"Sama, itu 2 juta juga," jawab penjual itu.
"Ya udah, aku mau 2 ekor itu pak," ucap Ferzo.
"Oke," jawab penjual itu dengan senang hati. Ia mengikat leher hewan itu dengan tali tapi di longgarkan lalu memasukan makanan hewan itu ke dalam kantong plastik sebagai bonusnya dan juga sebagai contoh jika pemiliknya ingin membeli makanan untuk para hewan peliharaannya.
"Ini hewannya, ini makanannya, jika mau bulunya bagus, lembut dan nggak rontok, kasih makan yang ini aja ya," ucap penjual hewan itu memberi tahu.
"Oh gitu." angguk Ferzo. Ia merogoh kantong celananya dan memberikan uang 4 juta.
"Terima kasih banyak ya, kalau mau beli hewan peliharaan lagi beli sama aku aja, di jamin hewannya sehat-sehat dan berkualitas," ucap penjual itu mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.
"Iya Pak." angguk Ferzo. Ia membawa ke dua hewan peliharaannya meletakkan di depan dekat kakinya karena motor yang ia dapat motor matic.
"Baik-baik ya di jalan, jangan lari ya." Ferzo mengikat tali itu di stang motornya dan mengelus-elus kepala kucing dan anjingnya agar menurut.
Ferzo pun melajukan motornya melaju di jalanan. "He-he-he sekarang aku punya mainan baru." Ferzo tersenyum melihat kedua ekor peliharaannya menikmati perjalanannya.
Motor terus melaju, akan tetapi tiba-tiba di jalan ada seorang pria yang lari dengan kencang.
"Wah, laju amat larinya, apa dia sedang latihan lari untuk ikut lomba lari tercepat?" tanya Ferzo melihat pria itu kebelakang.
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Tangkap pencuri]
[Hadiah 4.000.000]
[Status misi: Sedang berlangsun]
Terlihat dari depan orang beramai-ramai berlari sambil teriak-teriak.
"Copet! Copet!" teriak mereka.
"Wkwkwkw… ku pikir tadi orang itu sedang latihan lari, ternyata copet," ucap Ferzo memutar motornya lalu melajukan motornya ke arah lari pencopet itu.
Tadi Ferzo sekilas melihat jika pencopet itu berbelok saat ia melihat kebelakang tadi. Ia pun masuk ke dalam belokkan itu.
Untung saja kedua hewannya diam aja dan nggak liar.
Ferzo memelankan laju motornya. "Kemana dia pergi tadi ya?" tanya Ferzo karena itu ada simpang 3. Ferzo berhenti memikirkan kiri atau kanan yang harus ia pergi.
"Hm … kiri aja deh, karena biasanya orang kalau ada dua belokkan pasti otak kirinya yang bekerja, itu menurut ku," ucap Ferzo tertawa, ia melajukan motornya belok kiri.
Sesampainya di sana, ada semak-semak belukar, Ferzo melihat ada sebatang pohon rindang berdiri yang rendah.
Ferzo memberhentikan motornya dan mengstandarkannya.
"Kalian jangan kabur ya, aku cuma pergi sebentar aja kok," ucap Ferzo mengelus kepala hewan peliharaannya.
Ia pun berjalan melihat-lihat sekitar. Akan tetapi tiba-tiba ia kebelet mau pipis. Ferzo melihat ke kiri dan kanan memastikan jika tidak ada orang di sana.
"Sepertinya memang tidak ada orang di sini." Ferzo membuka celananya lalu ia pun pipis di dekat pohon kecil itu.
"Hey! Hey! Kurang ajar! Beraninya kau mengencingi ku!" teriak seorang pria yang kepalanya basah oleh pipis Ferzo.
"Eh maaf, maaf Bang, aku nggak tau kalau ada orang di sini," ucap Ferzo menutup kancing celananya.
"Sial! Benar-benar sial!" denggus pria itu berdiri dari pohon itu dan berjalan meninggalkan Ferzo.
"Tunggu dulu!" panggil Ferzo.
Pria itu berhenti dan melihat ke arah Ferzo. "Apa lagi?" tanya pria itu.
Ferzo berlari lalu menerpa pria itu lalu menarik kedua tangannya dan mengengam ya dengan kuat, Ferzo duduk di atas tubuh pria itu.
"Hey! Apa yang kau lakukan!" teriak pria itu berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Ferzo.
"Kau itu pencopet, kembalikan barang yang kamu copetkan itu kepada pemiliknya, baru aku akan melepaskan mu," jawab Ferzo.
"Siapa pencopet! Aku tidak copet!" teriak pria itu.
"Kalau bukan pencopet ngapain lari dan di kejar-kejar sama orang banyak dan bersembunyi di sini?" tukas Ferzo.
"Aku bukan bersembunyi, aku sedang mencari sesuatu." Pria itu meliat-liatkan tubuhnya karena di duduk Ferzo.
"Ah jangan bohong kamu! Ayo ikut aku." Ferzo mengangkat tubuh pria itu berdiri. Jika ia pergi gitu aja dan meninggalkan motornyabgitu aja, nanti motornya pasti akan di curi.
Ferzo menarik pria itu ke arah motornya, ia mengambil tali yang ada di anjingnya itu lalu mengikatkan kedua tangan pria itu, pria itu terus ingin melepaskan dirinya, tapi tenaga Ferzo lebih kuat.
"Kau ini sebenarnya anak siapa sih? Kenapa kuat sekali padahal badan mu kerempeng!" seru pria itu.
"Tentu saja aku anak Ayah dan Ibu ku," ucap Ferzo mengikat tali itu ke pegangan belakang motornya. Sedangkan Anjing tadi ia ikat lehernya satu tali dengan kucingnya.
Ferzo menghidupkan motornya pelan agar pencopet itu bisa mengikutinya. Dari kaca spion terlihat pria itu ingin mengigit tali itu untuk melepaskannya. Tapi Ferzo menggaskan sedikit motornya membuat pria itu ikut maju ke depan berlari lari pada ia terseret.
Begitu terus di sepanjang jalan sampai ia menemukan jalan besar.
Ada beberapa orang yang sedang berkumpul, mereka terlihat kelelahan karena berlari, saat melihat Ferzo dengan motornya membawa pencopet yang mereka cari tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Rusmini Rusmini
kayak narik kebo aja /Chuckle//Chuckle/
2024-11-20
0
Ardi Provision
jadi gak suka dengan sifat mc
2024-11-01
0
Emak Aisyah
emm di sini sistemnya murah kemaren aku mbaca sistem tampan,setiap dapet nolongin cewe dapet ratusan juta nikah milyaran,cepet kaya
2024-06-06
4