Pagi-pagi buta, Aldava tengah dikejutkan getaran ponselnya. Untung Yasmin tengah tertidur pulas sehingga ia bisa mengangkat telepon dari Lexi.
Aldava sungguh terkejut mendengar dari Lexi bahwa sang Ayah tengah sakit dan kini dilarikan ke rumah sakit Medistra di daerah Gatot Subroto Jakarta. Yang Lexi tahu dari orang kepercayaannya di dalam kediaman utama bahwa Ayah majikannya itu mendadak sesak nafas dan memanggil nama Aldava lalu pingsan.
Saat ini masih dalam kondisi belum sadarkan diri. Namun sudah cukup membaik pernafasannya. Dugaan sementara karena stress berat dan menghirup sesuatu yang kurang baik untuk pernafasannya.
Aldava mengernyitkan dahi dan mengepalkan tangannya pasti ini ada ulah orang-orang yang ingin menghancurkan keluarganya. Akan tetapi dirinya tetap harus waspada sebab di luar sana bahkan mungkin musuhnya telah menganggap bahwa dirinya sudah mati. Jadi dia tidak boleh gegabah muncul di area publik.
Ia meminta bantuan Lexi untuk membelikannya sebuah topeng dengan wajah orang lain. Dirinya ingin berada sesekali di samping Papanya. Walaupun sebagai perawat sang Papa juga tak apa.
Sebagai anak, Aldava sangat yakin Papanya diliputi rasa bersalah dan kesedihan mendalam atas kepergiannya yang ia kira selamanya alias dinyatakan meninggal padahal bukan dirinya yang meninggal dalam kecelakaan itu.
"Tunggu Pa, Dava juga rindu Papa. Gak akan aku biarin para tikus got itu mencelakai Papa!" geram Aldava sembari mengepalkan tangannya.
Kemudian mau tak mau Lexi akhirnya segera melaksanakan perintah Tuannya jika tidak nanti bisa-bisa dirinya beneran di lempar ke sungai Amazone beranak pinak dengan Piranha. Lexi mengerahkan segala koneksinya agar misi Aldava berhasil.
Kini Aldava tengah memikirkan alasan apa yang tepat pada Yasmin agar dirinya di ijinkan pergi ke luar kota. Sungguh kepala atas bawah miliknya pening tujuh keliling. Namun bersama Yasmin dirinya belajar banyak hal. Bahwa hidup ini keras dan penuh tantangan maka jangan menyerah.
Dirinya seorang wanita yang cukup berpunya sebagai anak kepala desa tetapi rela bersusah hidup dengan Aldavi hanya karena cinta yang tulus tanpa embel-embel kekayaan maupun tahta dari seorang lelaki yang ia cinta.
Sepulang Aldava bekerja, dirinya sudah bersiap ingin pamit dengan Yasmin untuk pergi ke luar kota. Lexi sudah mengatur segalanya dan sangat siap. Mandor tempat Aldava bekerja pun terpaksa Lexi suap dan ancam untuk menuruti apa kata titahnya jika ingin tetap bekerja di perkebunan karet tanpa harus membongkar jati diri Aldava sesungguhnya.
Pak Mandor yang bernama Agus itu belum tahu bahwa Aldavi telah tiada. Ia tetap menganggap Aldava itu adalah Aldavi. Lexi hanya menyuruh Agus sebagai mandor untuk membantu Aldava meminta ijin pada Yasmin saja.
Tentu saja Agus bersedia membantu Aldava karena ia tidak mau dipecat sekaligus sesama lelaki saling membantu. Yang ada di dalam benak Agus sebagai mandor bahwa Aldava ini tetap Aldavi namun dirinya disuruh berbohong pada Yasmin sehingga pikiran nakalnya bermunculan menduga Aldavi punya wanita idaman lain di luar.
"Davi, kamu hebat juga ya. Baru jadi buruh saja sudah punya istri dua," tutur Agus, Pak Mandor.
"Maksud Pak Mandor apa? Maaf saya tidak paham," tanya Aldava heran.
"Halah kamu nyuruh Pak Lexi agar saya ngikutin apa yang kamu mau buat bohongin Yasmin ijin keluar kota pasti kamu mau kelonan sama bini barumu ya? Ngaku saja lah sama aku enggak apa-apa kok. Kan aku juga punya bini lebih dari satu, kamu tahu itu."
Pak Mandor terkekeh melihat wajah Aldava yang terpelongo jadi terlihat lucu di matanya. Sedangkan yang di ajak bicara begitu tertohok mendengar ucapan pak mandor tempatnya bekerja sebagai buruh kasar di perkebunan karet.
"Punya bini satu belum sah saja mau di grepek-grepek juga belum apalagi dua. Ada-ada saja pak mandor ini," batin Aldava seraya geleng-geleng kepala.
"Eh kenapa geleng-geleng apa kamu pusing mikirin Yasmin. Tenang saja aku paham dan siap membantumu. Apalagi istrimu lagi bunting. Pasti nahan buat main bola sodok sangat susah. Pokoknya kamu terima beres dan aku jamin Yasmin akan mengijinkan," tutur Pak Mandor dengan cekikikan.
"Pak Mandor apa enggak capek main dua bini?" tanya Aldava sengaja basa basi.
"Enggak Dav, soalnya itu kebutuhan penting. Kamu tahu sendiri istri pertamaku sudah mbrojol empat jadi kurang gigit alias kendor. Aku sering minta tapi jarang dikasih alesan capek, ngantuk dan repot sama anak. Ya terpaksa aku nikah siri sama Sulis janda desa seberang. Apalagi Sulis dicerai lakinya sejak lama karena enggak bisa kasih anak alias mandul. Ya sudah aku kawinin siri dan sama-sama mau jadi aku gak salah kan?" tutur Agus, mandor bini dua.
"Ya gak salah sih Pak. Cuma apa Mbak Yani, istri pertama Bapak tahu soal pernikahan siri bapak dengan Mbak Sulis?" tanya Aldava.
Deg...
"Ya jangan sampai tahu pokoknya Dav. Cuma kamu yang tahu. Jangan bocor ya! Nanti aku adukan kamu ke Yasmin kalau punya wanita lain," pekik Pak Agus.
"Haishh Pak Mandor, saya ke luar kota juga bukan untuk begituan Pak. Kebetulan ada kerabat jauh yang butuh bantuan tetapi Yasmin kurang suka sama orangnya alias cemburuan. Ya sudah akhirnya saya minta bantuan Pak Mandor," tutur Aldava.
"Oh begitu. Aku pikir kamu punya cewek lain di luar buat main bola sodok. Maaf ya Davi," ucap Pak Mandor terkekeh.
"Iya Pak. Nanti jangan sampai buat Yasmin curiga," perintah Aldava tegas.
"Beres Dav," respon Pak Mandor Agus.
🍁🍁🍁
Aldava di ijinkan dengan mulus atau pakai syarat nih dari Yasmin? 💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Supry Atun
pakai syarat aja hahahaha biar + pusing aldavanya 🤭
2024-10-17
0
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kasihan mereka, cukup lama memelihara ular
2024-04-27
1
Widi Widurai
tapi ttp aja anak mahesa. walaupun bukan dava yg mati, tp davi
2023-11-19
1