☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Alicia tersenyum,dia tau kalau ibu nya mengkhawatirkan nya. Dia juga sudah mendengar ucapan pria paruh baya yang merupakan teman ayah nya ,dia mendengar nya melalui cctv yang dia simpan di dalam kamar ibu nya.
"Aku masih mengingat pesan ibu,jaga kesucian kita dan berikan pada pria yang sudah menjadi suami kita. Nasehat ibu sudah aku ingat dari dulu,jadi aku selalu menjaga nya walaupun dengan nyawa ku sekali pun "jawab Alicia dengan ramah .
"Syukur lah,ibu ngak mau kamu di anggap sebagai wanita murahan walaupun kau bekerja di club " ucap Sonia sambil mengelus kepala Alicia dengan lembut.
"Ibu ingin kau dihargai dan dihormati oleh suami mu jika kau masih perawan saat sudah menikah dan melakukan malam pertama nanti nya,ibu tidak ingin kau menderita dan hidup bahagia lah dengan suami mu nanti nya " jelas Sonia dengan pelan.
Sonia mengajak Alicia untuk sarapan,mereka sarapan di dalam kamar Alicia karena Sonia tau kalau kedua teman suami nya masih berada dirumah mereka. Sonia tidak ingin nanti nya mereka melihat Alicia dan membayar Alicia untuk melakukannya ,seperti yang mereka lakukan pada nya.
Setelah sarapan,mereka baru keluar. Itu pun Sonia melihat keadaan nya terlebih dahulu,sebelum menyuruh Alicia untuk keluar. Sonia harus pergi bekerja kembali,jadi dia tidak ingin meninggalkan Alicia dengan pria-pria yang tidak baik seperti mereka.
Setiap siang hari,Alicia membantu tetangga nya yang mempunyai toko bunga dia hanya membantu untuk mengantar bunga saja karena dia kurang pandai merangkai bunga. Gajinya lumayan untuk menambah uang tabungan nya,pekerjaan nya juga tidak begitu berat.
Sonia yang menganjurkan nya,karena Sonia tidak ingin anak nya mendapatkan kesulitan jika berlama-lama dirumah dengan sang suami. Apalagi teman-teman suami nya sering datang dan berada dirumah nya,makanya Sonia memilih untuk mengaman kan sang putri agar tidak di rumah saat dia juga tidak berada dirumah nya.
Sore nya,setelah pulang dari toko bunga. Alicia harus bekerja di club malam,dia melihat Lira dan Vivian yang sudah terlihat cantik . Mereka duduk di sofa yang tidak jauh dari pintu masuk club itu,Alicia berjalan mendekati mereka kemudian duduk bersama mereka disana.
"Vi....Bagaimana keadaan mu? Apa sudah baikan? Kenapa bekerja hhmm?" tanya Alicia dengan wajah bingung,dia memperhatikan wajah Vivian yang masih terlihat cantik dengan make up nya .
"Aku sudah sembuh, lagian ngak disini atau dirumah tetap sama aja kan. Harus melayani pria juga " jawab Vivian dengan pelan.
Semalam, Om Arka mendatangi nya dan meminta nya melayani nya. Mungkin karena Alicia tidak ingin melayani nya,saat Om Arka melihat Samuel dan Lira saling hisap menghisap. Alicia menjadi merasa bersalah,dia memegang tangan Vivian dengan lembut.
"Maafkan aku ya Vi,harus nya aku yang melayani om Arka semalam tapi kau tau kan seperti apa aku " ucap Alicia dengan rasa bersalah yang tinggi.
"Ngak apa-apa Alic,aku ngak nyalahin kamu kok. Hanya saja mending aku disini dan bekerja,sehingga bisa merasa senang dan tidak bosan juga " jawab Vivian dengan pelan dan tersenyum.
