"He-he-he temanmu sangat tidak setia kawan ya, jika aku jadi kamu, aku lebih baik cari teman lain saja, biar jelek, bodoh miskin, asalkan di saat seperti ini dia setia," ucap Ferzo memberi saran.
"Setidaknya dia bisa di jadikan ladang uang," jawab Iyan.
"Ternyata kau sama saja seperti lintah, tapi kamu tentu saja tidak aku biarkan begitu saja, kau harus di beri hukuman," ucap Ferzo menyeringai.
"Hey! Apa yang ingin kau lakukan!" teriak Iyan mencoba melepaskan tangan Ferzo dari kerah bajunya. Tapi pegangan Ferzo lebih kuat membuat ia tak bisa melepaskannya.
Ferzo mengambil tas Iyan dan membukanya dan melihat apa ada sesuatu.
"Kembalikan tas ku!" teriak Iyan mengambil tasnya, tapi Ferzo menghalanginya. Ferzo tersenyum karena ia mendapatkan sesuatu, yaitu sebuah PS, harganya sangat malah, PS itu ia dapatkan dari Yun dengan melakukan hal segala cara termasuk menjadi pesuruh Yun, dan menjadi pembantunya selama 1 Minggu bersama Mul di rumahnya meskipun di rumahnya itu ada pembantu.
"Jangan ambil itu, kembalikan!" teriak Iyan tak rela, ia terus berusaha ingin merebutnya tapi tak bisa, Ferzo melemparkan tas Iyan dan ia mengambil PS Vita itu sambil tersenyum.
"Ferzo kembalikan!" teriak Iyan yang terus mengikuti Ferzo hingga ia masuk ke dalam kelas.
"Ferzo, tolong kembalikan," ucap Iyan memohon. Ferzo tersenyum dan ia pun duduk di kursi kursinya dengan kaki ia naikkan ke atas meja. Yun dan Mul melihat itu merasa sangat aneh.
"Kenapa dengan Iyan?" bisik Yun.
"Mana aku tahu," jawab Mul mengangkat bahunya.
"Aku bisa mengembalikan milikmu ini, tapi dengan satu syarat," ucap Ferzo sambil melihat Yun tersenyum. Para murid di kelas juga melihat Ferzo, mereka juga merasa aneh karena sifat Ferzo mendadak berubah dan menjadi berani.
"Ferzo itu kenapa? Dia apa salah minum obat? Dia tidak seperti biasanya," ucap mereka dengan suara pelan.
"Iya, aku merasakan perubahan yang begitu besar dalam beberapa hari ini," bisik yang lain.
"Apa syaratnya?" tanya Iyan yang penuh harap agar secepatnya Ferzo mengembalikan gamenya.
"Hm … Kamu khianati mereka, maka aku akan memberikan kembali game mu ini," ucap Ferzo tersenyum.
Iyan melihat ke arah Yun dan Mul, ia melihat wajah mereka datar. Terlihat Yun mengedipkan sebelah matanya dan itu membuat Ferzo mengerti jika mereka pasti akan berpura-pura, setelah dapat gamenya mereka akan kembali berteman.
"Eh, tidak-tidak, aku ingin kau menghajar mereka berdua hingga babak belur seperti kau dan Yun memukul ku di gang buntu itu," ucap Ferzo.
Itu rasanya tidak mungkin, karena saat itu mereka menghajarnya sangat kuat, jika di lakukan itu maka Yun tidak akan berteman dengannya lagi, tapi game itu sangat berharga dan ia belum lagi memainkannya dan baru saja di beli Yun untuknya. Jika ia merelakannya maka ia tidak bisa punya lagi karena harganya 5 juta.
Di sinilah kesetian Iyan di pertaruhkan.
"Yun, jika setia dengan mu, maukah kau membelikan ku lagi?" tanya Iyan melihat Yun dan berharap jika Yun mengatakan iya.
"Aku mana ada duit lagi, itu aja aku menghabiskan 10 juta untuk kalian berdua karena kalian adalah temanku, kau berusahalah untuk mengambilnya," ucap Yun.
Iyan menatap tajam ke arah Ferzo, ia masih ingat bagaimana ia menghajar Ferzo waktu itu. Iyan menerkam Ferzo dan Ferzo mengangkat tubuh Iyan dan menghempas ke lantai. Itu terasa sangat sakit.
Iyan pun berusaha bangun dan ia memegang kerah baju Ferzo dan ingin meninjunya, bu guru pun masuk kelas.
"Iyan, apa yang kamu lakukan?" tanya bu guru. Iyan dengan terpaksa melepaskan genggaman tangannya dari kerah baju Ferzo.
"Kamu ingin memukul Ferzo? Berlagak sudah menjadi jagoan? Kali ini Ibuk beri kamu peringatan pertama. Tapi jika sekali lagi kamu melakukan ini lagi dan kedapatan Ibu atau guru yang lain maka Ibuk akan memanggil orang tuamu," ancam bu guru.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Rusmini Rusmini
bocil duitnya banyak ya /Shhh/
2024-11-20
0
khuya ashine
/Gosh/ dah bosan.... ga sesuai ekspektasi
2024-11-27
1
Dilo
namanya juga novel oii
2024-09-22
0