[Selamat untuk Host karena telah berhasil menerobos ke ranah Supernatural! Mendapatkan hadiah Keajaiban yang Misterius dan Hadiah Puncak Houtian!]
"Buka kedua hadiah!"
[Selamat Host! Anda mendapatkan Pedang Kaisar Giok, harta dharma tingkat Kaisar!]
[Selamat Host! Anda mendapatkan catatan Tao Kaisar Qingtian!]
[Selamat Host! Anda mendapatkan Buah Surgawi Boddhi!]
[Selamat Host! Anda mendapatkan Wawasan Surgawi, Dao Pedang Abadi Singularitas!]
[Selamat Host! Anda mendapatkan Kunci menuju alam reruntuhan kuno surgawi yang misterius!]
[Selamat Host! Anda mendapatkan Buah Surgawi Bodhi!]
[Selamat Host! Anda mendapatkan Buah Spiritual Bodhi!]
[Selamat Host! Anda mendapatkan Lentera Jiwa Abadi!]
[Selamat Host! Anda mendapatkan 70.000 Batu roh kelas menengah!]
[Selamat Host! Anda mendapatkan Logam Bintang Langit Ungu!]
Shu Feng yang menerima seluruh hadiah merasa bersemangat. Dia melihat hal baru dan melihat ada harta dharma lainnya.
Jika dihitung, maka sudah ada 3 Harta dharma — Pedang Pembagi Ruang, Pedang Qingyun dan Pedang Kaisar Giok— dan satu harta spiritual, yaitu Jubah Langit Malam.
Sisanya adalah alat ajaib atau bisa disebut alat sihir.
Shu Feng kemudian melihat ke Catatan Taois Kaisar Qingtian.
Dia merasa, jika dia membuka catatan Taois Kaisae Qingtian, seluruh pengetahuannya tentang kultivasi akan dihancurkan. Tapi Shu Feng juga merasa itu bukan lah hal yang buruk dan membukanya langsung.
Perlahan, ingatan dari seorang pemuda berusia 18 tahun diputar dalam kepalanya.
Kali ini, semuanya sangat nyata. Seolah-olah dia sendiri lah Kaisar Qingtian namun dia tak bisa mengendalikan tubuh dari Kaisar Qingtian.
Dan dari kecil, Shu Feng mulai merasakan apa yang dirasakan oleh Kaisar Qingtian, hingga ia menjadi dewasa.dan mencapai ranah Inti Emas.
Bakat Kaisar Qingtian biasa-biasa saja, namun usahanya dalam meraih ranah Inti Emas sungguh luar biasa besar, sehingga ketika dia berumur 22 tahun, dia sudah berada di ranah Inti Emas sementara kultivator muda sepertinya masih terjebak di ranah Pondasi.
Bakatnya yang luar biasa menarik perhatian banyak pihak.
Baik dari dao kejahatan dan dao kebajikan, ataupun dari dao Kebijaksanaan.
Dari ingatan ini, Shu Feng mengetahui pasti apa sebenarnya 3 Dao itu.
Tiga dao, dalam ingatan sebelum-sebelumnya hanya menunjukan dua dao yaitu jahat dan baik dan samar-samar dao kebijaksanaan, adalah cara dari suatu kultivator melakukan sesuatu, baik berkultivasi, berkomunikasi dan lain sebagainya.
Dao Kejahatan penuh dengan niat buruk dan jelek sementara Dao Kebaikan penuh dengan niat baik dan bagus.
Akan tetapi, Dao kejahatan lebih sempurna karena mereka kebanyakan jujur dan blak-blakan dalam bertindak ataupun berbicara, walau beberapa dari mereka melakukan tipudaya yang menjijikan untuk menjatuhkan lawan, sementara Dao kebaikan kebanyakan adalah orang yang munafik.
Lalu dao kebijaksanaan.
Dao kebijaksanaan tak dibelenggu oleh kebaikan dan kejahatan. Mereka bisa saja baik dan bisa saja jahat. Mereka tak berpihak pada kebaikan dan kejahatan. Mereka menginginkan kebijaksanaan dan akan melakukan apa saja demi kebijaksanaan.
Dao Kebaikan dan Dao Kejahatan tak menerima Dao Kebijaksanaan, namun banyak kultivator yang memilih menjadi kultivator dao kebijaksanaan daripada dao lainnya.
Dalam ingatan ini, Shu Feng melihat dengan jelas bagaimana dao kebijaksanaan bertindak.
