Setelah Lexi melakukan penyelidikan terkait lelaki yang mirip Tuannya itu. Ia menjelaskan pada Aldava bahwa lelaki yang meninggal tersebut dalam mobil miliknya bernama Aldavi Wiyono.
Putra pertama dari sepasang suami istri yang bernama Wiyono dan Ratna yang biasa dipanggil Davi. Namun Aldavi sudah menjadi yatim piatu sejak usianya lima belas tahun karena kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan.
Saat kejadian kecelakaan yang menimpa Wiyono dan Ratna selain menyebabkan orang tua Aldavi meninggal, juga membuat adik lelakinya yang beda usia satu tahun di bawahnya ikut menjadi korban bernama Ranggi Wiyono.
Alhasil dirinya sudah sebatang kara sejak umur lima belas tahun. Sekolah hanya sampai tamatan sekolah menengah umum dan setelah lulus langsung diterima bekerja di perkebunan karet.
Aldavi sendiri tak berkecimpung dalam urusan kantor perkebunan karet karena dirinya hanya buruh kasar saja yang sehari-harinya menemani mandor perkebunan untuk memantau panen maupun kendala saat di lahan dan juga terkadang membantu pengiriman hasil panen karet ke tempat tujuan karena dia bisa mengendarai kendaraan seperti mobil maupun truk.
Saat usia Aldavi dua puluh lima tahun, lelaki itu menikahi Yasmin. Wanita yang telah membuatnya jatuh hati sejak lama namun takut untuk meminangnya karena dirinya sadar hanya buruh biasa dan juga orang tuanya hanya berasal dari kalang biasa sedangkan Yasmin adalah putri dari kepala desa seberang dari tempat tinggal mereka sekarang.
Pak Sastro, 55 tahun, ayah kandung Yasmin sangat menolak hubungan Aldavi dengan putri semata wayangnya karena faktor ekonomi dan strata sosial. Sebagai orang tua, Pak Sastro ingin putrinya itu menikah dengan orang berpunya agar tak kesusahan bekerja keras menopang rumah tangga.
Yasmin sendiri adalah seorang guru sekolah dasar di desa tempat mereka tinggal. Lokasinya cukup jauh dari rumah mereka. Setiap hari Aldavi mengantar istrinya bekerja dengan mengendarai motor bututnya. Sekitar tiga puluh menit berkendara motor dari rumahnya akan tiba di sekolah tempat Yasmin mengajar.
Saat ini Yasmin tengah mengandung sekitar tiga bulan, buah hatinya dengan Aldavi. Sebelumnya Yasmin dan Aldavi tengah ribut kecil karena saat tengah pulang ke rumah, Pak Sastro meminta Yasmin untuk tinggal bersama di rumahnya namun Yasmin menolak dengan tegas.
Pak Sastro tidak tega melihat kehidupan anaknya tinggal di gubug sederhana bahkan untuk mandi serta hal lainnya masih harus bekerja keras menimba sumur. Rumah Aldavi juga banyak bocor saat hujan tiba. Berbeda dengan rumah Pak Sastro yang memang memiliki fasilitas cukup memadai sebagai seorang kepala desa.
Dirinya sebagai Ayah sedih melihat kehidupan putrinya walau ia tahu keduanya saling mencintai tetapi tetap sebagai Ayah tentu saja tak ingin berpangku tangan. Terlebih ibu kandung Yasmin sudah meninggal sejak sepuluh tahun yang lalu karena sakit darah tinggi.
Setelah kepulangan Pak Sastro kala itu, Aldavi langsung menegur Yasmin secara halus agar tidak bernada tinggi kepada orang tua. Dirinya tahu bahwa Ayah kandung Yasmin walau telah memberi restu padanya sehingga bisa menikahi Yasmin namun hingga sekarang masih belum bisa seratus persen menerima sosok Aldavi sebagai menantunya.
Akan tetapi saat Aldavi menasehati Yasmin namun karena istrinya masih emosi dengan Ayah kandungnya, sehingga sempat tak sengaja membentak suaminya itu. Alhasil Aldavi kecewa dan sempat bersikap dingin lalu besoknya saat ada urusan menemani mandor pergi ke Bogor dirinya langsung mengiyakan tanpa bertanya dulu pada Yasmin.
Kini seorang wanita berbadan dua itu tengah gundah gulana menanti kepulangan suaminya terlebih di dera rasa bersalah bergulung rindu.
🍁🍁🍁
"Jadi istri si Davi itu tengah berbadan dua?" tanya Aldava dengan dahi mengkerut.
"Iya Tuan. Kalau saran dari saya untuk sementara kita masih mengusut tuntas kecelakaan yang merenggut nyawa Aldavi yang tentunya sasaran mereka adalah Tuan, lebih baik Tuan menyamar sebagai Aldavi."
"Tuan bersembunyi dahulu dan berpura-pura menjadi suami Yasmin. Biarlah keluarga Tuan mengira bahwa Tuan sudah meninggal. Saya yakin musuh Tuan akan segera go public, terlebih ingin menggenggam semua kekayaan keluarga Mahesa," tutur Lexi dengan tegas.
"Bagaimana bisa kamu menyuruhku menjadi suami palsunya? Kalau tiba-tiba wanita itu ingin bercinta denganku bagaimana hah?" pekik Aldava.
"Ya Tuan harus tahan banting agar antena Tuan gak bangun untuk minta sarapan bernutrisi empat sehat lima sempurna," ucap Lexi dengan kekehan dibalas Aldava dengan lemparan tisu ke wajah asistennya yang somplak satu ini.
"Ide menyesatkan macam apa itu? Aku dan dia belum sah menikah bagaimana aku akan menggaulinya? Bahkan antenaku masih perjaka ting tong belum ada wanita manapun yang pernah menyentuhnya kecuali nanti istriku di masa depan," ocehan Aldava dengan bersungut-sungut pada Lexi.
"Banyak wanita yang mengincar jadi istri Tuan kenapa tak ada satupun yang hinggap di hati? Apa masih ada nama Rara di hati Tuan?" tanya Lexi lugas.
Lexi bukan hanya asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Aldava tetapi dia juga sudah lama bersahabat dengan sang majikan. Berkat kebaikan Tuan Mahesa dan Aldava maka dirinya bisa menjadi orang berpendidikan serta memiliki derajat yang lebih baik daripada harus hidup di bawah kolong jembatan sebagai anak yatim piatu yang tidak jelas hidupnya. Sehingga kehidupan Aldava secara mendetail pun dengan karakter sang majikan sangat ia pahami dengan baik.
"Rara?" batin Aldava.
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
sepertinya ada sesuatu yg belum terungkap
2024-04-19
1
himawatidewi satyawira
waduuhh puyeng dong megalodon disuruh ndak ngluarin antene sinyal..ntar berubah jd rangers pink gimn..mosok othor solehot yng disuruh tanggung jwb?
2024-02-05
3
ande
awal yg bikin nyesak
2023-05-11
1