput teh melatinya

🍀🍀🍀

Yuna turun setelah selesai memakai pakaiannya, sebuah gaun hitam sebatas betis dengan leher bermodel slevesless dengan beberapa manik berkilau yang bertabur diatas gaunnya, membuat tubuh sempurnanya terbungkus dengan indah. Yuna turun dengan penuh percaya diri walau nyatanya dandanannya tidaklah berlebihan. Dia hanya berdandan seadanya saja dengan rambut yang digerainya tanpa perlu banyak penataan ribet

Apa gunanya cantik? Ketika suamimu sendiri bahkan tidak pernah peduli akan hal itu, pikirnya. Karena itulah Yuna tidak terlalu merepotkan diri dalam penampilannya malam ini

"Maaf, harus membuatmu lama menunggu" sapa Yuna begitu sampai didepan Aaron yang sudah menunggunya sedari tadi. Padahal faktanya Yuna tahu kalau suaminya itu memang sedang menunggunya, dan wanita itu dengan sangat sengaja berlama-lama mengulur-ulur waktu hanya untuk membuat Aaron kesal

Aaron tidak menjawab, pria itu menatap terpana pada sang istri yang berjalan elegan kedekatnya. Namun itu tidak berlangsung lama, Aaron merubah raut wajahnya begitu cepat menjadi datar dan dingin seakan tidak tertarik pada sosok sang istri

"Sial! Haruskah dia memakai pakaian seperti itu?" batin Aaron mengumpat kesal saat matanya terus menyapu tubuh sang istri yang terbungkus pakaian seksi itu

Andai dia tidak bertahan dengan rasa gengsinya pada sang istri, Aaron mungkin akan langsung menyeret Yuna kedalam kamar sekarang dan memakan habis istrinya itu

Dengan langkah tenang Aaron berjalan didepan Yuna tanpa peduli dengan sang istri yang hanya bisa berdecih melihat sifat dingin sang suami

"Apa yang kau harap Yuna? Aaron merangkul lenganmu dan kalian berjalan beriringan? Hah! Jangan bermimpi untuk semua itu" ujar batin Yuna yang tersenyum miris melihat punggung sang suami yang berjalan didepannya

Sedang Aaron sekarang mati-matian menahan diri dari reaksi tubuhnya yang diluar kendali saat bayangan tubuh polos sang istri menari-nari dalam pikirannya. Itu jugalah yang membuatnya tidak ingin terlalu lama-lama menatap sang istri dan membuat jarak diantara mereka

Andai dirinya tidak pernah melihat bagaimana indahnya kulit dibalik pakaian hitam yang istrinya kenakan, mungkin Aaron tidak akan seperti ini. Ia akan terus meyakinkan diri kalau sang istri hanyalah seorang wanita pelacur yang menjijikan. Tapi nyatanya dirinya lebih menjijikan dari sosok istrinya tersebut. Yuna masihlah gadis perawan saat dia menerobosnya kemarin dan Aaron harus mengakui, istrinya itu bahkan buruk dalam berciuman

Keduanya duduk terdiam tanpa suara di sisi mobil yang berbeda. Walau pakaian yang keduanya gunakan sangatlah serasi jika disandingkan, yaitu pakaian hitam Yuna yang sangat padu dengan jas hitam elegan yang Aaron kenakan namun tidak dengan raut keduanya yang dingin bahkan terlalu dingin dari kutub utara sekalipun

Benci dengan suasana sunyi dan canggung antara keduanya, Yuna mencoba membuka suara dengan bertanya tentang Jimmy yang datang ke mansion dan membayar semua gaji pelayan disana

"Apa kau yang menyuruh Jimmy mengurusi semua keperluan dan gaji pelayan di mansion?" tanya Yuna membuka suara. Aaron yang hanya diam mengontrol diri sedari tadi menatap pada Yuna yang juga menatapnya

"Ada masalahkah dengan itu semua?" tanya Aaron balik tanpa ekspresi. Tidak tahukah Yuna kalau dirinya sekarang sedang begitu menahan diri agar tidak lepas kendali, sedang jagoan dibalik celana bahannya semakin menegang bersamaan dengan pikirannya yang tidak dapat hilang dari malam dimana dirinya menyetubuhi sang istri yang diabaikannya selama dua tahun ini

"Tidak, aku hanya penasaran apa yang membuatmu tiba-tiba peduli lagi pada mansion itu setelah mengabaikannya selama ini" jawab Yuna juga terkesan tenang. Yuna akan mencoba sepenuhnya melupakan sang suami sekarang. Hatinya terlalu berharga diberikan pada orang yang tidak pernah menatapnya. Aaron bahkan membencinya tanpa Ia ketahui apa penyebab suaminya itu membencinya

"Aku hanya mencoba membantu, bukankah kamu akan sering sibuk belakangan ini? Ada banyak hal yang harus kau lakukan kan?" ujar Aaron yang jelas-jelas merupakan sindiran untuk Yuna yang meminta tidur dengan pria lain

Yuna terkekeh sembari memalingkan wajahnya, jadi benar seperti apa yang diduganya. Aaron memenuhi keperluan mansion karena permintaan konyolnya pada suaminya tersebut. Kening Aaron berkerut bingung dengan kekehan sang istri

"Kau tahu! Aku tidak tau harus bersikap bagaimana sekarang! Haruskah aku bahagia dengan bantuanmu atau merasa bersalah?"

"Kau boleh merasakan keduanya" jawab Aaron asal yang juga memalingkan wajahnya kearah semula dan kembali terdiam datar

Yuna juga mengangkat bahu dan memilih untuk diam juga sampai mobil itu membawa sepasang suami-istri tersebut pada acara pesta yang dituju

.

