Kedatangan Ayah dan Ibu Ardy

Sementara itu kepanikan juga terjadi di keluarga Ardy, di mana sudah beberapa hari ini juga mereka tak bisa menghubungi Ardy, tepatnya semenjak Ardy pergi untuk menemui ayu sampai saat ini.

Sedangkan mereka memprediksi jika Ardy sudah sampai dan pasti akan memberi kabar kepada mereka, tadinya mereka sudah bersiap-siap akan menyusul Ardy. Namun, mereka terus menunggu telepon dari putra mereka itu. Namun, jangankan panggilan darinya, teleponnya saja sudah tak aktif sekatang ini, membuat mereka semakin cemas.

Mereka sama sekali tak tahu ke mana Ardy pergi, yang mereka tahu jika Ardy pergi ke Sulawesi Tenggara, di mana tepatnya mereka juga tak tahu.

"Ayah, bagaimana ini? Di mana Ardy sebenarnya, Ibu menjadi takut jika terjadi sesuatu pada anak kita," ucap ibu membuat ayah pun merasakan hal yang sama.

Karena sudah 3 hari ini Ardy tak memberi kabar, membuat mereka pun mencoba mencari tahu dimana Ardy sebenarnya, mereka mulai merasa khawatir jika mungkin saja terjadi sesuatu pada putranya.

Tak mungkin putranya itu tak menghubunginya dan membuatnya merasakan kecemasan seperti yang saat ini mereka rasakan, apalagi saat Ardy pergi ia terlihat putus asa.

Keluarga takut jika sampai wanita yang bernama Ayu itu menolaknya dan ia melakukan tindakan-tindakan yang mungkin dapat melukainya.

Berita menghilangnya Ardy juga sampai ke kantor tim IT yang diminta oleh Ardy saat itu, ia langsung menghampiri atasannya dan mengabarkan jika waktu itu Ardy meminta alamat seorang wanita.

"Benarkah? Berikan alamatnya," ucap Ayah Ardy membuat tim IT tersebut langsung memberikan alamat sesuai yang pernah dikirim ke pada Ardy.

Setelah mendapat alamat yang diyakini jika itu adalah alamat dari Ayu, ayah dan ibu Ardy langsung terbang ke provinsi tersebut, hari itu juga.

Mereka tak ingin membuang-buang waktu dan terus merasa cemas seperti apa yang mereka alami saat ini.

Hanya dalam hitungan jam, saat ini ayah dan ibu Ardy sudah berada di bandara yang berada di kota Kendari, mereka langsung menuju ke alamat Ayu.

Membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 7 jam untuk sampai ke alamat tersebut, mereka tak menunda-nunda waktu lagi dan langsung menuju ke tempat Ayu.

"Ayah? Ibu sangat takut, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Ardy," ucap ibu Ardy pada suaminya, sejak Ardy pergi sampai saat ini hatinya terus merasa cemas akan kondisi anaknya itu, seketika ibu Ardy menyesal telah membiarkan anaknya pergi dalam keadaan seperti waktu itu, ia menyesal mengapa ia tak ikut menemani putranya.

"Tenanglah, Bu. Anak kita sudah dewasa, dia bukan anak kecil lagi, dia pasti tahu apa yang baik dan buruk untuknya. Ia tak mungkin melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya hanya karena seorang wanita, mungkin di tempat wanita itu sedang tak ada jaringan sehingga tak bisa menghubingi kita, atau Ardy ingin sendiri dulu untuk saat ini," ucap ayah Ardy mencoba berpikir positif, walau dalam hatinya juga merasa sangat khawatir.

Sementara itu, Ayu yang sudah kembali dari tempat kerjanya memarkirkan motornya dibawa pohon mangga yang ada di depan rumahnya, ia melewati Chika yang sedang melakukan rutinitasnya di setiap sore yaitu menyiram bunga.

Chika yang melihat wajah kakaknya terlihat lesu menyusul kakaknya yang langsung masuk ke kamar Ayu.

"Kakak, Kakak ini kenapa?" tanya Chika.

"Dek, Ardy kenapa ya sudah tiga hari ini tak bisa dihubungi? Kakak merasa cemas, Kakak takut terjadi sesuatu padanya," ucapnya.

"Mungkin Ardy sudah menerima keputusan Kakak dan ia memutuskan untuk mengakhiri komunikasi dengan Kakak," ucap Chika membuat Ayu pun hanya menghela nafas, kemudian ia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Chika yang melihat tingkah kakanya hanya ikut menghela napas dan kembali keteras rumah.

Setelah Ayu membersihkan diri, ia pun ke dapur membantu ibu menyiapkan makan malam, saat mereka sedang membuat makan malam sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang mereka.

