Rara, sosok nama dan cinta yang telah lama ia lupakan. Sungguh saat ini hatinya sudah kosong tak ada nama tersebut walau terkadang bila kenangan lama kembali datang padanya, di ujungnya masih samar-samar terkenang akan Rara sang mantan kekasihnya yang telah memutuskan menikah dengan calon suami yang disodorkan oleh orang tuanya wanita itu atas dasar perjodohan sehingga kisah cinta dua sejoli ini harus kandas di tengah jalan.
"Entahlah aku tak tahu Lex, sudah lama aku tak mendengar kabarnya. Mungkin dia sekarang sudah punya anak dan bahagia bersama suaminya," ucap Aldava cuek.
"Rara dan orang tuanya pasti nyesel ninggalin kamu bos," ucap Lexi.
"Rara gak salah juga ninggalin aku. Dia hanya ingin berbakti pada kedua orang tuanya yang telah menjodohkan dirinya dengan lelaki lain. Aku tahu hatinya baik bahkan saat berpisah denganku dia sampai ingin memberikan mahkotanya padaku hanya ingin memberikan kado cinta spesial untukku sebelum dirinya menikah. Dikarenakan ia gak rela bila nanti lelaki yang tidak ia cintai yang akan mendapatkan mahkotanya," tutur Aldava.
"Gila! Terus bos ambil tuh mahkota? Kayaknya enggak mungkin deh. Gue tahu siapa Lu, Aldava."
Lexi yang menggebu berteriak kesal menunggu jawaban dari Tuannya itu, membuat Aldava tertawa renyah membiarkan sahabat sekaligus asistennya itu berpikir yang tidak-tidak.
"Et dah malah ngelawak si Bos," ucap Lexi sinis.
"Dasar sahabat bahlul masak kamu kenal aku baru kemarin sih Lex. Ya enggak aku comot lah itu mahkota dari singgasananya Rara. Sudah aku tolak mentah-mentah dan kunasehati agar dia bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya kelak," tutur Aldava.
"Ya sudah aku persiapkan segala hal untuk berangkat ke tempat Yasmin. Dan ini pelajari beberapa hal tentang Aldavi agar ketika bos nyamar sebagai suami Yasmin gak membuat wanita itu atau orang lain di sana curiga," ucap Lexi.
"Astaga Lexi, masak gue harus jadi buruh kasar di perkebunan karet? Apa gak ada pekerjaan ringan di kantor perkebunan itu?" tanya Aldava.
"Tenang Tuan Muda, semua sudah saya atur. Satu bulan ini jadi buruh kasar dulu, selanjutnya naik jabatan sederhana ke kantor perkebunan. Kebetulan saya sudah membeli beberapa saham dan memasukkan orang terpercaya kita di sana untuk membantu Tuan Muda dalam menjalankan misi ini," tutur Lexi.
"Baiklah demi Papa dan Mahesa Corp aku harus melakukan ini agar membuat para tikus got itu lari tunggang langgang dan lenyap selamanya," ucap Aldava.
🍁🍁🍁
Setelah Lexi menyiapkan segala kebutuhan Tuannya ke kampung Lebaksiuh, maka Aldava kini sudah menginjakkan kakinya di depan rumah Yasmin, istri Aldavi.
Tok...tok...tok...
Terdengar suara pintu rumahnya ada yang mengetuknya di pagi buta membuat Yasmin yang tertidur pun harus terbangun lebih awal.
"Hoam...masih jam tiga dini hari. Siapa yang mengetuk pintu rumahku?" batin Yasmin saat terbangun melihat jam dinding masih menunjukkan pukul tiga pagi.
Dengan nyawa yang belum terkumpul penuh akhirnya Yasmin beranjak bangun dan berjalan perlahan membuka pintu rumahnya.
Kriet...
Derit pintu rumah Yasmin terbuka menampilkan sosok yang tengah ia nantikan kehadirannya.
Deg...
Yasmin tengah tertohok melihat sosok suami yang ia rindukan dua pekan ini yang tak ada kabar sama sekali padanya. Seakan pagi ini ia mendapat suatu hadiah terindah dari Tuhan atas untaian doa yang selama dua pekan ini ia lambungkan terus tanpa henti menyebut nama suaminya dalam doa dan helaan nafasnya.
Binar wajahnya langsung berubah cerah walaupun dalam kondisi masih setengah terkejut. Kedua mata elang Aldava juga sempat tertegun akan sosok Yasmin, istri Aldavi yang kini tengah berdiri di hadapannya. Aldava memindai sosok Yasmin dari atas ke bawah dan mendadak ia menelan salivanya.
Pikirnya gadis desa hanyalah biasa saja. Namun semua itu terpatahkan kala ia melihat langsung Yasmin dengan mata telanjang bukan melihat dari foto sodoran Lexi. Dan Aldava tak tahu bahwa sekarang asisten bahlulnya itu di sana tengah cekikikan dalam mimpi membayangkan Tuannya itu kaget setengah mati saat bertemu Yasmin.
