Saat Roy telah berangkat ke luar negeri guna melanjutkan studi, otomatis komunikasi antara Roy dan Lisa serta temannya yang lain di kampus sedikit renggang karena kesibukan masing-masing.
"Apa kek, dijodohin? Emang ini jaman Siti Nurbaya kek, pakai di jodoh-jodohin segala."
Mahesa menghela nafas dalam mendadak sang kakek memanggilnya ke kediaman utama ternyata karena dirinya akan dijodohkan dengan anak dari sahabat mendiang kedua orang tuanya.
"Ini sudah menjadi mandat mendiang kedua orang tuamu sejak lama ingin menjodohkan kamu dengan putri dari keluarga Notodiningrat," tutur sang kakek dengan lembut namun tetap aura tegas terpancar di wajah Henry.
"Apa? Keluarga Notodiningrat?" tanya Mahesa terkejut karena nama yang sama yang pernah ia dengar dari adik angkatnya, Roy, bahwa adiknya itu mencintai wanita yang bernama Lisa Notodiningrat.
"Iya betul dan nanti malam kita akan makan malam ke rumah keluarga Notodiningrat dan siapkan dirimu. Kakek tidak menerima bantahan dan ini adalah perintah," ucap Henry dengan tegas seraya pergi meninggalkan cucu kandungnya yang terbengong.
"Ya Tuhan apa gadis itu adalah gadis yang sama dengan yang dicintai oleh Roy? Bagaimana ini?" batin Mahesa cemas.
Akhirnya makan malam dua keluarga itu berlangsung lancar tanpa suatu hambatan apapun. Dan saat Mahesa bertemu Lisa untuk pertama kalinya, memang sebagai lelaki sangat wajar jika ia langsung terpesona akan sikap dan keanggunan Lisa sebagai wanita.
Terlebih sikap Lisa yang sopan dan lemah lembut namun menjadi penghidup suasana karena selalu ceria. Itulah ciri khas Lisa yang memang terkenal menjadi gadis periang dan tak manja. Bahkan Lisa ikut membereskan piring-piring bekas makan para tamu.
Mahesa sengaja tak banyak berbincang atau bertukar kata karena selain dirinya didera rasa canggung, ia juga merasa bersalah pada Roy, adik angkatnya. Ia sangat yakin Lisa yang ada di hadapannya sekarang adalah gadis yang sama yang dicintai oleh Roy juga.
Hal ini dikarenakan dirinya pernah masuk ke kamar Roy dan di dindingnya terpampang beberapa foto Lisa yang dibidik Roy secara candid.
"Mas kok dari tadi diem terus sih? Lagi sakit gigi apa sakit hati nih?" canda Lisa membuat Mahesa yang sejak tadi diam dan terkesan dingin akhirnya tersenyum tipis.
"Nah gitu dong senyum. Aku kira lagi bicara sama patung. Habisnya sejak tadi gak ada ekspresi sama sekali kecuali diam dan tak bergerak haha...jadi mirip patung. Bahkan mengalahkan patung Pancoran. Maaf ya Mas, aku bercanda. Jangan dimasukin ke hati nanti susah obatinnya karena aku bukan kuliah di bidang kedokteran," ucap Lisa seraya terkekeh.
"Iya gak apa-apa kok. Maaf aku emang begini orangnya lebih banyak diam. Jika kamu tidak suka, gak apa-apa kamu menolak perjodohan kita. Aku terima kok," tutur Mahesa lirih.
Deg...
Jantung Lisa berdetak tak karuan entah mengapa mendengar penuturan Mahesa barusan seakan tersirat bahwa lelaki ini tidak suka padanya. Apa dirinya terlalu over riang atau keterlaluan bercanda sehingga membuat lelaki yang sejak pertama datang sudah memberikan buih-buih cinta tak kasat mata yang masuk ke dalam kalbunya.
Malam itu pun di akhiri dengan rasa campur aduk oleh Mahesa karena dirinya seperti tengah makan buah simalakama. Sang kakek yang sudah tua dan sakit-sakit an sangat mengharapkan perjodohannya dengan Lisa lancar hingga ke pelaminan sedangkan jika dirinya melakukan perintah kakeknya maka Roy akan kecewa berat padanya.
