❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Ramon pernah berciuman dengan beberapa wanita,hanya sekedar ciuman saja. Karena menurut mereka diluar negeri,hal seperti berciuman bibir sudah biasa. Apalagi masa remaja di luar negeri bisa dikatakan sangat bebas,banyak teman Ramon yang sudah merasakan nikmat nya surga dunia bersama kekasih mereka. Tapi tidak untuk Ramon,dia selalu bisa menahan semua nya. Hanya ciuman singkat dan lummatan panas saja lah yang sering dia lakukan bersama wanita yang menyukai nya.
Tidak ada balasan dari Ramon,Alicia membuka mata nya dan menatap Ramon dengan wajah memerah. Dia merasa malu,tapi semua nya untuk kebaikan nya juga. Biarlah pria didepan nya ini membantu nya sedikit,lagi pula pria ini tidak akan rugi juga . Begitu lah yang dipikirkan oleh Alicia,tapi tatapan Ramon terlihat berbeda.
" Maaf .... Tapi aku lagi butuh bantuan mu,tolong lah bekerja sama. Aku akan membalas kebaikan anda lain kali" ucap Alicia saat melihat Ramon ingin berdiri dan mengangkat tubuh nya,Alicia yakin kalau Ramon akan meninggalkan nya disini.
"Dimana gadis itu? "
"Apa dia sudah pergi jauh?"
"Pasti dia bersembunyi disekitar sini,ayo cepat cari. Setelah bos menikmati nya,kita juga akan kebagian jatah untuk menikmati tubuh nya juga. Bahkan bos ingin kita main bersama ,ah....pasti nikmat "
Percakapan mereka membuat tubuh Alicia membeku,dia akan dijadikan alat pemuas nafsu mereka. Rasa nya dia ingin mati saja,seketika wajah ibu nya terlintas. Dia ingat bagaimana ibu nya di gilir oleh beberapa pria di kamar pribadi nya,ayah nya bahkan ikut menikmati nya bersama . Dia melihat dari kamera cctv yang dia pasang di sana,air mata nya turun begitu saja membayangkan apa yang dialami ibunya.
Cup....cup ..
Alicia terkejut saat merasakan bibirnya dikecup,kemudian ciuman kedua nya mulai sedikit panas seperti ciuman yang dia berikan tadi. Pria didepan nya ini mau membantu nya,dia pun ikut membalas nya. Ciuman itu tidak berhenti disana,Ramon melepaskan ciuman nya dan beralih pada leher jenjang Alicia.
Alicia hanya melenguh kecil menikmati apa yang dilakukan oleh Ramon,Ramon sudah memberikan tanda cinta di leher Alicia bahkan di belahan dada Alicia karena dress yang dipakainya terlalu rendah dibagian depan nya.
Rasa yang belum pernah kedua nya rasakan,sesekali Ramon meremas bokong Alicia dengan kuat membuat suara merdu yang tertahan keluar begitu saja dari bibir Alicia.
"Aaah....Aku ingin lebih,kau membuat ku tegang " bisik Ramon di telinga Alicia ,dia sudah menekan batangan nya dibawah sana. Hanya tinggal menyibakan underware yang dipakai oleh Alicia saja dan mengeluarkan milik nya maka mereka akan mendapatkan penyatuan,di sekitar sana beberapa pasangan juga melakukan hal itu.
Mereka bergoyang dan saling mengerang bersamaan,menikmati gerakan dan gesekan halus juga kasar dibawah sana. Ramon juga ingin merasakan nya juga,tapi seketika Alicia tersadar. Dia memang merasakan miliknya sudah basah,batangan milik Ramon juga sudah berada tepat diatas nya dengan penuh penekanan.
Alicia menatap sekeliling nya,tidak ada lagi orang-orang suruhan ayah nya. Dia berdiri dan ingin menarik Ramon tapi kaki nya yang sakit malah membuat nya kembali duduk dengan membelakangi Ramon,Ramon memeluk tubuh berisi milik Alicia membuat Alicia terdiam dan kaku.
"Kau sudah memancing nya,aku ingin mengambil sedikit keuntungan agar kita impas" bisik Ramon dengan lembut.
Ramon tau kalau wanita didepannya ini adalah wanita yang datang kerumah kedua orang tua nya,dia yakin kalau nenek nya menyukai Alicia. Makanya dia akan mengambil keuntungan untuk membuat Alicia menjadi kekasih nya sementara,agar dia tidak dijodohkan terus oleh mama nya .
Tangan Ramon sudah meraba bagian depan tubuh Alicia,dia menyesap leher belakang Alicia dengan lembut hingga kembali berwarna merah kebiruan . Hasil karya dari bibir nya,membuat sesuatu didalam diri Alicia bangkit.
Ramon memasukan tangan nya kedalam daerah kewanitaan milik Alicia yang sudah basah,dia mencoba untuk memasukan jari nya tapi tangannya ditahan oleh Alicia. Alicia menggelengkan kepalanya,dia tidak mau nanti nya selaput darah miliknya terbuka karena jari Ramon masuk kedalam nya .
"Hentikan ,mereka sudah pergi" ucap Alicia dengan pelan ,sambil memajukan tubuh nya dan berusaha berdiri.
"Kaki ku,tolong bantu aku memanggil taksi tapi kita harus pergi agak jauh dari sini . Aku takut mereka akan kembali lagi " kembali Alicia berbicara dengan pelan .
Ramon yang sudah tersadar dengan sesuatu yang sesak dibawah sana,dia harus menahan nya. Ngak mungkin dia menerkam gadis pemuas nafsu didepan nya ini,gadis pemuas nafsu. Ucapan itu membuat Ramon menjadi penasaran,yang namanya pemuas nafsu itu pasti bukan gadis lagi .
"Masuk lah,ini mobil ku. Aku akan mengantar mu pulang " ucap Ramon sambil membuka pintu mobil depan nya dan memperhatikan sekeliling nya dengan cepat,dia tidak ingin orang suruhan om nya itu ada disana karena mereka masih di parkiran cafe.
Alicia mengangguk dan langsung masuk ,walau awal nya dia sedikit ragu pada Ramon tapi mereka sudah melakukan lebih dari yang tadi . Alicia percaya kalau Ramon akan bersikap baik pada nya ,dia duduk disamping Ramon sambil memainkan ponsel nya. Dia menghubungi Vivian,menanyakan keberadaan mereka. Dia tidak mau ibu nya kembali ke rumah mereka,dia akan mengambil barang-barang mereka nanti.
"Vi....Kalian dimana? Aku akan menjemput i u ku "
Pesan Alicia pada Vivian,dia akan menjemput ibu nya dan mereka akan bermalam di penginapan lebih dulu hingga dia bisa mengambil barang-barang mereka dirumah lalu pergi.
"Ekhhm...."
Ramon yang merasa di cuekin,berdehem cukup keras agar Alicia tidak hanya fokus pada ponsel nya saja. Dia sudah tertarik melihat Alicia saat ini,karena nenek nya juga menyukai Alicia jadi ngak ada salah nya jika dia membuat kesepakatan dengan Alicia.
"Ah....Maaf pak,saya sedang menghubungi teman saya. Menanyakan alamat rumah nya,agar anda bisa mengantar saya kesana " ucap Alicia dengan jujur .
"Mengantar ?Dia pikir aku supir apa?"tanya Ramon dalam hati,ada rasa kesal karena disama kan dengan supir.
"Hhmmm....Terima kasih ya pak,jika tadi tidka ada bapak. Pasti saya sudah tertangkap oleh mereka " ucap Alicia lagi dengan pelan dan senyuman termanis nya.
"Siapa mereka? Apa kau punya hutang ? Gadis pemuas nafsu?" tanya Ramon yang penasaran dengan sosok Alicia.
Pagi tadi ,Ramon bertemu dengan Alicia dengan tampilan pengantar bunga. Malam ini ,dia malah melihat tampilan Alicia yang cantik dan seksi dengan pakaian yang cukup tipis dan terbuka menurut nya.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
terima kasih untuk kak @sella surya amanda yang sudah mau mencarikan foto untuk visual nya,kalau yang buat visual cewek nya. Nanti aku masukin di episode berikut nya ya....
Buat yg lainnya boleh kok kirim foto untuk visual nya ke aku,nanti kalau cocok aku masukin . Japri langsung ya kak,makasih*** 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
Susi Sidi
yah salah paham nih Ramon ma Alicia..
2023-06-14
1