Kau cemburu, Tuan!

"Tuan, ini data pria yang bersama dengan Nyonya muda, namanya Ivan" Jimmy datang sembari menyerahkan sebuah tab ke tangan Aaron dimana seluruh data Ivan sudah dikumpulkan didalam sana. Jimmy memang asisten Aaron yang kerja paling cepat dan tanggap

Aaron membaca sebaris demi sebaris data yang dipaparkan didepannya

"Bluesky corporation..." gumam Aaron lirih dengan mata yang membesar terkejut

Bluesky corporation adalah perusahaan yang bergerak di tiga bidang langsung dan sedang berkembang dengan begitu pesatnya, bisa dibilang Bluesky adalah perusahaan pesaing terberat Capital group yang dipimpin oleh Aaron. Dulu perusahaan itu pernah berada di titik terendah hingga hampir mengalami kebangkrutan, tapi dua tahun lalu putra semata wayang presdir Bonnie mengambil alih semuanya dan merombak seluruhnya hingga perusahaan yang tertatih itu berhasil bangkit dan perlahan merangkak hingga dalam dua tahun perusahaan itu menjadi sukses besar dengan segala produknya yang laku keras di pasaran

Tapi yang tidak pernah Aaron sangka, pria yang kini tertawa lepas dengan istrinya adalah pria yang memimpin perusahaan luar biasa itu.

Kembali mata Aaron menatap pada sang istri dengan Ivan yang saling bercanda, mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Aaron mengalihnya matanya dan mencoba tidak peduli, tapi hati dan pikirannya sama sekali tidak mau sinkron

"Sial! Mereka sangat mengganggu penglihatanku," ujar Aaron yang mengejutkan Jimmy dan Helena disampingnya

"Siapa maksud Anda, Tuan?" tanya Jimmy yang melihat sekeliling dimana penuh dengan para tamu dan tidak ada hal aneh yang akan mengganggu penglihatan seperti yang diucapkan oleh Aaron

"Apa pernyataan Anda mengacu pada Nyonya muda?" Jimmy kembali melanjutkan ucapannya saat melihat arah mata sang tuan dan itu mengarah pada Yuna dan Ivan yang tertawa-tawa ringan

"Ah, bukan urusanmu..."

"Apakah Anda merasa menyesal sekarang, Tuan?" tanya Jimmy tiba-tiba tanpa memfilter dulu ucapannya, dan sialnya apa yang terlontar dari mulutnya cukup sensitif untuk tuannya yang sedang dalam keadaan tidak jelas dengan apa yang dirasanya

"Aku bilang itu bukan urusanmu, Jimmy!" suara Aaron mulai terdengar kesal dan tajam

"Iya, baiklah Tuan." Jimmy duduk tenang sekarang tanpa mau bicara lagi. Sedang Helena yang hanya terdiam sedari tadi mulai merasa bahaya akan posisinya dihati Aaron saat melihat bagaimana Aaron peduli pada Yuna yang dekat dengan pria lain. Dia harus mencari cara untuk menarik perhatian Aaron kembali

Aaron yang masih dipenuhi kekesalan dihatinya, rasa kesal itu bertumpu pada satu titik, yaitu sang istri yang pernah digaulinya tanpa mengungkapkan identitasnya, dan dengan itu juga Aaron tau kalau istrinya bukan wanita ja lang seperti yang dilayangkannya selama ini. Tidak, saat dialah pria pertama bagi istrinya

Memijit kepalanya lagi karena mendadak terasa berdenyut, Aaron bahkan tidak peduli dengan pesta yang sedang berlangsung dan tuan rumah yang bolik balik mengajaknya untuk berbaur dengan para pengusaha disana

"Meskipun aku membenci Yuna, dan bahkan sudah menandatangani surat cerai sejak dulu, tapi mengapa tiba-tiba aku__" batin Aaron yang merasa begitu gelisah, dia kembali memijat keningnya

"Aku bahkan tidak bisa memberitahu Jimmy bahwa aku dan Yuna sudah pernah tidur bersama, dan bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku juga mengizinkan Yuna untuk tidur dengan pria lain. Jimmy memang ajudanku yang paling setia, tapi aku tidak bisa mengungkapkan masalah pribadiku padanya." lanjut batinnya lesu. Dia tidak punya tempat untuk mencurahkan segala isi hatinya, tidak ada yang dapat dipercayainya sekarang

"Aaron, mari pulang denganku! Kamu terlihat tidak suka dengan pestanya. Haruskah kita pergi dan mencari kamar..." Helena mulai mengeluarkan rayuan nya, dan dia belum pernah sekalipun gagal saat melakukannya. Aaron akan selalu memprioritaskan dirinya bahkan saat dulu Tuan besar Nelson menghinanya sebagai wanita ja lang, Aaron juga yang pasang badan dan membelanya, bahkan Aaron sampai membantah ayahnya hanya karena Helena

Helena berujar sembari menjatuhkan kepalanya pada bahu Aaron manja, dia jelas tidak mau posisinya tergantikan dan juga hanya dia satu-satunya wanita yang pantas untuk mendampingi Aaron

Tingkah Helena itu tidak luput dari lirikan mata Jimmy yang ingin muntah melihat kelakuan wanita tak tahu diri itu. Walau Jimmy tidak terlalu mengenal Yuna dikarenakan minimnya interaksi antara mereka, tapi tangan kanan Aaron itu dapat menilai kalau Yuna seribu kali lebih baik daripada Helena

"Jangan sampai aku menemukan wanita seperti itu untuk menjadi pasangan hidupku, mengerikan." batin Jimmy yang mengambil minuman lalu menenggaknya sebagai pengalihan dari pandangan yang menjijikan didepannya

Apa Tuannya segitu tidak punya hati? Berselingkuh didepan umum dan bahkan didepan istrinya sendiri. Jimmy tidak habis pikir dengan otak cerdas Tuannya

"Helena, berhenti bersikap manja dan jangan ganggu aku," ujar Aaron tiba-tiba, nada bicaranya terdengar datar hingga Jimmy hampir saja menyemburkan air yang sedang diminumnya

Apa Tuannya baru saja menolak Helena? Itu adalah suatu keajaiban dan Jimmy dapat melihat iris mata tuannya yang kembali tertuju pada Yuna dan Ivan

"Apa maksudmu Aaron?" tanya Helena yang juga tidak percaya. Aaron menolaknya dan itu untuk pertama kalinya. Catat, pertama kalinya...

"Apa aku harus mengulangi perkataanku lagi?" tutur Aaron yang mulai jengah pada Helena yang masih merangkul lengannya manja

"Ta_tapi Aaron..."

"Nona Helena! Bukankah Tuan sudah mengatakannya, sebaiknya Anda menjauh sedikit. Tuan saya merasa tidak nyaman dengan rangkulan Anda ini." Jimmy yang memang sedari tadi sudah muak dengan Helena langsung bangkit untuk memisahkan wanita itu dari Tuannya begitu kalimat Aaron keluar. Bukankah keadaan sangat membntunya sekarang ini?

Helena melepas rangkulannya pada tangan Aaron dengan wajah memerah malu

"Aku ke toilet dulu," ujar Helena yang terlanjur malu lalu melangkah cepat pergi dari sana. Jimmy tersenyum puas saat Helena pergi

"Sebaiknya tidak usah balik lagi..." batin ajudan itu puas. Sedang Aaron terlihat tidak peduli pada Helena dan masih menatap tajam pada Yuna yang sama sekali tidak menatapnya melainkan tatapan wanita yang berstatus istrinya itu tertuju penuh pada sosok Ivan didepannya

"Tubuhnya bagus..." ujar Aaron tiba-tiba yang memuji sosok Ivan dan itu jelas bukan pujian kesenangan melainkan pujian tidak suka kalau pria itu memiliki hal yang bagus. Bayangan Aaron tertuju saat dia menyetubuhi istrinya dan jelas Aaron tak akan rela jika nanti Ivan yang berada di posisi itu

"Sial! Aku membenci pria itu," gumam Aaron yang membuat Jimmy memutar kepalanya malas

Bisakah jika dia memukul kepala tuannya itu agar tersadar kalau tuannya itu sedang cemburu pada istrinya. Andai Jimmy tidak ingat posisinya saat ini, mungkin sudah digeplaknya kepala Tuannya itu agar tersadar

"Kau cemburu tapi gengsi yang dibesarin,Tuan" gumam Jimmy yang menggelengkan kepalanya tak habis pikir, dan tentu saja dia tidak bersuara nyaring agar Tuannya tidak mendengarnya. Bisa tinggal nama dia jika Aaron mendengar gumamannya

.

.

.

Oke, adegan Aaron-Yuna nya di chapter depan ya.