Vivian merupakan anak panti asuhan,dia keluar dari panti karena memang usia nya yang sudah dewasa dan harus bekerja untuk menghasilkan uang sendiri. Memang bukan untuk memberikan uang pada panti,tapi sedikit banyak nya Vivian juga mengerti karena harus membalas budi pada panti asuhan dimana dia dibesarkan.
Sejak bayi Vivian sudah berada di panti,kedua orang tua nya yang merupakan orang miskin memberikan nya ke panti hingga sampai dia besar. Vivian tidak mengetahui siapa kedua orang tua nya,karena menurut apa yang dikatakan oleh ibu panti. Kalau kedua orang tua nya meninggal dan tenggelam di laut saat mereka mengantarkan Vivian ke panti,mereka berniat bekerja keluar negeri dengan masuk secara ilegal dan menaiki kapal selundupan yang ternyata bocor hingga kapal itu tenggelam.
Sejak keluar dari panti,Vivian mencari pekerjaan kesana kemari hingga bertemu dengan Lira . Lira yang mengajak Vivian bekerja, dia juga mengatakan pada Vivian untuk menjaga kesuciannya tapi karena saat itu Vivian membutuhkan uang yang cukup banyak untuk panti nya yang sedang mengalami masalah keuangan.
Donatur yang setiap bulan nya memberikan bantuan menghentikan bantuan nya karena donatur itu meninggal,anak-anak nya tidak ingin meneruskan nya dan menghentikan bantuan dana bulanan sehingga saat itu panti kekurangan uang untuk makan dan sekolah anak-anak panti yang masih bersekolah.
Sehingga anak yang sudah remaja dan dewasa harus keluar dan mencari pekerjaan ,dia yang lebih dulu bekerja dan menghasilkan uang harus menambah penghasilan bulanan yang tetap agar bisa membantu keuangan panti setiap bulan nya. Karena itu lah dia menerima tawaran dari Om Arka untuk menjadi wanita simpanan nya dengan syarat,setiap bulan nya dia akan diberikan uang yang cukup banyak untuk kebutuhan nya.
Dengan uang itu lah Vivian memenuhi kebutuhan panti dan membayar uang sekolah bulanan adik-adik panti nya,bukan untuk diri nya sendiri. Lira dan Alicia mengetahui nya ,makanya mereka juga ngak bisa ikut campur mengenai hal pribadi Vivian . Apalagi mereka ngak bisa membantu Vivian karena mereka juga kekurangan uang.
Lira butuh uang untuk kebutuhan hidup nya,karena dia ingin keluar dari rumah paman nya dan menghindari Toro yang selalu terobsesi dengan dirinya. Walaupun hanya di jadikan sebagai objek khayalan nya saja, tapi Lira yakin jika suatu saat sepupu nya itu akan mulai meminta dan mencicipi tubuh nya . Sebelum hal itu terjadi,Lira ingin keluar dari rumah paman nya tapi tidak dengan menjual tubuh nya dengan Om Samuel.
Alicia bekerja seperti biasa nya ,begitu pun dengan Lira dan Vivian. Mereka melakukan tugas nya dengan baik,Lira dan Vivian juga menemani om Samuel dan Om Arka di ruangan VIP karena memang mereka berdua yang memiliki saham di club ini. Walaupun pemiliknya adalah Vero, temannya Toro .
"Siapa wanita yang bisa kita ajak kerjasama untuk tidur bersama Ramon? Kalau bisa dia masih perawan,sehingga wanita itu bisa meminta tanggung jawab Ramon atau bahkan menikahi nya agar bisa kita manfaat kan nih banyak kedepan nya " tanya Arka dengan tegas,dia tidak ingin saham nya yang hanya lima persen di perusahaan keluarga istri nya itu harus lepas begitu saja.
Apalagi selama ini penghasilan keuangan mereka sangat banyak dari perusahaan milik keluarga Ramon,dia bisa menanamkan modalnya lagi ke tempat yang lain dengan keuntungan dari perusahaan Ramon seperti pada butik istri nya dan club ini.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments