"Huft... ... ..." Shu Feng perlahan membuka matanya dengan helaan nafas yang pelan. Tubuhnya sangat berat sehingga sulit baginya untuk bangun. Ketika sadar bahwa saat ini dirinya berada di atas kasur, Shu Feng tersentak kaget dan terbangun.
"Tempat ini... ... ..." Shu Feng melihat ke kanan dan ke kiri lalu menemukan tak jauh darinya ada seorang perempuan sedang duduk sambil menggiling sesuatu.
Shu Feng melihat perempuan berpakaian sederhana ini, berkerut dengan keras. Namun dia tak mengatakan apapun dan duduk di sana sambil memikirkan apa telah terjadi. Setelah mengembalikan kesadarannya sepenuhnya, Shu Feng menghela nafas lagi.
"Sepertinya aku kehabisan tenaga. Mengeluarkan energi Yuan sebesar dan sebanyak itu membuatku sulit untuk mempertahankan kesadaran." Shu Feng bergumam sambil menganalisa.
"Ah! Immortal Master! Kamu sudah bangun!" Perempuan itu tersenyum lalu membawa semangkuk obat dan memberikannya pada Shu Feng.
Shu Feng menerima obat itu, namun tiba-tiba, dia menjatuhkan mangkuk itu dan mata ungunya bersinar dengan dingin. "Cukup basa-basinya, apa yang diperlukan seorang Senior dari Junior sepertiku?"
Perempuan di depan Shu Feng masih tersenyum dengan lebar lalu dia tertawa manis. "Anak muda, kamu memang sangat pintar dan hebat. Bakatmu juga luar biasa. Kamu berhasil mengalahkan parasit itu dan membawa kemuliaan ke Tanah Suci kami." Perempuan itu kemudian berubah menjadi seorang wanita dengan jubah merah bercorak phoenix. Dia tampak seperti seorang permaisuri.
Dari apa yang dia lihat, Perempuan ini adalah seorang Penguasa. Dia bahkan tidak menyembunyikannya sama sekali... ... ...
"Jadi?"
"Jangan bersikap sombong," perempuan itu kemudian mengeluarkan Pedang Kaisar Giok dari lengan bajunya dan menatap dingin Shu Feng. "Jika tidak, aku akan mengambil ini selamanya. "
"Baiklah." Kehilangan harta dharma seperti Tongkat Hongmeng sudah menjadi pukulan baginya. Dia tak bisa kehilangan lagi.
Perempuan itu mendengus dan melemparkan pedang Kaisar Giok ke atas kasur. "Ini adalah harta dharma yang bagus, namun kamu lebih menarik. Katakan padaku, apa kamu berkeinginan untuk mengikutiku?"
Shu Feng menangkap Pedang Kaisar Giok dan menggigit bibirnya. "Jika aku menolak?"
"Tak masalah. Aku hanya akan memintamu berhati-hati, karena pertempuran untuk memperebutkan kekuasaan di Hutan Wenqi sangat intens saat ini. Jika kamu keluar, kamu hanya akan di buru untuk di tanyakan hal yang sama." Perempuan itu menjelaskan dengan acuh.
"Aku... ... ... Aku akan pergi. Aku hanya ingin menemukan pintu masuk ke Alam rahasia Reruntuhan Gerbang Abadi... ... ..." Shu Feng dengan agak ragu bertanya.
"Aku bisa membawamu ke sana, namun apakah kamu bisa masuk tergantung kemampuanmu."
Mendengar perempuan ini tau sesuatu, Shu Feng menjadi bersemangat. "Bagus. Katakan padaku, di mana itu."
"Itu ada di Istana ku. Karena terakhir kali alam rahasia itu di buka sekitar 10 tahun yang lalu, maka seharusnya tersisa 40 tahun lagi jika kamu ingin masuk."
Mendengar itu, Shu Feng berkerut, "Aku adalah Putra Shu Qian." katanya dengan berat.
"Oh? Apakah dia seorang Penguasa? Apa kamu mengancamku?"
Shu Feng tambah heran lagi mendengarnya. Apa ibunya tidak datang ke sini sebelumnya?
"Jika dia tak ke tempat itu, maka kemana lagi dia pergi?" Shu Feng menghela nafasnya dengan berat. Ekspresi nya gelap dan dia agak sedih.
"Katakan padaku, apa yang kamu ingin ketahui? Apa kamu mencari seseorang?"
Shu Feng memandang Perempuan itu dengan ragu dan menganggukkan kepala. "Benar, aku mencari seseorang. Tapi kemungkinan dia tak ke sana."
"Kalau begitu datanglah ke Istana ku, kamu bisa beristirahat di sana."
Mendengar itu, Shu Feng menggeleng kepalanya. "Aku harus ke suatu tempat terlebih dahulu. "
"Ohhh... ... ..." Wanita itu kecewa dengan penolakan Shu Feng.