Selagi tunggu novel ini up, mampir juga di novel temanku seperti dibawah ini👇🏼

Terpopuler

Comments

Azila💚

Azila💚

timpuk aja sekalian tuh kepala bosmu

2025-03-23

0

Nicky Nick

Nicky Nick

cemburu boos... makan tuh gengsimu

2025-02-25

0

G** Bp

G** Bp

rival terberatmu Aaron😏

2025-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Diabaikan
2 Permintaan
3 Masih perawan
4 Penyerahan kehormatan
5 Akhirnya terpenuhi
6 Berbohong sebagai gigolo
7 Alergi atau...?
8 Pergi ke pesta
9 kemarin malam menyenangkan?
10 Teman baru
11 2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12 Ivan Bonnie
13 Kau cemburu, Tuan!
14 Jangan ikut campur!
15 Berikan aku gigolo lain
16 Takkan kubiarkan
17 Siapa sebenarnya gigolo ini?
18 Mengunjungi papa mertua
19 Tentang Yuna
20 Aaron galau
21 Rumah tanpa istri
22 Akulah Gigolomu
23 Kegilaan
24 Dua pelayan setia
25 Bertemu Ivan
26 Pandangan Miss Gio
27 Cemburu
28 Surat
29 Yuna
30 Siksaan kenikmatan
31 Egois
32 Liar
33 Ingkar janji
34 Undangan
35 Pesan
36 Idiot sebenarnya
37 Papa Mertua- ceraikan Aaron
38 Hamil
39 Jimmy vs Ivan
40 Rasa
41 Istriku
42 Perhatian
43 Mulai curiga
44 Gigoloku ternyata suamiku
45 Yuna terluka
46 Sakit
47 Akulah pria itu
48 Helena
49 Ivan menerobos
50 Aaron tiba
51 Kesalahanku
52 Ini aku, Suamimu!
53 Ipar sialan
54 Tulus
55 Gengsian
56 Sulit untuk jujur
57 Izin menikahi istrimu
58 Undangan perpisahan
59 Kepergian papa Mertua
60 Terbongkar
61 Permainan Yuna
62 Aaron tersiksa
63 Memohonlah
64 Aku mencintaimu, Yuna
65 Semuanya telah terlambat
66 Yuna pergi
67 Yuna vs Helena
68 Penolong
69 Tidak ada tujuan
70 Baru seminggu
71 Perjanjian
72 Tenang
73 Aaron dan Ivan bertemu
74 Gaun pengantin
75 Ivan menyerah
76 Cincin dan diari
77 Pelayan dan asisten
78 Rasa bersalah dan Rindu
79 Kasih sayang keluarga
80 Keberadaan Yuna
81 buket bunga pengantin
82 Pernikahan Gina
83 Semoga beruntung
84 Lamaran kedua
85 Maafkan aku!
86 Aku mencintaimu
87 Poor Jimmy
88 Dia...
89 Lahirnya pewaris
90 Hadiah kelahiran
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Diabaikan
2
Permintaan
3
Masih perawan
4
Penyerahan kehormatan
5
Akhirnya terpenuhi
6
Berbohong sebagai gigolo
7
Alergi atau...?
8
Pergi ke pesta
9
kemarin malam menyenangkan?
10
Teman baru
11
2 Tahun 4 bulan 6 hari 19 jam
12
Ivan Bonnie
13
Kau cemburu, Tuan!
14
Jangan ikut campur!
15
Berikan aku gigolo lain
16
Takkan kubiarkan
17
Siapa sebenarnya gigolo ini?
18
Mengunjungi papa mertua
19
Tentang Yuna
20
Aaron galau
21
Rumah tanpa istri
22
Akulah Gigolomu
23
Kegilaan
24
Dua pelayan setia
25
Bertemu Ivan
26
Pandangan Miss Gio
27
Cemburu
28
Surat
29
Yuna
30
Siksaan kenikmatan
31
Egois
32
Liar
33
Ingkar janji
34
Undangan
35
Pesan
36
Idiot sebenarnya
37
Papa Mertua- ceraikan Aaron
38
Hamil
39
Jimmy vs Ivan
40
Rasa
41
Istriku
42
Perhatian
43
Mulai curiga
44
Gigoloku ternyata suamiku
45
Yuna terluka
46
Sakit
47
Akulah pria itu
48
Helena
49
Ivan menerobos
50
Aaron tiba
51
Kesalahanku
52
Ini aku, Suamimu!
53
Ipar sialan
54
Tulus
55
Gengsian
56
Sulit untuk jujur
57
Izin menikahi istrimu
58
Undangan perpisahan
59
Kepergian papa Mertua
60
Terbongkar
61
Permainan Yuna
62
Aaron tersiksa
63
Memohonlah
64
Aku mencintaimu, Yuna
65
Semuanya telah terlambat
66
Yuna pergi
67
Yuna vs Helena
68
Penolong
69
Tidak ada tujuan
70
Baru seminggu
71
Perjanjian
72
Tenang
73
Aaron dan Ivan bertemu
74
Gaun pengantin
75
Ivan menyerah
76
Cincin dan diari
77
Pelayan dan asisten
78
Rasa bersalah dan Rindu
79
Kasih sayang keluarga
80
Keberadaan Yuna
81
buket bunga pengantin
82
Pernikahan Gina
83
Semoga beruntung
84
Lamaran kedua
85
Maafkan aku!
86
Aku mencintaimu
87
Poor Jimmy
88
Dia...
89
Lahirnya pewaris
90
Hadiah kelahiran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!