"Tenang saja sayang, Mahesa akan aku lenyapkan juga seperti istrinya, Lisa, dan juga kedua putranya."
"Bahkan Mahesa saja tidak pernah tahu bahwa putra sulungnya saat itu yang ia kira dilahirkan oleh Lisa telah meninggal dunia padahal kembaran Aldava masih hidup. Namun aku dengan sengaja membuangnya ke tong sampah," tutur Farina dengan senyum menyeringai kala mengingat kejahatannya di masa silam.
"Berarti kembaran Aldava masih hidup sekarang?" tanya kembali pria itu dengan nada cemas.
"Sudah aku lenyapkan beberapa tahun silam. Jadi sekarang anak kembar itu keduanya telah meninggal dunia tinggal Mahesa yang perlu di singkirkan," ucap Farina.
"Apa kamu yakin orang suruhanmu sudah melenyapkan dengan betul kedua putra kandung Mahesa?" tanya sosok lelaki yang bersama Farina saat ini.
"Pasti sayang karena mereka aku buat kecelakaan dengan menyabotase kendaraannya sehingga terbakar hangus tanpa jejak," tutur Farina.
Ibu tiri Aldava yang memiliki hati busuk ini menceritakan kronologi pada Roy sang kekasih yang notabene adalah adik angkat Mahesa sendiri. Farina menceritakan bahwa selepas membuang anak kembar Mahesa ke tong sampah dekat sebuah masjid di pinggiran kota Jakarta, ia melihat sepasang suami istri yang sumringah menemukan bayi tersebut.
Flashback ON
Dari tampilan sepasang suami istri itu bukan pengemis atau gelandangan di jalanan tetapi boleh dibilang dari kalangan menengah ke bawah karena terlihat keduanya turun dari sebuah mobil sedan walaupun terlihat seperti mobil bekas.
Ya mereka adalah pasangan Wiyono dan Ratna yang menemukan bayi merah di sebuah tong sampah dekat masjid kala keduanya akan beranjak untuk salat isya'. Dimana mereka datang saat kondisi masjid sudah sepi karena waktu salat sudah lewat dari waktunya dan jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam kala itu.
Sepasang suami istri ini tengah bertandang ke Jakarta untuk memeriksakan program kehamilan yang pertama dilakukannya namun ternyata usaha mereka gagal membuat Wiyono dan Ratna sedikit patah semangat karena sudah menikah sepuluh tahun tetapi belum juga dikarunia anak.
Bahkan demi progam kehamilan ke Jakarta, Wiyono sampai menjual sawah warisan orang tuanya. Namun ternyata malam itu doa mereka yang selalu dilangitkan pada Sang Maha Kuasa dikabulkan walaupun bukan anak kandung tetapi Ratna sudah jatuh hati pada bayi laki-laki yang masih merah itu.
Bayi itu akhirnya mereka bawa pulang ke kampung halamannya di Tasikmalaya hanya untuk mengambil barang-barang mereka saja. Hal ini dikarenakan Wiyono dan Ratna sudah memutuskan untuk pindah ke Bandung karena Wiyono akan membuka usaha kecil-kecil an dengan sisa uang hasil penjualan sawah dan nanti rumahnya yang di Tasikmalaya akan ia jual untuk menambah modal usahanya kelak.
Keduanya takut nanti bila dituduh sebagai penculik bayi atau ada orang lain mengambil bayi tersebut. Wiyono tak tega karena melihat istrinya begitu menyayangi bayi itu seperti anak kandung mereka sendiri. Akhirnya ketiganya pindah ke Bandung. Dan bayi itu diberi nama Aldavi Wiyono. Memulai hidup baru di sana berharap tak ada bahaya yang mengintai.
Namun semua kebahagiaan tersebut tidak lama lagi sirna dari mereka karena Farina mengetahui siapa yang mengambil bayi kembar Mahesa yang ia sengaja buang sehingga niat jahat melenyapkan bayi tersebut sudah berada dalam pikiran wanita berhati busuk ini.
Yang pada akhirnya menghantarkan keluarga Wiyono pada kematian akibat ulah Farina. Namun wanita ini mengira yang meninggal di dalam kecelakaan mobil keluarga Wiyono adalah putra kembar Mahesa yaitu saudara Aldava tetapi sayang takdir berkata lain karena apa yang ia rencanakan tak berjalan semestinya.
Cittt...Brakk...
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Farina jahat banget
2024-04-19
1
lily
berarti ibu tirinya itu udh berhasil lenyapin dong ,,, ya walaupun bukan target utama tapi ttep kembaranya
2023-11-13
1
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Nidahiat
gmna jdi nya ya kalo mereka tau sbnrnya Dava masih hidup yg kau lenyapkan itu mlah kembaran nya
2023-03-10
0