Fwooooshhhhhh!!!!!!!!
Angin kencang berhembus dari kejauhan.
Ketika petir turun, seluruh energi Yuan dari langit berhamburan dan menyapu seluruh Hutan Wenqi dengan segala kesuburannya.
Berbagai Grandmaster menoleh dan bahkan Raja melihat ke arah angin berasal.
Mereka yang pernah melewati kesengsaraan petir dan mengetahui kengeriannya, bisa langsung tau bahwa ini bukan sembarang petir dan angin, ini adalah tanda-tanda kesengsaraan petir dan itu sangat kuat!
Ada dua Raja yang bergegas ke sana. Mereka ingin merekrut Grandmaster baru itu, namun ketika mereka tiba, tidak ada apapun selain reruntuhan bukit dengan riak kasar dari energi Yuan
Ketika menyentuh riak energi Yuan, dua Raja bahkan merinding ketika menyentuh energi Yuan itu.
"Sebenarnya siapa yang menerobos ke ranah Jiwa Baru Lahir?"
...... ... ... ......
Shu Feng bersembunyi di dalam gua yang dia gali dengan energi Yuan nya. Gua itu ia sembunyikan dengan formasi array yang rumit sehingga sangat diragukan kalau seorang Raja bisa menerobos masuk.
Di dalam sana, Shu Feng membuka Kotak dari Hadiah Langkah Kekacauan Primordial yang ia dapatkan setelah menerobos ke ranah Jiwa Baru Lahir.
[Ting! Selamat untuk Host karena telah mendapatkan Tongkat Hongmeng!]
[Ting! Selamat untuk Host karena telah mendapatkan Batu Asal Kehidupan!]
[Ting! Selamat untuk Host karena telah mendapatkan Jubah Paragon Surga!]
Shu Feng melihat tiga hadiah ini dan menghembuskan nafasnya dengan sangat pelan. Dia hanya mendapatkan tiga barang. Dari apa yang dia lihat, masing-masing barang sangat kuat. Mereka ada di tingkat Kaisar Agung.
Akan tetapi Shu Feng merasa tidak terlalu senang. Dia hanya merasa kalau dia terlalu banyak menyimpan barang dan bahkan tak semuanya bisa dia gunakan. Rasanya sangat buang-buang... ... ...
Shu Feng menggeleng kepala ketika memikirkan ini. Dia akan menemukan cara untuk memanfaatkan mereka dengan baik. Untuk sekarang, dia harus fokus dalam menstabilkan kultivasi terlebih dahulu.
Dengan begitu, Shu Feng berdiam diri di dalam gua selama 1 bulan. Setelah satu bulan berakhir, dia keluar dari sana. Dia juga menghancurkan Formasi Susunan yang dia pasang di sana. Dia takut seseorang akan memanfaatkan formasi Susunan mengingat Hutan Wenqi sangat berbahaya dan banyak kultivator jahat.
Setelah melakukan itu, Shu Feng bergerak ke arah Wilayah Raja Hantu dengan kekuatan penuh.
TSIINGGGGG!!!!!!!!
Dengan basis kultivasi Jiwa Baru Lahirnya, Shu Feng berubah menjadi garis cahaya yang melintas di langit dan melewati 1 mil hanya dalam hitungan detik. Kurang dari 5 menit, dia sampai ke Wilayah Raja Hantu.
Pada saat dia memasuki wilayah Raja Hantu, dia bisa merasakan aura Raja Hantu lebih pekat dari yang dia rasakan sebelumnya.
Perbedaan ranah Jiwa Baru Lahir dan ranah Inti Emas sangat besar. Namun perbedaan ranah Istana Violet dan ranah Jiwa Baru Lahir bahkan lebih luas lagi!
Shu Feng bisa merasakan dia masih bisa saja kalah jika hanya mengandalkan tubuh Teratai Hitam Penghancuran. Namun dengan Pedang Kaisar Giok, dia yakin bisa mengalahkan Raja Hantu!
Shu Feng membuka Tubuh Teratai Hitam Penghancuran nya dan terbang menuju Kota Terlupakan itu.
...... ... ... ......
Di Kota yang terlupakan,
Seorang pemuda berdiri di depan podium dengan tangan yang dirantai. Di hadapannya, seluruh warga kota menyaksikan dengan sedih.
"Lihatlah penjahat ini! Dia keluar dari Kota tanpa seizin Raja Kota! Apakah menurutmu kejahatan ini bisa diampunkan?!"
Mereka tak protes. Mereka membenci Kota ini. Namun mereka takut dan tak berani untuk keluar. Raja Kota ini adalah kultivator tiada tara. Bagi mereka untuk kabur, mereka sudah pasti gila!
Di antara kerumunan, seorang dengan jubah yang menutupi kepala berdiri dengan ekspresi berat. Cadar yang menutupi wajah tak menyembunyikan betapa sengsaranya dia melihat pemuda itu di sana, menunggu nyawanya untuk dicabut.