.

.

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

entah kenapa airata ku tak berhenti mengalir..apa aku sendiri pembaca yg merasa miris

2025-01-15

1

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

setelah bercinta kmu bakalan bucin aroon 2 thun istri dianggurin

2025-01-06

5

Rierudi Laras

Rierudi Laras

Sialan kau Aaron

2024-11-04

1

lihat semua
Episodes
1 Diabaikan
2 Permintaan
3 Masih perawan
4 Penyerahan kehormatan
5 Akhirnya terpenuhi
6 Berbohong sebagai gigolo
7 Alergi atau...?
8 Pergi ke pesta
9 kemarin malam menyenangkan?
10 Teman baru
11 2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12 Ivan Bonnie
13 Kau cemburu, Tuan!
14 Jangan ikut campur!
15 Berikan aku gigolo lain
16 Takkan kubiarkan
17 Siapa sebenarnya gigolo ini?
18 Mengunjungi papa mertua
19 Tentang Yuna
20 Aaron galau
21 Rumah tanpa istri
22 Akulah Gigolomu
23 Kegilaan
24 Dua pelayan setia
25 Bertemu Ivan
26 Pandangan Miss Gio
27 Cemburu
28 Surat
29 Yuna
30 Siksaan kenikmatan
31 Egois
32 Liar
33 Ingkar janji
34 Undangan
35 Pesan
36 Idiot sebenarnya
37 Papa Mertua- ceraikan Aaron
38 Hamil
39 Jimmy vs Ivan
40 Rasa
41 Istriku
42 Perhatian
43 Mulai curiga
44 Gigoloku ternyata suamiku
45 Yuna terluka
46 Sakit
47 Akulah pria itu
48 Helena
49 Ivan menerobos
50 Aaron tiba
51 Kesalahanku
52 Ini aku, Suamimu!
53 Ipar sialan
54 Tulus
55 Gengsian
56 Sulit untuk jujur
57 Izin menikahi istrimu
58 Undangan perpisahan
59 Kepergian papa Mertua
60 Terbongkar
61 Permainan Yuna
62 Aaron tersiksa
63 Memohonlah
64 Aku mencintaimu, Yuna
65 Semuanya telah terlambat
66 Yuna pergi
67 Yuna vs Helena
68 Penolong
69 Tidak ada tujuan
70 Baru seminggu
71 Perjanjian
72 Tenang
73 Aaron dan Ivan bertemu
74 Gaun pengantin
75 Ivan menyerah
76 Cincin dan diari
77 Pelayan dan asisten
78 Rasa bersalah dan Rindu
79 Kasih sayang keluarga
80 Keberadaan Yuna
81 buket bunga pengantin
82 Pernikahan Gina
83 Semoga beruntung
84 Lamaran kedua
85 Maafkan aku!
86 Aku mencintaimu
87 Poor Jimmy
88 Dia...
89 Lahirnya pewaris
90 Hadiah kelahiran
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Diabaikan
2
Permintaan
3
Masih perawan
4
Penyerahan kehormatan
5
Akhirnya terpenuhi
6
Berbohong sebagai gigolo
7
Alergi atau...?
8
Pergi ke pesta
9
kemarin malam menyenangkan?
10
Teman baru
11
2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12
Ivan Bonnie
13
Kau cemburu, Tuan!
14
Jangan ikut campur!
15
Berikan aku gigolo lain
16
Takkan kubiarkan
17
Siapa sebenarnya gigolo ini?
18
Mengunjungi papa mertua
19
Tentang Yuna
20
Aaron galau
21
Rumah tanpa istri
22
Akulah Gigolomu
23
Kegilaan
24
Dua pelayan setia
25
Bertemu Ivan
26
Pandangan Miss Gio
27
Cemburu
28
Surat
29
Yuna
30
Siksaan kenikmatan
31
Egois
32
Liar
33
Ingkar janji
34
Undangan
35
Pesan
36
Idiot sebenarnya
37
Papa Mertua- ceraikan Aaron
38
Hamil
39
Jimmy vs Ivan
40
Rasa
41
Istriku
42
Perhatian
43
Mulai curiga
44
Gigoloku ternyata suamiku
45
Yuna terluka
46
Sakit
47
Akulah pria itu
48
Helena
49
Ivan menerobos
50
Aaron tiba
51
Kesalahanku
52
Ini aku, Suamimu!
53
Ipar sialan
54
Tulus
55
Gengsian
56
Sulit untuk jujur
57
Izin menikahi istrimu
58
Undangan perpisahan
59
Kepergian papa Mertua
60
Terbongkar
61
Permainan Yuna
62
Aaron tersiksa
63
Memohonlah
64
Aku mencintaimu, Yuna
65
Semuanya telah terlambat
66
Yuna pergi
67
Yuna vs Helena
68
Penolong
69
Tidak ada tujuan
70
Baru seminggu
71
Perjanjian
72
Tenang
73
Aaron dan Ivan bertemu
74
Gaun pengantin
75
Ivan menyerah
76
Cincin dan diari
77
Pelayan dan asisten
78
Rasa bersalah dan Rindu
79
Kasih sayang keluarga
80
Keberadaan Yuna
81
buket bunga pengantin
82
Pernikahan Gina
83
Semoga beruntung
84
Lamaran kedua
85
Maafkan aku!
86
Aku mencintaimu
87
Poor Jimmy
88
Dia...
89
Lahirnya pewaris
90
Hadiah kelahiran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!