Mansion utama Ahem dan Hayat
Ruang makan.
Langit terlihat cukup mendung dimana angin terus bertiup kencang sejak tadi, Hayat pikir hujan sepertinya akan turun dengan deras, dimana kilatan di langit beberapa kali terlihat. Perempuan itu mulai membereskan sisa makanan sembari dia melirik kearah suaminya yang mulai meletakkan beberapa piring kotor ke tempat wastafel cucian piring.
"Aku akan membereskan semuanya dan membersihkan piring-piringnya, kembalilah ke kamar dan pergi beristirahat" Ahem bicara perlahan ke arah istrinya tersebut sembari mengembangkan senyumannya, dia ingin hayat segera masuk ke kamarnya dan mengistirahatkan diri mengingat perempuan itu tengah hamil dan juga dilarang untuk tidur di waktu yang cukup terlambat.
Laki-laki itu tampak melirik kearah langit yang semakin menggelap, dia pikir hujan malam ini pasti akan turun dengan deras.
"Bukan masalah, aku akan duduk di sini dan menunggumu." Hayat menjawab dengan ucapan dari suaminya, dia menolak untuk pergi ke kamar lebih dulu. Tidak nyaman untuk dirinya bergegas pergi ke kamar tanpa suaminya mengingat yang tinggal di sana hanya mereka berdua dan pelayan rumah yang tinggal di bagian belakang jika malam hari tiba.
"tidak merasa lelah dengan keadaan? aku pikir ini cukup larut malam seharusnya kamu pergi beristirahat lebih awal dari biasanya." Lagi suaminya bicara dengan cepat sembari melirik ke arah sang istrinya tersebut kemudian dia bergerak untuk mulai membersihkan piring-piring yang ada di dalam tempat pencucian piring.
"belum begitu lelah, aku juga belum terlalu mengantuk." Hayat menjawab dengan siapa ucapan suaminya tersebut.
Ahem sejenak dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh istrinya di mana pada akhirnya secara perlahan dia mulai membasuh peralatan makan yang mereka gunakan tadi satu persatu, tidak mengeluarkan lagi suaranya sama sekali dan membiarkan istrinya duduk di salah satu kursi makan dan menatapnya bekerja.
"Sayang," Pada akhirnya Ahem bicara memecah keheningan.
Laki-laki tersebut baru saja menyelesaikan pekerjaannya meletakkan piring-piring tersebut pada bagian rak kemudian secara perlahan dia mengeringkan tangannya dengan lap yang tergantung di sisi kirinya.
Ahem kemudian berbalik, menatap kearah istri nya yang masih duduk di atas salah satu kursi makan, dia menatap ke arah Hayat yang kini menatap dirinya dengan pandangan dalam, menunggu apa yang ingin diucapkan oleh dirinya untuk beberapa waktu.
"Ada apa?," Tanya Hayat kemudian dalam keinginan tahuan dan jutaan rasa penasarannya.
"Apa ada sesuatu yang buruk diperusahaan? atau ada masalah lainnya?." Lanjut nya lagi dalam tanya.
Ahem belum menjawab, memilih melangkahkan kakinya mendekati perempuan tersebut secara perlahan kemudian dia berdirinya tepat di belakang Hayat, memilih menjongkokkan tubuhnya sedikit dan memeluk perlahan istrinya.
"Katakan padaku" Ucap Ahem pelan.
Hayat terlihat diam, membiarkan laki-laki tersebut memeluknya dari arah belakang di mana dia masih dalam posisi duduk di atas kursi makan, Ahem melingkarkan kedua belah tangannya ke leher Hayat dan memeluk hangat dirinya.
"Apakah sulit memilih menikah dengan ku dan melewati masa ini bersama?" Terdengar jutaan kekhawatiran didalam nada bicara suaminya, seolah-olah takut jika Hayat mungkin bosan atau lelah dengan pernikahan tanpa restu dari seluruh keluarga.
Keadaan cukup berlangsung lama, begitu hening meskipun tidak dipungkiri diluar sana gerimis perlahan mulai datang. Hayat menyentuh lembut lengan suaminya, memilih mengelus lembut lengan tersebut untuk beberapa waktu.
"Tentu saja tidak." Jawab perempuan itu pelan.
"Maafkan aku." Dan pada akhirnya laki-laki tersebut mengeluarkan kata sesalnya, seolah-olah dia benar-benar menyesal menyeret Hayat pada pernikahan berat yang memisahkan istrinya dari keluarga besar yang menjaga istrinya sejak didalam kandungan hingga kemarin sebelum pernikahan mereka di laksanakan.
"Benar-benar maafkan aku" Lanjut Ahem lagi kemudian, dia memejamkan perlahan bola matanya dan membiarkan wajahnya bersandar di punggung kepala istrinya dalam diam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Budiwati
😥😥😥😥
2023-05-23
2
Vino S Fisabililah
tetep semangat berjuang jgn putus asa 💪💪💪
2023-04-04
0
Fanny Pedati
"Maafkan aku🙏
"Benar" maafkn aku🤗
sungguh saat baca bagian ini hati nyesak,tumpah pun airmataku thor😭😭😭😭sehat sllu bumil,dan juga mak author🤗🤗🤗
2023-03-20
0