beberapa waktu setelah acara dibuka
setelah semua orang mulai membubarkan diri.
Dua orang yang sebenarnya sudah saling kenal, saling mengetahui bahkan mereka kini memiliki hubungan yang tertera antara satu dengan yang lainnya tampak saling duduk berhadapan di sebuah kursi dan meja yang ada di salah satu sisi ruangan galeri tersebut yang cukup jarang didatangi oleh para pengunjung kecuali pengurus galeri yang ada di sana.
"Aku cukup terkejut bertemu denganmu di sini." Tuan All zigra bicara dengan cepat sembari menatap tajam ke arah Hayat dalam tatapan yang tidak bersahabat.
Sejujurnya jelas saja dia tidak mau bertemu dengan perempuan tersebut setelah pertemuan terakhir mereka, namun nyatanya mau tidak mau dia bertemu dengan hayat dalam keadaan dia tidak pernah dia duga sebelumnya.
"Itu karena aku merupakan salah satu orang yang menanam sahamnya di sini sejak aku masih lajang." perempuan itu menjawab dengan cara yang tenang dan juga halus ke arah ayah mertuanya di mana dia tidak menampik itulah realita yang terjadi sebenarnya meskipun sejujurnya itu terjadi di mana Hayat yang tidak pernah menghadiri acara apapun di dalam galeri tersebut kini datang karena dia ingin bertemu dengan sengaja kepada ayah mertuanya.
'Bertahun-tahun mengikuti acara di galeri ini aku sama sekali belum pernah melihat kamu, jadi aku pikir apakah mungkin ini sebuah kebetulan yang telah disetting dengan sempurna agar kamu bisa kembali bertemu denganku dan mencoba untuk membuatku semakin marah karena beberapa kali trik yang kamu gunakan sebagai sebuah ruang lingkup kebohongan untuk membodohi ku."seperti biasa suara laki-laki tua itu terdengar begitu datar, dan dia terus berburuk sangka terhadap istri dari putranya tersebut.
Mendengar apa yang diucapkan oleh mertuanya sedikit membuat hayat kecewa tapi dia berusaha untuk mengembangkan senyumannya dan menjawab ucapan dari tuan All zigra.
"aku tidak pernah melakukan kebohongan atau pembodohan kepada daddy, saat daddy berpikir aku melakukannya pada masa kemarin aku juga terkejut dan berusaha untuk membuat pembelaan namun nyatanya aku cukup kehilangan kata-kata pada masa itu hingga membuat diriku diam, dan daddy berpikir jika aku benar-benar melakukan pertemuan di antara kita karena sebuah settingan semata." pada akhirnya perempuan tersebut bukan suara karena dia merasa cukup gerah dengan apa yang dipikirkan oleh ayah mertuanya tersebut soal pertemuan demi pertemuan yang terjadi di masa lalu di antara mereka.
"semua murni secara kebetulan baik di rumah sakit itu, di dalam kamar, atap gedung dan ruangan dokter spesialis." lanjut Hayat lagi kemudian.
mendengar apa yang diucapkan oleh perempuan itu membuat All zigra sedikit mendengus.
"itu terdengar seperti sebuah kalimat pembelaan." ucap laki-laki itu dengan cepat.
"Daddy boleh berpikir seperti itu mencoba untuk berprasangka buruk dan menambah dosa sendiri di bahu kiri daddy." Ucap Hayat tiba-tiba.
Demi apapun kata-kata dari hayat cukup Manopo dan membuat All zigra terdiam untuk beberapa waktu.
"tidak bisa kah setiap kali kita memiliki acara yang sama secara kebetulan berusahalah untuk menghindar dariku." tuan All zigra pada akhirnya kembali membuka suaranya, membiarkan bola matanya menatap Hayat dengan penuh intimidasi.
"Aku merasa belum rela bertemu denganmu karena bagiku seolah-olah kau mencuri putraku tanpa izin dariku dan mereka dengannya hingga membuatku merasa cukup jijik dan marah dengan keadaan." lanjut laki-laki tersebut kemudian di mana dia berharap Hayat cukup tahu diri dengan keadaan.
Hayat terlihat diam untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya perempuan tersebut berkata.
"Sebenarnya aku tidak mau mengatakan ini tapi, aku pikir Dedi merupakan laki-laki yang mengetahui persoalan agama, kenapa daddy selalu merasa jika aku telah mencuri Ahem dari daddy dan daddy terus berpikir jika pernikahan kami sebenarnya tidak pantas terjadi." lanjut Hayat lagi kemudian sembari dia menata balik tajam ke arah ayah mertuanya itu.
"padahal jelas-jelas urusan jodoh itu bukan menjadi urusan manusia melainkan sebuah ketetapan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita semua, lalu kenapa daddy selalu merasa jika pernikahan itu tidak pantas berjalan hingga sejauh ini seolah-olah daddy mencoba untuk mengalahkan takdir yang dibuat oleh Allah pernikahan antara diriku dan Ahem."
Dan percayalah percakapan yang dilakukan oleh Hayat tersebut seketika membuat tuan All zigra terdiam.
"Kau-," baginya perempuan itu selalu mampu membuat dia tidak berkutik dan kehilangan kata-katanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Budiwati
😆😆😆😆
2023-05-23
0
leni Sari
obrolan menantu dan mertua yang menarik 😁😁
2023-03-25
0
This is me
Manopo itu siapa?
2023-03-24
0