Lexi sengaja memberikan foto Yasmin saat wanita itu belum menikah dengan Aldavi. Dimana dalam foto tersebut Yasmin berpose lugu,polos dan masih kurus kering seperti kurang gizi terlebih foto hitam putih bukan berwarna. Alhasil Aldava sudah memberikan statement atau sebuah pernyataan bahwa dirinya tak akan jatuh hati pada wanita seperti Yasmin yang masih kecil dan terlalu muda untuknya karena ia tidak mau dicap sebagai fedofil.
Tentu saja Aldava mengira Yasmin masih lugu dan polos karena foto yang disodorkan Lexi saat Yasmin masih berusia sembilan belas tahun sedangkan saat ini wanita itu sudah berumur dua puluh lima tahun dengan bentuk tubuh yang ideal bahkan sedikit berisi di beberapa bagian tertentu tubuhnya yang justru membuat wanita itu makin mempesona dan memiliki daya pikat tersendiri di mata Aldava.
Padahal keseharian Yasmin jarang sekali berdandan menor atau aneh-aneh, dirinya hanya berpoles bedak kampung dan lipstik biasa yang murah meriah. Namun bagi Aldava aura wanita yang tersenyum riang di depannya ini sungguh berbeda dari Rara, mantan kekasihnya, maupun wanita lain yang berusaha mendekatinya.
"Aa Davi sudah pulang? Aduh Aa...Yasmin kangen. Si utun juga kangen sama Ayahnya," bisik Yasmin di telinga suaminya sambil memeluk erat tubuh Aldava yang ia kira suaminya.
"Utun? Utun itu siapa?" tanya Aldava spontan.
Deg...
Jantung Yasmin tiba-tiba tertohok sedih kala suaminya tidak rindu pada buah hatinya, justru seakan melupakan bahwa dirinya tengah hamil. Terlebih kondisi wanita hamil yang lebih sensitif akibat hormon kehamilan daripada wanita normal pada umumnya membuat mata Yasmin langsung berkaca-kaca.
Aldava yang awalnya kebingungan sedang melanda dirinya, saat melihat bola mata Yasmin berkaca-kaca menganak sungai seakan sebentar lagi bendungan air matanya akan jebol membasahi pipi mulus itu maka ia langsung berusaha mengalihkan sejenak dengan terpaksa berbohong.
"Hei sayang kenapa jadi sedih? Maafin Aa jika ada beberapa hal yang membuat Aa agak lupa karena kepala Aa habis kepentok jadi mudah pusing," ucap Aldava sengaja mengalihkan perhatian.
"Hah, kepala Aa Davi apa gegar otak? Yuk ke Mantri Somad saja biar diperiksa. Yasmin gak mau terjadi sesuatu hal buruk dengan kesehatan Aa Davi," ucap Yasmin dengan sesenggukan.
"Gak perlu sayangku, cintaku, istriku yang bawelnya minta ampun. Apa kamu gak mau menyuruh suamimu masuk rumah? Apa kita mau bobo di luar dengan nyamuk?" tanya Aldava dengan kekehan mesra pada Yasmin membuat wanita ini tersenyum bahagia karena gurauan suaminya yang tak biasa namun sangat berarti di hatinya hingga membuatnya berbunga-bunga di pagi buta seperti ini.
"Maafkan aku Yas, jika terpaksa membohongimu. Semoga kelak di masa depan kamu mau mengerti dan memaafkanku," batin Aldava sendu.
Keduanya pun berpelukan mesra menuju kamar mereka setelah Yasmin mengambil tangan suaminya itu untuk mengelus-elus utun yang ada di dalam perutnya dan menjelaskan siapa utun itu. Akhirnya Aldava paham bahwa utun yang dimaksud Yasmin adalah buah hati mereka yang masih dalam kandungan. Lalu Aldava menutup pintu rapat-rapat.
Yasmin kini terus mendekap erat suaminya itu di atas ranjang mereka. Bahkan ibu hamil yang satu ini dengan sengaja mencium-cium leher dan menggenggam erat terus tangan suaminya. Seakan dirinya merasa takut untuk ditinggal pergi lagi oleh suaminya ini.
Sejujurnya Aldava agak risih bersentuhan dengan Yasmin bukan karena ia membenci wanita ini, tetapi karena ia sadar sepenuhnya bahwa dirinya tidak halal bagi Yasmin karena bukan Aldavi. Tetapi jika sebatas seperti ini saja akhirnya Aldava terpaksa merelakannya demi menyenangkan wanita hamil ini dan tentu saja memuluskan usahanya untuk menguak misteri yang terjadi dari para pengincar nyawanya.
"Aa, Yasmin sama utun kangen," cicit Yasmin dengan sedikit malu-malu.
"Iya Aa juga malarindu tropi kangen malahan. Ini sudah Aa elus-elus perutnya biar si utun gak ngambek terus kayak ibunya," ucap Aldava dengan mencubit gemas hidung mbangir milik Yasmin seraya terkekeh.
"Bukan dielus tapi di jenguk pakai ini," bisik Yasmin seraya meraba antena milik Aldava di bawah sana yang terbangun sejak tadi sesungguhnya.
Deg...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Risma Riskita
tu si utu minta di jeku ma papa lo🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-06-27
0
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
🤬🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-04-19
1
Sandisalbiah
,sabarrr.... ini ujian... 🤭🤭🤭
2024-04-04
1