"Siapa bilang kalah jumlah berarti aku kalah? Aku punya kemampuan untuk mengalahkan mereka semua," tantang Ferzo percaya diri.
"Iya, dia benar, kamu harus beri kami uang, setidaknya uang panjar," pinta mereka.
"Sial! Ini panjernya 3.000.000 dulu, nanti setelah kalian mengalahkannya maka aku akan beri kalian sisanya," ucap Yun mengalah, ia mengambil uang dari tasnya lalu memberikan kepada mereka berempat. Mereka menerimanya dengan senang hati.
Ferzo terlihat senang. Tentu saja, jika mereka kalah, ia bisa mengambil uang dari mereka.
"Ayo, kita hajar dia," ucap salah satu siswa, mereka adalah kakak kelas Ferzo yang jago bela diri.
Mereka menghampiri Ferzo dan membawanya ke gang sempit yang sangat jarang dilalui orang.
"Oke! Saatnya aku mengetes kekuatan ku dulu," ucap Ferzo yang langsung menerpa salah satu kakak kelasnya dan mereka terjatuh bersama.
Tanpa pikir panjang lagi, Ferzo langsung menghajar kakak kelasnya itu dengan meninju wajah kakak kelasnya itu, sedangkan yang lain meninju punggung Ferzo. Saat ini Ferzo hanya punya kekuatan saja, tapi ia belum punya pertahanan.
Ferzo menggenggam erat bahu kakak kelas yang ada di bawahnya, lalu membalikkan ke atas tubuhnya lalu menendangnya hingga kakak kelasnya itu terpental. Ia terbaring kesakitan.
Masih ada satu lagi, mereka bersama-sama menangkap Ferzo, lalu menghajarnya. Ferzo tak mau diam saja saat mereka sedang menghantamnya. Ia membalikkan badannya ke belakang dan tangannya terlepas dari pegangan mereka, Ferzo menendang kakak kelas yang lain membuat ia terjerembab, sedangkan yang lain juga menendang punggung Ferzo dan Ferzo terjatuh.
Meskipun tendangan Ferzo sangat kuat, tapi saat ini Ferzo tidak bisa menghindar, karena ia tak punya kemampuan perisai maupun kelincahan. Ia hanya bisa menahan sakit tapi tetap menghajar mereka.
Salah satu siswa itu menendangnya punggung Ferzo dan Ferzo mmenendang temannya di depannya dengan kuat hingga temannya itu mendarat di dinding tembok gang.
Yang satunya menangkap Ferzo dari belakang dan Ferzo memutar badannya terus menerus membuat kepala murid itu pusing, tanpa sadar ia terlepas, Ferzo pun menghajarnya.
Tinggal satu lagi, kakak kelasnya itu berlari ke arahnya dan mereka bergulat, Ferzo menjambak rambut siswa itu dan begitu juga siswa itu menjambak rambutnya, mereka saking tarik-menarik rambutnya sambil bergulat di atas tanah. Karena pertengkaran itu berlangsung cukup lama, Ferzo memilih mengakhiri jambakan rambutnya, ia menarik kepala siswa itu lalu mengadu dengan kepalanya dengan kuat.
Meskipun kepalanya sedikit puyeng, setidaknya siswa itu pingsan terkena hantaman kepala Ferzo yang keras itu. Ferzo menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat agar kepalanya tidak pusing lagi.
Berhubungan mereka semua sudah K.O, Ferzo mengambil uang dari saku celana salah satu kakak kelasnya itu.
"He-he-he, aku menang banyak, terima kasih, jika ingin meminta uang pengobatan, minta pada Yun saja ya," ucap Ferzo tersenyum mencium duit itu lalu menyimpannya dalam saku.
Ferzo pun keluar dari gang itu dan menghampiri sepedanya.
Yun sangat terkejut karena hanya Ferzo saja yang keluar, sedangkan ke 4 siswa tadi tidak ada nongol satu pun.
"Kenapa … kenapa kau yang keluar?" tanya Yun terbelalak.
"Kenapa? Kau berharap aku tidak keluar ya? Aku adalah teman sekelas mu, seharusnya kau membela ku, bukan mereka. Oh iya, itu … biaya pengobatan kamu yang tanggung ya," ucap Ferzo tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Yun dan ia pun pergi meninggalkan Ferzo yang sedang kebingungan.
Setelah sadar, Yun dan teman-temannya berlari masuk gang dan melihat keadaan kakak kelasnya itu.
[Ding Ding]
[Misi selesai]
[Selamat Anda mendapat penambahan saldo 4.000.000]
[Selamat Anda naik Level]
[Level kekayaan [5]]
Poin [20]
Pengalaman [7]
Reward [Motor]
Saldo [10.850.000]
"Wah, beneran motor ya?" tanya Ferzo lompat kegirangan dan melepaskan sepeda rusaknya.
Ferzo melihat ke kiri dan kanan lalu mencari tempat tersembunyi.
[Klik di sini untuk membuka]
[Klik]
[Apa Anda yakin ingin mengambilnya?]
[Ya]
[Tidak]
Ferzo mengkilk tulisan [Ya]
Motor itu muncul ke permukaan, tapi Ferzo belum bisa mengendarainya.
"System', bagaimana agar aku bisa mengendarai sepeda motor ini," ucap Ferzo sedikit kecewa.
[System' menjawab: Anda bisa mengklik toko, di sama sudah ada berbagai macam sesuatu kebutuhan Anda]
"Oh begitu ya," ucap Ferzo mengangguk mengerti.
Ferzo mengklik gambar toko.
[Level kekayaan 5].
[Kemampuan mengendarai kendaraan secara instan].
[Kemampuan mengendarai 10 poin uang 150.000]
"Oke! Ambil," ucap Ferzo mengkliknya.
[Kemampuan mengendarai secara instan]
[Poin Anda di potong 10 poin]
[Saldo Anda di kurang 150.000]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai.
[Kemampuan siap digunakan]
[Poin Anda di potong 10 poin]
[Poin 10]
[Saldo Anda di potong 150.000]
[Saldo 10.700.000]
Ferzo menaikan sepeda rusaknya ke atas motor. Lalu mencoba naik motornya dengan hati-hati, ia juga takut jatuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Romi Tama
kalo del del del beli macem2..sampe ke beli motor juga..bukankah memcurigakan..bikin lain nya mikir macam2..dari yg sebelumnya cuma numpang tinggal dan mengembala kambing..apalagi juragannya juga kehilangan 5 kambing besar..bisa timbul pikiran negatif kan
2025-02-13
0
Rusmini Rusmini
enak naik motir belajarnya instan... aq naik motor bebek 3 hr baru bisa trus jatoh luka-luka trus gak berani naik lg...sakit /Smug//Smug/
2024-11-20
0
Eko Nur Yanto
masak murid Satu Sekolah ngak ada yg berani melawan yun,ngak masuk akal
2024-06-25
2