🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
"Eh....Ada orang?" tanya Sonia,dia memang tinggal di apartemen Vivian untuk dua hari ini setelah kejadian malam itu.
Karena banyak pikiran, makanya Vivian tidak begitu mengingat nya. Alicia juga sudah pergi menemui Ramon diluar,makanya saat Vivian dan Barca sampai dirumah. Alicia tidak dirumah itu,dia sudah bersama dengan Ramon.
"Maaf bu,anda siapa?" tanya Barca dengan bingung.
"Ah....Saya Ibu nya Alicia,Sonia. Apa kamu teman nya Vivian atau kekasih nya ?" jawab Sonia dengan pelan dan sopan.
Selama ini Sonia tidak mengetahui kalau Vivian merupakan wanita simpanan,yang dia tau kalau Lira dan Vivian teman bekerja di club yang hanya sebagai pelayan saja.
"Ya....Saya kekasih nya,nama saya Barca bu" jawab Barca dengan ramah pula.
Barca tidak ingin membuat Sonia khawatir,dia tau kalau Alicia dan Lira adalah teman nya Vivian makanya dia langsung menganggukan kepala nya.
"Maaf ya,ibu jadi mengganggu kalian. Nanti kami akan pindah setelah Alicia mendapatkan rumah kontrakan yang baru " ucap Sonia,dia merasa segan karena harus tinggal di apartemen Vivian karena tidak mungkin dia kembali kerumah nya lagi .
Ayah Alicia pasti akan memukuli nya seperti dulu,makanya dia memilih untuk lari. Apalagi ayah nya Alicia tidak mengetahui alamat apartemen ini,makanya mereka memilih untuk kesini.
Ayah Alicia juga sudah mencari keberadaan Sonia dan Alicia di tempat bekerja Alicia dan ibu nya,tapi karena dua hari ini baik Alicia juga ibu nya tidak masuk kerja. Mereka juga sudah mengirimkan pesan singkat kalau mereka akan berhenti bekerja disana,Alicia tidak ingin berhubungan dengan ayah nya lagi . Tapi mungkin sedikit sulit,makanya dia menerima tawaran dari Ramon.
"Tidak apa-apa bu,Vivian sedang ngak enak badan makanya saya panggilkan dokter agar dapat memeriksakan kondisi nya saat ini " jawab Barca.
Barca berjalan masuk kedalam kamar nya Vivian bersama dengan dokter pribadi nya,dia ingin mengetahui kondisi Vivian dan janin nya. Entah kenapa dia merasa kasihan pada Vivian yang terpaksa melakukan semua nya demi panti nya,dia menjadi terharu dan perduli pada Vivian.
"Kondisi ibu dan bayi nya lemah,jangan terlalu banyak pikiran dan bergerak. Harus bed rest sementara,banyak makan buah dan makanan bergizi " jelas dokter pribadi Barca,Barca hanya menganggukan kepala nya saja .
"Terima kasih dok,saya akan urus Vivian nanti " jawab Barca dengan sopan.
Setelah mengantarkan dokter kedepan pintu,Barca masuk kembali dan melihat Sonia sudah berada didalam kamar Vivian. Dia memegangi tangan Vivian dengan lembut sambil memeriksa kening nya,apakah masih demam atau tidak ?.
"Diminum dulu nak,ibu akan buatkan bubur untuk Vivian " ucap Sonia.
Sonia sudah membawakan teh hangat untuk Barca,dia juga sudah memasak bubur buat Vivian tapi bubur nya belum masak. Jadi Sonia berniat pamit kebelakang sambil menunggu bubur itu matang dan membiarkan Barca bersama dengan Vivian,dia tau kalau Barca sedang khawatir .
"Terima kasih bu" jawab Barca,dia kembali duduk di pinggiran tempat tidur sambil menatap ke arah Vivian.
Wajah Vivian terlihat pucat,dia menunggu bubur buatan ibu Alicia setelah itu memberikan obat pada Vivian agar bisa segera turun demam nya. Dia merasa kasihan pada Vivian,apalagi keputusan Vivian untuk tidak mengganggu keluarga nya dan memilih melahirkan anak nya sendirian.
