❣❣❣❣❣❣❣❣❣
Melihat sosok wanita yang dicintai nya sudah tak terlihat,Gerry ingin menjalankan mobil nya dan pergi dari sana. Dia akan menemui Hana lain kali,tapi tiba-tiba dia melihat Hana kembali keluar dengan dua plastik besar ditangannya. Dia yakin kalau Hana akan membuang sampah di tempat pembuangan yang tak jauh dari rumah nya,pembuangan sampah umum.
Wajah Gerry kembali tersenyum,dia mengikuti Hana dari belakang dengan mobil nya kemudian turun saat sudah sampai di tempat pembuangan sampah. Dia melihat Hana membuang sampah dan memilihnya di tempat yang sesuai,Hana tidak menyadari kehadiran nya.
"Eekhm...."
Gerry berdehem,dia melihat Hana yang serius dari tadi dan tidak menyadari kehadiran nya tapi kemudian dia melihat Hana berbalik dan memicingkan mata nya menatap ke arah Gerry. Hana terlihat menggemaskan dengan wajah nya yang kelihatan kebingungan,begitu lah menurut Gerry.
"Kamu? Ngapain kesini? Atau kamu tinggal disini juga ?" tanya Hana dengan nada bingung.
Komplek perumahan Hana memang komplek elit nomor dua,rumah disini bisa dibilang tidak lah banyak. Hanya dua puluh atau dua puluh lima rumah saja,sedangkan di rumah komplek elit pertama hanya sepuluh rumah karena memang mereka yang berada diurutan satu sampai sepuluh yang memiliki kekuasaan dan kekayaan berlimpah.
"Hana....Ini,aku sudah memperbaiki kaca mata mu" jelas Gerry sambil menyodorkan kotak kaca mata dengan Nama optik terkenal di atas nya.
"Ini bukan punya ku" jawab Hana,setelah dia memperhatikan setiap detail kaca mata yang diberikan oleh Gerry.
Kemudian Hana tersadar,dia menatap ke arah wajah Gerry dengan dahi yang mengernyit dalam . Kemudian dia mendekati Gerry yang jantung nya sudah berdebar tak karuan,seperti nya Jantungnya ingin keluar dari tempat nya.
"Kau mengenal ku?" tanya Hana,jarak mereka hanya tinggal setengah meter lagi. Bahkan nafas kedua nya bisa tercium dengan jelas,rasa sesak didada Gerry saat melihat wajah cantik Hana yang kebingungan.
"Hhmmm....Aku tau nama mu dari sekuriti di depan sekolah ku" jawab Gerry,dia mencoba menenangkan jantung nya.
"Jadi....Kau tau hubungan ku dengan Sandra ?" tanya Hana dengan menelisik wajah pria tampan didepan nya ini,dia tidak ingin berurusan dengan Sandra karena bisa merugikan nya.
"Ya....Maaf,aku Tidak akan memberitahu siapa pun kalau kau adalah pembantu nya Sandra " jawab Gerry,dia merasa tidak enak pada Hana.
"Pembantu ? Dia pikir aku pembantu,tapi itu lebih baik dan Sandra pasti suka dengan sebutan itu" Batin Hana,dia tidak masalah dikatakan pembantu karena dia tidak ingin mendapatkan kemarahan dari Sandra dan Sisi.
Luka bekas sabetan di punggung Hana masih terasa sakit,Hana dituduh mendekati pria yang disukai Sandra. Pria yang mempunyai universitas ternama di kota ini,bahkan dia tinggal di komplek ini juga.
"Ini bukan kaca mata ku,kembali kan saja kaca mata milikku" ucap Hana ,dia memberikan kotak kaca mata ke tangan Gerry.
Kulit mereka bersentuhan,membuat tubuh Gerry bergetar. Sentuhan kulit lembut Hana membuat nya salah tingkah,dia jadi bingung mengatakan apa.
"Hai Hana,buang sampah juga?" ucap pria yang tak lain David,pria incaran Sandra.
Hana terkejut,dia tersenyum dengan sedikit canggung . Karena pria didepan nya ini,Hana mendapatkan luka dipunggung nya. Padahal saat itu Hana sedang ke pasar dan bertemu dengan David,pria ini yang menawarkan bantuan untuk pulang bersama nya dan hasil nya. Sandra dan Sisi memukuli nya hingga luka dipunggung nya yang mulus,mereka tidak mau mendengar apa pun alasan dari Hana.
"Ah....Hallo kak David" jawab Hana .
"Kaca mata mu tidak bisa diperbaiki,lebih baik pakai ini saja dulu" ucap Gerry dengan ketus,dia merasa kesal melihat kedatangan David .
Terlihat jelas kalau David menyukai Hana,dia mengepalkan tangannya dengan keras mencoba menetralkan perasaan nya. Hati nya terasa sakit melihat Hana tersenyum begitu pada David,wajah nya sudah terlihat marah.
"Siapa ini Han?" tanya David menatap ke arah Gerry.
"Ini teman ku,kami mau jalan setelah buang sampah" Jawab Hana,dia menarik tangan Gerry dengan cepat dan menggenggam nya membuat hati Gerry yang tadi marah kini berdesir senang.
"Kami pergi dulu kak" ucap Hana,dia menarik tangan Gerry ke arah mobil nya yang terlihat biasa.
Hana masih berpikir kalau Gerry adalah anak biasa seperti nya ,hanya saja mendapatkan beasiswa di sekolah elit itu. Hana juga mendapatkan beasiswa di sekolah itu tapi karena Sandra tidak menginginkan Hana satu sekolah dengan nya,makanya Hana memilih sekolah biasa saja.
Mereka sudah didalam mobil,Hana menatap ke arah wajah Gerry yang memerah . Hana mengernyitkan dahi nya,dia menatap wajah Gerry dan tiba-tiba menempelkan punggung tangannya ke kening Gerry membuat pria itu semakin salah tingkah .
"Kamu kenapa? Sakit ya? Kok wajah nya merah?" tanya Hana sambil tetap menatap wajah Gerry,karena yang dia rasakan kalau kening Gerry tidak lah panas berarti pria itu tidak demam.
"Aku baik-baik saja,kita mau kemana?" tanya Gerry dengan nada santai,walaupun jantung nya sudah berdebar tak karuan . Dia berusaha menenangkan nya,karena memang baru kali ini dia menyukai wanita dan tidak pernah dekat dengan wanita.
Saat ini Gerry kelas tiga SMA sedangkan Hana dan Sandra masih baru masuk kelas satu. Apalagi Gerry yang merupakan murid pindahan dan memilih mengulang kembali,harus nya dia sudah kuliah semester dua tapi karena kemalasan nya sekolah saat tamat Sekolah pertama membuat nya ketinggalan pelajaran. Jadi perbedaan mereka lumayan jauh,beda lima tahun tapi Gerry tidak perduli.
"Aku ngak tau,keliling kompleks saja kemudian antar kan aku pulang" jawab Hana dengan tenang,karena tadi dia hanya ingin menghindari David .
Kruukk....
Perut Hana berbunyi,membuat Gerry tertawa kecil. Mata Hana melotot menatap ke arah Gerry yang menertawakannya, dia membuang wajah nya dengan kesal ke arah jendela.
Sebenarnya Gerry juga sudah lapar,dari pulang sekolah tadi mereka belum makan siang. Sehingga Gerry menginjak gas mobil nya dan mengarahkannya ke taman yang tak jauh dari rumah Hana,apalagi taman itu tidak keluar dari kompleks.
Disana ada kantin,cafe dan jajanan pinggir jalan. Jika ada yang ingin terlihat bersih,mereka bisa di kantin atau cafe . Tapi Gerry memilih untuk ke tempat jajanan pinggir jalan,dia ingin makan dengan sederhana karena dia memang suka dengan hal sederhana.
Tak lama Gerry menghentikan mobil nya di daerah jajanan pinggir jalan,kantin dan cafe agak jauh dari tempat jajanan pinggir jalan. Dia berpikir jika Hana juga menyukainya,karena selama seminggu mengawasi Hana . Dia tau kalau Hana menyukai jajanan murah dan pasti nya sehat,dia tidak perlu yang higienis dan tertutup.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
lily
bentar ,, kan Gerry kelas 3 SMA yang memang harusnya dia kuliah semester 2, berarti selisih 3 tahun dong la kalo selisih 5 tahun itu harusnya Gerry semester 6 dong ,, aku yg salah apa gimna sih
2024-12-26
0
Edah J
Nasib mu Hana,🙁sabar yaa
2024-08-19
1
Try fatoyah
gimana sih author ni tadi kata nya kelas 12 mau kuliah lah kok sekarang kelas 10
2023-05-24
6