" Gimana Mas Bram tadi siang , itu Non Gista sudah berhasil dapat pekerjaan apa belum ?? Nek tak pikir pikir kok jadi kasihan ya , pasti dia kaget hidupnya langsung seperti ini, "
Jarwo belum tahu jika Bram meninggalkan mantan majikan istrinya itu di kota sendirian .
" Maksudnya ?? "
" Yo tidak ada maksud apa apa , cuma baru kemarin hidup enak sekarang langsung prihatin seperti ini . Non Gista itu dulu kan majikan istriku Mas . Kurang lebih yo seperti sampeyan ... kemarin jadi raja tiba tiba turun tahta "
" Nggak usah dibahas Mas ! " kata Bram uang sudah tidak ingin mengingat perbuatan papanya pada wanita yang sudah melahirkannya .
Hanya pada Jarwo pria muda itu bisa menceritakan tentang liku liku hidupnya . Supir angkot bertampang sangar itu adalah teman yang bisa di ajaknya bicara dengan ' waras ' , karena hanya Jarwo yang dianggap paling waras diantara semuanya .
Seperti biasa Bram dan Jarwo sore ini sedang duduk di terminal untuk menunggu terminal . Selain mereka tentu saja ada beberapa supir yang juga sedang menunggu penumpang seperti mereka .
" Bro nanti malam ada balapan lagi ditempat biasa , hadiahnya kali ini lumayan !! Denger denger ada bonus ceweknya juga , lumayan kalau menang bisa di bawa pulang suruh mijetin atas bawah ha ... ha !! "
Salah satu teman ojeknya sedang menawari Bram balapan liar yang sering dia ikuti . Bram dikenal sebagai ' sang juara ' karena selalu menang lomba . Hadiahnya lumayan bisa dia gunakan untuk menutup kehidupan sehari harinya . Dan identitas juara itu menjadikan komunitas di terminal mereka menjadi disegani oleh komunitas terminal lain .
" Sipp !! Kalau aku memang ceweknya tak kasih kamu saja . Mau ?? " sahut Bram dengan mengacungkan dua jempolnya .
" Mauuuu ... " teman teman supir yang lain langsung menjawab secara bersamaan dengan bertos tangan karena bahagia .
" Halahhh , kok pada aneh !! Neraka kok pada nggo rebutan . Nyebut .... "
" Astaghfirullahhaladzim ..... " kompak mereka lagi .
" Kita cuma bercanda kok Mas Jarwo !! Tampang boleh penjahat Mas , tapi kita masih mau masuk surga. "
Jarwo dan Bram hanya bisa geleng geleng kepala . Di komunitas terminal ini banyak sifat dan watak yang mereka temui . Ada yang baik dan ada pula watak yang tidak begitu baik . Tapi di tempat ini mereka saling menghargai dan menjaga walau kadang ada sedikit perseteruan karena hal hal sepele .
Ada juga satu atau dua orang yang merasa menjadi si nomor satu di terminal itu . Orang dengan watak itu biasanya meminta uang pada teman teman supir dengan alasan pajak , mereka tak segan segan mengancam jika tidak di beri . Hampir semua supir mereka peras tentu saja kecuali Jarwo ! Mereka tidak akan pernah berani menyentuh pria pendiam itu .
" Kok dari tadi orang orang itu diam diam perhatikan sampeyan yo Mas !! " kata Jarwo sambil menunjuk dua orang pria berjaket hitam yang duduk tak jauh dari mereka .
" Biarkan saja Mas , paling suruhan gundiknya papa buat mengawasi aku. "
" Hati hati saja Mas , sampeyan sampeyan perhatikan wajah orang itu baik baik . Jika gerak gerik mereka nyeleneh yo bereskan saja , bikin risih !! " kata Jarwo dengan nada masih sangat tenang , dia memang tidak suka jika merasa ada ancaman pada salah satu temannya .
Apalagi pada Bram karena pria muda itu sedang dalam proses mencari jati dirinya . Rela melepaskan semua fasilitas kemewahan dan hidup keras di jalanan .
" Beres Mas !!! Tidak usah khawatir bro ... kita bantu bereskan orang orang sok kegantengan seperti itu . Jaket item , kacamata item , pakaian serba item ... pertanyaannya dalemannya warna item juga !??? Ha .. ha .. "
" Jangan tidur di kosan malam ini Mas , untuk menghindari hal hal yang nanti bisa membahayakan sampeyan . Dar ... malam ini Mas Bram numpang tidur di tempat kamu! "
Dan pria bernama Darto yang masih sibuk mengunyah kupat dan mendoan itu hanya mengacungkan jempolnya tinggi tinggi ke arah Jarwo .
" Saya bisa jaga diri sendiri kok Mas , dulu dulu juga ada orang kaya gitu nyatanya saya enggak apa apa kan !? "
" Yang ini berbeda Mas , feeling saya kuat jika mereka benar benar mau berbuat yang nggak bener sama sampeyan . Jika diperhatikan baik baik ada sesuatu di balik jaket mereka , dan saya yakin itu adalah senjata api . Wis nurut saja sama saya , malam ini istirahat di tempat Darto dulu . Kalau besok mereka masih disini lagi terpaksa kita bertindak , bagaimana teman teman ?? Pada berani enggak !??? "
" Sikat Masssss !!! Bersatu kita teguh bercerai cari lagi ..... "
Di balik tampang tampang mereka yang sangar ternyata ikatan pertemanan mereka sangat kuat . Hal itu yang membuat Bram mampu bertahan di dunianya sekarang ini , karena orang orang biasa disekitarnya lebih terlihat seperti manusia dibandingkan orang orang didunianya dulu yang penuh kemunafikan .
Sementara dua orang dengan baju hitam itu seperti sedang menelpon seseorang lewat ponselnya .
" Tuan muda masih aman Tuan Hardian , sepertinya beliau punya banyak teman disini . Istri muda anda belum melakukan hal hal yang kita khawatirkan .... "
" Awasi terus putraku ... "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
wkwkwkwkw jalu
suukkaa
2025-01-09
0
Nur Bahagia
ternyata anak buah bapaknya 😁 awas jangan salah sikat 👻
2024-08-16
1
Nur Bahagia
wuihh mas jarwo cara ngomong nya udah kayak bos bodyguard 😁
2024-08-16
1