Bab 15 - Bumil Sensi

"Astaga ibu hamil satu ini. Bukan aku yang hamilin tapi aku yang dibikin repot. Untung cantik, kalau enggak cantik aku lempar pakai sapu ijuk," batin Aldava tengah menggerutu namun juga cekikikan lucu melihat tingkah Yasmin yang tengah cemburu berat.

Yasmin langsung masuk ke kamar dan tidur rebahan ala-ala merajuk di kasur. Isak tangis terdengar di telinga Aldava membuat lelaki ini mengelus dada dan memperbanyak stok sabar. Lalu ia menyusul Yasmin ke kamar, beruntung tidak dikunci oleh bumil yang tengah sensi ini.

"Yas, kok kamu marah sih? Aa kan enggak ngapa-ngapain sama janda genit itu. Buat apa juga genit sama yang lain kalau yang di rumah saja gak ada habisnya bila Aa mau," tutur Aldava seraya mengelus punggung Yasmin yang tengah bergetar karena menangis.

"Aa itu sekarang lebih tampan dan gagah dari biasanya. Pasti di luar sana banyak suka dan pengen nikung Aa Davi dari Yasmin. Apalagi sekarang Yasmin gak cantik, enggak langsing tapi sudah mulai gendut pasti nanti Aa Davi gak puas sama Yasmin. Aku takut Aa pergi ninggalin aku," cicit Yasmin seraya menangis tersedu-sedu.

"Hei, lihat Aa. Apa kamu lihat Aa tukang playboy? Enggak kan. Tenang saja Yas, jiwa dan raga Aa sudah kepentok sama Neng Yasmin yang cantik ini," ucap Aldava lembut seraya mencolek dagu Yasmin ia angkat agar bisa langsung bertatap mata.

"Ah Aa, jangan gombal deh. Nanti Yas takut nyungsep kalau Aa ingkar janji atau bohongi Yasmin," desah Yasmin dengan helaan nafasnya.

"Cup..."

Aldava mengecup kening Yasmin dengan lembut dan cukup lama seraya memeluk bumil yang tengah sensi ini agar mereda.

"Aa cuma cinta sama Yasmin. Enggak ada yang lain karena yang lain belum tentu nerima diri Aa apa adanya. Banyak orang lain menerima hanya karena ada apanya. Apalagi calon Bunda yang cantik jelita harum mewangi ini sudah rela mengandung benih Aa yang hanya orang miskin," cicit Aldava lirih.

Yasmin mendengar suaminya berkeluh kesah dan merendah diri di hadapannya sungguh membuat dirinya merasa bersalah. Kini mata Yasmin berkaca-kaca sungguh ia melihat ketulusan cinta yang terpancar dari raut wajah dan mata suaminya. Tak ada kebohongan di dalamnya.

Semakin membuat dirinya terbang ke awang karena dicintai setulus jiwa raga oleh lelaki yang ia cintai juga. Walaupun Ayah kandungnya belum merestui suaminya secara seratus persen tetapi suaminya ini selalu memarahinya jika dirinya membangkang pada sang Ayah.

"Maafin Yas. Aku cinta Aa setulus hati," bisik Yasmin seraya membelai pipi suaminya dan mengecup bibirnya sekilas.

Tentu saja kelincahan Yasmin membuatnya mematung dan tertohok. Hatinya berdesir karena terasa begitu dicintai oleh seorang wanita untuk pertama kalinya tanpa melihat siapa dirinya yang seorang CEO kaya raya.

Hatinya sungguh membuncah dan mendoakan mendiang Aldavi serta berjanji sepenuh hati akan menjaga Yasmin dan buah hati mereka seumur hidupnya. Selepas segala urusannya selesai, ia akan mengatakan sejujurnya pada Yasmin siapa dirinya dan juga perasaannya pada wanita ini.

Aldava berharap Yasmin mau memaafkan dirinya. Bukan maksud ingin membohongi Yasmin tetapi hanya karena keadaan yang menurutnya begitu bukan karena keinginan diri pribadinya seperti ini.

Aldava membalas pelukan Yasmin dengan lembut lalu mengelus punggung bumil agar tidak terus bersedih.

"Bumil jangan menangis terus nanti si utun ngambek lho ikutan nangis di dalam sana," tutur Aldava seraya mengelus perut Yasmin.

"Iya Aa. Utun sama Bundanya gak nangis lagi kok sekarang. Yang ada Utun makin kangen berat nih sama Ayahnya. Sudah kangen ingin dijenguk di dalam diajak main bola sama Ayahnya," bisik Yasmin mesra di telinga Aldava.

