[System' menjawab: Tidak semua Tuan, ada yang masuk menjadi misi, ada juga yang tidak, tapi Tuan tetap saja harus melakukan hal yang bermanfaat karena Tuan sudah di beri kesempatan ke dua untuk hidup]
"Hm … jadi maksudmu aku kemaren itu mati?" tanya Ferzo mendadak berhenti.
[Hampir mati, jika terlambat di tolong, mungkin nyawa Anda tidak bisa di selamatkan]
"Begitu ya, jika begitu terima kasih sudah menyelamatkan ku," ucap Ferzo kembali mendayung sepedanya untuk pulang ke rumah.
Setelah sampai di rumah, Ferzo pun memasukkan sepedanya ke dalam kost-annya, tak lupa karena sepeda baru, ia mengelapnya agar terbebas dari debu yang menempel.
Ferzo menghidupkan laptopnya lalu memutar musik sebagai teman tidurnya, karena tak punya teman lain.
Tidak ada yang menyukainya di sekolah, mereka selalu mengolok-oloknya, sekali pun Ferzo pintar, mereka hanya datang di saat butuh, setelah itu mereka pura-pura tidak kenal. Mereka sering meminta Ferzo untuk mengerjakan tugas dan menyuruhnya mencatat buku catatannya membuat Ferzo tidak mencatat untuk bukunya. Tapi Ferzo tetap melakukannya, ialebih suka mengalah dan lembut hatinya, tapi tetap saja tidak ada yang mau berteman dengannya, mereka tetap menjauhinya.
Terdengar suara lalu lalang motor menandakan pagi sudah tiba. Rasanya tidur tadi malam sangat nyenyak, tak biasanya ia tidur begitu, biasanya tengah malam ia selalu terbangun takut jika kambing majikannya di maling orang. Tapi semua itu sudah tinggal kenangan, uang yang ia dapatkan dalam sehari bisa selama 5 bulan ia bekerja dan itu pun tidak ada di tanggung oleh majikannya.
Ferzo bangun dan segera mandi, lalu mengganti pakaian. Ferzo mengeluarkan sepedanya lalu mengendarainya di pinggir jalan. Perjalanan ini terasa menyenangkan.
Sesampainya di sekolah, Ferzo memarkirkan sepedanya, di tempat parkiran, di sana hanya ada sepedanya sendiri saja, sisanya motor dan mobil.
Yun mengerutkan dahinya, sejak kapan Ferzo punya uang bisa beli sepeda? Apakah selama ini ia menabung?
Setelah memarkirkan sepedanya, Ferzo masuk ke dalam kelasnya.
"Lihatlah, dia punya sepeda baru, bagaimana jika rusakkan sepedanya," saran Yun.
"Ide bagus," sahut Mul setuju. Mereka bertiga pun menuju ke arah sepeda Ferzo, lalu membuka \*\*\*\*\*\* angin dan mengeluarkan angin di kedua ban sepeda.
Meskipun ada siswa yang sedang memarkirkan kendaraannya dan melihat apa yang di lakukan Yun, tapi mereka memilih diam atau mereka juga kena imbasnya.
Yun termasuk anak nakal, meskipun kesalahan kecil yang mereka lakukan tapi ia akan membalasnya, apa lagi kesalahan besar, dia akan membalasnya berkali lipat. Karena dia adalah anak orang kaya, ayahnya juga tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh anaknya, karena ia bisa menyelesaikan masalah dengan uang.
Mereka pun tertawa senang, tak lupa mereka juga menendang sepeda itu lalu menginjak pelak sepeda itu hingga bengkok.
"Aku akan menghabisi mu sampai kau keluar dari sekolah," ucap Yun puas setelah merusak sepeda Ferzo. Mereka pun masuk ke dalam kelas sambil tertawa dan melihat ke arah Ferzo.
"Hey si miskin pengembala kambing, kamu terlihat bahagia?" tanya Yun menyeringai.
"Bukan urusan mu!" jawab Ferzo ketus, lalu ia fokus dengan ponselnya.
"Sial! Beraninya kau berkata kasar seperti itu, kau minta di pukul ya." Yun berjalan mendekati Ferzo lalu menarik kerah baju Ferzo, Ferzo pun memegang tangan Yun dan bersiap menghajarnya.
Akan tetapi tiba-tiba guru masuk, Yun langsung melepaskan baju Ferzo.
"Sekarang kamu selamat, tunggu saja pulang sekolah nanti," ancam Yun dan ia pun kembali ke kursinya.
"Heh! Seharusnya aku yang bilang begitu, kau selamat karena guru masuk, jika tidak sudah habis kau," gumam Ferzo.
"Baik anak-anak, kalian boleh antar PR ke depan ya," ucap buk guru, ada sebagian murid mengeluh karena PR mereka belum di kerjakan, ada juga sudah di kerjakan tapi belum selesai.
Karena sudah selesai, Ferzo mengantar bukunya ke atas meja buk guru lalu kembali ke kursinya.
"Lihatlah, lagi-lagi Ferzo yang duluan mengatakan ke depan, lalu kalian kapan?" tanya bu guru marah.
"Cih! Lagi-lagi Ferzo, menyebalkan!" gerutu Yun menggaruk keningnya sambil melihat Ferzo, tapi Ferzo malah menyengir.
"Astaga! Sejak kapan anak itu bisa tersenyum, lihat saja kamu ya, menangis kau ku buat nanti!" ucap Yun mendengus kesal.
Pelajaran pun berlangsung, mereka pun mengerjakan tugas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Rusmini Rusmini
pengen lihat Ferzo dewasa
2024-11-20
0
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Ferzo
2024-09-26
0
Danny Widya
kemaren mc belain anak dibully... padahal dia sendiri masih jadi korban bully oleh teman2 sekolahnya
2024-09-24
0