Chika yang ada di teras rumah sedang melanjutkan aktivitasnya menyiram bunga langsung menghampiri kedua tamu yang sama sekali tak pernah dilihatnya itu, dari penampilannya keduanya terlihat dari orang orang kelas atas.

"Permisi, apa ini alamat yang tertulis di sini?" tanya ayah Ardy memberikan alamat yang dipegangnya di secarik kertas pada Chika.

Chika mengambil secarik kertas tersebut dan melihat alamat yang tertera di sana, itu terlihat jelas jika alamat yang tertulis di sana adalah alamat rumahnya.

"Iya, Pak. Ini alamat yang benar, Bapak cari siapa, ya?" tanya Chika kemudian ia langsung mempersilahkan keduanya untuk masuk.

Ayah dan ibu Ardy saling melihat, kemudian mereka mengangguk, keduanya pun duduk di teras rumah.

"Sebentar ya, Pak. Saya panggil ibu dulu," ucap Chika sopan, kemudian ia pun berlari masuk dan menghampiri ibunya. Chika berpikir mungkin saja itu adalah tamu ibunya.

"Bu, di luar ada tamu," ucap Chika.

"Siapa?" tanya ibu membersihkan tangannya.

"Chika juga nggak tahu, tapi dia menunjukkan alamat ini, ini alamat rumah kita? Mungkin saja dia kenalan ibu atau ayah, Chika belum pernah melihatnya," ucap Chika lagi.

"Ya sudah, kamu buatkan minum," ucap ibu kemudian ia pun keluar. Ayu yang merasa penasaran juga ikut keluar.

"Permisi, Pak, Bu. Anda cari siapa, ya?" tanya ibu Ayu yang kini sudah duduk di salah satu kursi kosong yang ada di sana, baru saja ibu Ardy ingin mengatakan jika mereka ingin mencari putranya, Ayu pun keluar dengan membawa dua gelas minuman.

Seperti itulah sopan santun yang diajarkan di keluarga Ayu dan budaya di tempat itu, walau mereka tak mengenal tamunya. Namun, melihat mereka dari jauh dan bertamu dengan sopan, salah satu keharusan adalah menawarkan mereka untuk duduk dan memberikan minum.

"Ayu, kamu Ayu 'kan?" ucap ibu Ardy membuat Ayu hanya mengangguk. Ibu perna melihat foto ayu.

"Iya, Bu. Saya Ayu, Ibu kenal saya?" tanya Ayu merasa bingung, ia sama sekali tak mengenal wanita yang ada di depannya, tapi mengapa wanita itu mengenalnya.

"Saya ibunya Ardy, kami kemari karena kami sudah 3 hari ini tak bisa menghubungi Ardy, dia datang ke kota ini untuk menemuimu. Apa Ardy sudah datang ke sini?" tanya ibu Ardy membuat Ayu tersentak kaget dan pikirannya langsung tertuju pada korban kecelakaan yang menjadi topik hangat diantara rekan-rekan kerjanya.

"A-apa? Ardy ke kota ini?" tanya Ayu dengan suara tercepat.

"Iya, ia izin untuk menemuimu hari itu dan kami mendapatkan alamatmu dari tim IT kantor kami, katanya Ardy meminta alamat itu sebelum dia pergi, makanya kami kemari sesuai dengan alamat yang diberikan tim It yang katanya juga diberikan kepada Ardy," jelas ibu Ardy membuat Ayu langsung memegang dadanya dan melihat ke arah ibunya, saat Ayu tengah terpaku sebuah notifikasi pesan masuk di ponselnya.

Ayu mengingat jika dokter Siti belum mengirim pesan tentang foto korban kecelakaan tersebut, Ayu dengan bergegas mengambil ponselnya dengan tangan bergetar, berharap itu adalah pesan dari dokter Siti dan benar saja itu adalah pesan dari dokter Siti yang mengirim sebuah foto, dengan jantung yang berdebar hebat dan tangan bergetar. Ayu mengklik foto tersebut dan ponselnya langsung terjatuh saat melihat korban kecelakaan itu benar-benar Ardy.

Terpopuler

Comments

Herry Murniasih

Herry Murniasih

Syukurlah akhirnya keberadaan Ardy sudah di ketahui, segera temui Ardy langsung ajak orangtuanya

