kemarin malam menyenangkan?

Suasana pesta terlihat begitu ramai dam khidmat, Yuna berjalan terus melewati sang suami mendekat kearah Risa yang sedang fokus menerima ucapan selamat dari setiap tamu yang hadir

"Selamat ya Ris...semoga kelak dia lahir dengan segala kebaikan yang menyertainya" doa Yuna sembari mengelus pelan perut buncit Risa dimana bayi keturunan keluarga Argantara bersemayam disana

"Terima kasih Yuna, kau juga segeralah memiliki momongan! Jangan menunda lagi," ujar Risa seraya tertawa menggoda Yuna yang mendadak menyentuh perutnya, dia bisa saja punya bayi sekarang tapi jelas itu bukan anak Aaron kan?

"Sepertinya Risa belum mendengar kabar tentang kami yang akan bercerai" batin Yuna berujar

"Iya, kami juga sedang berusaha," jawab Yuna akhirnya sembari membalas senyuman Risa agar tidak canggung

"Semoga segera mendapatkannya" Risa juga tersenyum

Selagi mereka sibuk berbincang, mata Aaron tidak lepas dari sosok sang istri. Dia duduk disebuah meja yang khusus disiapkan untuknya dengan sang istri oleh keluarga Argantara

"Harusnya aku tidak perlu memprovokasi Yuna." batin Aaron teringat pada percakapannya dengan Yuna didalam mobil sembari memijit kepalanya yang mendadak terasa pening

"Harusnya kubiarkan saja dia tidur dengan pria lain... Masalah ini malah membuat beban pikiranku bertambah" keluhnya membatin

"Tuan, Anda tidak menyapa tuan Bima argantara?" tanya Jimmy sopan saat tadi Aaron masuk tanpa menyapa yang punya acara sedang istrinya larut dalam bahasan dengan Risa sebagai nyonya rumah

"Dia akan mengerti," jawab Aaron yang mengambil minuman dan meneguknya sedang matanya kembali terarah pada sang istri yang tampak bicara lepas dengan beberapa sahabat gadis itu yang turut hadir pada acara pesta keluarga tersebut

"Tuan Aaron! Anda hadir" sapa Bima argantara sebagai tuan rumah.

"Ah ya, tentu saja saya hadir dan maaf saya tidak sempat menyapa Anda tadi,"

"Tidak apa-apa Tuan Aaron, kehadiran Anda pada pesta kecil kami sudah cukup sebagai apresiasi akan undangan kami. Saya sudah bersyukur"

"Eum..." Aaron hanya mengangguk menanggapi dan kembali memijit keningnya saat ingatan hubungannya dengan sang istri tidak juga mau enyah dari pikirannya, dan kondisinya itu terlihat di mata pemilik acara, Bima

"Tuan Aaron, Anda terlihat pucat, apa ada masalah?" tanya Bima khawatir, dia bahkan meninggalkan sang istri dalam menyambut tamu hanya untuk menyapa Aaron, sang pengusaha penguasa terbesar perekonomian kota X, dan jelas semua orang menghormati seorang Aaron

"Tidak ada, aku hanya merasa sedikit lelah" jawab Aaron yang masih menekan keningnya dan sialnya bayangan itu tidak juga mau menghilang didalam sana

"Baiklah! Jika ada sesuatu yang Anda rasa kurang, tolong beritahu kami."

"Tentu saja" jawab Aaron, dan setelahnya Bima pergi menyapa tamu lainnya

Aaron kembali menatap pada sang istri yang tidak kunjung mendekatinya, wanita itu masih larut dalam obrolan bersama beberapa wanita yang Aaron ketahui sebagai sahabat istrinya itu

Wajah Aaron berubah kesal saat ada beberapa pria tertangkap matanya sedang memperhatikan Yuna dengan tatapan liar. Sedang Jimmy disebelahnya merasa tidak enak dengan wajah sang tuan saat Bima terus-terusan menatap kearah tuannya, tuan rumah acara itu pasti merasa kalau Aaron tidak nyaman di acaranya karena mimik wajah pria itu

"Tuan, tolong tersenyum! Tuan Bima masih melihat kearah sini." Jimmy berbisik pelan pada tuannya

"Apa urusannya denganku?" bantah Aaron yang merasa terganggu

"Karena sikap Anda, Tuan rumah akan merasa tidak aman." jawab Jimmy lagi

"Anda tidak sadar kalau Anda selalu jadi orang pertama yang diperhatikan, bahkan mengalahkan pejabat kota ini" batin Jimmy yang menatap kesal secara sembunyi-sembunyi pada tuannya itu

"Hmph..." Aaron hanya bergumam dan kembali meraih gelas minumannya sembari memejamkan matanya lelah, menjadi orang berpengaruh sangatlah mengekang tindakan

"Tuan, Nyonya muda Nelson mendekat kesini" Jimmy kembali berbisik memberi tahu, Aaron mendadak membuka matanya dan menatap pada sang istri yang mengatur langkah menuju dirinya, karena memang kursi yang disediakan untuk Yuna berada disamping suaminya yaitu Aaron Nelson

