❤❤❤❤❤❤❤
Damian berjalan ke pinggiran pembatas,dia merentangkan kedua tangannya dan menarik nafas nya dengan panjang. Hembusan angin menusuk kulitnya,nafas nya juga terasa lega. Dia memejamkan mata nya ,menikmati hembusan angin yang menerpa wajah tampan nya tapi tiba-tiba dia tubuhnya ditarik hingga terjatuh dan seseorang juga ikut jatuh di atas tubuh nya
"Aaaww.....sakit"
Terdengar suara wanita yang meringis kesakitan,Damian membuka mata nya dengan lebar saat merasakan tubuh nya juga terasa sakit dibagian punggung. Dia juga melihat tubuh wanita diatas nya,rambut panjang wanita itu sudah menutupi wajah nya sehingga tidak terlihat jelas.
"Hei....Bangkit lah,tubuh ku sakit. Kau berat " ucap Damian dengan nada dingin,dia tau kalau wanita yang diatas tubuh nya ini mencari kesempatan untuk mendekati nya seperti yang dilakukan wanita lainnya.
Apalagi sebagian dari perawat dan dokter dirumah sakit ini mengenal siapa Damian,walaupun dirinya sudah hampir tiga tahun tidak memijakan kaki nya disini tapi mereka yang bekerja lebih dari tiga tahun sangat mengenal betul siapa Damian.
Putra tunggal keluarga Dokter Daniel,banyak yang sudah mengenal nya. Dia pria yang diidam-idamkan setelah Gerry,karena memiliki perusahaan juga rumah sakit besar dikota itu.
"Oh...iya maaf" jawab wanita yang memakai pakaian seragam perawat,bisa dipastikan oleh Damian kalau wanita itu seorang perawat.
"Aduh sakit....Kau ini memang ngak ada kerjaan ya? Bisa-bisa nya ingin bunuh diri disini,masih banyak wanita lain. Jangan putus asa seperti ini pak" bentak perawat itu sambil meringis menahan sakit di siku nya karena gesekan dinding pembatas saat dia menarik tangan Damian.
Damian mengernyitkan dahi nya mendengar ucapan perawat didepannya ini,Damian masih memperhatikan wanita didepan nya ini. Wajah nya belum terlihat jelas,hingga akhirnya dia melihat wanita itu membenahi rambutnya yang sebahu dan menggulung nya asal. Kemudian memakai topi perawat diatas nya,Damian terdiam ditempat nya. Wajah wanita didepannya ini memang terlihat biasa, tapi wajah nya mampu menghipnotis dirinya.
"Hei.....Mendingan sekarang anda kembali ke bawah pak,jangan disini" bentak Wenny yang merupakan perawat disana,membuat Damian tersadar.
"Siapa yang mau bunuh diri ? Lagian ngak penting karena wanita aku bunuh diri,aku masih waras ya" jawab Damian dengan tak kalah keras nya,membuat Wenny terkejut tapi kemudian dia tersenyum kecil.
"Maaf....Saya pikir anda ingin bunuh diri,jadi ngapain anda disini ?" ucap Wenny dengan bingung .
"Aku hanya ingin menghirup udara saja,angin nya banyak dan dapat membuat hati tenang " jawab Damian dengan santai.
Damian kembali melakukan apa yang dilakukan nya tadi,merentangkan tangan sambil menikmati sentuhan angin ditubuh dan wajah nya. Memang benar-benar bisa membangkitkan semangat nya ,karena desakan sang papa yang menginginkan dirinya menerima perjodohan yang ngak jelas menurut nya .
"Oh....Ya sudah ,kalau begitu saya permisi dulu " ucap Wenny.
Tadi nya Wenny juga ingin mencari udara segar,dia berjalan menuju sudut gedung atas itu. Kemudian duduk menikmati angin sepoi-sepoi sambil bersandar disana,Damian memperhatikan wajah Wenny yang terpejam menikmati angin yang menyapa wajah nya.
Damian berpikir Wenny disana karena ingin mendekati nya,dia memperhatikan Wenny yang tidak perduli dengan nya. Apalagi ucapan Wenny yang mengatakan kalau Damian ingin bunuh diri,berarti tadi Wenny ingin menyelamatkan nya.