2023-03-13

10

lihat semua
Episodes
1 Salah Nomor Telpon
2 Fakta Salah Sambung.
3 Kenalan dan Merasa nyaman
4 Pacaran
5 Pacar Online
6 Resmi Pacaran
7 Keputusan Ayu
8 Mencoba melupakan
9 Kunjungan Randy
10 Merasa Bimbang
11 Ingin Putus
12 Mengejar cinta Ayu.
13 Lamaran Randy
14 Meminta Waktu
15 Ardy Menuju ke Rumah Nia
16 Kecelakaan
17 Kedatangan Ayah dan Ibu Ardy
18 Kondisi Ardy
19 Oprasi
20 Menemani Ardy
21 Jangan Jauh Dariku
22 Dalam Doa
23 Tak merestui
24 Meresa Tak Pantas
25 Sakit Hati Ayu
26 Sikap Keluarga Ardy pada Ayu
27 Mengantarkan Ayu pulang
28 Menjemput Ardy
29 Menyambut Kedatangan Ardy
30 RESTU
31 Ardy Mengantar Ayu Bekerja.
32 Pesona Ardy
33 Keputusan Bersama
34 Acara Lamaran
35 Persiapan Pesta
36 Menjelang Resmi.
37 Hari yang Dimanti
38 Kamu Milikku
39 Malam Pertama
40 Ya ... Terlambat.
41 Acara Resepsi
42 Aparteman Ardy
43 Jalan Bareng Mamer
44 Menghabiskan Uang Suami
45 Deretan Angka Nol
46 Ke Kantor Untuk Pertama Kalinya
47 Kakak Ipar Galak
48 Sedih dan Bahagia
49 Shopping Bareng Ipar
50 Karena Tas
51 Semahal Ini?
52 Untuk Ibu Mertua
53 Kebaikan Hati Ayu
54 Kabar Buruk
55 Pengakuan Adelia
56 Kenyataan Menyayat Hati
57 Kabar Janin
58 Perhatian Ardy
59 Menantu Kesayangan
60 Persiapan Persalinan
61 Ketakutan Ardy
62 Selamat Datang Baby Boy
63 Kepulangan Ayu
64 Acara Syukuran Rafif Syabani
65 Hari Pertama Sekolah.
66 Kebaikan Rafif
67 Kecemasan Ibu
68 Pemandangan Indah disore Hari
69 Kepanikan Ayu
70 Resiko punya Suami Tampan
71 Ayah Yang Hebat
72 Rasa Bangga
73 Kesayangan Semua Keluarga
74 Kebahagian Keluarga
75 Promo Karya Chika Ssi
76 Promo karya Author. M Anha
77 Rekomendasi karya tamat
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Salah Nomor Telpon
2
Fakta Salah Sambung.
3
Kenalan dan Merasa nyaman
4
Pacaran
5
Pacar Online
6
Resmi Pacaran
7
Keputusan Ayu
8
Mencoba melupakan
9
Kunjungan Randy
10
Merasa Bimbang
11
Ingin Putus
12
Mengejar cinta Ayu.
13
Lamaran Randy
14
Meminta Waktu
15
Ardy Menuju ke Rumah Nia
16
Kecelakaan
17
Kedatangan Ayah dan Ibu Ardy
18
Kondisi Ardy
19
Oprasi
20
Menemani Ardy
21
Jangan Jauh Dariku
22
Dalam Doa
23
Tak merestui
24
Meresa Tak Pantas
25
Sakit Hati Ayu
26
Sikap Keluarga Ardy pada Ayu
27
Mengantarkan Ayu pulang
28
Menjemput Ardy
29
Menyambut Kedatangan Ardy
30
RESTU
31
Ardy Mengantar Ayu Bekerja.
32
Pesona Ardy
33
Keputusan Bersama
34
Acara Lamaran
35
Persiapan Pesta
36
Menjelang Resmi.
37
Hari yang Dimanti
38
Kamu Milikku
39
Malam Pertama
40
Ya ... Terlambat.
41
Acara Resepsi
42
Aparteman Ardy
43
Jalan Bareng Mamer
44
Menghabiskan Uang Suami
45
Deretan Angka Nol
46
Ke Kantor Untuk Pertama Kalinya
47
Kakak Ipar Galak
48
Sedih dan Bahagia
49
Shopping Bareng Ipar
50
Karena Tas
51
Semahal Ini?
52
Untuk Ibu Mertua
53
Kebaikan Hati Ayu
54
Kabar Buruk
55
Pengakuan Adelia
56
Kenyataan Menyayat Hati
57
Kabar Janin
58
Perhatian Ardy
59
Menantu Kesayangan
60
Persiapan Persalinan
61
Ketakutan Ardy
62
Selamat Datang Baby Boy
63
Kepulangan Ayu
64
Acara Syukuran Rafif Syabani
65
Hari Pertama Sekolah.
66
Kebaikan Rafif
67
Kecemasan Ibu
68
Pemandangan Indah disore Hari
69
Kepanikan Ayu
70
Resiko punya Suami Tampan
71
Ayah Yang Hebat
72
Rasa Bangga
73
Kesayangan Semua Keluarga
74
Kebahagian Keluarga
75
Promo Karya Chika Ssi
76
Promo karya Author. M Anha
77
Rekomendasi karya tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!