☘☘☘☘☘☘☘☘
"Vivian...Tunggu" Teriak Barca membuat Vivian berhenti masuk kedalam taksi yang sudah dia pesan.
"Bisa kita bicara ? Aku akan mengantar mu pulang " Ucap Barca,tanpa menunggu jawaban dari Vivian. Barca memberikan uang pada supir taksi online itu dan menyuruh nya untuk pergi dari sana ,agar dia bisa mengantar kan Vivian sambil memberikan kompensasi pada Vivian agar dia tidak mengganggu ayah nya lagi.
"Hei.....Aku belum mengatakan apa pun,lagi pula tidak ada yang perlu kita bicara kan lagi. Aku tidak memiliki urusan dengan anda" bentak Vivian yang merasa kesal dengan Barca yang memberikan uang pada supir taksi itu sehingga taksi itu pergi.
Barca tidak memperdulikan omelan dari Vivian,dia hanya tersenyum tipis saja. Selama ini tidak ada wanita yang cerewet dan bawel pada nya,semua nya selalu terlihat cantik dan menjaga imej nya didepan Barca tapi Vivian tidak seperti itu.
"Masuk lah,aku antar kau pulang. Atau kau ingin menginap disini? Bersama ku?Dikamar ku? Karena ibu ku tau kalau kau adalah kekasih ku" ucap Barca membuat Vivian terkejut dan langsung masuk kedalam mobil Barca .
Barca menjalankan mobil nya dengan perlahan,dia akan mengantarkan Vivian ke apartemen ayah nya yang sudah di alihkan ke atas nama Vivian. Dia tau semua nya,mengenai Vivian dan Arka,bahkan untuk urusan kenapa Vivian bersedia menjadi pemuas nafsu bagi sang ayah.
"Aku harap kau tidak lagi mengharapkan ayah ku,aku akan memberikan kompensasi untuk mu " ucap Barca setelah beberapa saat sama-sama terdiam didalam mobil.
Vivian menoleh ke arah Barca,dia menatap wajah Barca yang tidak sama sekali mirip dengan Arka. Membuat Vivian sedikit curiga,tapi dia tidak perduli akan hal itu.
"Aku sudah katakan tidak akan mengganggu kalian lagi,untuk kompensasi . Itu ngak perlu,aku akan pergi dari kota ini" ucap Vivian dengan tegas.
Tak lama mereka sampai didepan apartemen Vivian,disana sudah berdiri seorang wanita yang tidak dikenal oleh Vivian tapi Barca mengenal nya.
"Tante? Sedang apa disini?" tanya Barca yang sedang mengikuti Vivian dari belakang,padahal Vivian sudah mengusir nya agar tidak mengikuti nya. Vivian tidak ingin berurusan dengan keluarga Arka,tapi entah ada perlu apa Barca terus mengikuti nya .
"Barca?Kenapa bisa disini? " tanya wanita paruh baya yang masih berdiri didepan pintu apartemen Vivian.
Kemudian wanita paruh baya itu melirik ke arah Vivian,tatapan nya begitu tajam pada Vivian membuat Vivian juga Barca bingung.
"Kau.....Teman nya Lira kan? Dimana wanita murahan itu?" Tanya Betty,ya....Wanita paruh baya itu adalah Betty,istri Samuel.
"Lira....Dia tidak tinggal disini,memang nya anda siapa?" jawab Vivian masih dengan sopan .
"Jangan sok sopan,aku yakin kalian sama saja. Sama-sama wanita murahan,apa tidak ada lagi pria yang bisa kalian goda hah? Gara-gara kalian, suami ku menceraikan ku " bentak Betty dengan keras,dia juga mendorong tubuh Vivian hingga Vivian hampir jatuh. Untung saja Barca dengan cepat menahan tubuh Vivian dan memeluknya,dia menyelamatkan Vivian dari amukan tante nya yang ingin memukul Vivian.