"Jika kamu membantuku mengintimidasi sekte tertentu, aku akan menjadi sekutumu dan membantumu menjadi Penguasa Hutan Wenqi."
Wanita itu berkedip tertarik. "Sekte mana?"
"Sekte Dashan."
"Sekte Dashan dari Faksi Yunhao?" Wanita itu terkejut mendengar nya. "Kenapa kamu ingin ke sana?"
"Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan ke beberapa orang." Shu Feng memberitau. Dia sudah melihat bahwa perempuan ini bukan lah orang yang jahat dan memutuskan untuk memercayainya.
Ini adalah Penguasa!
Seorang Penguasa!
Siapa yang tidak ingin dibawah perlindungan seorang Penguasa?!
"Kebetulan aku punya beberapa urusan dengan Raja Yunhao... ... ..." Wanita itu tersenyum dan mengangguk setuju. "Baiklah, aku akan menemanimu."
Ketika kesepakatan dibentuk, Shu Feng dan wanita bernama Hong Fenghua segera berangkat. Namun pertama-tama mereka pergi ke Istana milik Hong Fenghua.
...... ... ... ......
Tanah Suci Wenqi,
Ini adalah wilayah yang dahulu kala sangat subur. Saking suburnya, tanah ini menjadi impian banyak kultivator, bahkan bagi seorang Penguasa sekalipun!
Ada beberapa Dharma Venerable dan bahkan ada dua Orang Suci Bumi di sana!
Namun, sejak Orang Suci Bumi tiada, Tanah Suci Wenqi terbagi menjadi dua kubu, Kubu Timur dan Barat yang kemudian menjadi Kekaisaran Wenqi Timur dan Kekaisaran Wenqi barat yang dikuasai oleh Dinasti Wenqi.
Hutan Wenqi sangat luas. Saking luasnya, berkembang 3 Dinasti, Dinasti Hong, Dinasti Wenqi dan Dinasti Zhenren.
Dinasti Zhenren ini merupakan bagian dari Dinasti Zhenren yang berasal dari wilayah Faksi Yunhao.
Dari 3 powerhouse ini, hanya ada satu powerhouse yang memiliki Dharma Venerable, seorang ahli ranah Karakteristik Dharma, dan itu lah Dinasti Wenqi.
Walaupun Dinasti Wenqi memiliki Dharma Venerable, mereka masih belum berani untuk mengambil alih Hutan Wenqi sepenuhnya, terutama ada banyak Raja dan Penguasa pada dua Dinasti. Jika mereka bergerak, itu sama saja menantang maut. Bisa-bisa seluruh Penguasa bergerak untuk menekan Dharma Venerable dari Dinasti Wenqi.
Dan dengan begitu, perang kekuasaan di mulai dalam gelap. Setiap jagoan dari 3 Dinasti merekrut banyak kekuatan dari dalam dan luar hingga wilayah pun menjadi ambigu karena rekrut perekrutan ini.
Di perjalanan, Shu Feng mendengarkan penjelasan Feng Hua dengan baik. Dia membaca di buku bahwa Warisan-warisan Tanah Suci jatuh ke tangan beberapa Penguasa. Namun dia tak tau urusannya bisa menjadi serumit ini.
"Dharma Venerable... ... ..." memikirkan betapa kuat nya Feng Hua ini, dia yakin sejengkal jari kelingking dari seorang Dharma Venerable bisa meremukkannya dalam waktu singkat. Shu Feng merasa dia sangat lemah saat ini... ... ...
Dengan penjelasan Feng Hua, dia mengetahui juga beberapa pemahaman kultivasi. Dia tidak mendapatkan catatan tao selama bertahun-tahun sehingga dia harus belajar dengan dirinya sendiri...
Ranah Meditasi Mendalam, ranah Pondasi, ranah Supernatural, ranah Inti Emas, ranah Jiwa Baru Lahir, ranah Istana Violet, ranah Karakteristik Dharma, dan ranah Gerbang Surgawi. Dan menurut legenda, jika kamu melewati Gerbang Surgawi, maka kehendak surga adalah dirimu dan dirimu adalah kehendak surga.
Ranah ini disebut ranah Orang Suci dan mereka yang ada di ranah Orang Suci disebut Orang Suci Surgawi.
Dengan pemahaman ini, Shu Feng segera membuat teorinya sendiri.
Kemungkinan besar setelah ranah Orang Suci adalah ranah Dao Ilahi yang pernah disebutkan oleh Luo Qi.
Jika dia mencapai ranah Dao Ilahi, maka dia bisa menjadi Dewa yang lebih tinggi daripada Orang Suci Surgawi.
Ini lah basis kultivasi yang ia ketahui.
Dengan begini, pemahaman Shu Feng tentang tingkatan kultivasi semakin lengkap dan tujuannya semakin jelas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments