Bab 14 - Berubah 180 Derajat

Aldava tengah menikmati perannya menjadi buruh kasar di perkebunan karet. Dirinya sungguh merutuki sang asisten bahlulnya yaitu Lexi. Tega-teganya dia yang seorang CEO perusahaan terbesar se Asia bahkan namanya menjadi jajaran CEO paling tampan dan kaya raya lima besar dunia mendadak menjadi seorang buruh perkebunan karet.

"Awas kau Lexi jika tak segera mengubah pekerjaanku yang sekarang. Aku buang kamu ke kutub biar kawin dengan beruang," umpat Aldava dalam hati.

Kini dirinya tengah sibuk karena secara kebetulan hari ini perkebunan karet mulai panen raya. Yang biasanya para buruh akan bekerja lembur dalam jangka beberapa Minggu ke depan. Sebab pemilik perkebunan tidak mau menambah karyawan baru tentu saja karena keuntungan semata.

Alhasil para buruh yang ada menjadi pekerja rodi sebab uang lemburan juga tak seberapa nilainya. Mau tak mau demi sesuap nasi semua buruh akan menerima dengan legowo alias ikhlas berapapun yang diberi perusahaan.

Hal ini dikarenakan dominan pekerjanya tak bisa baca tulis alias buta huruf dan tak lulus sekolah. Yang lulus sekolah menengah atas hanya segelintir orang saja. Kebanyakan buruh kasar perkebunan karet adalah warga setempat yang rumahnya tak jauh dari area perkebunan.

Aldava tengah berkeringat deras kala tubuhnya yang gagah tengah menggotong getah karet dalam sebuah gentong besar menuju truk pengangkut menuju pabrik pengolahan hasil perkebunan karet.

Tangannya juga tengah pegal setelah mengangkat banyak ember getah karet ke sana kemari untuk dipindahkan.

"Tumben kamu lesu, Davi. Apa sedang sakit?" tanya Pak Mandor.

"Iya maaf Pak. Saya kurang enak badan," jawab Aldava asal.

"Pak? Sejak kapan kamu panggil saya Pak. Biasanya juga panggil Kang," tutur Pak Mandor dengan terkekeh lucu.

"Haha... Maaf Kang, saya sedikit enggak fokus. Lagi kepikiran istri di rumah tengah hamil," cicit Aldava sengaja mengalihkan pembicaraan.

"Selamat ya Davi. Akhirnya tokcer juga kamu buat Yasmin bunting. Yang sabar ngadepin ibu hamil. Kalau lagi manja gak ketulungan. Kalau lagi ngambek sudah kayak singa menyantap mangsa," tutur Pak Mandor seraya tertawa terbahak-bahak.

Aldava pun ikut tertawa dan dalam hatinya membenarkan apa yang disampaikan Pak Mandor tersebut. Baru beberapa hari menjadi Aldavi saja, dirinya sudah dibuat tegang gak karuan berada di dekat Yasmin dan bingung mau ngapain sama istri orang.

Sore pun tiba, Aldava pulang ke rumah. Saat berjalan menuju rumah, dirinya pun di sapa beberapa tetangga wanita yang ada di kampungnya. Kebetulan Aldava hari ini berpakaian beda dari biasanya.

Aldavi terbiasa bekerja menggunakan kaos biasa terkesan lusuh yang longgar jika tengah panen raya. Namun jika urusan menemani Pak Mandor bertemu petinggi perkebunan atau hal lainnya yang bersifat resmi maka Aldavi terbiasa menggunakan kemeja kotak-kotak atau batik.

Nah, Aldava memakai kaos polo cukup ketat seukuran pas bo-dynya yang ia pakai bekerja hari ini untuk panen raya sehingga otomatis mengundang decak kagum dari kaum hawa yang melihatnya. Kaos yang dikenakan Aldava terkena cukup banyak keringatnya sehingga pe rut kotak-kotaknya sangat jelas kentara.

Beberapa janda muda bahkan wanita single di desanya yang rumahnya dilewati Aldava sengaja menggodanya dikarenakan hari ini dia sengaja berjalan kaki menuju perkebunan.

Di kediaman Aldavi memang ada sebuah motor butut hanya saja Aldava tak bisa mengendarai sepeda motor. Alhasil dirinya memilih berjalan kaki dan beralasan pada Yasmin ingin berhemat guna tabungan untuk persalinan dan kebutuhan si jabang bayi saat lahir nanti.

Tentu saja seorang Aldava tak bisa mengendarai motor karena sejak ia bisa membawa sebuah kendaraan dalam lingkup keluarga Mahesa, dirinya hanya mengikuti kursus menyetir mobil dan pesawat bukan motor.

Aldava tak terlalu menghiraukan sapaan para wanita g3nit di desa tersebut. Ia hanya memberikan senyum biasa kemudian berlalu tetap berjalan tanpa berhenti. Ia hanya ingin sampai rumah Yasmin dan segera mandi karena tubuhnya sangat gerah dan capek.

Rasanya tulang belulangnya akan remuk seperti patah jadi sejuta. Berharap dipijat tetapi meminta pijat dengan siapa pula. Tak ingin Yasmin yang memijat khawatir p@lung tumpul miliknya yang bangkit dan pasti susah untuk ditidurkan. Lebih bahaya lagi jika Yasmin yang merengek meminta dimesrai.

Ia melihat dari jauh Yasmin berdiri di teras rumah tengah menunggunya pulang. Aldava segera memasang senyum tampannya guna menyambut Yasmin. Dikarenakan ia belum tahu kebiasaan Aldavi seperti apa maka ia berusaha bersikap sewajarnya.

"Sore Bunda, kok cemberut gitu mukanya? Nanti cantiknya luntur lho," ledek Aldava.

"Akang ngapain saja lama di jalan tadi? Pasti lewat depan rumah janda genit itu terus mampir masuk!" sungut Yasmin dengan mencebik bibirnya seperti mulut iteuk yang lagi ngambek.

"Masuk ke mana?" tanya Aldava terkejut.

"Masuk ke d@sternya!" teriak Yasmin dengan nada kesal dan cemburu tingkat tinggi.

"Hah," Aldava terpelongo.

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Rie_za

Rie_za

msuk dastermu sja dia tkut yasmin gmna bsa msuk dster jendes/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-05-03

1

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

ngapain akang dafi masuk ke daster janda, neng Yasmin? 🤣🤣🤣🤣

2024-04-27

1

lily

lily

yang sabar ya Dava ngadepin bumil haha

2023-11-14

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi
2 Bab 2 - Sosok Aldavi
3 Bab 3 - Terpaksa Berbohong
4 Bab 4 - Hormon Kehamilan
5 Bab 5 - Saudara Kembar
6 Bab 6 - Masa Lalu
7 Bab 7 - Cinta Segitiga
8 Bab 8 - Pernikahan Mahesa dan Lisa
9 Bab 9 - Berduka
10 Bab 10 - Kesalahpahaman
11 Bab 11 - Pemakaman
12 Bab 12 - Biang Kekacauan
13 Bab 13 - Kehilangan
14 Bab 14 - Berubah 180 Derajat
15 Bab 15 - Bumil Sensi
16 Bab 16 - Papa Sakit
17 Bab 17 - Syarat Yasmin
18 Bab 18 - Janji Aldava
19 Bab 19 - Bertemu Papa
20 Bab 20 - Gelang
21 Bab 21 - Sebuah Rahasia
22 Bab 22 - Video Call
23 Bab 23 - Sabar Sayang
24 Bab 24 - Kematian Aldavi
25 Bab 25 - Bertemu Mantan
26 Bab 26 - Masa Lalu Mendadak Muncul
27 Bab 27 - Rumah Tangga Rara
28 Bab 28 - Pulang ke Bandung
29 Bab 29 - Meminta Restu
30 Bab 30 - SAH
31 Bab 31 - Kejutan
32 Bab 32 - Sarung Antena
33 Bab 33 - Pending
34 Bab 34 - Berhasil Juga
35 Bab 35 - Hubungan Gelap
36 Bab 36 - Cinta Tulus Belinda
37 Bab 37 - Galau
38 Bab 38 - Pulang ke Indonesia
39 Bab 39 - Siapa Wanita Itu?
40 Bab 40 - Gangguan Mantan
41 Bab 41 - Menutup Akses
42 Bab 42 - Cemburu
43 Bab 43 - Aksi Rara
44 Bab 44 - Keraguan
45 Bab 45 - Tanda Lahir
46 Bab 46 - Suamiku Bukan Suamiku ?
47 Bab 47 - Misi Angga
48 Bab 48 - Suami Liar
49 Bab 49 - Pulang ke Rumah Bapak
50 Bab 50 - Terkuak
51 Bab 51 - Aku Pergi
52 Bab 52 - Tangis Pilu
53 Bab 53 - Sebelum Kecelakaan
54 Bab 54 - Isu Perselingkuhan
55 Bab 55 - Konferensi Pers
56 Bab 56 - Pernikahan Roy dan Belinda
57 Bab 57 - Sebelum Tidur
58 Bab 58 - Proyek Ternak Benih Berhasil
59 Bab 59 - Persalinan
60 Bab 60 - Operasi
61 Bab 61 - Lahirnya Sang Pewaris
62 Bab 62 - Alvaro Yasva Mahesa
63 Bab 63 - Melepaskan
64 Bab 64 - Cinta dan Rindu
65 Bab 65 - Perayaan
66 Bab 66 - Extra Part
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO KARYA BARU
70 PROMO KARYA BARU
71 PROMO KARYA BARU
72 PROMO KARYA BARU
73 PROMO KARYA BARU
74 PROMO KARYA BARU
75 PROMO KARYA BARU
76 Launching Novel Baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi
2
Bab 2 - Sosok Aldavi
3
Bab 3 - Terpaksa Berbohong
4
Bab 4 - Hormon Kehamilan
5
Bab 5 - Saudara Kembar
6
Bab 6 - Masa Lalu
7
Bab 7 - Cinta Segitiga
8
Bab 8 - Pernikahan Mahesa dan Lisa
9
Bab 9 - Berduka
10
Bab 10 - Kesalahpahaman
11
Bab 11 - Pemakaman
12
Bab 12 - Biang Kekacauan
13
Bab 13 - Kehilangan
14
Bab 14 - Berubah 180 Derajat
15
Bab 15 - Bumil Sensi
16
Bab 16 - Papa Sakit
17
Bab 17 - Syarat Yasmin
18
Bab 18 - Janji Aldava
19
Bab 19 - Bertemu Papa
20
Bab 20 - Gelang
21
Bab 21 - Sebuah Rahasia
22
Bab 22 - Video Call
23
Bab 23 - Sabar Sayang
24
Bab 24 - Kematian Aldavi
25
Bab 25 - Bertemu Mantan
26
Bab 26 - Masa Lalu Mendadak Muncul
27
Bab 27 - Rumah Tangga Rara
28
Bab 28 - Pulang ke Bandung
29
Bab 29 - Meminta Restu
30
Bab 30 - SAH
31
Bab 31 - Kejutan
32
Bab 32 - Sarung Antena
33
Bab 33 - Pending
34
Bab 34 - Berhasil Juga
35
Bab 35 - Hubungan Gelap
36
Bab 36 - Cinta Tulus Belinda
37
Bab 37 - Galau
38
Bab 38 - Pulang ke Indonesia
39
Bab 39 - Siapa Wanita Itu?
40
Bab 40 - Gangguan Mantan
41
Bab 41 - Menutup Akses
42
Bab 42 - Cemburu
43
Bab 43 - Aksi Rara
44
Bab 44 - Keraguan
45
Bab 45 - Tanda Lahir
46
Bab 46 - Suamiku Bukan Suamiku ?
47
Bab 47 - Misi Angga
48
Bab 48 - Suami Liar
49
Bab 49 - Pulang ke Rumah Bapak
50
Bab 50 - Terkuak
51
Bab 51 - Aku Pergi
52
Bab 52 - Tangis Pilu
53
Bab 53 - Sebelum Kecelakaan
54
Bab 54 - Isu Perselingkuhan
55
Bab 55 - Konferensi Pers
56
Bab 56 - Pernikahan Roy dan Belinda
57
Bab 57 - Sebelum Tidur
58
Bab 58 - Proyek Ternak Benih Berhasil
59
Bab 59 - Persalinan
60
Bab 60 - Operasi
61
Bab 61 - Lahirnya Sang Pewaris
62
Bab 62 - Alvaro Yasva Mahesa
63
Bab 63 - Melepaskan
64
Bab 64 - Cinta dan Rindu
65
Bab 65 - Perayaan
66
Bab 66 - Extra Part
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO KARYA BARU
70
PROMO KARYA BARU
71
PROMO KARYA BARU
72
PROMO KARYA BARU
73
PROMO KARYA BARU
74
PROMO KARYA BARU
75
PROMO KARYA BARU
76
Launching Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!