🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Saat ini Hana sudah masuk kelas tiga SMA,dia bersekolah ditempat biasa bersama dengan Wenny. Dari SMP Hana dan Wenny selalu sekolah ditempat yang sama,makanya mereka selalu bersama dan sekarang menjadi sahabat.
Setelah membuat sarapan,Hana langsung berangkat ke sekolah. Dia dibelikan ponsel android tapi yang harga nya cukup murah ,tidak seperti ponsel milik Sandra yang merupakan keluaran terbaru. Hana tidak perduli dengan hal itu,yang terpenting untuknya hanya lah ponsel yang bisa membantunya untuk komunikasi juga mencari tau sesuatu di internet .
Kalau untuk kamera,dia tidak terlalu suka berfoto. Tapi sesekali dia lakukan bersama dengan Wenny ,walaupun hasil kameranya tidak sejernih ponsel milik Sandra tapi paling tidak tetap terlihat bagus.
Waktu berlalu begitu cepat,ujian kelulusan akan segera di laksanakan. Hana yakin dia akan lulus dengan hasil terbaik dan mendapatkan beasiswa pintar diluar negeri,tapi hal itu tidak mungkin bisa dia lakukan. Sisi dan Sandra tidak akan membiarkan nya pergi begitu saja dari rumah,apalagi untuk mendapatkan beasiswa pintar nya diluar negeri. Jadi dia memutuskan untuk kuliah di negara nya saja,paling tidak dia bisa memiliki gelar sarjana.
Hari ini setelah menyiapkan sarapan dan menyiapkan bekal miliknya untuk sarapan dan makan siang,Hana melangkahkan kaki nya ke arah pintu dapur belakang. Pintu itu akan membawa Hana ke halaman belakang,kemudian berjalan ke arah samping dimana ada garasi . Dia akan membawa motor matic nya menuju sekolah nya seperti biasanya, dia memang dibelikan motor matic. Itu pun motor bekas,bukan seperti Sandra yang dibelikan mobil mewah dengan harga yang fantastik.
Bagi Hana tidak masalah,dia tidak pernah merasa iri harus memiliki barang-barang biasa karena bagi nya sudah cukup mewah. Apalagi Wenny yang hanya menggunakan transportasi umum,bagi nya lebih baik begini.
Hana selalu melihat ke bawah,jadi dia tidak tergiur dengan harta yang dia miliki saat ini. Walaupun harus nya,dia bisa memiliki hal yang sama seperti Sandra.
Hana lebih memilih bersabar dan menerima semua nya dengan baik,lagi pula Wenny pasti akan minder jika harus bersama nya yang memiliki barang mewah. Jadi menurut nya ada baik nya seperti ini, menjaga perasaan sahabat nya jauh lebih baik.
"Hana.....Kau antarkan ini ke sekolah Sandra " ucap Sisi yang sudah berada dibelakang nya,membuat Hana hanya bisa menghela nafas pelan.
Hana sering mengantarkan buku atau barang yang tertinggal milik Sandra,karena Sandra yang sering menginap dirumah teman-temannya entah untuk apa Hana tidak perduli. Tapi selalu dia yang dijadikan alat mengantar barang yang diperlukan ke sekolah nya,Hana tidak punya pilihan selain mengiyakan karena pernah sekali dia menolaknya dan akhirnya harus merasakan rotan ditubuhnya .
Sandra dan Sisi sering memukul nya tanpa alasan,tubuh Hana sudah merasakan tali pinggang milik sang ayah juga rotan kecil yang disiapkan oleh ibu dan saudari tiri nya itu. Bahkan mereka pernah ingin membuat Hana hampir kehilangan keperawanan nya,Sandra berniat memasukan ujung rotan kedalam daerah sensitif nya tapi tiba -tiba sang ayah pulang sehingga mereka menghentikan aksi nya.
Hana hanya mengambil paperbag itu,kemudian menundukan kepalanya lalu pergi dari sana. Dia mengendarai motor nya dengan kecepatan penuh,karena saat ini dia juga tidak ingin terlambat ke sekolah nya.
Tak lama Hana sampai didepan gerbang besar sekolah elit,disana hanya ada anak-anak orang kaya . Bahkan sepuluh orang terkaya ada disekolah ini,bagi Hana dia tidak perduli . Semua nya sama ,selama mereka bisa belajar dengan baik dan tidak membuat masalah.
Hana menghentikan motor nya tepat didepan gerbang yang masih tertutup,dia mengira kalau dia terlambat tapi ternyata belum ada yang ada disekolah itu yang datang .
"Permisi pak....." teriak Hana,kemudian tak lama keluar seorang pria muda yang cukup tampan. Tubuhnya berisi dan terlihat sangat macho,tapi Hana tidak perduli.
"Eh....Hana,Apa mengantarkan barang Sandra lagi?" tanya pria itu dengan senyuman dibibir nya, Hana hanya menganggukan kepalanya saja dan membalas senyumannya .
"Ya....Titip ya pak Jek" jawab Hana dengan lembut dan sopan.
Tin....tin...tin...
Sebuah mobil yang cukup mewah dan pasti nya lebih mahal dari mobil nya Sandra,mobil itu sudah berada dibelakang motor matic milik Hana. Dia ingin masuk kedalam tapi motor Hana menghalangi jalan nya,dengan cepat Hana menuju motor nya.
Seseorang yang berada dibangku belakang mengernyitkan dahi nya, dia memperhatikan wajah Hana yang berada dibalik helm unik nya. Dia penasaran dengan Hana ,karena sudah beberapa kali Hana datang kesana dan untuk apa. Ada rasa penasaran diwajah pria tampan yang masih berada didalam mobil,dia ingin melihat wajah Hana karena dia tertarik dengan bibir seksi dan mungil milik Hana yang hanya terlihat dari bawah helm itu.
Seketika pria itu keluar dan mendekati Hana yang sibuk memutar motor nya agar bisa kembali berjalan meninggalkan sekolah elit itu,tapi tiba-tiba tangan pria itu menarik helm milik Hana hingga kaca mata Hana jatuh dan sedikit retak.
"Oh ya ampun,apa yang kau lakukan ?" teriak Hana dengan keras saat melihat pria didepannya yang diam saja dan tidak berkedip melihat ke arah nya.
Hana kembali menurunkan cagak motor nya,kemudian mengambil helm dari tangan pria itu. Dia menatap tajam pada pria didepannya ,dia kesal sambil mengerucutkan bibir nya . Membuat pria itu menelan saliva nya dengan susah payah,dengan kesal juga dia mengambil kaca mata miliknya.
"Kau harus ganti, gagang nya patah dna kaca nya retak " bentak Hana dengan ketus.
"Han....Kau jangan begini,hhmm....Maaf tuan Gerry,Hana tidak sengaja. Silahkan anda masuk lebih dulu " ucap pak Jek yang sudah meminggirkan motor matic milik Hana,kemudian mendekati Gerry yang masih terpaku di tempat nya.
Gerry merasa terhipnotis dengan kecantikan gadis didepannya ini,dia yakin jika gadis ini bukan lah siswa disana karena dia tidak memakai seragam sekolah mereka.
"Hana....Jangan cari masalah,kau tau beliau siapa hah?" bisik Pak Jek membuat Hana kesal.
Hana mendekati Gerry,dia menarik tangan Gerry dan memberikan kaca mata yang jatuh tadi ke telapak tangan Gerry dengan kasar.
"Kau harus ganti ,kau harus bertanggung jawab sebagai pria " jelas Hana dengan kesal,dia melihat ke arah wajah Hana yang menggemaskan.
Senyuman tipis dibibir Gerry tersematkan, tapi tidak diketahui siapa pun. Hana menatap tajam pada Gerry,kemudian dia berlalu pergi meninggalkan pria itu dengan kesal.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
lily
Gerry siapa ini
2024-12-26
0
Edah J
haha,,,,sudah suka aja pak boss 😁👍
2024-08-19
0
Uci
naksir nih gerry
2023-10-12
0