Akhirnya terpenuhi

Yuna memeluk si pria gigolo setelah melakukan ciuman tidak terarahnya tadi, dan gadis itu berbisik binal di telinga si pria

" Malam ini! Siksa aku tanpa ampun. Tumbuk aku dengan keras sampai aku hancur berkeping-keping" bisik Yuna dengan nada sensual. Si pria gigolo membulatkan matanya terkejut dibalik topengnya, tapi itu tidak berlangsung lama. Dengan sedikit bertenaga si pria gigolo mendorong Yuna kembali terbaring diatas ranjang lalu memainkan titik paling sensitif gadis itu dengan tangannya

Yuna mengerang dengan apa yang diterimanya. Erangan kenikmatan yang memenuhi ruangan khusus milik miss Gio tersebut. Si pria gigolo kembali mencium Yuna sembari tangannya yang juga bergerak mencoba memuaskan dibawah sana. Lupakan tentang rasa jijik, karena ini memang pekerjaan dari seorang gigolo, memuaskan para pelanggan yang menyewa mereka.

Selagi larut dalam cumbuan yang dirasakan, tiba-tiba si pria gigolo berhenti dan menatap pada Yuna di bawahnya

" Apa! Kenapa kamu berhenti?" tanya Yuna yang mendadak merasa kecewa saat si pria gigolo melepaskan diri. Tidak ada jawaban yang tersemat. Si pria tidak sedikit pun mengeluarkan suaranya atau memang itu peraturannya. Gigolo dilarang bicara dengan pelanggannya dan tugas mereka hanya melayani dan memenuhi perintah pelanggannya

Keterkejutan Yuna akan berhentinya si gigolo tidak berlangsung lama, saat mata gadis itu melihat si pria gigolo membuka kemeja yang membungkus tubuh atletisnya serta menanggalkan celana yang menyembunyikan pusaka berharganya

Yuna menganga menatap pemandangan didepannya. Pria gigolo itu benar-benar bagus dalam fisik, tapi sayang! Pekerjaannya sebagai gigolo sangatlah merusak semuanya. Hati gadis itu kembali tercubit saat terbayang akan fakta. Setitik air bening merembes melewati topeng penutup identitasnya, air yang berasal dari mata indahnya. Ini adalah pertama kalinya Yuna melihat organ vital pria dan itu bukan punya suaminya. Betapa hina dirinya sekarang ini, tapi lagi-lagi Yuna memilih tidak mau peduli

" Aku ingin merasakan benda itu berada dalam diriku" jerit batinnya mencoba membuang semua pikiran rasionalnya saat si pria menunduk di antara kedua pahanya. Mengobrak-abrik titik sensitifnya dengan begitu lihai

" Aah...aku ingin lebih...lebih dari ini" Yuna sudah benar-benar kehilangan akalnya. Dia sepenuhnya tidak peduli dengan apa yang sedang dilakukannya sekarang, karena yang diinginkannya saat ini hanyalah mencapai pelepasan dalam rasa nikmat ini

Si pria gigolo berhenti dari permainannya dan beralih pada upacara intinya. Memposisikan diri pada tempat yang tepat lalu...jleebb

" Aaaakkhhh" jeritan kesakitan menggema dari bibir Yuna sebelum si pria kembali membungkamnya dengan sebuah ciuman. Akhirnya pintu itu terbuka, pintu yang kuncinya di pegang oleh Aaron, sang suami. Tapi nyatanya kini, Yuna membiarkan pintunya terbuka dengan kunci yang bukan miliknya. Bahkan ada kemungkinan kunci ini sudah membuka puluhan pintu sebelumnya

Mata Yuna berair hingga merembes menuruni pipinya yang bertopeng. Akhirnya semuanya terjadi seperti apa yang dibayangkannya. Dia bukan lagi seorang perawan. Selaput itu telah pecah diterobos dan cairan merah itu merembes dibarengi dengan rasa sakit yang dirasanya. Yuna tidak ingin menyesalinya tapi hatinya tidak dapat berbohong. Andai Aaron yang menjadi yang pertama, maka Yuna juga tidak masalah jika diceraikan setelahnya. Tapi apalah daya! Saat hanya dia satu-satunya yang melibatkan perasaan dalam hubungan tidak jelasnya dengan Aaron. Cintanya tidaklah berharga bagi suaminya itu

Rasa sakit itu cukup kentara, setelah beberapa saat setelahnya rasa itu berubah menjadi rasa nikmat yang tidak dapat dijabarkan oleh Yuna. Pria gigolo itu begitu lihai membuatnya merasakan kenikmatan dari segala sisi. Tidak ada sedikitpun dari tubuhnya di sia-siakan si pria. Yuna bahkan dapat merasakan kecupan basah di setiap inci tubuhnya.