Samuel mengajukan perceraian,dia sudah tidak bisa bersama dengan Betty. Wanita yang dijodohkan dengan nya,dia juga tau kalau selama ini Betty masih berhubungan dengan mantan kekasih nya yang merupakan ayah dari anak nya. Dia tau semua nya,dia akan meninggalkan semua harta dari Betty dan tidak membawa sedikit pun.
Apalagi Ramon sudah membeli saham lima persen milik Arka dan Samuel,jadi Samuel tidak harus bekerja di perusahaan nya lagi. Samuel sedang berusaha mencari Lira, dia ingin Lira menikah dengan nya karena dia merasa nyaman bersama gadis pemuas nafsu itu tapi sampai sekarang Samuel tidak bisa menghubungi atau bertemu dengan Lira.
"Tante,kenapa bersikap kasar begini ? Om Samuel meninggalkan tante karena apa? Harus nya tante sadar dong,bukan malah mencari gara-gara disini "ucap Barca,dia masih memegangi tubuh Vivian ,karena Vivian terlihat kelelahan.
Barca yang selalu memantau kegiatan ayah nya,jadi tau permasalahan tante nya Betty dan Samuel. Samuel yang selalu bersama dengan Arka,sehingga orang suruhan nya tau bagaimana kehidupan dua pria paruh baya itu.
"Kau membela wanita murahan ini hah? Dia sama teman nya sama saja,hanya bisa menjual tubuh nya " bentak Betty dengan nada kesal.
Betty pergi begitu saja,sebenarnya dia tidak mau berurusan dengan Vivian ataupun Lira tapi karena Samuel sudah menggugat cerai dirinya. Membuat nya marah dan kesal,walaupun dia juga salah. Tapi dia merasa malu pada teman-temannya karena diceraikan oleh Samuel,suami nya yang tampan dimata teman-temannya.
Ceklek
"Pergi lah,aku bisa sendiri" ucap Vivian setelah pintu apartemennya terbuka,dia tidak tau kalau istri nya Samuel mencari Lira hingga kesini.
"Kau butuh seseorang, apalagi kau sedang hamil saat ini" ucap Barca dengan santai,dia memapah tubuh Vivian untuk masuk kedalam apartemen nya.
"Tidak perlu,pergi lah. Aku ingin sendiri,aku juga bisa melakukan apa pun sendiri. Aku hanya perlu istirahat sebentar " jawab Vivian,dia mulai melepaskan tubuh nya dari tangan Barca tapi baru berjalan beberapa langkah sudah jatuh .
Kembali Barca menangkap tubuh Vivian,kini Vivian memejamkan mata nya karena memang kepala nya terasa berat. Pandangan nya juga sudah menggelap,dia sudah tidak tahan lagi dan akhirnya pingsan di pelukan Barca.
Barca menggendong tubuh Vivian dan membawanya kedalam kamar,merebahkan tubuh Vivian disana kemudian keluar. Barca menghubungi dokter kepercayaan keluarga nya agar segera datang ke apartemen Vivian,dia yakin jika Vivian kelelahan dan banyak pikiran sehingga membuat nya sakit.
Setelah menelpon dokter kepercayaan nya,Barca kembali masuk kedalam kamar itu. Dia sempat merasakan tubuh Vivian yang panas,seperti nya Vivian demam. Makanya dia ingin memastikan kondisi nya lebih dulu sebelum meninggalkan nya nanti,dia akan menunggu dokter keluarga nya datang.
Barca menatap wajah Vivian cukup lama,kemudian dia tersenyum tipis. Dia sudah mengambil air hangat untuk mengompres kening Vivian agar demam nya turun,dia merasa kasihan dengan kehidupan Vivian. Tidak ada orang yang ingin dilahirkan seperti itu,tapi semuanya sudah menjadi takdir dan jalan nya masing-masing.
"Cantik...." gumam Barca sambil mengelus pipi Vivian dengan lembut.
Tak lama suara bel apartemen terdengar,Barca langsung berjalan mendekati pintu dan membuka nya tapi dia juga melihat seseorang keluar dari dalam kamar lainnya. seorang wanita paruh baya yang tidak dia kenal.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments