🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ramon turun dari mobil Alicia,dia mendekati sang nenek dan wanita pengantar bunga itu. Ramon duduk disamping Alicia dengan tangan yang membawa tas Alicia yang berisi pakaian seksi nya,membuat Alicia terkejut.
"Kenapa anda membawa tas saya?" tanya Alicia sambil mengernyitkan dahi nya .
"Dari tadi ponsel mu berdering,aku ngak mau disangka pencuri makanya aku bawa semua nya kesini saja "jawab Ramon dengan tenang dan santai,dia mengambil cangkir teh milik Alicia dan meneguk nya dengan cepat membuat Alicia juga Raline terkejut.
"Itu teh ku" bentak Alicia dengan cukup keras.
"Memang nya kenapa? Cangkir ini milik keluarga ku,terserah aku mau apa" jawab Ramon .
"Tapi itu bekas ku,kau tidak takut ketularan penyakit berbahaya dari ku hah? Aku punya penyakit menular " ucap Alicia dengan ketus
"Kau punya penyakit menular ?" tanya Ramon yang kini menatap ke arah Alicia dengan tatapan tajam nya.
"Ya.....Pria yang meminum bekas ku,Maka tidak akan bisa melupakan aku. Penyakit yang memang dari dulu sudah ada pada ku" jawab Alicia dengan santai.
Pembicaraan kedua nya masih terlihat oleh Raline,wanita tua itu semakin yakin kalau cucu nya menyukai gadis pengantar bunga itu. Apalagi Alicia yang terbuka dan jelas-jelas ingin membuat nya tidak di sukai oleh nya,hal itu semakin membuat Raline bersemangat mendekatkan mereka.
"Oh ya....Kita lihat saja nanti,aku tidak pernah tertarik dengan wanita murahan " bentak Ramon dengan tegas.
Alicia tidak perduli,dia berdiri dan sedikit menundukan kepala nya pada Raline. Kemudian dia berjalan menjauh setelah permisi dengan Raline,apalagi ponsel nya kembali berdering. Panggilan dari ayah nya,Yang biasanya selalu menelponnya jika butuh uang .
Alicia tidak memperdulikan panggilan ponsel nya,dia melajukan mobil bunga nya ke toko bunga yang tak jauh dari rumah kontrakan nya.
Setelah mengembalikan mobil bunga, Alicia bersiap-siap untuk berangkat ke cafe yang sudah di pesan oleh Arka dan Samuel. Dia juga tidak bisa lagi tidur siang,karena hari sudah menjelang sore ,hari ini dia memang ijin ngak masuk karena sudah janjian dengan Arka dan Samuel juga Lira dan Vivian.
Lira dan Vivian akan pergi dari apartemen Vivian yang dibelikan oleh Samuel,karena memang tadi malam Arka dan Samuel bertemu di apartemen Vivian. Walaupun tidak bisa menikmati lubang surgawi milik Lira,tapi paling ngak Samuel bisa mengeluarkan ****** ***** miliknya .
Alicia memasuki cafe yang terkenal cukup elit ,tidak semua orang bisa berada disana. Hanya mereka yang memiliki kartu anggota yang bisa masuk kesana,Alicia menunjukan foto kartu anggota pada bagian resepsionis maka nya dia bisa masuk dan diantar langsung keruangan VIP dimana Raka dan Samuel sudah berada didalam nya.
"Lho....Kok Lira ada disini? Dimana Vivian?" tanya Alicia yang sudah mendudukan Pantat nya di sofa yang diduduki oleh Lira dan Samuel.
"Aku diculik oleh om tampan ini,makanya aku duluan sampai disini " jawab Lira dengan lembut,dia tersenyum lembut.
Tadi nya Lira memang akan pergi bersama dengan Vivian,tapi Samuel datang dan menyuruh nya pergi bersama sehingga mereka sampai lebih dulu.
Kriiing....kriiing..
Ponsel Alicia kembali berbunyi,dia melihat kembali layar ponselnya dan memutar mata nya dengan malas. Panggilan dari ayah nya lagi,Alicia merasa kesal dan marah. Dia tidak akan mengangkat panggilan itu,karena rencananya besok malam Alicia akan pergi bersama dengan ibu nya .