Harus diakui, terlepas dari baik atau jahatnya, kebanyakan kultivator dao kebijaksanaan memiliki niat baik untuk memberikan wawasan pada dunia tentang kultivasi, walau beberapa dari mereka tak berniat untuk berurusan dengan kebajikan dan memilih mengurung diri di pedalaman gunung.
Kaisar Qingtian adalah salah seorang dari Kultivator dao kebijaksanaan.
Dia melakukan banyak hal baik dan jahat. Terkadang dia membantu dao kebaikan terkadang dia membantu dao kejahatan, terkadang dia tidak membantu sama sekali dan melakukannya dengan caranya sendiri.
Ketika dia menghadapi dua sisi yang berbeda, Kaisar Qingtian, dengan luar biasa hebatnya, mendorong 19 Sekte Dao Kebaikan dan 35 Sekte Dao Kejahatan dengan dirinya sendiri!
Bahkan dia membunuh seorang Raja dengan kedua tangannya tanpa bantuan seorang pun!
Dan dia berkata pada mereka, bahwa dia tak takut akan kematian dan tak takut pula pada Dewa!
Jika Dewa datang, bunuh!
Jika buddha datang, bunuh!
Jika Iblis datang, bunuh!
Shu Feng merasa takjub dengan keberanian Qingtian untuk bisa mengatakan itu dengan lantang.
Sekarang, dia lebih mengidolakan Kaisar Qingtian yang mahakuasa!
Setelah dia mencapai pertengahan ranah Inti Emas, seluruh ingatan ditarik kembali dan Shu Feng kembali disadarkan.
Dia melihat bahwa matahari belum bergerak.
Seluruh 17 Tahun melihat bagaimana Kaisar Qingtian tumbuh membuatnya terkagum-kagum dan diam-diam dia mulai mengidolakannya.
Suatu hari nanti Shu Feng ingin juga bertemu dengannya dan minta tanda tangan. Jika itu dipajang, pasti sangat luar biasa!
Setelah menenangkan diri, Shu Feng bangun dari ranjangnya dan hendak membuka jendela, namun ia mendengar ketukan sebanyak 3 kali.
Tok!
Tok!
Tok!
"Masuklah." kata Shu Feng dengan pelan tapi lantang.
Lalu pelayannya, Hao Yanyi memasuki ruangan dan berjalan menuju Shu Feng. Dia membungkuk sedikit dan berkata lagi, "Tuan muda, ada seseorang yang ingin menemui anda."
"Aku?" Shu Feng terheran-heran. "Siapa?"
"Itu adalah Luo Qi."
?!
Shu Feng terkejut. Hatinya bergetar dan dia menjadi lebih heran. "Benarkah? Kalau begitu bawa dia masuk." Shu Feng menganggukkan kepala. Dia berharap Luo Qi ini tidak datang dengan niat yang buruk.
Hao Yanyi menunduk dan kemudian keluar.
Shu Feng membuka seluruh jendela, duduk di kursi dan menunggu.
Beberapa saat kemudian, Hao Yanyi masuk bersama Luo Qi yang telah mengenakan pakaian yang lebih mewah. Sungguh, bakat yang tinggi lebih dihargai daripada bakat yang rendah.
"Luo Qi memberi salam pada Tuan muda," Luo Qi membungkuk. Caranya memberi hormat sungguh anggun dan terdidik, membuat Shu Feng merasa bahwa dia bukan orang biasa.
"Silahkan duduk." Shu Feng mempersilahkannya untuk duduk.
Luo Qi kemudian duduk di depan Shu Feng.
Shu Feng memandangnya sejenak dan menjentikan jarinya, "Buatkan teh Kuil Shifeng."
Hao Yanyi membungkuk lagi dan dia keluar dari sana.
Sekarang, hanya tersisa mereka berdua.
Shu Feng memperhatikan bagaimana dia duduk dan menemukan hal aneh lainnya — dia duduk terlalu sopan!
Memberi salam dan hormat itu biasa, tapi cara untuk duduk, itu berbeda!
Anak dari pinggiran tak akan diajarkan untuk duduk dengan sebegitu sopannya seperti Luo Qi!
Shu Feng tiba-tiba curiga.
Akankah dia seorang reinkarnator juga?
"Jadi, apa urusanmu datang ke sini, Nona Luo Qi?"
