Tuan All zigra terlihat diam mendengar kan apa yang diucapkan oleh Hayat, sedikit banyak dia pikir apa yang diucapkan Hayat ada benarnya, seolah-olah menyalahkan takdir dan keputusan tuhan, dia tidak menyetujui pernikahan kedua orang tersebut. Seolah-olah memang pernikahan itu dipaksakan, padahal realitanya segala sesuatu di muka bumi ini dan di dunia ini telah diatur Allah SWT. Baik itu soal kehidupan, kematian bahkan urusan jodoh sekalipun. Lalu kenapa dia pikir dia begitu keras kepala dan tidak ingin menyetujui pernikahan kedua orang tersebut?.
Meskipun tidak dipungkiri dia sangat menyukai Hayat awalnya dimana dia merasa perempuan tersebut terlihat begitu unik juga menarik, bahkan dia pernah memetik janji dan berkata ingin menjodohkan Hayat dengan salah satu putranya kala itu di mana pertemuan mereka terjadi, dikepalanya ingin sekali memperkenalkan Hayat pada Ahem, tapi dia tidak pernah menyangka jika Hayat adalah bagian daripada keluarga Azzura, itu yang cukup memberatkan dirinya. Padahal prinsip All zigra, mau terlahir dari keluarga manapun bahkan meskipun kaya raya atau susah sekalipun itu bukan masalah untuk nya, karena bagi laki-laki tersebut harta hanya titipa. Tapi dia tidak berpikir jika Hayat merupakan Putri dari keluarga Azzura dan itu jelas memberatkan dirinya dimana dia tidak bisa memberikan izin pernikahan atas berbagai macam pertimbangan yang cukup mendalam.
Bola mata laki-laki tua tersebut menatap Hayat untuk untuk waktu yang cukup lama, dia menelisik bola mata perempuan itu untuk beberapa waktu, hingga pada akhirnya tuan All zigra berkata.
"Kamu tahu dalam keluarga besar Hillatop, ada banyak sekali para tetua yang memiliki adi kuasa dimana mereka tahu Hillatop dan Azzurra sejak dulu hingga kini terus bermusuhan antara satu dengan yang lainnya. Karena itu, mungkin saat ini kamu bisa melewati ku untuk mendapatkan restu pernikahan kalian, tapi keluarga lainnya belum tentu akan memberikan restu pada kalian. Karena di dunia ini aku tidak lahir sendiri juga tidak hidup sendiri, ada berbagai macam keluarga baik dari saudara ku sendir, Paman, Bibi, sepupu, kakek, nenek dan lain sebagainya." Pada akhirnya laki-laki tersebut bicara seperti itu ke arah Hayat, menetapkan dalam bola mata perempuan yang ada di hadapannya, bicara tentang sebuah kenyataan soal betapa besarnya keluarga Hillatop.
"Ini tentang peraturan dari seluruh keluarga, melanggar maka kau akan dikucilkan, dibuang dan di anggap ada." Lanjut laki-laki tersebut lagi.
"Apakah kamu sanggup melewati seluruh orang-orang dikeluarga Hillatop? merayu dan bertanya pada mereka satu persatu untuk meminta restu?, karena aku tidak mungkin melangkahi semua orang dan memaksa kehendak diri untuk menikahimu dan Ahem." tuan All zigra terus bicara panjang lebar.
"Tdak gampang melewati para ketua keluarga Hillatop, karena mereka adalah keluarga besar yang tersebar ke seluruh dunia. mungkin sebagian memiliki sifat yang sama dengan istri ku, lemah dan lembut, hangat serta mau menerima hubungan kalian, tapi tidak aku pungkiri sebagian nya lagi memiliki sifat tidak jauh keras kepalanya dari diriku dan mungkin mereka tidak akan mau untuk mempertimbangkan semuanya dan menjadikan pernikahan kalian menjadi begitu rumit." kembali laki-laki tua tersebut bicara.
Hayat terlihat diam, meremas pelan kedua belah telapak tangannya untuk beberapa waktu, menatap wajah ayah mertuanya dengan perasaan gelisah.
"Karena itu lebih baik aku membicarakannya terlebih dahulu pada kamu saat ini, apa kamu sanggup untuk melewati semua orang dan meminta izin atas pernikahan kalian?." setelah berkata seperti itu tuan All zigra menghentikan ucapannya, membiarkan Hayat memikirkan atas apa yang dibicarakannya sejak tadi. Karena realitanya di dalam keluarga Hillatop seperti kata awalnya tadi, dia tidak hidup seorang diri dan permusuhan yang ada pada keluarga Hillatop juga Azzura telah terjadi turun-temurun sejak dulu tanpa pernah ada yang mencoba untuk meredamnya hingga hari ini.
Karena pada masa itu tidak pernah ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi, seolah-olah semua orang tua memilih sengaja untuk menutup mulut mereka.
Dan mendengar ucapan ayah mertua seketika Hayat mencoba menelisik bola mata tuan All zigra untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya dia berkata.
"Aku hanya ingin tahu lebih dulu apakah daddy memberikan restu kepada kami? karena bagi kami, restu pertama dari orang tua itu yang paling penting di dalam pernikahan kami berdua." ucap perempuan tersebut sembari tidak melepaskan pandangannya.
Hayat menunggu dengan perasaan was-was jawaban dari ayah mertuanya tersebut saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Budiwati
💪💪💪👍👍👍👍
2023-05-23
0
leni Sari
kelihatannya hati daddy all mulai melunak ya,,🤩🤩
2023-03-26
0
tegar chaliq
ayolah Daddy All restui Hayat dgn Ahem toh sebentar lagi mereka akan punya anak dan itu adalah cucu mu 👍
2023-03-20
0