Keadaan Vivian yang seperti ini,pasti sangat sulit untuk nya hidup sendiri. Apalagi kata dokter kalau anak yang dikandung Vivian lemah,dokter pribadi keluarga Barca menyuruh Barca untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter kandungan karena seperti nya kandungan Vivian bermasalah.
Tok...tok....
"Nak.....Ini bubur nya sudah siap,bangun kan Vivian lebih dulu agar bisa makan dan minum obat. Setelah itu biarkan Vivian istirahat ,kamu bisa makan didapur. Ibu sudah siapkan nasi goreng buat kamu" ucap Sonia dengan ramah dan sopan.
"Terima kasih bu" jawab Barca,dia mengambil nampan berisi bubur dan air putih hangat.
Setelah kepergian Sonia,Barca mengelus pipi Vivian. Berharap Vivian bangun dengan sentuhan nya,tapi bukan nya bangun. Vivian semakin menarik tangan Barca dan menggenggam nya,meletakan nya tepat didada nya membuat Barca terkejut merasakan dada besar milik Vivian.
"Vi....vi....bangun,ayo makan bubur nya dan minum obat nya " ucap Barca sedikit agak kuat,dia sudah menarik tangannya dari dada Vivian dengan cepat kemudian dia menepuk pipi Vivian dengan pelan.
Vivian membuka mata nya perlahan,dia melihat Barca tersenyum tipis. Melihat Vivian membuka mata nya,Barca membantu tubuh Vivian untuk duduk dan bersandar. Kemudian dia meniup dan menyuapi bubur yang dibawa oleh Sonia, awalnya Vivian menolaknya.
"Aku bisa sendiri " ucap Vivian dengan suara pelan dan lemah.
"Kau belum punya tenaga,biarkan aku bantu. Kau harus banyak istirahat" ucap Barca dengan lembut,dia kembali menyuapi Vivian dan kali ini Vivian tidak menolak karena memang dia merasa tubuh nya sangat lemas.
Setelah menghabiskan bubur nya,Barca mengambil minuman hangat dan memberikan obat pemberian dokter kepercayaan nya. Barca memperhatikan wajah Vivian saat meminum obat,Vivian paling tidak suka sakit karena dia tidak suka minum obat.
Berkali-kali Vivian mencoba menelan nya tapi selalu merasa mau muntah, hingga akhirnya Barca menghaluskan nya dimulut nya dan menarik tengkuk Vivian kemudian menyatukan bibir keduanya.
Barca menyalurkan obat yang sudah halus di mulut nya ke mulut Vivian membuat Vivian membulatkan mata nya,dia merasa terkejut tapi obat itu berhasil masuk melalui tenggorokan nya. Barca langsung mengambil minum dan mengarahkan ke mulut Vivian, tatapan nya terlihat tajam.
"Minum lah,cepat " perintah Barca.
Vivian pun meminum habis air hangat itu,kemudian menghapus bibirnya yang masih tersisa air disana. Dia menatap tajam pada Barca yang melakukan hal memalukan itu,bisa-bisa nya Barca mengambil kesempatan saat dirinya sakit.
"Jangan berpikiran yang tidak-tidak,aku hanya membantu mu minum obat " ucap Barca saat dia tau apa yang dipikirkan oleh Vivian.
"Lagi pula,aku tidak tertarik dengan wanita bekas ayah ku . Aku melakukan semua nya karena tidak ingin ibu ku sakit hati melihat suami nya yang setia ternyata memiliki wanita simpanan " jelas Barca lagi membuat Vivian terkejut,dia menundukan kepala nya karena memang dia malu untuk mengakui kalau dirinya memang lah wanita simpanan.
"Ngak apa-apa,sekarang kau sudah ingin lepas dari ayah ku. Itu sudah bagus,aku akan pulang. Kau istirahat lah ,agar bisa cepat seijin. Aku tau kau tidak suka minum obat " ucap Barca sambil berdiri dan berjalan keluar dari kamar nya Vivian .
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Rere Niae Cie'kecee
barca mengambil kesmpatan nih 🤣🤣🤣😀
2023-06-30
1
Rahmawaty❣️
Kn bisa di hancurkan disendok woi , ga prlu pake mulut😂😂
2023-06-26
1
Susi Sidi
thor kok aku berharap Vivian ma Barca bersama..
2023-06-14
1