Tuan All zigra jelas cukup terkejut dengan kehadiran Hayat yang tiba-tiba, dia menaikkan ujung alisnya untuk waktu yang cukup lama kemudian menatap secangkir kopi yang diletakkan Hayat dihadapan nya.
Begitu keras kepala mungkin, saat seorang pelayan kafe datang membawakan secangkir kopi yang sama, laki-laki tersebut sadar dari keadaan langsung berusaha membuang pandangannya dan menatap kopi pesanan nya dengan cepat. Dia dengan cara sedikit menyudutkan menggeser kopi yang diberikan Hayat.
"Aku cukup terkejut kamu datang menemui ku dan menawarkan secangkir kopi yang cukup sia-sia" Dia bicara, membiarkan kopi tersebut bergeser jauh dari tempat nya.
Hayat menatap coffee yang dia pesan, membuang perasaan sakit sambil terus berusaha mengeluarkan senyuman, mungkin dia juga keras kepala, membuang urat malu dan gengsi juga sifat cengeng didalam dirinya.
"Itu bukan masalah, aku kebetulan lewat dan melihat daddy di sini" Hayat menjawab sedikit berkilah, berbohong demi kebaikan bukan kah tidak masalah?!.
Mendengar ucapan gadis tersebut membuat tuan All zigra mendengus, dia membuang pandangannya, meraih cangkir kopi nya kemudian menyeruput nya secara perlahan.
"Kamu selalu pandai membohongi orang-orang disekitar" laki-laki tersebut berucap, dia kembali meraih majalah dihadapan nya dan berniat untuk kembali membaca halaman yang belum selesai dia baca sejak tadi.
Kata berbohong cukup menusuk hati nya, membuat Hayat sadar jika dia seringkali melakukan nya untuk melindungi dirinya sendiri dari masalah,tapi bertemu dengan paman tua tampan yang ternyata ayah Ahem tidak pernah dimulai dengan kebohongan, semua berjalan seperti air, mengalir begitu saja tanpa rencana. Jika dia tahu sejak awal laki-laki disamping nya ayah suaminya mungkin dia tidak akan mau bersikap seperti dulu pada laki-laki tersebut .
"Aku tidak pernah memulai segala sesuatu dengan daddy dari kebohongan" pada akhirnya perempuan itu mulai membuka suaranya, memilih menatap cangkir berisi kopi milik nya dimana kedua belah telapak tangannya melingkar menggenggam cangkir kopi tersebut.
Wajah pucat Hayat karena kehamilan di trimester pertama semakin membuat putih wajahnya tanpa sapuan make up atau lipstik yang menghiasi bibirnya.
"Semua berjalan begitu saja tanpa rencana dan aku...."
"Itu terdengar seperti sebuah pembelaan" Tuan All zigra menyela ucapan Hayat, kali ini bola mata laki-laki tersebut menetap ke arah perempuan di sampingnya itu dengan tatapan yang cukup tajam.
"Aku pikir kamu cukup tidak tahu malu karena menemuiku tadi pagi seperti ini, apa kamu tahu? mood ku yang baik tiba-tiba hancur bahkan membuat ku kehilangan selera untuk menghabiskan secangkir kopi pesanan ku" Dan terlalu tajam mulut laki-laki tersebut bicara pada Hayat yang adalah menantunya sendiri.
Dia tidak memberikan toleransi, pertikaian dan permusuhan dua Keluarga dimasa lalu hingga masa kini tetap menyisakan dendam di antara mereka, dia tetap tidak akan pernah mengizinkan hubungan putranya dengan putri Keluarga musuhnya berjalan.
Hayat menggenggam erat telapak tangan nya untuk beberapa waktu, menahan sesak di dada atas ucapan laki-laki paruh baya lebih tersebut.
"Berhentilah berusaha, itu tidak akan meluluhkan hati ku, kecuali kau melepaskan Ahem mungkin aku baru akan berbaik hati dan melebarkan tangan untuk merangkul dan memeluk mu" Lanjut tuan All zigra lagi kemudian.
"Dan aku pikir aku sedang berencana untuk menjodohkan Ahem dengan gadis pilihan keluarga Hillatop, jadi pikirkan kembali untuk terus bertahan dengan nya dan membuang waktu mu yang sia-sia"
Hayat membiarkan laki-laki tersebut bicara, ditengah hatinya yang tidak baik-baik saja, dia pikir mungkin bisa dapat sedikit celah nyatanya laki-laki tersebut semakin memasang jarak pasti di antara mereka. Hayat dengan tangan sedikit bergetar menggenggam cangkir kopinya, berusaha menyeruput kopi tersebut tanpa mengeluarkan suaranya.
Cahaya matahari mulai menghangat menerpa dan menerobos masuk melalui kaca jendela, memantulkan sinarnya dan membuat hangat wajah Hayat meskipun pertemuan mereka benar-benar tidak sehangat secangkir kopi di pagi ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Budiwati
😥😥😥😥😥
2023-05-22
1
Yuyun Yunita
all jgn terlalu ketus ada calon penerusmu didlm perut menantumu
2023-05-05
0
kavena ayunda
pergi aja jauh hayat usaha gk di hargai bgt
2023-03-30
1