Cukup lama mereka bergelayut dengan perasaan masing-masing, menikmati keadaan yang jelas tidak baik-baik saja, hujan di luar mulai turun dengan jelas menambah rasa dingin yang menerjang kulit secara perlahan.
Ahem membuka perlahan bola matanya, namun seolah-olah enggan untuk melepaskan pelukannya, membiarkan kedua tangannya tetap melingkar di bagian leher sang istrinya untuk waktu yang cukup lama, sedangkan Hayat sama sekali tak berguna menikmati pelukan dari suaminya sembari dia mengelus rambut bagian lengan tangan suaminya.
"Bukankah didalam pernikahan itu selalu terselip sebuah perjuangan?" pada akhirnya perempuan tersebut mulai membuka suaranya, mencoba membungkus kegelisahan di balik kekhawatiran suaminya, meyakinkan Ahem jika dia sama sekali tidak pernah menyesali pilihannya meskipun hanya satu detik saja.
"Di dalam pernikahan, orang-orang memiliki ujian mereka masing-masing, dan di dalam pernikahan kita, kita juga memiliki ujiannya" dia kembali melanjutkan kata-katanya, membiarkan diri mereka berdua larut dalam suasana.
"Sejak awal kita menikah bukan kah kita sudah tahu konsekuensi apa yang akan kita terima jika kita terus ngotot untuk terus maju jalan bukan? jadi aku sama sekali tidak menyesali keputusanku untuk menerima pinanganmu dan menikah denganmu, sayang" Hayat terus bicara, membiarkan jemari-jemari nya menelusuri lengan suaminya, dia mengelus lembut lengan kokoh tersebut secara perlahan.
"Tidak ada pernikahan yang tidak diterpa ujian, sebab sejatinya pernikahan adalah ibadah paling terlama yang akan dijalankan umat manusia,"
"Janji Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 155, "Dan sungguh akan Aku berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” Maka, ujian dalam rumah tangga adalah sebuah keniscayaan."
“Dan sesungguhnya Allah tidak akan membebani(memberi ujian) seseorang melainkan sesuai dengan batas kemampuannya (surat Al Baqarah ayat 286,)."
Ahem terlihat diam, membiarkan dagunya kini berada di puncak kepala istrinya.
"Jangan khawatir soal apapun hmmm, aku baik-baik saja." lanjut perempuan itu lagi kemudian.
Dan keheningan kembali terjadi diantara mereka berdua, Ahem membiarkan dirinya diam dan tidak menyuruh apa yang diucapkan oleh istrinya, realitanya sedikit banyak apa yang diucapkan oleh Hayat benar adanya. Tidak ada satu rumah tangga pun di dunia ini yang tidak mendapatkan ujian dari Nya.
"Mari pergi ke kamar." Hayat akhirnya kembali membuka suaranya, membiarkan bola matanya mendapat ke arah kaca jendela di dapur mereka dimana bisa dia lihat hujan semakin deras membasahi bumi diiringi dengan kilatan petir yang terus terlihat sejak tadi.
Ahem hanya mengagukkan kepalanya, laki-laki tersebut melepaskan pelukan secara perlahan kemudian dia bergerak dihadapan istrinya, laki-laki itu menggenggam erat telapak tangan istrinya, membawa Hayat untuk kembali ke kamar mereka secara perlahan. Namun belum pula mereka benar-benar bergerak menuju ke arah kamar mereka di lantai atas tiba-tiba suara dari handphone milik Hayat berdering mengejutkan mereka, perempuan itu lupa meletakkan handphonenya di atas lemari pendingin yang terletak di dapur mereka tersebut.
Ahem menghentikan gerakan tubuhnya dengan cepat, dia menoleh ke arah handphone istrinya dan bergerak melepaskan genggamannya pada tangan sang istri. Bergegas menuju ke arah lemari pendingin dan meraih handphone istrinya secara perlahan. Bola mata laki-laki tersebut menantap layar handphone yang ada ditangan nya itu, di mana bisa dia lihat nama pemanggil yang menghubungi istrinya tersebut.
"Mommy."
"Siapa?." Hayat yang menunggu Ahem mendekatinya, dia berdiri tepat di bagian sisi kiri tangga menuju ke lantai atas, bertanya ke arah suaminya sembari mengembangkan senyumannya.
"Mommy Bii." Ahem menjawab cepat pertanyaan istrinya, mengatakan jika yang menghubunginya adalah mommy Hayat, sang ibu mertuanya. Laki-laki tersebut bergerak mendekati istrinya dan memberikan handphone itu ke tangan perempuan tersebut.
Hayat menerima handphone itu sembari mengerutkan keningnya, dia mencoba untuk mengangkat panggilan itu dengan cepat.
"Halo, mom?," perempuan itu menjawab panggilan tersebut sembari terus mengerutkan keningnya dengan penuh? dia pikir kenapa mommy nya menghubunginya di jam malam seperti ini.
Cukup lama dia mencoba untuk mendengar apa yang akan diucapkan mommy nya di seberang sana, hingga pada akhirnya secara spontan tubuh perempuan tersebut tampak bergetar dan di detik berikutnya Hayat langsung melepaskan handphonenya dan langsung menatap kearah suaminya dengan bola mata yang mulai berkaca-kaca.
"Ada apa?." Rona khawatir terlihat jelas di balik wajah Ahem, dia bertanya pada istrinya dengan perasaan cemas.
"Daddy Zuu." suara istrinya tampak bergetar dan di detik berikutnya air mata perempuan itu langsung tumpah begitu saja.
Ahem jelas tanpa harus menunggu penjelasan lebih lanjut dari istrinya langsung memainkan insting alamiahnya, bergerak dengan cepat di mana dia pikir pasti sesuatu yang buruk terjadi pada ayah mertuanya.
"Astaghfirullahul'adzim, apalagi ini ya Allah?." Ahem bergumam di dalam hati, secepat kilat dia bergerak mencari kunci mobil mereka dan mencoba untuk pergi menembus malam yang diiringi hujan deras dan kilat serta petir yang terus terdengar dan menyambar membawa istrinya.
"Engkau boleh menguji ku ya Allah ya Rabb, tapi aku mohon jangan mengujiku dengan kematian." Dan Hayat hanya bisa berkata seperti itu didalam hatinya, membiarkan air mata terus membasahi pipinya.
"Daddy Zuu jatuh tidak sadarkan diri, langsung dilarikan kerumah sakit malam ini," Itu yang di ucapkan mommy nya di balik panggilan nya tadi.
"***Mommy khawatir sesuatu yang buruk terjadi."
Hayat memejamkan bola matanya, memilih bersandar di kursi mobil dimana dia duduk saat ini***.
Dan seberat-beratnya ujian di dunia ini adalah kematian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Budiwati
🥺🥺🥺🥺🥺
2023-05-23
0
Juju Juhariah
bener ujian yg terberat adalah kematian
2023-04-15
0
Yuli maelany
innalilahi 😔😔😔,moga Daddy zuu baik baik aja🤲🏼🤲🏼🤲🏼🤲🏼😔
2023-03-08
0