Ceklek
"Nah ....itu perawat Wenny"
"Sudah aku bilang kan,perawat Wenny memang sering menghilangkan lelah nya disini"
"Iya....Malahan kadang perawat Wenny ketiduran disini"
Dua perawat sudah berjalan masuk dari pintu,mereka melihat ke arah Wenny dan tidak menyadari keberadaan Damian karena setelah mendengar suara pintu terbuka. Damian langsung bersembunyi dibalik sebuah pot pohon yang cukup besar,sehingga tubuh nya tidak terlihat.
Mendengar suara-suara,Wenny membuka mata nya dan melihat dua perawat itu . Dia tau kalau dia pasti dipanggil oleh salah satu dokter yang memerlukan bantuannya,atau memang ada kecelakaan yang butuh ditangani dengan cepat.
"Kak ....dipanggil pak Daniel,ada yang ingin dibicarakan " ucap salah satu perawat.
"Iya....Aku dengar-dengar kalau kakak atau kak Hana mau disuruh menjadi perawat pribadi,trus satu nya lagi mau dijodohkan sama anak nya pak Daniel "
Wenny mengernyitkan dahi nya,dia belum mau menikah. Lagi pula dia juga ngak mau jadi perawat pribadi,tapi bila disuruh menikah. Mendingan dia jadi perawat pribadi saja,jadi dia bisa terus bekerja dan tidak menikah sekarang.
"Kalau aku sih,mau aja dinikahkan dengan anak pak Daniel. Kata nya sih ganteng,trus pewaris rumah sakit ini juga ada perusahaan lagi entah dimana. Kan tajir melintir,biar aku ngak usah kerja lagi "
"Ah....iya,aku juga mau. Siapa sih yang ngak mau jadi istri pengusaha sekaligus pemilik rumah sakit,apalagi bu Mira sangat ingin menjodohkan anak nya sama anak nya pak Daniel tapi seperti nya pak Daniel ngak mau tuh"
"Beruntung kalian berdua bisa terpilih"
Pembicaraan mereka terdengar jelas di telinga Damian,dia tersenyum tipis seolah mengejek. Dia yakin jika wanita yang bersama nya tadi akan memilih menikah dengan nya ,karena dia tau kalau semua wanita gila akan harta.
"Kalian aja yang nikah sama dia,aku ngak mau. Mendingan ngurusin pasien ,sekarang aku akan menemui pak Daniel dan mengatakan semua nya " jawab Wenny dengan tenang.
Sementara Damian mengepalkan tangannya,tidak ada wanita yang berani menolak nya . Wenny,nama wanita itu sudah di tandai dalam ingatannya. Dia tidak akan melepaskan wanita yang bernama Wenny itu dari genggaman nya,bahkan bila perlu dia akan menikahi nya dan mencampakannya dengan sekali hentakan.
Wenny berjalan meninggalkan kedua perawat yang memanggil nya, dia segera menuju ruangan pemilik rumah sakit. Dia tidak ingin berhubungan dengan anak pemilik rumah sakit ini,dia tidak ingin menjadi gosip di kalangan rumah sakit.
"Iiisshh....Kak Wenny kok ngak mau ya ? Padahal yang aku dengar kalau anaknya pak Daniel itu tampan dan tubuhnya kekar"
"Iya....Mau nya aku saja yang jadi istri nya ya,aku yakin pasti anu nya juga besar dan berurat. Ah....Aku jadi pengen dimasukin oleh nya "
"Iih...Otak mu itu,ngak lain ngak bukan mengenai itu saja "
Mereka membicarakan Damian dengan gamblang,kemudian mereka berjalan keluar dari sana. Mereka harus menjalankan tugas nya,sebelum ada yang mencari mereka.
Melihat tidak ada orang lagi disana,Damian pun keluar dari persembunyian nya. Dia berjalan menuju ruangan sang papa,dimana semua orang masih berkumpul dan menunggu kedua perawat yang berkompeten.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
alfi hamid
maaf nih ya othor...kalo mo jd perawat tuh minimal kuliah d3.....mlh sekarang ada peraturan hrs ners...maaf, ini setahu saya
2023-05-21
1
Hari Santiana
perasaan yg mau dijadikn mantu sm pak daniel khan sihana
2023-05-12
1
rose vina
jadi perawat kuliah ners dulu lah Thor, mana ada tamat SMA kulia ada2 aja nih si othor
2023-05-08
8