Gallery lukisan xxxxxxx
Pusat kota.
Sejenak Hayat langsung mematikan mesin mobilnya ketika dia telah tiba pada bagian galeri lukisan pusat kota di mana yang menjadi tujuannya hari ini untuk melakukan satu aktivitas tidak biasa.
Sebuah informasi didapatkan nya dengan tidak mudah dan tidak cuma-cuma, beberapa hari ini dia terus mencoba untuk mengatur jadwal semua orang agar sinkron antara satu dengan yang lainnya. Dia akan melancarkan aksinya untuk mendapatkan cara mendekati ayah mertuanya.
Hayat tahu perjalanan restu masih panjang, tapi yang jelas usaha harus terus berjalan bagaimana pun caranya. Dibalik berhasil atau tidak perjuangan yang akan dia lakukan yang penting dia harus berusaha dulu untuk mendapatkan Restu yang dia inginkan.
Setelah mematikan mesin mobilnya, Hayat terlihat langsung turun dari mobilnya Tersebut, kemudian dengan gerakan tergesa-gesa dia berlarian menuju ke arah galeri lukisan yang ada di sisi kanannya, perempuan itu berkali-kali melirik ke arah jam tangannya, memastikan jika dia tidak datang di waktu yang cukup terlambat.
begitu tiba di dalam gedung galeri lukisan bola mata perempuan itu tampak berusaha untuk menjelajahi tempat tersebut secara perlahan, memastikan jika daddy All belum tiba di sana.
"Ayah mertua ku belum kemari?." Dia bertanya pada seseorang, yang merupakan salah satu sosok yang menjadi bagian daripada galeri lukisan tersebut.
Perempuan yang ditanya langsung menggelengkan kepalanya.
"Belum" Jawab perempuan tersebut dengan cepat.
Hayat terlihat mengembangkan senyuman nya, ada arti sebuah kepuasan didalam senyumannya, buru-buru Hayat berlalu, meninggalkan perempuan tersebut dengan tergesa-gesa.
Dia tahu laki-laki tersebut memiliki jadwal untuk menghadiri acara pembukaan galeri, menjadi salah satu tamu yang dinantikan di acara tersebut, anggaplah dia kehilangan akal warasnya, menjadi Hayat yang tidak tahu malu untuk mendapatkan restu dari daddy Ahem.
Dia menilai semangat baru nya sejak kemarin, demi bayi didalam perutnya dia akan berjuang untuk menyakinkan laki-laki tua tersebut jika dia pantas menjadi istri dari putra nya, dia pantas melewati izin dari semua orang di keluarga Hillatop dan Azzurra, dia pantas mendapatkan posisi menjadi nyonya Ahem Zigaz Hillatop.
Hayat buru-buru menepi, berbisik pada seorang laki-laki, atas rencana yang mereka buat hari ini.
"Seperti nya tuan All zigra sudah tiba, nona bisa duduk di sudut sana hingga semua orang berkumpul bersama." Laki-laki tersebut bicara, memastikan jika laki-laki tua Hillatop sudah tiba, kini berada di area parkiran dan baru turun dari mobilnya.
Hayat menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dia memang tidak ingin terlalu banyak berdiri dan bergerak kesana-kemari mengingat kehamilan nya masih terlalu dini. Memilih duduk di satu kursi pada bagian sudut kiri gallery, mengintip dari kaca dan memastikan mertuanya sudah masuk kedalam galeri.
cukup lama perempuan tersebut berada dalam penantian dengan perasaan berdebar-debar, membiarkan bola matanya terus fokus ke arah depan dimana bisa dia lihat orang terus mondar-mandir sejak tadi untuk menghadiri acara pembukaan galeri lukisan seni di tempat tersebut di mana akan dihadiri oleh berbagai macam orang-orang dari kalangan menengah hingga ke atas dan salah satunya adalah ayah mertuanya.
Hingga pada akhirnya Hayat terlihat tersenyum puas begitu mendapatkan sosok ayah mertuanya di antara kerumunan orang-orang. Perempuan tersebut langsung menghela panjang nafasnya dengan perasaan berdebar-debar, menunggu laki-laki tua itu masuk ke dalam galeri lukisan tersebut secara perlahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Siti Hattaini
semangat berjuang hayat💪💪
2023-05-23
0
Budiwati
🥺💪💪💪💪
2023-05-23
0
leni Sari
rencana apa sii yang mau dilancarkan hayat untuk bertemu daddy all 🤔🤔
2023-03-25
0