Keluarlah peta digital, Ferzo mencari jalan yang terdekat dengan kost-annya.
Keluarlah jalan yang menuju kost-annya tapi ya melewati jalan gang dan belakang rumah orang, tapi tidak masalah, asalkan ia bisa cepat sampai. Ia pun melewati jalan itu, benar saja, yang tadi pagi ia menempuh perjalanan setengah jam, saat pulang hanya mencapai 17 menit.
Baru saja sampai di kost, ada penjual bakso keliling yang lewat.
"Pak tunggu!" panggil Ferzo. Tukang bakso itu berhenti.
"Berapa satu porsinya?" tanya Ferzo mendekat.
"20 ribu," ucap penjual itu.
"Buatkan aku 50 ribu pak, aku ingin makan besar," pinta Ferzo sambil tersenyum.
"Oke!" jawab bapak itu membuka penutup bakti dan meletakkan bakso itu ke dalam plastik.
"Tunggu sebentar ya pak, aku ambil uang dulu," ucap Ferzo masuk ke dalam rumahnya.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
[Apa Anda yakin ingin mengambilnya?]
[Ya]
[Tidak]
[Klik Ya]
Ferzo mengambil uangnya dan ia juga mengambil uang lebih agar nanti jika ia ingin beli sesuatu tidak perlu lagi mengambilnya di system.
"Ini pak uangnya," ucap Ferzo memberikan uang 50 ribu.
"Terima kasih," ucap bapak itu menerima uangnya dan bapak itu memberikan sebuah plastik berisi bakso.
"Sama-sama pak," jawab Ferzo dengan senang hati membawa baksonya masuk ke dalam rumah.
[Ding Ding]
[Saldo Anda dikurang 50.000]
[Sisa saldo Anda 2.100.000]
Ferzo mengantikan pakaiannya dan mengantung seragam sekolahnya. Lalu mengambil piring di dapur yang sudah di sediakan pemiliknya lalu membawanya ke depan. Ia sungguh tak sabar untuk menyantap bakso yang hanya pernah ia makan beberapa kali saja dan hampir 4 bulan sekali.
Ferzo menuangkan bakso ke dalam mangkok.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
Terlihat sebuah laptop yang berputar-putar di layarnya, ia pun tersenyum.
[Apa Anda yakin Ingin mengambilnya]
[Ya]
[Tidak]
[Klik Ya]
Ferzo mengambil laptopnya, ia tampak senang, lalu meletakkan ke bawah dan menekan tombol power.
Dengan sabar menunggu, Ferzo menyantap baksonya.
"Hm … ini benar-benar enak, lain kali aku bisa langganan nih sama bapak bakso itu," ucap Ferzo mengangguk-angguk.
Laptop pun sudah hidup, ia mulai mencari game yang ingin di mainkan. Serasa hidupnya sudah berwarna kini, ia tak lagi bersedih seperti sebelumnya.
Ferzo pun memainkan game yang sudah lama ingin ia mainkan. Beberapa jam kemudian
[Ding Ding]
[Misi baru]
[Selesaikan PR matematika]
[Hadiah 2.000.000]
[Status misi: Sedang berlangsung]
"Benar juga, aku tak boleh terlarut-larut dalam kesenangan, meskipun sekarang hidupku sudah di permudahkan oleh system," ucap Ferzo mengambil tas sekolahnya lalu mengeluarkan buku matematikanya.
Ferzo pun mulai mengerjakannya PR matematika, karena di sekolah tadi bu guru memberi PR. Ya meskipun sedikit sulit, tapi ia bisa mengatasinya melalui contoh-contoh yang di berikan.
Soalnya ada 10, tapi jalan penyelesaian yang panjang sehingga menghabiskan waktu satu jam. Cahaya matahari masuk ke celah-celah kost-an, perlahan-lahan sudah mulai tenggelam, saat itu kost-annya berhadapan langsung dengan mata hati, Ferzo keluar membawa laptopnya dan memvideokan sunset tersebut.
Pemandangan yang sangat indah, sayang ada rumah di depan sehingga tenggelamnya matahari itu tidak terlihat. Suatu hari nanti, jika ia punya rumah, Ferzo sangat ingin punya rumah yang dari belakang matahari muncul dan dari depan matahari tenggelam tanpa ada terlindung oleh rumah-rumah yang menutupi keindahannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Chaca Sunday
terlalu bertele tele
2025-02-03
0
S Property
perutmu segede apa? terus bakso apa 20 rb mahal amat ... biasanya bakso keliling cm 10rban-15rb kalau lengkap
2025-01-10
0
Rusmini Rusmini
minta sekolah yg tinggi
2024-11-20
0