Ibu Kota dari Dinasti Hong berdiri di antara lebatnya hutan. Wilayahnya berbentuk lingkaran, dengan diameter sekitar 10.000 km. Itu sangat luas. Itu bahkan belum dihitung wilayah migrasi yang ada di luar Kota.
Apa yang paling menakjubkan adalah 3 menara, 7 kastil dan dua istana yang terletak tak jauh dari pusat Kota.
12 Bangunan ini adalah bangunan paling besar.
Jika kamu melihatnya dari luar, kamu bisa melihat dengan jelas 3 menara yang menjual seperti Gununv pencakar langit.
Shu Feng tak jauh dari sana, terbang dengan kecepatan yang tinggi dan berhenti. Ketika dia melihat Ibu iota Dinasti Hong, dia berdecak kagum. Luasnya mungkin sama dengan kota-kota paling besar di Bumi?
"Kenapa berhenti? Aku harus bergegas." Hong Fenghua sedikit menggerutu ketika melihat Shu Feng berhenti.
Shu Feng mengangguk lalu melanjutkan perjalanannya ke Istana.
...... ... ......
Shu Feng mendarat di taman Istana. Taman istana sangat berbeda dengan taman yang pernah dia miliki di Klan nya.
Taman istana memiliki banyak tumbuhan, bunga dan tanaman exotic lainnya, yang tertata dengan rapi di setiap ujung jalan.
Fenghua masih di atas langit, memandang dan berkata pada Shu Feng, "Tunggu lah sejenak di sini. Aku akan segera kembali."
Shu Feng menganggukkan kepala. Setelah Fenghua pergi, Shu Feng berjalan-jalan di taman, menikmati udara sejuk yang segar dan pemandangan yang indah. Dia ingin mencoba berkultivasi di sini, bagaimanapun energi Yuan langit dan bumi sungguh padat. Kultivator mana yang bisa tahan untuk tidak mencobanya? Namun waktunya di sini sangat sebentar. Dia lebih suka berkultivasi lama-lama daripada sebentar.
Dalam perjalanan nya, Shu Feng menemukan sebuah gazebo. Gazebo itu terbuat dari kayu putih, dan di kelilingi oleh aliran air yang kecil yang mengitarinya. Ketika Shu Feng mengintip ke dalam air, dia bisa melihat ada ikan yang berenang di sana. Itu bukan ikan biasa melainkan ikan yang tumbuh bersama energi Yuan.
Shu Feng ingin mencoba memakan Ikan ini mengingat dia hanya pernah memakan daging binatang spiritual sekali. Binatang spiritual sangat lah langka, jadi wajar bagi Shu Feng hanya pernah memakannya sekali.
Setelah mengintip ikan, Shu Feng menoleh lagi ke dalam gazebo. Di sana dia melihat seorang gadis bercadar, duduk di depan meja sembari menulis sesuatu. Gadis itu sangat cantik, hanya melihat matanya saja, Shu Feng langsung menarik nafasnya. Namun dia langsung curiga. Pasalnya, gadis ini mengeluarkan aura yang tak biasa.
"Iblis?"
Ketika Shu Feng bergumam, tubuh gadis itu bergetar dan dia menoleh ke samping. Tatapannya langsung dingin ketika melihat Shu Feng, "Apa katamu?"
Perlahan, aura mengerikan bangkit dan niat membunuh mengelilingi tempat itu.
Shu Feng sedikit meminta maaf, "Ah, maafkan aku jika dirimu tersinggung, aku hanya terkejut melihat seorang iblis di sini."
Gadis itu mendengus dan kembali fokus menulis.
Shu Feng mengangkat kedua bahunya dan pergi. Tidak ada gunanya dia menetap di sana. Jadi, pergi secepat mungkin adalah keputusan yang tepat.
Bagaimanapun, dia tak ingin bertempur di tanah orang lain.
...... ... ......
Beberapa jam kemudian,
Kapal apung melayang di atas langit Ibu Kota. Kapal itu adalah kapal langit paling besar yang pernah Shu Feng lihat. Ketika dia melihat kapal langit itu di atas, dia langsung berdecak kagum dan mengingat lagi kapal apung yang ada di Klan.
