Bab 17 - Syarat Yasmin

Yasmin hari ini pulang terlambat karena ada les tambahan yang ia berikan pada anak didiknya. Mood swing ibu hamil satu ini sedikit sensitif. Terkadang ceria, terkadang sedih bahkan marah-marah tak jelas.

Sepulang dari mengajar, ia berjalan kaki dan tak sengaja bertemu dengan Hasan tetangganya. Lelaki ini sejak lama menaruh cinta dalam diam pada Yasmin. Pernah sekali menyatakan cintanya sebelum Yasmin dinikahi Aldavi namun dengan tegas ibu guru satu ini menolaknya dengan tegas pula.

Akan tetapi bukan berarti hubungan keduanya memburuk karena penolakan cinta. Hasan sangat dewasa sehingga ia memahami bahwa cinta tak bisa dipaksakan. Namun untuk membuang nama Yasmin dalam hatinya juga tidaklah mudah.

Keduanya bersikap seperti tetangga biasa. Bahkan mendiang Aldavi tak tahu bahwa Hasan menyukai istrinya. Yasmin pun tak pernah bercerita apapun pada Aldavi tentang perasaan Hasan padanya. Dikarenakan menurut ibu hamil satu ini hal itu bukan sesuatu yang penting. Hanya dianggap angin lalu semata.

"Usia kandunganmu sudah berapa bulan Yas?" tanya Hasan seraya keduanya berjalan berdampingan dimana lelaki ini sembari menuntun sepedanya.

"Empat bulan Kang Hasan. Ini minggu depan mau dibuatkan pengajian kecil-kecilan di mushola syukuran si utun," tutur Yasmin.

"Wah si utun sudah makin besar saja. Kamu juga terlihat makin geulis Yas," ucap Hasan memuji.

Ibu hamil yang dipuji pun mendadak mematung bukan berbunga mendengar pujian Hasan. Yasmin merasa akhir-akhir ini sikap suaminya tetap baik hanya saja jarang memuji atau menggombal lagi sejak kemarahan dirinya karena janda genit beberapa waktu silam.

"Apa Aa Davi tak menjenguk utun karena bodyku sudah tak seksi lagi sehingga ia malas menjamah? Atau ada wanita lain di luar sana yang sudah menyenangkan antena Mas Davi?" batin Yasmin berkecamuk resah.

"Yas, apa kamu bahagia dengan Davi?" tanya Hasan yang kemudian memecah keheningan.

"Maksud Kang Hasan?" tanya Yasmin dengan dahi mengernyit.

"Bukan apa-apa Yas. Akang perhatikan, Davi agak berbeda saja dari yang dulu. Akang berharap kamu bahagia selalu dengan Davi. Jika dia tak bisa membuatmu bahagia, akang siap menerimamu sama utun."

Yasmin begitu tertohok dengan penuturan Hasan barusan. Ia berjalan cepat tak menggubris Hasan.

"Yas tunggu. Jangan jalan cepat atau lari-lari. Inget kamu lagi hamil. Kasihan si utun!" teriak Hasan.

"Kang Hasan jangan pernah melewati batas atau menjelekkan suami Yasmin. Selamanya cinta Yasmin hanya untuk Aa Davi bukan yang lain. Permisi!" ucap Yasmin dengan tegas lalu berjalan meninggalkan Hasan.

Dari depan rumahnya, Aldava yang sedari tadi mondar mandir karena Yasmin belum juga tiba di rumah. Sebab biasanya Yasmin sudah pulang mengajar lebih dulu daripada ia pulang kerja dari perkebunan karet.

"Kamu jangan mondar-mandir seperti gasing atuh Davi. Lier saya lihatnya," cicit Pak Mandor Agus.

Akhirnya Aldava lega dari depan rumahnya ia melihat Yasmin berjalan cepat dan di belakangnya di susul Hasan. Keduanya tampak seperti pasangan yang tengah bertengkar saja. Itu yang ada di benak Aldava.

Banyak hal yang ia duga negatif terjadi diantara Yasmin dan Hasan namun ia coba berpikir positif dahulu. Khawatir tuduhannya salah malah makin runyam nantinya.

Akan tetapi tak dapat dipungkiri bahwa dirinya cemburu melihat ada lelaki lain mendekati Yasmin. Entah apa dia tengah merasakan jatuh cinta pada ibu hamil satu ini atau hanya rasa kagum. Dirinya masih berusaha menelaah sanubarinya.

"Aa Davi maaf Yasmin pulang telat. Apa Aa sudah nunggu lama?" tanya Yasmin dengan rasa bersalahnya dan sebelumnya ia sudah mencium tangan suaminya sebagai tanda baktinya seorang istri pada suami.

"Enggak kok. Aa baru sampai rumah sama Pak Mandor," ucap Aldava seraya menggandeng tangan Yasmin ke dalam.

"Eh Pak Mandor tumben ke sini. Ada apa?" tanya Yasmin cukup heran sebab sangat jarang Pak Mandor perkebunan singgah ke gubuk mereka kecuali sangat penting.

"Begini Yas, kebetulan ada proyek di Jakarta. Saya tak bisa ke sana karena Yani tengah kurang enak badan. Si Bos nyuruh Davi ke Jakarta gantiin saya dan juga setelah balik dari Jakarta jika sukses proyek di sana maka Davi nanti bisa naik pangkat juga," tutur Pak Mandor Agus.

"Gimana Yas, Aa boleh ke Jakarta sebentar gak?" tanya Aldava lirih.

"Berapa lama Aa di Jakarta?" tanya Yasmin sendu.

"Beberapa hari saja Yas tidak lebih dari satu minggu kok. Benar kan Pak Mandor?" tanya Aldava seraya melirik Pak Agus, sang mandor bini dua.

"Iya Yas. Kan sebentar lagi katanya kalian mau buat acara pengajian empat bulanan si utun. Davi pasti sudah pulang saat itu," ucap Pak Mandor meyakinkan.

"Janji ya Aa pulang sebelum acara pengajian si utun. Kalau enggak Yasmin ngambek pokoknya!" bentak Yasmin seraya menangis.

"Eh...eh kok Bunda nangis sih. Aa kan gak ke mana-mana. Aa janji akan segera pulang kan kangen sama Bunda sama utun juga," cicit Aldava.

"Beneran? Kalau gitu yuk jengukin utun sekarang mumpung Bunda juga lagi pengen," cicit Yasmin seraya menggandeng tangan suaminya hendak masuk ke dalam rumah mereka.

"Lanjutin gempur Yasmin sana. Davi kasih sangu kangen yang banyak ke Yasmin ya. Biar pas ditinggal ke luar kota si Bunda gak belingsatan nyari antenamu," ucap Pak Mandor ceplas ceplos seraya tertawa terbahak-bahak pamit pulang.

"Dasar mandor mesum," gerutu Aldava dalam hati.

"Astaga bagaimana ini?" batin Aldava yang tengah kebingungan mengatasi urusan jenguk menjenguk utun.

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

Yasmin kasih obat tidur aja... 🤭

2024-05-02

1

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

waduuhhh..palung tumpulnya lg nyungsep sinyalnya yaas..

2024-02-06

2

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

tenang yas..antene aa baru bisa nangkap sinyal kl dkt km

2024-02-06

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi
2 Bab 2 - Sosok Aldavi
3 Bab 3 - Terpaksa Berbohong
4 Bab 4 - Hormon Kehamilan
5 Bab 5 - Saudara Kembar
6 Bab 6 - Masa Lalu
7 Bab 7 - Cinta Segitiga
8 Bab 8 - Pernikahan Mahesa dan Lisa
9 Bab 9 - Berduka
10 Bab 10 - Kesalahpahaman
11 Bab 11 - Pemakaman
12 Bab 12 - Biang Kekacauan
13 Bab 13 - Kehilangan
14 Bab 14 - Berubah 180 Derajat
15 Bab 15 - Bumil Sensi
16 Bab 16 - Papa Sakit
17 Bab 17 - Syarat Yasmin
18 Bab 18 - Janji Aldava
19 Bab 19 - Bertemu Papa
20 Bab 20 - Gelang
21 Bab 21 - Sebuah Rahasia
22 Bab 22 - Video Call
23 Bab 23 - Sabar Sayang
24 Bab 24 - Kematian Aldavi
25 Bab 25 - Bertemu Mantan
26 Bab 26 - Masa Lalu Mendadak Muncul
27 Bab 27 - Rumah Tangga Rara
28 Bab 28 - Pulang ke Bandung
29 Bab 29 - Meminta Restu
30 Bab 30 - SAH
31 Bab 31 - Kejutan
32 Bab 32 - Sarung Antena
33 Bab 33 - Pending
34 Bab 34 - Berhasil Juga
35 Bab 35 - Hubungan Gelap
36 Bab 36 - Cinta Tulus Belinda
37 Bab 37 - Galau
38 Bab 38 - Pulang ke Indonesia
39 Bab 39 - Siapa Wanita Itu?
40 Bab 40 - Gangguan Mantan
41 Bab 41 - Menutup Akses
42 Bab 42 - Cemburu
43 Bab 43 - Aksi Rara
44 Bab 44 - Keraguan
45 Bab 45 - Tanda Lahir
46 Bab 46 - Suamiku Bukan Suamiku ?
47 Bab 47 - Misi Angga
48 Bab 48 - Suami Liar
49 Bab 49 - Pulang ke Rumah Bapak
50 Bab 50 - Terkuak
51 Bab 51 - Aku Pergi
52 Bab 52 - Tangis Pilu
53 Bab 53 - Sebelum Kecelakaan
54 Bab 54 - Isu Perselingkuhan
55 Bab 55 - Konferensi Pers
56 Bab 56 - Pernikahan Roy dan Belinda
57 Bab 57 - Sebelum Tidur
58 Bab 58 - Proyek Ternak Benih Berhasil
59 Bab 59 - Persalinan
60 Bab 60 - Operasi
61 Bab 61 - Lahirnya Sang Pewaris
62 Bab 62 - Alvaro Yasva Mahesa
63 Bab 63 - Melepaskan
64 Bab 64 - Cinta dan Rindu
65 Bab 65 - Perayaan
66 Bab 66 - Extra Part
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO KARYA BARU
70 PROMO KARYA BARU
71 PROMO KARYA BARU
72 PROMO KARYA BARU
73 PROMO KARYA BARU
74 PROMO KARYA BARU
75 PROMO KARYA BARU
76 Launching Novel Baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi
2
Bab 2 - Sosok Aldavi
3
Bab 3 - Terpaksa Berbohong
4
Bab 4 - Hormon Kehamilan
5
Bab 5 - Saudara Kembar
6
Bab 6 - Masa Lalu
7
Bab 7 - Cinta Segitiga
8
Bab 8 - Pernikahan Mahesa dan Lisa
9
Bab 9 - Berduka
10
Bab 10 - Kesalahpahaman
11
Bab 11 - Pemakaman
12
Bab 12 - Biang Kekacauan
13
Bab 13 - Kehilangan
14
Bab 14 - Berubah 180 Derajat
15
Bab 15 - Bumil Sensi
16
Bab 16 - Papa Sakit
17
Bab 17 - Syarat Yasmin
18
Bab 18 - Janji Aldava
19
Bab 19 - Bertemu Papa
20
Bab 20 - Gelang
21
Bab 21 - Sebuah Rahasia
22
Bab 22 - Video Call
23
Bab 23 - Sabar Sayang
24
Bab 24 - Kematian Aldavi
25
Bab 25 - Bertemu Mantan
26
Bab 26 - Masa Lalu Mendadak Muncul
27
Bab 27 - Rumah Tangga Rara
28
Bab 28 - Pulang ke Bandung
29
Bab 29 - Meminta Restu
30
Bab 30 - SAH
31
Bab 31 - Kejutan
32
Bab 32 - Sarung Antena
33
Bab 33 - Pending
34
Bab 34 - Berhasil Juga
35
Bab 35 - Hubungan Gelap
36
Bab 36 - Cinta Tulus Belinda
37
Bab 37 - Galau
38
Bab 38 - Pulang ke Indonesia
39
Bab 39 - Siapa Wanita Itu?
40
Bab 40 - Gangguan Mantan
41
Bab 41 - Menutup Akses
42
Bab 42 - Cemburu
43
Bab 43 - Aksi Rara
44
Bab 44 - Keraguan
45
Bab 45 - Tanda Lahir
46
Bab 46 - Suamiku Bukan Suamiku ?
47
Bab 47 - Misi Angga
48
Bab 48 - Suami Liar
49
Bab 49 - Pulang ke Rumah Bapak
50
Bab 50 - Terkuak
51
Bab 51 - Aku Pergi
52
Bab 52 - Tangis Pilu
53
Bab 53 - Sebelum Kecelakaan
54
Bab 54 - Isu Perselingkuhan
55
Bab 55 - Konferensi Pers
56
Bab 56 - Pernikahan Roy dan Belinda
57
Bab 57 - Sebelum Tidur
58
Bab 58 - Proyek Ternak Benih Berhasil
59
Bab 59 - Persalinan
60
Bab 60 - Operasi
61
Bab 61 - Lahirnya Sang Pewaris
62
Bab 62 - Alvaro Yasva Mahesa
63
Bab 63 - Melepaskan
64
Bab 64 - Cinta dan Rindu
65
Bab 65 - Perayaan
66
Bab 66 - Extra Part
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO KARYA BARU
70
PROMO KARYA BARU
71
PROMO KARYA BARU
72
PROMO KARYA BARU
73
PROMO KARYA BARU
74
PROMO KARYA BARU
75
PROMO KARYA BARU
76
Launching Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!