Semua menatap ke arah Alicia,karena ponsel nya terus berdering. Tapi Alicia malah mengabaikan nya dan menekan tombol merah,dia tidak mau mendengar suara ayah nya karena dia yakin kalau ayah nya akan meminta uang pada nya lagi seperti biasanya.
"Kenapa ngak diangkat? Siapa tau penting ?" tanya Lira yang penasaran siapa yang menelpon Alicia .
"Ngak penting,hhmm....Jadi gimana rencana kita om? Kok keponakan om ngak datang-datang sih? " tanya Alicia,dia mengalihkan pembicaraan mengenai siapa yang menelpon nya.
"Seperti yang sudah kita sepakati,kau hanya perlu duduk disamping nya dan berusaha untuk memberikan minuman itu" jelas Arka sambil menunjuk gelas yang berisi minuman beralkohol rendah tapi belum di pakaikan es batu di rak minuman yang tak jauh dari mereka.
"Setelah dia sedikit mulai pusing,kamu bantu dia untuk pergi ke kamar mandi atau kalau dia mau pulang . Kamu bantu dia ke parkiran ,tapi jangan langsung ke parkiran ya. Kamu harus bawa dia ke kamar yang sudah kita siap kan,kamu tau kan? dan kamu lakukan apa yang sudah kita rencana kan " jelas Arka lagi.
"Siap om" Jawab Alicia dengan tegas,dia tidak perduli harus menjebak seseorang. Bagi nya saat ini yang terpenting bayaran nya, agar dia bisa membawa pergi ibu nya dari kota ini dan hidup dengan sederhana di sana.
Alicia sudah menyiapkan diri,dia sudah terlihat cantik dan seksi. Pakaian yang dipakai nya terlihat terbuka dan menampilkan lekukan tubuh nya yang menggoda dan menggiurkan kaum pria,dia memang sedikit risih karena ruangan VIP itu memiliki pencahayaan yang cukup terang tidak seperti di club tempat nya bekerja.
Kriiing....Kriiing....
Kali ini nomor ibu nya,Alicia mengernyitkan dahi nya sebentar. Dia yakin kalau ada sesuatu yang terjadi,jantung nya tiba-tiba berdebar tak menentu. Dia takut kalau terjadi apa-apa pada ibu nya,dia merasa takut jika benar apa yang dia pikirkan terjadi.
"Ya bu...." jawab Alicia dengan nada pelan nya.
"Oh...Kau tidak mengangkat nomor ayah,tapi jika ibu mu . Kau akan langsung angkat,kau sudah membuat kesalahan yang fatal Alic"
Deg
Terdengar suara ayah nya di ujung sana,Alicia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan VIP itu. Semua mata melihat pada nya,dia tidak perduli lagi . Dia yakin jika ayah nya kembali menyandera ibu nya, agar dia memberikan uang tabungan nya pada nya seperti dulu lagi. Jika Alicia tidak mau,maka ayah nya akan menyiksa ibu nya lagi .
"Jika kau ingin ibu mu selamat,maka kau harus datang kesini. Kalau kau tidak datang dalam waktu setengah jam ,maka jangan salah kan aku jika aku tidak akan bisa melihat ibu mu untuk selama nya " ucap ayah Alicia lagi dengan tenang.
"Jangan nak,jangan kesini. Mereka akan membuat mu aaakhhh..."Teriakan ibu nya terdengar dibelakang ,kemudian panggilan itu mati begitu saja.
Alicia merasa bingung,dia hanya butuh melakukan misi ini malam ini. Kemudian dia akan pergi dari kota ini,tapi kenapa ayah nya malah memperburuk keadaannya.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Alpha
golok mana golok?bapak kek gitu kenapa masih aja dibiarin idup
2023-11-11
0
alice🍂
BAPAK NYA KAYAK ANJINK
2023-10-12
1
Susi Sidi
dasar Ayah sinting.. kalau ada di dunia nyata udah aku kerangkeng jeruji besi..
2023-06-14
1