Gista kaget ketika mendengar seseorang mengetuk pintunya dengan keras saat dini hari seperti ini . Walau sebenarnya takut tapi ia memberanikan diri untuk membuka pintu , siapa tahu memang ada tetangga yang membutuhkan pertolongannya .
Dengan masih mengenakan mukenanya ia berjalan ke arah pintu bermaksud mengintip tamunya dari jendela . Gista memang baru saja menyelesaikan tahajudnya ketika pintu rumahnya diketuk .
Tapi buku kuduknya merinding ketika malah samar mendengar erangan kesakitan yang tertahan . Dan ketika mengintip dari jendela ia melihat siluet tubuh laki laki yang sepertinya ia kenal . Dan ketika ia membuka pintu ....
" Ya Allah .... BRAMMM !!! " pekiknya tertahan melihat kaos putih yang di kenakan pria muda itu berwarna merah karena penuh darah .
Dia segera meraih tubuh Bram yang limbung karena terlalu lemah , di papahnya Bram menuju tikar yang ada di ruang tamunya . Tidak ada kursi atau sofa karena ia belum sempat membelinya .
Dengan cepat ia mengambil baskom berisi air hangat dan handuk kecil bersih untuk membersihkan luka di tubuh Bram . Gista terpaksa menggunting kaos pria muda itu karena Bram keburu pingsan , sangat sulit untuknya untuk menarik kaosnya ke atas .
Gista menghela nafas dan memejamkan matanya sejenak melihat tubuh liat di depannya , bukan karena dia tergiur dengan otot otot sempurna itu . Tapi baru kali ini dia untuk pertama kali menyentuh tubuh selain mantan suaminya dulu .
Setelah berhasil membersihkan luka gores di lengan dan telapak tangannya dengan alat seadanya ia mengikat luka itu agar bisa menghentikan darah yang terus terusan keluar .
Gista sedikit lega karena hanya dua luka itu yang dia temukan ditubuh Bram . Dia yakin Bram akan baik baik saja sementara ini , tapi selanjutnya dia akan meminta Jarwo untuk membawa Bram ke pusat kesehatan agar bisa diperiksa lebih lanjut .
Gista sudah meminta Jarwo dan lnem datang kerumahnya karena jika ia meminta Mak Sri datang membantunya keadaan malah akan bertambah heboh . Dia seorang janda , Gista berpikir tidak baik jika dia dan Bram hanya berdua di dalam rumahnya .
Selesai dengan Bram Gista segera membersihkan diri karena sebagian bajunya terkena darah Bram . Setelah selesai membersihkan diri suara mobil yang ia yakin adalah angkot milik Jarwo terdengar sudah ada di depan rumahnya .
" Assalamualaikum Non , kenapa pagi pagi buta begini kita disuruh kesini ?? Non sehat kan ?? Ya Allah ... "
Jarwo langsung berlari masuk mendengar istrinya bersuara sedikit keras , ia khawatir terjadi apa apa pada mantan majikan istrinya itu .
" Lho Mas Bram ??!! "
Jarwo melihat tubuh Bram tergeletak lemah di atas tikar , ada balutan kain sprei di lengan dan tangan pria muda itu . Jarwo juga masih bisa mencium bau anyir darah di ruang tamu itu .
" Tadi tiba tiba ada di depan rumah , jadi saya tolong bersihkan lukanya dulu . Saya minta Mas Jarwo bawa dia sekarang ke pusat kesehatan terdekat , lukanya cukup dalam dan saya tidak punya obat obatan yang memadai . Tadi hanya saya bersihkan dengan air hangat saja ! Saya takut jika dibiarkan lukanya akan infeksi ... " kata Gista yang tahu arti tatapan penuh tanya Jarwo ketika melihat Bram di depannya .
" lni pasti gara gara mbalap lagi !! Sudah tak bilangin to Mas , mbok jangan ikut balapan lagi . Masih saja ngeyel. "
" Mas Bram kenapa itu Mas ??! " tanya lnem yang masih shock melihat keadaan Bram yang terkapar di atas tikar .
Jarwo terlihat melihat luka luka Bram , pria itu juga memastikan jika Bram tidak demam .
" Dia cuma tertidur kok sayangku , sepertinya capek banget ! Tapi kita bawa dia ke puskesmas saja biar lukanya dibersihkan dengan antiseptik . Lagipula ndak baik jika Mas Bram ada di sini terus , menghindari fitnah ! " ujar Jarwo yang mulai mengangkat tubuh Bram di bantu oleh lnem .
" Saya bawa Mas Bram Non , biar bisa dirawat lukanya . Terima kasih sudah mau menolong , untung saja tidak pingsan di jalan tadi ! "
" Sama sama Mas , tidak apa apa. "
Akhirnya Jarwo melajukan angkotnya menuju puskesmas terdekat , sementara Bram masih tertidur pulas di bagian belakang .
Sementara itu Gista sudah bisa bernafas lega , setidaknya Bram bisa ditangani lebih lanjut oleh ahli kesehatan . Balapan , tadi ia mendengar Jarwo mengatakan itu saat melihat keadaan Bram .
Jika hanya karena terjatuh dari motor ia yakin lukanya tidak akan seperti itu . Yang ia lihat tadi adalah sayatan yang cukup panjang , seperti sebuah luka bacok senjata tajam . Gista yakin Bram terlihat perkelahian . Tapi bukan haknya untuk bertanya lebih jauh tentang apa yang yang terjadi pada pria muda itu karena ia dan Bram tidak punya hubungan apapun .
Tapi ia kemudian bergegas menutup pintunya ketika melihat sebuah mobil Range Rover warna hitam melaju sangat pelan . Sepertinya orang di dalam mobil itu sedang mencari keberadaan seseorang . Atau mungkin orang di mobil itu ada hubungannya dengan luka yang di dapatkan Bram ?
Gista menggeleng gelengkan kepalanya sendiri , bukan urusannya juga kenapa Bram terlibat perkelahian . Lagipula sebentar lagi dia harus bersiap siap untuk bekerja , dan pagi ini Pak Alif yang akan menjemputnya . Kadang ia tak habis pikir dengan kebaikan bos barunya . Jujur saja ia merasa tidak enak karena seperti di anak emaskan walau ia adalah pegawai baru . Ada sedikit khawatir jika pegawai pegawai lain akan membencinya karena hal ini .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
MaLovA
lanjuuuttt
2024-06-23
0
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
wah di obatin mbak gisha
2024-04-09
4
Iron Mustapa
😉😉😉😉😉😉
2023-12-30
0