Shu Feng tentu saja menginginkan perahu terbang atau kapal langit, namun sayang sekali kapal yang dibawa oleh You Bai dan Grandmaster tua bukanlah kapal milik pribadi, jadi Shu Feng tak bisa membawanya.
Jika dia membawanya, dia pasti akan diburu oleh petinggi Sekte Dashan... ... ...
"Naiklah." di atas kapal, bayang-bayang Fenghua bisa dilihat, memandang Shu Feng dengan antusias dan dia melakukan transmisi suara melalui energi Yuan.
Shu Feng mengangguk dan terbang ke atas Kapal. Ketika dia di atas, dia bisa melihat dengan jelas luas kapal langit ini.
Kapal ini adalah kapal yang luar biasa, dengan arsitektur yang unik untuk zaman kuno. Motif yang dipahat di setiap sudut begitu unik. Kayunya dipoles dengan baik, dan bukan itu saja, energi Yuan juga tampaknya lahir terus menerus.
Shu Feng mendarat di depan Fenghua dan bertanya, "Apakah urusanmu sudah selesai?"
"Ya," Fenghua mengangguk. "Ah, kita juga membawa beberapa orang, mereka adalah kebanggaan surgawi dari sekte terbesar dinasti kami, walau mereka tidak sehebat dirimu, mereka masih kebanggaan bangsa kami."
"Baiklah, akan aku ingat," Shu Feng menganggukkan kepalanya, "Apakah aku mendapatkan kamar? Bisakah aku langsung beristirahat?"
"Tentu saja. Biarkan aku mengantarkanmu ke kamarmu," Fenghua dengan senyuman menuntun Shu Feng menuju kamarnya. Dia memberitau bahwa ada lebih dari 30 kamar di atas Kapal ini dan hanya dipakai 14 kamar, belum termasuk kamar Shu Feng yang akan di gunakan. Jadi, sebenarnya kamar apapun yang digunakan Shu Feng tidak masalah.
Setelah mengantarkan Shu Feng, Fenghua langsung pergi dari sana. Tampaknya dia ada urusan lagi di atas kapal ini jadi Shu Feng tak mengganggunya dan beristirahat di dalam kamar.
Walau pun perjalanannya menuju Sekte Dashan di tunda, dia cukup bersemangat untuk mengunjungi Markas utama Faksi Yunhao.
Shu Feng menghabiskan malamnya di kamar dengan berkultivasi. Secara tidak terduga, ketika pagi tiba, kapal langit berhenti di atas Kota Utama Faksi Yunhao.
Kota itu cukup sederhana — tidak, jika dibandingkan Ibu Kota Dinasti Hong, Kota itu jauh lebih sederhana. Yang mencolok dari Kota itu hanyalah bangunan yang berdiri di tepi Kota.
Kapal tidak berhenti di tengah Kota, mereka berhenti di tepi Kota. Tampaknya karena bayangan dari kapal terbang itu akan mengganggu kota dan Dinasti Hong tak ingin menyinggung siapapun di wilayah Faksi Yunhao.
Kedatangan Dinasti Hong membuat orang terperangah. Pasalnya, mereka tak pernah melihat Kapal sebesar itu sebelumnya. Bahkan itu tak bisa disandingkan dengan milik Raja Puncak Yunhao, Raja dari segala raja di Faksi Yunhao.
Di bawah kapal langit, berbagai orang berkumpul. Basis kultivasi mereka sangat tinggi dan yang paling terendah adalah tingkat awal ranah Jiwa baru lahir dan yang paling tinggi adalah tingkat ekstrim ranah Istana Violet.
Mereka semua menunggu utusan dari Dinasti Hong untuk turun. Ketika 14 orang turun dari kapal, Raja Yunhao melangkah ke depan.
"Selamat datang, Ratu."
Fenghua yang berdiri di sana, menganggukkan kepala. "Ya," dia berhenti sejenak dan menoleh kebelakang. Di sana Shu Feng juga ikut turun, hanya saja dia tidak mencolok sehingga tak banyak yang menyadarinya.
Raja Yunhao juga memperhatikan Shu Feng, agak terkejut dalam hati namun dia tetap tenang dan menuntun mereka untuk masuk ke dalam Istana Yunhao.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments