Bayangkan bagaimana terkejutnya laki-laki tersebut saat ini saat dia menyadari yang berdiri di bagian sisi kirinya adalah Hayat, istri dari putra kesayangannya dan putri dari musuhnya yang tidak lain adalah menantu yang tidak pernah ingin diakui.
bola mata laki-laki tersebut membulat, menatap tajam ke arah perempuan yang ada di sampingnya. Nyatanya Hayat saat ini sama sekali belum menatap dan melihat ke arah dirinya sehingga membuat dia cukup kesulitan untuk mencoba mereka perempuan itu dalam pandangan penuh intimidasi, Hayat terlihat berbicara dengan seseorang di sisi kirinya beberapa waktu, di mana orang tersebut mencoba untuk menyerahkan gunting kepada Hayat dan beberapa pemegang saham lainnya termasuk tuan All zigra.
begitu perempuan itu menoleh ke arah Al Zikra seketika pandangan mereka saat ini saling bertemu dengan antara satu dan yang lainnya, bayangkan bagaimana keadaan saat ini di antara kedua orang tersebut, di mana sebenarnya jantung hayat tidak baik-baik saja dan di mana saat ini perasaan tuan All zigra tampak berkacamuk menjadi satu dan laki-laki tua itu terlihat mencoba untuk menahan amarahnya di hadapan semua orang ketika dia menyadari jika dia berdiri tepat berdampingan dengan perempuan yang pernah bertemu dengannya terakhir kali kemarin di sebuah restoran dan mengancam dirinya dengan anak yang ada di perutnya.
Alih-alih takut dengan keadaan meskipun tidak dipungkiri jantung Hayat tidak baik-baik saja, perempuan tersebut pada akhirnya secara perlahan menundukkan kepalanya dan memberikan hormat kepada ayah mertuanya tersebut diiringi dengan senyuman paling tulus dan cantik yang mampu dia berikan kepada laki-laki yang ada di sisi kanannya itu.
"Daddy, apa kabar?."perempuan itu bicara secara perlahan, masih mencoba untuk mengeluarkan basa-basinya kepada ayah mertuanya agar tidak terlalu kentara jika sebenarnya pertemuan mereka saat ini telah diatur dengan sempurna oleh Hayat dan beberapa orang yang ada di tempat tersebut.
Tuan All zigra terlihat mencoba untuk menahan emosinya sembari dia mengeratkan rahangnya, jangan ditanya bagaimana perasaannya yang sesungguhnya tuan All zigra, namun demi profesional kerja dia berusaha untuk menekan segala perasaan yang ada di dalam hatinya.
di mana ketika pembawa acara bicara jika pemotongan pita akan dimulai dalam beberapa kali hitungan, hingga membuat laki-laki paruh bayar lebih itu mau tidak mau mengabaikan soal menantu yang tidak diakuinya tersebut, tuan All zigra berusaha untuk fokus dengan keadaan dan dia mengabaikan tentang perasaannya yang kacau balau saat ini. tangan kanannya secara perlahan mulai mengangkat gunting yang diberikan oleh seorang perempuan kepadanya tadi dan dirinya serta semua orang yang ada di hadapan kita tersebut yang berdiri sejajar dari ujung kiri menuju ke ujung kanan mulai bersiap untuk melakukan pengguntingan pita 🎀 peresmian pembukaan pagelaran pameran galeri lukisan pada hari ini.
mereka secara perlahan mulai memotong pita tersebut tanpa banyak bicara dan dalam beberapa hitungan dari mulut pembawa acara dan beberapa orang pada akhirnya pita yang ada di hadapan mereka semua secara perlahan terpotong satu demi satu secara bersamaan hingga pada akhirnya acara tersebut resmi untuk dibuka dan terdengar deru tepuk tangan diantara semua orang di dalam gedung mewah dan megah tersebut saat ini.
percayalah ada berbagai macam pemikiran yang terus menari-menari di atas kepala tuan All zigra saat ini, di mana dia pikir dia mungkin akan membuat sedikit perhitungan pada perempuan yang ada di hadapannya itu karena dia percaya ini tidak mungkin hanya sebagai sebuah kebetulan belaka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Budiwati
🤭🤭🤭🤭
2023-05-23
0
leni Sari
daddy all kenapa mesti harus suudzon,,😅😅
2023-03-25
0
Yuli maelany
yaa cukup ajak makan siang sebagai salam perkenalan 😅😅😅😅
2023-03-17
0