"Eh Tuan Bima! Maaf, saya belum menyapa Anda. Selamat ya, Anda akan segera menjadi seorang ayah" sapa Yuna mendadak saat melihat Bima yang berdiri didepannya

"Terima kasih Nyonya Nelson. Semoga Anda juga segera menyusul kami" ujar Bima tulus menatap lembut pada istri Aaron tersebut

"Semoga saja." jawab Yuna yang kembali melangkah kearah sang suami tanpa menyadari tangan Aaron yang terkepal dibawah meja, Aaron tiba-tiba merasa tidak suka saat aang istri bicara dengan pria lain, sekalipun pria itu tidak menunjukkan ketertarikan pada sang istri

Yuna mendudukkan diri tepat disamping Aaron yang masih saja menatapnya, sedang Yuna memilih tidak peduli. Yuna hanya duduk sembari memperhatikan sekitarnya dengan baik

"Kau tampak tidak nyaman," ujar Aaron tiba-tiba membuat Yuna menatap aneh pada sang suami lalu menatap kiri-kanannya seakan memastikan kalau Aaron bukan bicara dengannya, namun tidak ditemukan siapapun termasuk Jimmy yang sudah menjauh saat dirinya memilih duduk disana

"Kau bicara denganku?" tanya Yuna memastikan bingung. Apa matahari baru saja terbit dari barat? Sejak kapan Aaron membuka percakapan dengannya selain membahas perceraian dan peraturan

"Ya, tentu saja! Lalu dengan siapa lagi aku bicara?"

"Oh... iya." Yuna membeo bingung saat kembali tersadar kalau dirinya tidak boleh terlihat bodoh didepan suami brengseknya

"Kau kelihatan tidak nyaman dengan pesta ini" ujar Aaron lagi membuat Yuna mendesis kesal. Apa peduli suaminya itu akan dirinya nyaman atau tidak?

"Bukan urusanmu!"

"Urusanku jika kamu masih berstatus sebagai nyonya Nelson." kartu As yang Aaron pegang membuat Yuna tidak bisa untuk berkutik. Ingin menjawab tapi apa yang Aaron katakan benar, akhirnya Yuna hanya terdiam sampai Aaron kembali bersuara. Pria itu tidak suka melihat Yuna diam

"Apakah yang kau lakukan kemarin malam menyenangkan?" tanya Aaron tiba-tiba sembari menggoyang-goyangkan gelas di tangannya, pria itu mendadak merasa ingin menggoda Yuna

"Apa yang kau bicarakan?" tanya Yuna berpura-pura tidak mengerti

"Kemarin Jimmy pergi ke mansion kan? Sedang kamu tidak ada disana, dan itu sudah pasti bahwa kau melakukan hal dewasa dengan pria sewaanmu." Aaron sampai sedikit mencondongkan tubuhnya pada sang istri untuk mengatakan kalimat itu

"Untuk apa kau peduli?" Yuna menanggapinya dengan tenang walau harus diakuinya kalau itu menyakitkan diberi pertanyaan itu oleh pria yang kau cintai

"Aku hanya bertanya apakah itu menyenangkan atau tidak! Dilihat dari ekspresimu seperti tidak," ujar Aaron yang terkekeh diujung kalimatnya

"Aku tidak tahu kenapa masalah ini harus menarik perhatianmu tapi harus kujawab jujur, kegiatanku sangat menyenangkan." jawab Yuna tanpa ragu sedikitpun di wajahnya. Bagaimana tidak menyenangkan saat Yuna memenuhi keinginannya selama ini dan kerja gigolonya yang sangat memuaskan

Aaron kehilangan kekehannya dan berganti dengan wajah terkejut kembali menatap pada sang istri, wajah Yuna tidak terlihat seperti wanita itu berbohong, dan Aaron tidak menyangka kalau persetubuhannya dengan sang istri dianggap menyenangkan oleh Yuna sendiri

"Apa kau akan mencari pria sewaan itu lagi?"

"Ya." jawab Yuna malas dengan pertanyaan Aaron

"Wow! Tidak kusangka ternyata kau se ja lang itu."

"Hah! Se ja lang apapun diriku itu bukan urusan Anda tuan Aaron Nelson, dan mohon berhenti untuk mewawancarai dan mengintimidasiku karena tidak pantas seorang pria suci seperti Anda peduli dengan wanita ja lang sepertiku." jawab Yuna yang tersenyum sinis pada sang suami. Sudah cukup dirinya di injak-injak harga dirinya dan sekarang adalah waktunya dirinya bangkit dari itu semua

.

.

.

Yuk mampir juga di karya temanku Yakasa dengan judul: Cinta pertama mafia seperti dibawah ini👇🏼

Terpopuler

Comments

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

bagus yuna skak mat suamimu yg sok suci dan gengsian itu

2025-01-06

0

Wayan Sucani

Wayan Sucani

Wow... seru.. Andai yuna tau

2025-01-23

0

Wartini Wartini

Wartini Wartini

bagusss

2025-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Diabaikan
2 Permintaan
3 Masih perawan
4 Penyerahan kehormatan
5 Akhirnya terpenuhi
6 Berbohong sebagai gigolo
7 Alergi atau...?
8 Pergi ke pesta
9 kemarin malam menyenangkan?
10 Teman baru
11 2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12 Ivan Bonnie
13 Kau cemburu, Tuan!
14 Jangan ikut campur!
15 Berikan aku gigolo lain
16 Takkan kubiarkan
17 Siapa sebenarnya gigolo ini?
18 Mengunjungi papa mertua
19 Tentang Yuna
20 Aaron galau
21 Rumah tanpa istri
22 Akulah Gigolomu
23 Kegilaan
24 Dua pelayan setia
25 Bertemu Ivan
26 Pandangan Miss Gio
27 Cemburu
28 Surat
29 Yuna
30 Siksaan kenikmatan
31 Egois
32 Liar
33 Ingkar janji
34 Undangan
35 Pesan
36 Idiot sebenarnya
37 Papa Mertua- ceraikan Aaron
38 Hamil
39 Jimmy vs Ivan
40 Rasa
41 Istriku
42 Perhatian
43 Mulai curiga
44 Gigoloku ternyata suamiku
45 Yuna terluka
46 Sakit
47 Akulah pria itu
48 Helena
49 Ivan menerobos
50 Aaron tiba
51 Kesalahanku
52 Ini aku, Suamimu!
53 Ipar sialan
54 Tulus
55 Gengsian
56 Sulit untuk jujur
57 Izin menikahi istrimu
58 Undangan perpisahan
59 Kepergian papa Mertua
60 Terbongkar
61 Permainan Yuna
62 Aaron tersiksa
63 Memohonlah
64 Aku mencintaimu, Yuna
65 Semuanya telah terlambat
66 Yuna pergi
67 Yuna vs Helena
68 Penolong
69 Tidak ada tujuan
70 Baru seminggu
71 Perjanjian
72 Tenang
73 Aaron dan Ivan bertemu
74 Gaun pengantin
75 Ivan menyerah
76 Cincin dan diari
77 Pelayan dan asisten
78 Rasa bersalah dan Rindu
79 Kasih sayang keluarga
80 Keberadaan Yuna
81 buket bunga pengantin
82 Pernikahan Gina
83 Semoga beruntung
84 Lamaran kedua
85 Maafkan aku!
86 Aku mencintaimu
87 Poor Jimmy
88 Dia...
89 Lahirnya pewaris
90 Hadiah kelahiran
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Diabaikan
2
Permintaan
3
Masih perawan
4
Penyerahan kehormatan
5
Akhirnya terpenuhi
6
Berbohong sebagai gigolo
7
Alergi atau...?
8
Pergi ke pesta
9
kemarin malam menyenangkan?
10
Teman baru
11
2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12
Ivan Bonnie
13
Kau cemburu, Tuan!
14
Jangan ikut campur!
15
Berikan aku gigolo lain
16
Takkan kubiarkan
17
Siapa sebenarnya gigolo ini?
18
Mengunjungi papa mertua
19
Tentang Yuna
20
Aaron galau
21
Rumah tanpa istri
22
Akulah Gigolomu
23
Kegilaan
24
Dua pelayan setia
25
Bertemu Ivan
26
Pandangan Miss Gio
27
Cemburu
28
Surat
29
Yuna
30
Siksaan kenikmatan
31
Egois
32
Liar
33
Ingkar janji
34
Undangan
35
Pesan
36
Idiot sebenarnya
37
Papa Mertua- ceraikan Aaron
38
Hamil
39
Jimmy vs Ivan
40
Rasa
41
Istriku
42
Perhatian
43
Mulai curiga
44
Gigoloku ternyata suamiku
45
Yuna terluka
46
Sakit
47
Akulah pria itu
48
Helena
49
Ivan menerobos
50
Aaron tiba
51
Kesalahanku
52
Ini aku, Suamimu!
53
Ipar sialan
54
Tulus
55
Gengsian
56
Sulit untuk jujur
57
Izin menikahi istrimu
58
Undangan perpisahan
59
Kepergian papa Mertua
60
Terbongkar
61
Permainan Yuna
62
Aaron tersiksa
63
Memohonlah
64
Aku mencintaimu, Yuna
65
Semuanya telah terlambat
66
Yuna pergi
67
Yuna vs Helena
68
Penolong
69
Tidak ada tujuan
70
Baru seminggu
71
Perjanjian
72
Tenang
73
Aaron dan Ivan bertemu
74
Gaun pengantin
75
Ivan menyerah
76
Cincin dan diari
77
Pelayan dan asisten
78
Rasa bersalah dan Rindu
79
Kasih sayang keluarga
80
Keberadaan Yuna
81
buket bunga pengantin
82
Pernikahan Gina
83
Semoga beruntung
84
Lamaran kedua
85
Maafkan aku!
86
Aku mencintaimu
87
Poor Jimmy
88
Dia...
89
Lahirnya pewaris
90
Hadiah kelahiran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!