"Baiklah anak-anak, kalian kerjakan soal yang ada di depan, Ibuk mau keluar dulu sebentar," ucap Bu guru.
"Baik Bu," jawab para murid lesu. Ya mereka selalu begitu kalau saat di beri soal, maunya di jadikan PR saja, tapi habis itu tidak di kerjakan.
Ferzo pun mengerjakan soal tersebut, semua mata memandang ke arahnya, berharap bisa dapat bantuan dari Ferzo. Ferzo tidak mempedulikan mereka semua yang melihatnya, dia sudah capek menjadi kulit kacang, habis butuh terus lupa.
Yun mendekati Ferzo lalu menarik buku milik Ferzo lalu merobeknya.
"Sialan!" teriak Ferzo menendang Yun hingga Yun terjebab ke lantai. Mereka semua sangat terkejut apa yang sudah di lakukan Ferzo, terlebih lagi Yun. Ia tak menyangka jika Ferzo berani melawan balik, biasanya yang ia lakukan mengalah dan menangis.
"Kau … kau beraninya menendang ku!" seru Yun dengan mata terbelalak.
"Kenapa memangnya? Apa aku tidak boleh menyerang mu?" tanya Ferzo dengan wajah datar.
"Kau …." Yun bangun lagi lalu menyerang Ferzo, Ferzo menangkap tangan Yun lalu menolaknya ke meja, membuat Yun terkena meja kemudian jatuh kelantai, itu sangat sakit yang di rasakan oleh Yun, ia memegang punggung dan bokongnya mengerang kesakitan.
Iyan dan Mul membantu Yun berdiri. "Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Iyan memastikan keadaan Yun.
"Sial! Ini sangat sakit bodoh! Aku tidak baik-baik saja, cepat tolong bantu aku!" perintah Yun dengan suara tertekan karena menahan sakit.
Mereka membawa Yun duduk di kursi, Iyan mengipasi dengan buku sedangkan Mul megurut punggung Yun yang sakit.
"Itu pasti sangat sakit," ucap salah satu siswa yang duduk di belakang berdelik ngeri.
"Si Ferzo keren juga ya, dia sekarang bisa melawan," puji temannya.
"Kau jangan memujinya seperti itu, kalau dia beneran kuat bagaimana kita akan memintanya mengerjakan tugas kita," ucap siswa itu menyenggol temannya.
"Benar juga, jika dia sudah kuat, dia pasti tidak akan mau di suruh kita." angguk temannya.
Ferzo kembali duduk di kursinya dan merobek habis buku yang di robek Yun tadiz karena dia hanya merobeknya separuh lalu membetulkan buku yang di remas itu, ia kembali mengerjakansoal di depan.
Yun menatap tajam Ferzo. "Heh! Dia sungguh tidak tahu jika sepedanya sudah rusak, lihat saja bagaimana pulang nanti dia naik sepedanya," ucap Yun tersenyum sinis.
"Kau masih bisa tersenyum rupanya, mungkinkah tendangan ku tadi masih kurang?" tanya Ferzo menatap Yun menyengir. Yun benar-benar terkejut menyadari jika Ferzo melihat ke arahnya juga.
Yun langsung memalingkan wajahnya ke depan dan tidak ingin menatap Ferzo lagi.
Bu guru pun masuk ke dalam dan duduk di kursinya, Iyan dan Mul juga kembali ke kursinya.
"Bagaimana? Apa sudah ada yang selesai?" tanya bu guru.
"Belum," jawab para murid serentak.
Tapi tiba-tiba Ferzo berdiri dan mengantarkan bukunya ke atas meja bu guru.
"Ferzo emang selau yang terbaik," puji bu guru tersenyum, ia meraih buku Ferzo dan mencentangnya dan itu semua benar.
"Bagus Ferzo, kamu dapat nilai 100 lagi. Kalian harus seperti Ferzo, harus rajin belajar, jangan malas-malasan, kalau seperti ini bagaimana kalian akan naik kelas," ucap bu guru memberikan buku kepada Ferzo.
"Iya Buk," jawab mereka lemes.
Ferzo kembali ke kursinya dan menyimpan bukunya di tas barunya. Seseorang dari belakang menendang kursi Ferzo dengan pelan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Rusmini Rusmini
best /Good//Good/
2024-11-20
0
Mohd Fazli Fazli
terbaik
2024-11-04
0
truk sakti
waduh bisa pendek umur ni bocah
2024-10-16
0