Rumah sakit xxxxxxx,
Ruang rawat VVIP tuan Zuu,
Pusat kota.
Suara dari arah layar monitor pengatur detak jantung terdengar memenuhi ruangan mendominasi berwarna putih tersebut, satu sosok tubuh laki-laki paruh baya lebih berbaring tidak berdaya diatas kasur dengan di temani selang infus dan alat bantu nafas di mulut nya. Kondisi tuan Zuu tidak terbilang baik-baik saja, jantung nya tiba-tiba berhenti secara mendadak tanpa sebab.
Pertolongan yang diberikan untung nya gercap, membuat laki-laki tersebut berhasil melewati masa buruk nya namun meskipun begitu tetap saja laki-laki tersebut harus melewati serangkaian perawatan dan lain sebagainya untuk menarik kesadaran nya dan memulihkan keadaan tidak baik-baik saja nya.
Hayat duduk disisi kanan dimana daddy nya berada, membiarkan dirinya duduk di atas sebuah kursi kayu yang memang disediakan di ruangan tersebut dimana bola matanya menatap laki-laki yang menjadi cinta pertamanya tersebut untuk waktu yang cukup lama.
Sisa genangan air mata masih terlihat di balik mata indah Hayat, tubuh pucat karena kehamilan pertama semakin menambah pucat nya wajah perempuan tersebut saat ini.
"Istirahatlah." Satu bisikan lembut terdengar dibalik telinga Hayat.
Perempuan tersebut menoleh, menatap mommy nya yang terlihat berusaha mengembangkan senyumannya kepada Hayat, dia tahu wanita tersebut lebih tidak baik-baik saja, tapi mommy nya tidak pernah menampilkan kekhawatirannya pada siapapun, wanita tersebut selalu bisa menyembunyikan segala rasa didalam hati nya dihadapan anak-anak nya sejak dulu hingga kini.
"Mommy pergilah tidur lebih dulu, biarkan aku berjaga disini," Hayat menjawab pelan, sengaja tidak bicara dengan suara keras agar tidak mengganggu daddy nya.
Nyonya Bii menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kamu tengah hamil muda, jika kurang tidur akan tidak baik untuk kesehatanmu dan juga janin mu, sayang. Mommy akan menjaga daddy mu, dan pergi tidur saat mommy lelah dan mengantuk." Wanita tersebut mencoba mengingatkan Hayat tentang kehamilan nya, dia tahu kurang tidur akan berakibat kurang baik untuk kesehatan putrinya dan calon cucunya.
Hayat terlihat diam, membiarkan bola matanya menatap wanita di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya Hayat berkata.
"Maafkan aku, mom." Hanya sebaris kata tersebut yang mampu diucapkannya pada wanita berjuluk ibu tersebut, merasa sangat bersalah dengan keadaan yang terjadi saat ini.
"Jika bukan karena aku, daddy-," Hayat tidak mampu melanjutkan kata-katanya, dia menundukkan kepalanya dengan cepat, membiarkan air matanya tumpah tanpa mampu dia bendung lagi.
Yah dia pikir ini semua adalah salahnya, jika bukan karena pernikahannya yang terlalu dipaksa daddy nya mungkin tidak akan jatuh tumpang saat ini, dia tahu laki-laki tua itu pasti cukup stres memikirkan tentang dirinya dan juga pernikahan yang tidak direstui. Tapi apalah daya dia sama sekali tidak bisa mengendalikan hatinya, terkadang cinta bisa membutakan segalanya.
"Kenapa berkata seperti itu?, tentu saja ini semua bukan salahmu, sayang. Ini hanya sebagian daripada musibah dimana ketika Allah ingin memberikan kita ujian sakit maka kita pada akhirnya akan jatuh sakit." Selalu seperti itu, mommy nya begitu pandai untuk menghibur dirinya, tidak tercetus sedikitpun dari bibir wanita tersebut yang menyalahkan putri nya atas apa yang menimpa suaminya.
Nyonya Bii menyentuh perlahan dagu dari putrinya itu, dia menaikkan wajah Hayat agar menatap ke arah dirinya dan mendengarkan apa ucapannya.
"jangan memikirkan soal apapun, ini hanya bagian daripada musibah, semua pasti baik-baik saja sayang, percayalah." Lanjut wanita tersebut lagi kemudian.
Hayat tidak mengeluarkan sama sekali suaranya, membiarkan netra nya menatap netra mommy nya sembari dia menumpahkan kembali air matanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Budiwati
😭😭😭😭
2023-05-23
1
Triiyyaazz Ajuach
ouch Mommy Bii mmg wanita yg kuat sangat bijaksana
2023-03-10
0
Kholisotin Kholisotin
bener" kau outhor di season ke dua ini kenapa bawangny banyaaaak bangeeeeet 😭😭😭
2023-03-10
0