⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Ramon tersenyum mendengar ucapan Alicia,dia yakin sekali kalau kedua orang tua nya akan menerima Alicia menjadi kekasih nya . Apalagi sang nenek,pagi tadi seolah sang nenek memberikan sinyal kalau dirinya harus memiliki Alicia sebagai kekasih nya .
"Aku jamin,kau hanya perlu mengatakan bersedia menjadi wanita ku " ucap Ramon dengan santai,dia sangat tau karakter mama nya.
"Baiklah,jadi kau akan memberikan tempat tinggal kami dimana ?Pekerjaan apa?" tanya Alicia yang merasa penasaran.
"Lalu....Ayah ku? Aku yakin kau akan membereskan nya lebih dulu,tapi akan kau apakan dia ?" tanya Alicia lagi,dia sudah merasa kesal dengan kelakuan sang ayah. Ingin sekali dia membunuh pria tua itu,tapi tidak mungkin dia lakukan karena dia tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib atau ibu nya akan merasa khawatir pada nya .
"Ibu mu seorang pelayan di restauran kan? Aku akan memasukan nya menjadi pelayan di restauran teman papa ku,ibu mu akan baik-baik saja disana karena tidak ada yang berani berurusan dengan teman papa ku itu kecuali dia ingin mati sia-sia" jelas Ramon,Alicia hanya menganggukan kepala nya saja.
Untuk urusan ibu nya,Alicia sudah tenang tapi untuk nya. Dia harus bekerja juga,tapi dimana. Dia hanya lah tamatan SMA saja,sama seperti Lira dan Vivian. Makanya sulit untuk mencari pekerjaan kantoran,pasti ujung-ujung nya jaga stand atau toko .
"Kau.....Akan bekerja dengan ku,menjadi gadis pemuas nafsu ku. Kau hanya bertugas dirumah saja,siapkan pakaian dan keperluan ku juga menunggu aku pulang. Aku akan memberikan uang bulanan setiap bulan nya ,tentu nya dengan jumlah yang cukup besar " jelas Ramon dengan santai.
"Gadis pemuas nafsu ?" tanya Alicia sambil mengernyitkan dahi nya, karena dia harus melayani nafsu dari Ramon.
"Hhmmm.....lakukan Seperti yang kau lakukan pada pelanggan mu saat di club,tapi hanya pada ku saja" jawab Ramon sambil mengedipkan sebelah mata nya ,membuat Alicia melotot.
"Kenapa? Kau lebih suka melayani banyak pria dari pada hanya diriku seorang hhmm?" tanya Ramon yang tidak mengerti tatapan tajam dari Alicia.
"Disana aku hanya mengantarkan minuman dna menuangkan nya,tidak selalu menjadi gadis pemuas nafsu seperti yang kau katakan itu" bentak Alicia dengan keras.
"Tidak selalu,tapi pernah kan?" tanya Ramon dengan bibir yang sedikit tertarik ke atas membuat Alicia terdiam.
Alicia memang pernah melakukannya,tapi hanya beberapa kali. Itu pun karena terpaksa ,karena hutang judi ayah nya yang cukup besar dan dia tidak mempunyai uang cukup saat itu. Makanya dia mau melakukan nya ,tapi saat ini keadaan nya berbeda.
"Hah....Baiklah, aku setuju. Aku akan melakukannya, tapi tidak setiap hari " Jawab Alicia,dia memang tidak punya pilihan lain lagi.
"Bagus ,anak pintar. Nama ku Ramon,berikan nomor ponsel mu,aku akan mengirimkan mengenai kehidupan ku. Jadi aku hanya perlu menghapal nya saja" ucap Ramon sambil menyerahkan ponsel nya ditangan Alicia, agar Alicia menyimpan nomor nya disana.
Ramon berdiri dan berjalan keluar dari apartemen itu,dia akan menemui Alicia lusa. Besok dia akan mengurus mengenai Arka dan Samuel,dia akan mendepak kedua om nya itu yang sudah berani merencanakan untuk menjebak nya. Dia akan buat perhitungan nanti,dia akan melakukan apa pun agar kedua om nya itu keluar dari perusahaan.
Sementara itu,di ruangan VIP cafe. Vivian dan Arka sedang memadu kasih,Arka tidak setuju jika Vivian hamil. Dia tidak ingin memiliki anak dari Vivian, apalagi saat ini anak nya dari istri nya sudah seusia Vivian bahkan lebih tua dua tahun dari Vivian.
Barca,anak dari Arka yang lebih memilih menjalankan bisnis nya dikota lain. Dia sangat menyayangi ibu nya,makanya dia tidak ingin ibu nya tau permainan sang ayah di belakang nya. Dia selalu menutupi nya ,hingga kini yang Barca tau kalau ayah nya sudah tidak bermain wanita lagi,tapi memiliki wanita simpanan.
Barca menyuruh seseorang untuk terus mengikuti ayah nya kemana pun dia pergi,agar apa pun yang dilakukan oleh ayah nya maka dia akan mengetahui nya . Dia tidak ingin membuat ibu nya menderita, karena selama ini hanya ada ibu nya yang selalu memperhatikan nya .
Barca juga tau kalau dirinya bukan lah anak kandung dari Arka,ibu nya sudah hamil duluan entah dengan siapa. Setelah menikah dengan Arka,ibu nya tidak pernah bercinta dengan siapa pun. Termasuk Arka,mereka hanya melakukan nya sekali saat malam pertama. Sejak saat itu hingga sekarang,sudah puluhan tahun. Ibu nya tetap tidak memiliki pria lain,berbeda dengan sang ayah yang suka menikmati wanita bayaran .
"Jika kau hamil,gugur kan bayi itu sebelum dia membesar. Aku akan tetap memberikan uang bulanan pada mu,jika tidak. Maka kita akan berpisah,aku tidak akan mengakui anak itu kalau dia besar nanti. Aku juga akan menghentikan uang bulanan mu" ucap Arka dengan tegas,Vivian hanya mengangguk.
Vivian tau kalau nasib nya akan seperti ini,jadi dia hanya bisa pasrah saja. Dia akan menemui dokter kandungan besok,dia sudah bertekad untuk menggugurkan bayi yang dia kandung karena memang dia dan Arka tidak lah saling cinta. Mereka hanya sebatas teman ranjang,untuk saling memuaskan saja.
Setelah pulang dari cafe,Vivian membeli alat test kehamilan. Dia akan memeriksakan kondisi nya terlebih dahulu untuk memastikan kehamilan nya,jika memang dia hamil maka dia akan menggugurkan nya dan putus dengan Arka.
Lebih baik berpisah,dari pada nanti nya dia akan lebih sakit lagi . Mendengar keputusan Arka untuk menggugurkan bayi nya saja ,sudah membuat nya sakit. Apalagi jika hal itu benar ada nya,dia tidak tau apakah dia bisa.
Selama ini Vivian hanya hidup seorang diri,walaupun di panti banyak sekali anak-anak tapi dia tidak begitu dekat dengan mereka. Melihat anak-anak tumbuh ,membuat nya tidak sanggup untuk melakukan nya. Makanya dia selalu berdoa agar dia tidak hamil,agar tidak ada penyesalan bagi nya nanti.
Sesampainya dirumah,Vivian mulai memeriksakan nya. Walaupun hari sudah malam,tapi dia begitu penasaran untuk menunggu hari esok. Orang bilang kalau sudah hamil maka akan terlihat kapan pun dia periksa nya,tapi lebih akurat kalau pagi hari.
Deg....
Garis dua biru, seketika tubuh Vivian melemas. Dia terduduk dilantai kamar mandi yang dingin,dengan air mata yang mengalir dari kedua pipi nya. Selama ini mereka memakai pengaman,bahkan dia menggunakan obat pencegah kehamilan. Tapi mungkin Tuhan berkehendak lain,dia diberikan anugerah yang terindah. Walaupun bukan dengan orang yang dia cintai,Vivian membersihkan tubuh nya dan tidur.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Rahmawaty❣️
Oalaaa😪
2023-06-26
0
Rahmawaty❣️
Lagian knp bisa sampe hamil.. Knp ga kb dodol😂
2023-06-26
0
Mae Fathur Rohman
besarkan bayi itu Vivian jgn menambah dosamu dgn mengugurkan kandungan itu
2023-06-23
2