Saat Mahesa yang tengah gundah gulana di seberang sana Lisa pun juga tak kalah cemas. Hal ini dikarenakan baru pertama kali ini dirinya merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama pada lawan jenis yang berhasil menggetarkan hatinya.
Sosok yang dingin, pendiam terkesan angkuh dan pembawaan yang tegas. Namun ia sudah cukup mendalami karakter Mahesa dari cerita kakek Henry dan kedua orang tuanya. Bahwa Mahesa memang pembawaannya seperti itu karena harus dewasa lebih awal sebelum waktunya.
Sejak usia lima belas tahun sudah kehilangan kedua orang tua dan harus sekolah dan belajar cepat bisnis guna membantu sang kakek di perusahaan. Tentu tidak mudah dilakukan oleh anak usia lima belas tahun yang dominan di usia tersebut masih suka bermain dan asyik-asyiknya bersama teman menikmati masa remaja.
Lisa justru makin tertantang dan makin mencintai Mahesa karena lelaki ini tak mudah terpana akan dirinya maupun latar belakang keluarganya. Biasanya dirinya banyak menolak lelaki justru kini dirinya sangat terpesona akan sosok lelaki berkharismatik nan dingin seperti kulkas delapan pintu yang bernama Mahesa.
Selama bersahabat dengan Roy, memang ia tidak tahu akan keluarga besar Roy seperti apa. Hal ini dikarenakan kepribadian Roy yang cukup introvert alias tertutup sehingga ia tidak mengetahui bahwa ternyata Roy adalah cucu angkat kakek Henry.
Waktu kian berlalu dan sebulan setelah acara makan malam tersebut dikarenakan kondisi kesehatan kakek Henry kurang begitu baik maka ia meminta untuk segera mempercepat pernikahan Mahesa dengan Lisa.
Pihak keluarga Lisa maupun calon mempelai wanita tidak mempermasalahkan malah mereka sangat antusias untuk berbesan dengan keluarga Mahesa. Sedangkan calon mempelai laki-laki lebih terlihat pasrah karena ia tidak mau terjadi sesuatu hal buruk pada kakeknya. Satu-satunya keluarga kandung yang ia miliki.
Sang kakek pun meminta Mahesa tidak menyampaikan perihal kesehatannya yang tengah menurun maupun urusan pernikahan yang akan berlangsung pada Roy. Hal ini dikarenakan Henry tidak mau mengganggu pikiran dan waktu cucu angkatnya karena kala itu Roy tengah ujian. Mahesa pun hanya bisa pasrah mengikuti kemauan sang kakek tanpa ada kata bantahan.
Dan kata "SAH" itu bergema di dalam ballroom hotel bintang lima di Jakarta Pusat. Hari ini Mahesa dan Lisa resmi menyandang status baru sebagai suami istri. Para kolega bisnis dan teman dekat mereka serta keluarga besar masing-masing di kedua belah pihak telah hadir meramaikan pernikahan mewah tersebut.
Sedangkan di California,
Seorang pemuda sangat berharap bisa bertemu pujaan hatinya sesegera mungkin setelah berhasil menyelesaikan ujian di kampusnya serta menyandang gelar pasca sarjana seperti harapan kakek angkatnya. Roy bertekad akan melamar Lisa setelah ia pulang ke Indonesia nanti.
"Tunggu aku Lisa, setelah ini kamu akan jadi milikku. Aku mencintaimu Lis," batin Roy dengan senyum terpancar di wajahnya seraya menengadah untuk melihat langit California yang begitu cerah menjelang senja dari balkon apartemennya.
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
bukan masalah telat, tapi memang tidak jodoh. salah roy gak mau nembak lisa dulu sebelum ke amrik
2024-04-25
1
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Nidahiat
kalaupun gadis yg sama yg Roy cintai trus mau gmna . kan itu perjodohan dari ortu mu Mahesa itu bukan salah kamu
2023-03-10
1
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Nidahiat
memang knpa gtu slah kah 🤔 kalo dijodoh²kan mngkin itu pilihan kakek yg terbaik untukmu
2023-03-10
0