"Ehm, kalau semisal Ayah gak jengukin si utun apa Bunda akan pergi ninggalin Ayah?" tanya Aldava lirih dan sendu.

"Hah, maksud Aa? Apa sekarang Aa hipertensi eh salah impoten maksud Yasmin," tanya Yasmin seraya melipat bibirnya dan memicing melihat suaminya yang tengah gegana.

"Astaga gegara Lexi dikira aku impoten. Yang benar saja. Bikin merem melek kamu sekarang kelojotan juga bisa Yas," batin Aldava menggerutu sebal karena dirinya dikatakan impoten.

"Enggak, sayang. Aa normal dan pria tulen kok. Kalau gak normal mana mungkin bikin kamu melendung hingga sembilan bulan mendatang," ucap Aldava seraya terkekeh yang dibalas cengiran dan senyum merekah Yasmin.

Bagaimana impoten? Jika dirinya bersentuhan atau melihat belahan d@da Yasmin saja membuatnya berdesir bahkan kemarin karena terlalu memeluk Yasmin serta dibalas pelukan erat ibu hamil satu ini yang saat tidur tangannya terus saja meraba perut kotak-kotak Aldava.

Alhasil sebelum Yasmin terbangun, pagi buta dirinya mencuci un-der wearnya sendiri sebab dirinya harus basah karena mimpi akibat ulah tangan jahil Yasmin.

Akhirnya bumil yang sensi sudah tak merajuk lagi setelah Aldava berikan ciuman hangat. Dengan terpaksa ia keluar sesaat dari batas ambang yang dibuatnya sendiri. Entah berapa lama dirinya nanti bertahan berdekatan dengan Yasmin dengan status seperti ini.

Semoga macan betina ini tidak mengamuk saja nantinya yang membuat dirinya kebingungan untuk memenangkan hatinya kembali dengan status yang nyata yaitu sebagai Aldava bukan Aldavi yang telah tiada.

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

sabar dava, ujianmu berat.

2024-04-27

2

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

palung tumpul blm brani ngegosip ma megalodon jg basoka,msh nyungsep, kicep tp jg gelisah...

2024-02-06

1

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

latihan untk piala dunia pra u 5 thn yas?

2024-02-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Tragedi
2 Bab 2 - Sosok Aldavi
3 Bab 3 - Terpaksa Berbohong
4 Bab 4 - Hormon Kehamilan
5 Bab 5 - Saudara Kembar
6 Bab 6 - Masa Lalu
7 Bab 7 - Cinta Segitiga
8 Bab 8 - Pernikahan Mahesa dan Lisa
9 Bab 9 - Berduka
10 Bab 10 - Kesalahpahaman
11 Bab 11 - Pemakaman
12 Bab 12 - Biang Kekacauan
13 Bab 13 - Kehilangan
14 Bab 14 - Berubah 180 Derajat
15 Bab 15 - Bumil Sensi
16 Bab 16 - Papa Sakit
17 Bab 17 - Syarat Yasmin
18 Bab 18 - Janji Aldava
19 Bab 19 - Bertemu Papa
20 Bab 20 - Gelang
21 Bab 21 - Sebuah Rahasia
22 Bab 22 - Video Call
23 Bab 23 - Sabar Sayang
24 Bab 24 - Kematian Aldavi
25 Bab 25 - Bertemu Mantan
26 Bab 26 - Masa Lalu Mendadak Muncul
27 Bab 27 - Rumah Tangga Rara
28 Bab 28 - Pulang ke Bandung
29 Bab 29 - Meminta Restu
30 Bab 30 - SAH
31 Bab 31 - Kejutan
32 Bab 32 - Sarung Antena
33 Bab 33 - Pending
34 Bab 34 - Berhasil Juga
35 Bab 35 - Hubungan Gelap
36 Bab 36 - Cinta Tulus Belinda
37 Bab 37 - Galau
38 Bab 38 - Pulang ke Indonesia
39 Bab 39 - Siapa Wanita Itu?
40 Bab 40 - Gangguan Mantan
41 Bab 41 - Menutup Akses
42 Bab 42 - Cemburu
43 Bab 43 - Aksi Rara
44 Bab 44 - Keraguan
45 Bab 45 - Tanda Lahir
46 Bab 46 - Suamiku Bukan Suamiku ?
47 Bab 47 - Misi Angga
48 Bab 48 - Suami Liar
49 Bab 49 - Pulang ke Rumah Bapak
50 Bab 50 - Terkuak
51 Bab 51 - Aku Pergi
52 Bab 52 - Tangis Pilu
53 Bab 53 - Sebelum Kecelakaan
54 Bab 54 - Isu Perselingkuhan
55 Bab 55 - Konferensi Pers
56 Bab 56 - Pernikahan Roy dan Belinda
57 Bab 57 - Sebelum Tidur
58 Bab 58 - Proyek Ternak Benih Berhasil
59 Bab 59 - Persalinan
60 Bab 60 - Operasi
61 Bab 61 - Lahirnya Sang Pewaris
62 Bab 62 - Alvaro Yasva Mahesa
63 Bab 63 - Melepaskan
64 Bab 64 - Cinta dan Rindu
65 Bab 65 - Perayaan
66 Bab 66 - Extra Part
67 PROMO KARYA BARU
68 PROMO KARYA BARU
69 PROMO KARYA BARU
70 PROMO KARYA BARU
71 PROMO KARYA BARU
72 PROMO KARYA BARU
73 PROMO KARYA BARU
74 PROMO KARYA BARU
75 PROMO KARYA BARU
76 Launching Novel Baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1 - Tragedi
2
Bab 2 - Sosok Aldavi
3
Bab 3 - Terpaksa Berbohong
4
Bab 4 - Hormon Kehamilan
5
Bab 5 - Saudara Kembar
6
Bab 6 - Masa Lalu
7
Bab 7 - Cinta Segitiga
8
Bab 8 - Pernikahan Mahesa dan Lisa
9
Bab 9 - Berduka
10
Bab 10 - Kesalahpahaman
11
Bab 11 - Pemakaman
12
Bab 12 - Biang Kekacauan
13
Bab 13 - Kehilangan
14
Bab 14 - Berubah 180 Derajat
15
Bab 15 - Bumil Sensi
16
Bab 16 - Papa Sakit
17
Bab 17 - Syarat Yasmin
18
Bab 18 - Janji Aldava
19
Bab 19 - Bertemu Papa
20
Bab 20 - Gelang
21
Bab 21 - Sebuah Rahasia
22
Bab 22 - Video Call
23
Bab 23 - Sabar Sayang
24
Bab 24 - Kematian Aldavi
25
Bab 25 - Bertemu Mantan
26
Bab 26 - Masa Lalu Mendadak Muncul
27
Bab 27 - Rumah Tangga Rara
28
Bab 28 - Pulang ke Bandung
29
Bab 29 - Meminta Restu
30
Bab 30 - SAH
31
Bab 31 - Kejutan
32
Bab 32 - Sarung Antena
33
Bab 33 - Pending
34
Bab 34 - Berhasil Juga
35
Bab 35 - Hubungan Gelap
36
Bab 36 - Cinta Tulus Belinda
37
Bab 37 - Galau
38
Bab 38 - Pulang ke Indonesia
39
Bab 39 - Siapa Wanita Itu?
40
Bab 40 - Gangguan Mantan
41
Bab 41 - Menutup Akses
42
Bab 42 - Cemburu
43
Bab 43 - Aksi Rara
44
Bab 44 - Keraguan
45
Bab 45 - Tanda Lahir
46
Bab 46 - Suamiku Bukan Suamiku ?
47
Bab 47 - Misi Angga
48
Bab 48 - Suami Liar
49
Bab 49 - Pulang ke Rumah Bapak
50
Bab 50 - Terkuak
51
Bab 51 - Aku Pergi
52
Bab 52 - Tangis Pilu
53
Bab 53 - Sebelum Kecelakaan
54
Bab 54 - Isu Perselingkuhan
55
Bab 55 - Konferensi Pers
56
Bab 56 - Pernikahan Roy dan Belinda
57
Bab 57 - Sebelum Tidur
58
Bab 58 - Proyek Ternak Benih Berhasil
59
Bab 59 - Persalinan
60
Bab 60 - Operasi
61
Bab 61 - Lahirnya Sang Pewaris
62
Bab 62 - Alvaro Yasva Mahesa
63
Bab 63 - Melepaskan
64
Bab 64 - Cinta dan Rindu
65
Bab 65 - Perayaan
66
Bab 66 - Extra Part
67
PROMO KARYA BARU
68
PROMO KARYA BARU
69
PROMO KARYA BARU
70
PROMO KARYA BARU
71
PROMO KARYA BARU
72
PROMO KARYA BARU
73
PROMO KARYA BARU
74
PROMO KARYA BARU
75
PROMO KARYA BARU
76
Launching Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!