"Aku cukup terkejut mendengar rencana daddy untuk menjodohkan Ahem dengan perempuan pilihan daddy" pada akhirnya perempuan tersebut bicara, setelah menyeruput kopinya dengan tangan sedikit bergetar hayat berusaha untuk menarik nafasnya cukup panjang dia menetralisir detak jantungnya untuk beberapa waktu dan memberanikan diri untuk bicara sembari menetap laki-laki di sampingnya tersebut.
"meskipun sebenarnya aku cukup terkejut tapi aku sudah memikirkannya mungkin akan ada kata-kata seperti ini suatu saat meluncur dari bibir daddy" Lanjut Hayat lagi, dia membiarkan netra mereka bertemu untuk beberapa waktu di mana tuan All zigra terlihat mengerutkan keningnya ketika dia mendengar perempuan di sampingnya tersebut bicara dan menantangnya dengan tatapan yang begitu tajam seakan-akan berkata apa yang diucapkannya tidak akan menjadi persoalan besar untuk dirinya.
"itu bukan masalah selama perempuan itu ingin menerima Ahem dan Ahem mau menerima perjodohan dari daddy, aku tidak akan pernah menghalanginya karena sebelum menikah kami sudah berkata jika satu hari timbul sebuah paksaan dari pihak keluarga salah satu dari kami akan dinikahkan dengan laki-laki pilihan orang tua masing-masing maka kami akan menerimanya" Hayat terlihat bicara dengan nada begitu tenang membiarkan dirinya terus menatap laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"sebenarnya kedatanganku kemari bukan untuk meminta restu, hanya sedang berusaha untuk memangkas jarak di antara daddy dan diriku' lanjut perempuan itu lagi tanpa melepaskan sedikitpun pandangannya atau mengedipkan bola matanya dari tatapan laki-laki tua di hadapannya tersebut.
"Tapi sepertinya aku sedikit gagal untuk melakukan hal tersebut, niat baikku tidak disambut hangat seperti kopi di pagi hari ini tapi di sambut dingin seperti es boba yang dijual di pinggir jalan" dan setelah mengatakan hal tersebut hanya terlihat diam membiarkan tuan All zigra meresapi setiap kata-kata yang diucapkannya.
"Mommy ku selalu berkata, meskipun kita tidak pernah menyukai seseorang yang kita anggap seperti benalu atau beban, jangan sampai menghilangkan adab ketika seseorang menawarkan kebaikan atau menawarkan sebuah rezeki kepada diri kita, sebab rezeki datangnya dari Allah dan ketika kita menolaknya itu berarti kita mengingkari rejeki Allah SWT.
"Tidak ada satu mahluk pun yang rezekinya tidak berasal dan tidak diatur oleh Allah SWT,Sebagaimana firman-Nya:
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”(Q.S. Hud:6)"
"Begitu banyaknya rezeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada semua mahluk-Nya. Sebagai mahluk-Nya, kita hanya diwajibkan untuk selalu bersyukur pada setiap nikmat yang diberikan sekecil apapun."
"Tapi lucunya di dunia ini tidak sedikit manusia yang suka menolak rezeki, ada beberapa orang yang sering menolak rezeki yang datang kepadanya. Misalnya saja, seorang yang pengangguran diberikan tawaran pekerjaan membersihkan kebun, tapi ia tolak karena sepele dengan bayaran yang kecil dan lebih memilih untuk menganggur seharian penuh. Atau seorang supir taksi yang menolak penumpang yang ingin diantar dalam jarak dekat karena sepele dengan bayaran yang rendah. Sungguh miris melihat kondisi yang seperti ini, bukan dad?" Dan Hayat berkata begitu sambil melirik ke arah gelas kopi yang disingkirkan ayah mertuanya tadi ke sisi kiri.
"Padahal Allah SWT telah menjanjikan rezeki lebih bagi mereka yang bersyukur, baik itu pada rezeki besar maupun kecil. Sebagaimana firman-Nya:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”(Q.S. Ibrahim:7)"
"Aku tidak tersinggung saat daddy menyingkirkan cangkir penuh kopi yang aku belikan tadi, hanya berpikir kenapa tidak daddy berikan pada orang lain yang mungkin jauh lebih membutuhkan nya di pagi ini" Begitu tenang Hayat bicara, mengembangkan senyuman nya dengan tulus dalam pembicaraan serius namun penuh pengingat, dia menatap laki-laki yang menatap nya sejak tadi tanpa mengeluarkan suaranya.
Tuan All zigra terlihat diam, cukup kehilangan kata-kata nya untuk waktu yang lama, tapi kemudian dia berusaha menyadarkan diri dari rasa malu dan mencoba menjawab kata-kata Perempuan dihadapan nya tersebut.
"Apa ini dakwah atau ceramah?" Dia menaikkan ujung alisnya.
Hayat menggelengkan kepalanya.
"Hanya alarm pengingat" Mantap Hayat menjawab.
"Dan soal pernikahan, jika daddy memang memaksakan diri Ahem untuk menerima pernikahan yang daddy rencanakan aku tidak masalah,hanya saja kedatangan ku kemari sebenarnya untuk membawa kabar bahagia dalam rumah tangga kami" Dan Hayat pada akhirnya bicara terus terang, menyentuh lembut perutnya tanpa melepaskan pandangannya dari tuan All zigra.
"Ada penerus Hillatop yang tumbuh didalam rahim ku, masih cukup awal karena masih di trimester pertama" setelah berkata seperti itu perempuan tersebut menelisik bola mata sang mertuanya, bisa dia lihat laki-laki paruh bayar lebih tersebut yang rambutnya mulai memutih di beberapa bagian itu tampak terkejut setengah mati mendengar apa yang diucapkan olehnya.
"Apa?" All Zigra agak tercekat.
"Dia membutuhkan daddy dan mommy nya saat ini hingga kelahiran nya bahkan hingga dia dewasa nanti, tapi jika daddy nya memang bersedia untuk menikah lagi karena tekanan dari Grandpa nya aku sebagai seorang mommy juga seorang istri akan mengizinkan Ahem untuk melakukan nya, namun aku tidak menjamin Ahem akan bertemu dengan buah hati nya termasuk seluruh keluarga Hillatop lainnya hingga nafas ku berhenti" Dan kata-kata yang keluar dari bibirnya jelas merupakan sebuah ancaman, tapi dia mengucapkannya dengan nada yang begitu tenang sembari membiarkan bola matanya terus menatap kearah laki-laki keras kepala dihadapan nya itu.
Entahlah apakah Hayat merasa dia arogan atau kurang ajar, tapi dia melakukan nya karena berpikir dia tidak memiliki cara lain untuk menekan laki-laki keras kepala dihadapan nya tersebut saat ini.
"Kau..." tuan All zigra hanya berkata begitu, seolah-olah menahan ucapan nya sembari dia mengeratkan kedua belah rahangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Samsuna
hayat aku padamu 😘😘😘
2023-08-23
0
Maria Magdalena Indarti
Hayat hebat.
2023-08-03
1
Budiwati
🤭🤭🤭🤭🤭
2023-05-22
0