Luo Qi membuka matanya dengan lebar ke Shu Feng. Wujud tampan Shu Feng dengan mata ungunya terpantulkan dari mata hitam yang jernihnya. Perlahan, Luo Qi memberitahu, "Saya memutuskan untuk masuk ke dalam Sekte Dashan lebih awal."
"Dan apa urusannya dengan saya?" Shu Feng menjadi dingin.
Luo Qi agak terkejut dan tersenyum lembut, "Saya ingin meminta anda untuk menjaga keluarga saya selagi saya di Sekte Dashan."
"Tak masalah," Shu Feng menganggukan kepala, tapi dia mengangkat jari telunjuk kanannya dan menambahkan, "Asalkan kamu memenuhi satu syarat."
"Apa itu?"
"Dalam satu tahun, kamu harus menjadi pewaris Sekte."
Seketika, tatapan Luo Qi berubah lagi. Kali ini penuh dengan keterkejutan dan dia tersenyum kaku, "Bagaimana jika saya gagal?"
"Jika kamu gagal kami akan berhenti melindungi Keluargamu. Kami tidak akan tahu menahu tentang keluargamu atau dirimu."
Dalam titik ini, klan kultivasi Huang pasti akan menjadi musuh Sekte Dashan.
Jika itu terjadi, dia perlu mengeluarkan seluruh harta dharmanya untuk bisa menang melawan Sekte Dashan dan itu pasti akan menunjukan eksistensi nya di dunia.
Shu Feng belum sanggup dan siap dengan tanggung jawab yang besar. Dirinya masih ingin fokus berkultivasi dengan tenang.
Lalu Shu Feng menurunkan tangannya dan melanjutkan, "Aku juga ingin kamu mengirim setiap informasi dari Sekte Dashan pada diriku."
"............" Luo Qi terdiam. Sejenak, dia ragu, lalu dia berkata lagi, "Bahkan jika aku tak bisa menjadi Ketua Sekte, aku bisa menjadi ahli tiada tara......"
Shu Feng tertawa dengan lantang seolah-olah dia mengejek Luo Qi, "ranah Pencerahan bukanlah ahli sesungguhnya! Bahkan jika engkau mencapai ranah Pencerahan, engkau bukan seorang Kaisar yang tiada tara! Dan sungguh perlu kamu ketahui bahwa diriku ini bisa melampaui kekuatan Penguasa lebih cepat dari siapapun! Menundukkan Sekte Dashan adalah hal yang mudah bagiku! Dan jangan sampai mengkhianatiku," Tiba-tiba, atmosfer menjadi lebih berat dan aura hitam dan ungu yang menggetarkan ruang dan udara. "Aku bisa memburumu sampai liang kubur."
"............" Luo Qi menarik nafas dengan dalam lalu melepaskannya. Tampak dia sudah menduga ini dan menganggukkan kepala. "Baiklah. 1 Tahun, aku akan menjadi pewaris."
Setelah itu Luo Qi berdiri, dan pamit dengan hormat lalu berjalan keluar. Sesaat dia berhenti, melihat lagi kebelakang. Dia seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, tapi dia tetap diam dan keluar tanpa sepatah katapun.
Setelah dia keluar, rasanya seluruh beban seakan-akan diangkat.
"Ahhhhh!"
Shu Feng sama sekali tidak menduga ini.
Dia sengaja menyebutkan Kaisar untuk melihat reaksi Luo Qi.
Luo Qi, sama sekali tidak bertanya tentang apa itu Kaisar dan sekuat apa Kaisar seolah-olah hanya Penguasa yang ia ketahui dan hanya Penguasa yang tak memiliki tandingan.
Juga, dari reaksinya, dia juga tahu bahwa Penguasa hanya ahli biasa dan hanya Kaisar yang diakui sebagai ahli tiada tara.
"Dia sudah pasti seorang reinkarnator!" Beruntung sekali Shu Feng tidak memelihara gadis itu. Jika saja dia tak tahu bahwa dia adalah reinkarnator dan memutuskan untuk memeliharanya, maka dia sudah pasti akan mati!
"Aku harap kita tak menjadi musuh." Shu Feng menghela nafas panjang.
Beberapa saat kemudian Hao Yanyi masuk membawa poci yang berisi teh dan dua gelas. Ketika dia melihat tuannya sendiri, Hao Yanyi bingung.
"Duduklah," kata Shu Feng, "Temani aku menghabiskan teh itu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments