"Kerugian terbesar adalah ketika kita menyerah pada perjalanan yang masih bisa diperjuangkan."
Hayat menundukkan kepalanya secara perlahan, menatap punggung ayah mertua nya secara perlahan, seulas senyuman masih mengembang di balik bibirnya meskipun tuan All zigra telah menghilang dari pandangan nya.
Pagi ini mampu dilewati dengan cukup baik-baik saja, meskipun dia tahu ini baru awal tapi bukankah untuk menuju ke Madinah dan Mekkah orang-orang melewati jalan yang berbeda-beda, meskipun pada akhirnya tujuan mereka tetaplah sama.
Sejenak dia mendongakkan kepalanya, menatap matahari yang mulai bergerak menantang hari, terik memang dan tidak lama lagi cukup mampu membakar kulit. Perempuan tersebut menghela pelan nafasnya, membuang beban berat atas pertemuan yang dilakukan tadi bersama ayah mertuanya.
Dia tahu restu masih panjang, tidak mudah menyakinkan satu persatu semua orang, tapi bukankah tanpa usaha bagaimana keberhasilan bisa di dapatkan?.
"Hayat" Satu suara terdengar dari ujung sana, mengejutkan Hayat hingga membuat dia menoleh keasal suara.
Ahem berlarian mendekati dirinya, menatap gelisah sang istri dan langsung memeluk nya erat.
"Apa yang kamu lakukan?." Laki-laki tersebut mendapatkan beritanya dari pelayan dirumah, sang istri pergi tergesa-gesa menuju ketempat yang belum diketahui.
Kamera pelacak yang dia pasang di mobil istrinya cukup membuat dia tahu kemana tujuan perempuan tersebut pagi-pagi sekali setelah dia pergi ke perusahaan, dan dia tahu kemana Hayat pergi pagi-pagi sekali. Menemui daddy nya dan entah ingin melakukan apa. Dan yakinlah seketika kekhawatiran menghantam Ahem hingga membuat dia meninggalkan seluruh pekerjaannya tanpa berpikir dua tiga kali. Dia benar-benar gelisah dan khawatir.
Hayat yang terkejut dengan kehadiran suaminya jelas saja langsung mendongakkan kepalanya, dia menatap dalam bola mata laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
"Menemui daddy," Jawab Hayat pada akhirnya.
Sang suami jelas menampilkan sisi terkejut nya, laki-laki tersebut melepaskan pelukannya kemudian dia mencoba untuk melihat bagian tubuh mana saja milik istrinya apakah ada yang terluka atau apapun itu yang mungkin terjadi tadinya.
"Sunshine, daddy tidak melakukan hal yang buruk pada ku" sang istri mengembangkan senyumannya masih memanggilnya dengan nama panggilan penuh cinta dan berkata jika tuan All zigra sama sekali tidak pernah berlaku buruk padanya.
dan Ahem seketika merasa lega saat dia mendengar jika tidak ada hal yang buruk dilakukan oleh laki-laki tua tersebut kepada istrinya.
"kamu membuatku cukup khawatir, kenapa pergi sendiri tanpa bicara padaku dulu? bagaimana jika hal yang buruk terjadi?." berbagai macam tanya dilesatkan oleh laki-laki tersebut, sembari dia menatap istrinya dengan perasaan gelisah.
Hayat sama sekali tidak menjawab, hanya mengembangkan senyumannya semberi terus menatap dalam bola mata suaminya.
"Bukankah mereka bilang seorang kakek dan nenek pasti jauh lebih mencintai cucu mereka ketimbang anak-anak mereka?" Dan Hayat melesatkan barisan tanya pada suaminya.
Ahem tidak menjawab, laki-laki tersebut hanya mengerutkankan keningnya, mendengar agak bingung atas pertanyaannya dilontarkan oleh sang istrinya.
"Meskipun tidak menyukai ku, setidaknya Daddy menyukai dirinya" Dan kini Hayat menyentuh lembut perutnya, dia menundukkan kepalanya secara perlahan, membiarkan matanya sejenak terpejam sembari dia mencoba membiarkan rasa menyeruak masuk didalam hati nya.
Dia ingat apa yang diucapkan oleh laki-laki tua itu tadi.
"Aku tidak akan pernah memberikan restu ku pada pernikahan kalian, bahkan aku tidak ingin melihat kamu melangkah kan kaki mu ke kediaman Hillatop, tapi ketika dia lahir dia tetap bagian dari keluarga Hillatop dan kamu tidak punya hak untuk menghalangi nya datang dan pergi untuk menemui kami"
Dan bagi Hayat itu jauh lebih daripada cukup atas apa yang menjadi ekspektasi nya. Setidaknya ayah mertuanya mau menerima dan mengakui anak yang ada didalam perut nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Bundanya Pandu Pharamadina
sekeras kerasnya batu klo kena tetesan air pasti hancur juga ,begitupun Ahem Hayat harus bersabar suatu saat ortu² kalian pasti akan luluh apa lagi dgn adanya cucu
2024-06-18
0
Budiwati
semangat
2023-05-23
0
Yuyun Yunita
karena All zigra tdk sejahat itu apalgi dengan keturunanny sendiri
2023-05-05
0