"Aah...ini sangat hangat dan nikmat" desahnya dalam pergulatan itu. Sedang si pria gigolo terus saja mengobrak-abrik tubuhnya malam ini.

"Aku bertanya-tanya? Apa yang akan terjadi jika aku dan Aaron melakukan hal ini dan dia meniduriku seperti ini? Mungkin kami tidak perlu untuk bercerai." batin Yuna berujar pedih. Yuna terus larut dalam dorongan yang terjadi hingga permainan itu sampai pada puncaknya. Cairan lahar putih itu menyembur memenuhi rahim Yuna, sedangkan gadis yang baru saja menjadi wanita itu tidak tahu apa yang sedang menimpa dirinya. Si pria gigolo sama sekali tidak menggunakan pengaman saat menyetubuhinya dan Yuna tidak tahu menahu ketika rasa nikmat dan hangat begitu terasa dibawah sana.

Yuna menatap pada si pria gigolo sesaat sebelum melepaskan seluruh kenikmatan yang menimpanya. Mendadak matanya melebar saat bayangan yang terlihat di matanya adalah Aaron. Gigolo yang sedang menyetubuhinya terbayang sebagai Aaron!

" Ah... aku terlalu banyak membayangkan sesuatu. Aku bahkan berhalusinasi sekarang." Yuna kembali membatin sebelum dirinya menggeleng. Tidak mungkin pria bertopeng yang sedang menikmati tubuhnya saat ini adalah suaminya, bukan? Semua pasti tidak akan mungkin jika Yuna melihat bagaimana sikap sang suami. Pasti akan sangat lucu jika itu benarlah seorang Aaron, dan untunglah suaminya belum segila itu

"Aku telah bertekad untuk mengosongkan hatiku saat ini. Jadi, lupakan saja tentang Aaron, Yuna" peringat gadis itu kembali pada dirinya sendiri, dimana pikirannya terus saja memikirkan tentang suaminya, Aaron Nelson

Yuna akhirnya mencapainya. Keinginannya yang paling tersembunyi selama ini. Sebuah percintaan hebat dengan lawan jenis, tapi suaminya tidaklah pernah mengerti dan bahkan tidak mau peduli. Bahkan, jika Aaron adalah pria sejati sekalipun. Yuna akan tetap merasakan kesendirian selama suaminya itu tidak ingin menyentuhnya

" Aku harap hari esok tidak akan datang, karena aku tidak memiliki siapapun untuk berbagi rasa yang tengah ku alami" lagi dan lagi Yuna membatin. Gadis itu benar-benar telah kehilangan prinsipnya. Perlahan mata itu terpejam, lelah dengan pikirannya dan juga lelah dengan kegiatan yang baru saja terjadi antara dirinya dengan si gigolo

"Kehidupan seperti apa yang sedang kujalani?" kata terakhir yang membayang di kepalanya sebelum gelap benar-benar menyapanya. Yuna terlelap dengan keadaannya yang masih begitu polosnya

Si pria gigolo melepaskan diri lalu menatap pada Yuna dalam. Rahangnya mengeras melihat keadaan Yuna seperti sekarang. Wanita itu terlihat begitu menggoda dengan tubuh telanjangnya yang terlentang

"Sial!" desis si pria gigolo sembari menggeletukkan giginya. Dia terlihat kesal dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Dirinya masih belum puas tapi wanita yang menyewanya sudah terkapar kelelahan

"Tidak ku sangka kau ternyata seindah dan senikmat ini," ujar si pria gigolo lagi yang kemudian turun dari ranjang dan memakai pakaiannya kembali. Dia juga menyelimuti tubuh telanjang Yuna dengan baik sebelum melangkah keluar dari kamar itu. Kamar yang menjadi saksi dirinya menikmati seorang gadis perawan

Tangan besar itu bergerak kasar melepas topeng hitam yang menutupi sebagian wajahnya, hingga terlihat wajah tampan tanpa cela dibaliknya. Sang pria gigolo berjalan dengan langkah lebar menjauh dari tempat itu setelah puas menyiksa sang gadis dalam kenikmatan yang diciptakan. Tanpa ekspresi ataupun senyum kesenangan, pria itu bertemu dengan miss Gio yang menunggu di depan pintu utama

"Tuan Aaron..."

.

.

.

Visual

Aaron Nelson

Yuna Azara Weston

Terpopuler

Comments

Dewi Soraya

Dewi Soraya

waduh visualny thor meresahkan.bule hot

2025-02-01

1

Juan Sastra

Juan Sastra

mewek aku malah thorr...

2025-01-15

1

christina paya wan

christina paya wan

visual yuna tidak ngam..kurang menarik.

2025-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 Diabaikan
2 Permintaan
3 Masih perawan
4 Penyerahan kehormatan
5 Akhirnya terpenuhi
6 Berbohong sebagai gigolo
7 Alergi atau...?
8 Pergi ke pesta
9 kemarin malam menyenangkan?
10 Teman baru
11 2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12 Ivan Bonnie
13 Kau cemburu, Tuan!
14 Jangan ikut campur!
15 Berikan aku gigolo lain
16 Takkan kubiarkan
17 Siapa sebenarnya gigolo ini?
18 Mengunjungi papa mertua
19 Tentang Yuna
20 Aaron galau
21 Rumah tanpa istri
22 Akulah Gigolomu
23 Kegilaan
24 Dua pelayan setia
25 Bertemu Ivan
26 Pandangan Miss Gio
27 Cemburu
28 Surat
29 Yuna
30 Siksaan kenikmatan
31 Egois
32 Liar
33 Ingkar janji
34 Undangan
35 Pesan
36 Idiot sebenarnya
37 Papa Mertua- ceraikan Aaron
38 Hamil
39 Jimmy vs Ivan
40 Rasa
41 Istriku
42 Perhatian
43 Mulai curiga
44 Gigoloku ternyata suamiku
45 Yuna terluka
46 Sakit
47 Akulah pria itu
48 Helena
49 Ivan menerobos
50 Aaron tiba
51 Kesalahanku
52 Ini aku, Suamimu!
53 Ipar sialan
54 Tulus
55 Gengsian
56 Sulit untuk jujur
57 Izin menikahi istrimu
58 Undangan perpisahan
59 Kepergian papa Mertua
60 Terbongkar
61 Permainan Yuna
62 Aaron tersiksa
63 Memohonlah
64 Aku mencintaimu, Yuna
65 Semuanya telah terlambat
66 Yuna pergi
67 Yuna vs Helena
68 Penolong
69 Tidak ada tujuan
70 Baru seminggu
71 Perjanjian
72 Tenang
73 Aaron dan Ivan bertemu
74 Gaun pengantin
75 Ivan menyerah
76 Cincin dan diari
77 Pelayan dan asisten
78 Rasa bersalah dan Rindu
79 Kasih sayang keluarga
80 Keberadaan Yuna
81 buket bunga pengantin
82 Pernikahan Gina
83 Semoga beruntung
84 Lamaran kedua
85 Maafkan aku!
86 Aku mencintaimu
87 Poor Jimmy
88 Dia...
89 Lahirnya pewaris
90 Hadiah kelahiran
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Diabaikan
2
Permintaan
3
Masih perawan
4
Penyerahan kehormatan
5
Akhirnya terpenuhi
6
Berbohong sebagai gigolo
7
Alergi atau...?
8
Pergi ke pesta
9
kemarin malam menyenangkan?
10
Teman baru
11
2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12
Ivan Bonnie
13
Kau cemburu, Tuan!
14
Jangan ikut campur!
15
Berikan aku gigolo lain
16
Takkan kubiarkan
17
Siapa sebenarnya gigolo ini?
18
Mengunjungi papa mertua
19
Tentang Yuna
20
Aaron galau
21
Rumah tanpa istri
22
Akulah Gigolomu
23
Kegilaan
24
Dua pelayan setia
25
Bertemu Ivan
26
Pandangan Miss Gio
27
Cemburu
28
Surat
29
Yuna
30
Siksaan kenikmatan
31
Egois
32
Liar
33
Ingkar janji
34
Undangan
35
Pesan
36
Idiot sebenarnya
37
Papa Mertua- ceraikan Aaron
38
Hamil
39
Jimmy vs Ivan
40
Rasa
41
Istriku
42
Perhatian
43
Mulai curiga
44
Gigoloku ternyata suamiku
45
Yuna terluka
46
Sakit
47
Akulah pria itu
48
Helena
49
Ivan menerobos
50
Aaron tiba
51
Kesalahanku
52
Ini aku, Suamimu!
53
Ipar sialan
54
Tulus
55
Gengsian
56
Sulit untuk jujur
57
Izin menikahi istrimu
58
Undangan perpisahan
59
Kepergian papa Mertua
60
Terbongkar
61
Permainan Yuna
62
Aaron tersiksa
63
Memohonlah
64
Aku mencintaimu, Yuna
65
Semuanya telah terlambat
66
Yuna pergi
67
Yuna vs Helena
68
Penolong
69
Tidak ada tujuan
70
Baru seminggu
71
Perjanjian
72
Tenang
73
Aaron dan Ivan bertemu
74
Gaun pengantin
75
Ivan menyerah
76
Cincin dan diari
77
Pelayan dan asisten
78
Rasa bersalah dan Rindu
79
Kasih sayang keluarga
80
Keberadaan Yuna
81
buket bunga pengantin
82
Pernikahan Gina
83
Semoga beruntung
84
Lamaran kedua
85
Maafkan aku!
86
Aku mencintaimu
87
Poor Jimmy
88
Dia...
89
Lahirnya pewaris
90
Hadiah kelahiran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!