Pelajaran pun berlangsung, buk guru menjelaskan mata pelajaran hari ini secara saksama. Ferzo mengikuti pelajaran dengan semangat.
Yun melihat kebelakang sambil tersenyum ke arah Ferzo yang serius. "Lihat saja nanti, aku akan mengerjai mu," lirih Yun.
"Baiklah anak-anak, kerjakan soal dari 1 sampai 10 ya, setelah selesai langsung antar ke depan," ucap ibu guru setelah selesai menjelaskan.
"Baik Bu," jawab para siswa lesu, karena langsung harus mengerjakan soalan yang ada di papan tulis, mereka berharap jika itu dijadikan PR saja.
"Kali ini aku harus mengerjakan soal dengan serius," ucap Ferzo, ia benar-benar mengerjakannya dan terus berpikir bagaimana ia bisa benar semua, ia berpikir keras dan mengerjakan dengan semaksimal mungkin.
Karena sudah selesai, Ferzo berjalan ke depan dengan membawa bukunya.
"Ini buk sudah selesai," ucap Ferzo menyerahkan kepada bu guru.
Semua murid yang ada di kelas sudah biasa melihat Ferzo mengerjakan soal dengan cepat, karena ia termasuk anak yang pintar, tahun kemarena ia mendapat bea siswa sayangnya hanya untuk 3 bulan, sedangkan sisa uang 3 bulan lagi di korupsi oleh gurunya dengan alasan biaya pengurusan.
"Baik, kamu silakan duduk, biar ibuk periksa dulu tugas kamu," ucap buk guru. Ferzo pun berjalan menuju kursinya yang paling belakang dan paling sudut.
Bu guru memeriksa, ia mencetang jawaban Ferzo sambil mengangguk-angguk.
"Ferzo, silakan ke depan," pinta bu guru. Ferzo pun berjalan menuju ke depan kembali.
"Ferzo, jawaban kamu betul semua, seperti ini yang Ibu mau, tolong pertahankan ya. Jadi nilai kamu 100, good job Ferzo," ujar Bu guru senang.
"Terima kasih Buk," ucap Ferzo menundukkan kepala memberi hormat. Ferzo balik ke tempat duduknya sambil tersenyum.
Ferzo melihat bukunya sambil tersenyum, sebenarnya ia sedang melihat systemnya, uangnya semakin bertambah dan ia mendapatkan sebuah laptop, gambar laptop itu berputar di layar sentuh hologramnya.
"Pulang nanti aku bisa mencoba main game nih," ucap Ferzo mengangguk-angguk. Ia sudah lama menyukai game, tapi uang yang ia miliki hanya cukup, selama ini dia hanya mengintip teman sekelasnya bermain game dari belakang.
Suara sirine menandakan waktunya pulang sekolah, anak-anak bergegas keluar dari kelas.
Ferzo berjalan menyusuri koridor dan berjalan keluar dari sekolahnya. Dari belakang Yun, Iyan dan Mul mengendari motornya mengikuti Ferzo, Ferzo terus berjalan di khusus pejalan kaki dengan santai meskipun ia tahu jika ketiga orang itu mengikutinya.
"Aku benar-benar ingin membalasnya karena beraninya dia melawan," ucap Yun geram.
"Iya, aku ingin membalasnya karena ia berani menendang ku tadi," ujar Iyan.
Yun pun memberhenti motornya. Meskipun ia punya penyembuhan, tapi Ferzo juga harus tetap melarikan diri, ia pun berlari sekencang-kencangnya, Yun dan kedua temannya mengerjai Ferzo.
"Jangan lari kamu!" teriak Yun.
"Orang bodoh yang tidak akan lari," jawab Ferzo yang terus berlari.
"Sial! Lihat saja nanti, kalau dapat habis kau ku buat seperti semalam!" teriak Yun.
"Hahaha, coba saja kalau kau bisa," ejek Ferzo sambil tertawa membuat Yun tambah geram.
Mereka pun berhenti mengejar Ferzo dan kembali ke motor. Mereka pun melajukan motornya. Saat mereka sudah sampai di dekat Ferzo, Ferzo berlari kebelakang, tidak mungkin mereka mengejarnya lagi.
"Lihat saja besok, kau tidak akan lolos," ancam Yun.
"Ku tunggu," jawab Ferzo menyengir.
"Sial! Entah kerasukan apa yang ia dapatkan sehingga berani melawan ku, aku tidak akan membiarkannya," ucap Yun kesal.
Ferzo pun pulang sambil tersenyum.
\[Klik di sini untuk membuka\]
\[Klik\]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
dark sistem
biar masuk lagi biasiswa dan korup lagi
2025-01-07
0
S Property
biadab
2025-01-10
0
Rusmini Rusmini
lanjut....
2024-11-20
0