"Potong kepalanya."
Sesaat setelah mereka mendeklarasikan, pedang dari algojo berayun ke kepala dan dalam satu tarikan nafas, kepala itu jatuh dan bergelinding di atas podium dengan darah yang mengalir keluar seperti air terjun.
Air mata mengalir pada pipi gadis bercadar dan setiap orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan pemuda itu menangis dan memalingkan wajahnya.
Ini kejam.
Sangat kejam.
Tapi apa yang bisa mereka lakukan? Di hadapan kekuatan yang mutlak, mereka tak bisa melakukan apapun... ... ...
Sesaat kemudian, langit bergemuruh dan sinar cahaya yang cemerlang turun layaknya tirai. Dari sana, seorang anak muda melangkah turun.
Kedatangannya menarik seluruh mata, bahkan mereka menahan nafas ketika melihat fenomena di atas sana.
Itu adalah Shu Feng.
Shu Feng memerhatikan Kota dibawah, menghembuskan nafasnya dan dia mengayunkan jubahnya dari kanan ke kiri. Seketika angin lembut yang menyegarkan berhembus ke bawah.
Dia merasa bersalah karena terlambat lagi.
Semua orang yang menghirup udara itu menjadi lebih segar dan mereka berlutut.
"Dewa penyelamat."
"Apakah kamu Orang Suci? Kumohon selamatkan kami!"
"Dewa agung!!!"
Shu Feng mendengarkan puja puji mereka dan menggeleng kepalanya. Kemudian dia mengeluarkan aura penghancuran nya dan segera langit bergemuruh dengan sangat kuat.
Beberapa saat kemudian, aura hitam yang berbeda dari aura penghancuran bangkit dari tanah dan entah dari mana, seorang pria berdiri di atas langit dengan kepala yang mendongak ke atas, menatap langsung Shu Feng. "Anak muda, kamu... ... ..." Seakan bisa melihat melalui Shu Feng, pria dengan pakaian serba hitam terkejut-kejut ketika menemukan berapa umurnya.
"Apakah kamu klon atau yang asli?"
Mendengar pertanyaan Shu Feng, pria itu dengan dingin menjawab, "Aku adalah yang asli."
"Bohong." Shu Feng membantah. Lalu dia mengeluarkan Pedang Kaisar Giok nya dan menyatukan energi Yuan yang tersebar di langit dan bumi pada tepi bilahnya. "Jika kamu yang asli, kamu tidak mungkin selemah ini."
Hanya dengan satu kalimat, Shu Feng mengayunkan pedangnya ke depan dan pria itu lenyap di telan energi Yuan milik Shu Feng.
Beberapa saat kemudian, suara pria itu terdengar lagi.
"Menarik. Segala yang kamu miliki sangat menarik. Apa kamu adalah reinkarnator? Dari era mana? Dan sejauh mana Kultivasimu?"
Shu Feng mengangkat kepalanya. Di atas sana, awan menjadi sangat gelap dan petir bergemuruh terus menerus, ketika perlahan membentuk sebuah wajah yang tak asing.
"Tak perlu tau." Shu Feng mengayunkan lagi pedangnya dan awan itu terbelah menjadi dua lalu cahaya turun sekali lagi seperti tirai yang dijatuhkan.
"Benarkah?" Suara pria itu kali ini tersebar ke segala arah.
Shu Feng memerhatikan lingkungan dan dia menundukkan kepala. Di sana dia melihat seluruh warga, berdiri dengan mata putih mereka, menatap dengan senyuman yang lebar dan menakutkan.
"Apa kah kamu mengendalikan warga kota ini?"
"Benar." kata mereka serentak dan mereka tertawa. Berbagai jenis tawa, dan temponya yang berbeda membuat semuanya menjadi lebih mengerikan.
"Apa yang kamu lakukan pada mereka?"
Raja Hantu mencibir Shu Feng ketika mendengar pertanyaannya. "Apa kamu harus tau?"
"Tidak, aku pikir akan menjadi penjelasan panjang tentang teknik dan kamu akan memberitauku apa kelemahannya." Shu Feng mengingat kembali plot cerita di kehidupan sebelumnya dan tertawa kecil. Lalu dia mengeluarkan sebuah lentera dan segera setelah api terbakar, segalanya berubah. Aura putih menyebar dan lalu berkumpul pada Lentera itu.
"Barang itu?!!!!"
Shu Feng tertawa kecil mendengar Raja Hantu menjadi panik.
"Lentera Jiwa Abadi, carikan aku jiwa paling jahat terdekat!"
Ketika Shu Feng berteriak, sebuah garis cahaya menuntun Shu Feng ke tempat yang amat jauh. Shu Feng dengan sigap terbang mengikuti garis cahaya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments