Sebulan lagi berlalu,
Shu Feng tak tahu bagaimana perkembangan kasus percobaan pembunuhan yang terjadi sebulan yang lalu, tapi dia terkejut bahwa mereka akhirnya pindah.
Itu terjadi tiga hari yang lalu.
Kali ini rumahnya cukup mewah dan kamarnya juga cukup luas.
Ada juga beberapa pelayan yang alih-alih melayani dengan hormat, mereka melayani dengan takut.
Shu Feng tak tahu harus berkata apa selain tersenyum di dekat pelayan dan tertawa.
Beberapa pelayan merasa hati mereka telah direbut melihat senyuman Shu Feng. Mereka menyayangi sekaligus takut pada Shu Feng.
Di kehidupan sebelumnya, bibinya pernah berkata bahwa dia sangat tampan sejak dahulu dan beberapa gadis yang lebih tua hatinya direnggut oleh gelak tawanya.
Awalnya Shu Feng berpikir itu hanya candaan, tapi sepertinya memang seperti itu………
Dia juga menjadi tampan pada kehidupan ini.
Saat ini, Shu Feng sedang berjalan-jalan dengan ibunya di taman mewah mereka.
Tempat itu sangat indah dan anginnya sangat sejuk. Shu Feng merasa tenang disini. Namun Ibunya yang terlihat lelah membuatnya risih.
Shu Feng hanya bisa mencium Shu Qian dan memeluknya erat-erat. Dia berharap bisa melepaskan lelah ibunya dengan ini.
Shu Qian tersenyum dan mencium Shu Feng. Lalu dia memandang taman dengan sedikit senyuman.
Setelah berjalan-jalan di taman, Shu Qian membawa kembali Shu Feng dan pergi.
Shu Feng tak tahu kemana Shu Qian pergi. Dia hanya bisa berharap semuanya baik-baik saja.
Setelah ibundanya itu pergi, Shu Feng memandang pelayan-pelayan yang berdiri di dalam kamar tanpa keinginan untuk duduk, dan bahkan mereka terlihat terbiasa!
Terkadang Shu Feng sebal dengan pelayan-pelayan disini. Mereka tak berbicara sedikitpun, kalaupun mereka berbicara, mereka hanya membicarakan pekerjaan yang mana membuatnya sangat sulit untuk mendapatkan informasi.
Jadi, saat ini dia sangat minim informasi.
Malam tiba, Shu Qian kembali dan memberikan ASI pada Shu Feng lalu tidur.
Ketika malam berada di puncaknya, panel muncul lagi. Kali ini mereka menghadiahkannya sesuatu karena berhasil bertahan selama 2 Bulan.
Dia mendapatkan Pedang Pembagi Ruang Tingkat Kaisar.
Sungguh, pedang ini tampaknya benar-benar mahakuasa.
Umurnya saja ratusan ribu tahun.
Shu Feng benar-benar ingin menggunakannya tapi dengan tubuhnya, pasti sangat sulit untuk menggunakan Pedang itu.
Jadi Shu Feng tidur setelahnya.
Pagi tiba,
Pagi kali ini sangatlah ramai, pelayan mondar-mandir dan Ibunya juga pergi sangat pagi. Lalu Shu Feng juga dimandikan dan dipasangkan baju mewah berwarna biru malam.
Shu Feng heran dan bingung serta penasaran, sebenarnya apa yang terjadi?
Akankah dia dibaptis?
Atau semacam upacara adat tertentu?
Kemudian, ketika Shu Feng selesai berdandan, seluruh pelayan keluar dan meninggalkannya di atas kasur.
Shu Feng duduk di sana memandang pintu yang tertutup.
Satu nafas,
Dua nafas,
Tiga nafas,
Dan kemudian, pintu terbuka.
Seorang pria berpakaian seperti seorang pendekar masuk, dengan jubah hitam dan pedang yang digantungkan di pinggang.
"Apakah kamu anak haram itu?" Pria itu memandang Shu Feng dengan tajam.
Shu Feng bersiap untuk bertempur. Dia mengalirkan energi Yuan nya dan siap untuk melepas Pedang Pembagi Ruang.
"Kemarilah." Pria itu kemudian mengangkat Shu Feng dan menggendongnya. Caranya menggendong agak kasar, tapi tak ada niat membunuh sedikitpun yang dirasakan oleh Shu Feng.
Jadi Shu Feng juga tak berniat menyerang.
Pria misterius itu membawa Shu Feng keluar kediaman dan berjalan menuju rumah utama keluarga Shu.
Ketika mereka memasuki gerbang rumah utama keluarga Shu, ada banyak orang di sana. Mereka memandang Shu Feng dengan ketertarikan dan beberapa tampaknya memusuhi Shu Feng dan mencelanya.
"Apakah itu anak haram kepala Klan?"
"Haishh, aku rasa Klan ini akan jatuh! Bagaimana bisa anak haram menjadi kepala Klan kultivasi Huang dam kepala Keluarga Shu selanjutnya? Keluarga Shu sudah gila!"
"Tapi anaknya terlihat tak biasa………"
"Benar! Dia sangat imut dan tampan!"
Seluruh orang berbicara tentang Shu Feng, sementara Shu Feng sendiri terkejut.
Kepala Klan?
Kepala Keluarga Shu?
Shu Feng merasa kehidupannya akan berubah 180 derajat setelah ini!
Siapa yang mengira dia akan menjadi kepala Klan kultivasi Huang selanjutnya?!
Selama Shu Feng masih dalam shock, mereka akhirnya memasuki Aula Utama Keluarga Shu.
Di sana, orang-orang yang lebih tua dan memiliki posisi yang lebih tinggi di Klan dan Keluarga lainnya berdiri.
Seluruh mata memandang Shu Feng.
"Apakah itu dia?"
"Dia tak terlihat hebat………"
"Tak ada tanda-tanda tubuh unik, mungkinkah bakatnya biasa-biasa saja?"
Mereka berbicara dengan nada pelan selagi pria misterius membawa Shu Feng terus berjalan ke depan.
Dan di sana, Shu Feng melihat ibunya, Shu Qian, duduk dengan jubah merah phoenix nya, memandang dari atas kebawah dirinya itu.
Shu Feng ditaruh di atas platform kecil agak jauh di depan Shu Qian. Platform itu ada kainnya di atas, sehingga Shu Feng nyaman untuk duduk.
Melihat anaknya tiba, Shu Qian segera berseru.
"Mulailah upacaranya!"
Seluruh atmosfer tiba-tiba menjadi berat dan seluruh ahli di sana menunduk.
Kemudian, seorang pria dalam jubah putih masuk ke dalam Aula, bersama antek-anteknya, membawa cawan transparan ke Shu Feng.
Di dalam cawan itu ada air.
Shu Feng mempunyai firasat buruk tentang ini.
Pria dalam jubah putih kemudian meminumkan Shu Feng dengan air dalam cawan.
Satu teguk,
Dua teguk,
Tigs teguk,
Setelah itu, Shu Feng mulai merasakan perubahan pada tubuhnya.
Air apa ini?
Shu Feng berpikir dengan serius ketika dia perlahan merasakan energi Yuan nya meningkat.
Pria berjubah putih mundur kebelakang, membungkuk dan keluar dari aula.
Tak lama kemudian, datanglah seorang pria bungkuk tua berpakaian putih polos. Matanya dingin seperti es, wajahnya datar dan dia memandang Shu Feng dengan tak bersahabat.
Shu Feng menjadi semakin serius. Dia siap untuk melindungi dirinya jika saja ada kejadian yang tak terduga.
Pak tua itu kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan menusuk jari jempolnya. Lalu dia taruh jempolnya di kening Shu Feng, menyisakan bercak merah di kening Shu Feng dan kemudian dia pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
Lalu pria misterius yang membawa Shu Feng sebelumnya, berseru dengan lantang dan keras,
"Putra Kepala Klan telah menjadi Tuan Muda Tertinggi Klan! Hormatlah dan agungkan lah namanya!"
"Kami memberi hormat pada Tuan Muda Tertinggi Shu Feng!"
"Kami memberi hormat!!!!"
Suara yang selaras bergema dsn bergemuruh di tanah Klan kultivasi Huang………
Pada hari itu, takdir Klan kultivasi Huang berubah sepenuhnya...........
…………
Upacara berakhir dengan cepat dan Shu Feng dibawa kembali ke kediamannya.
Di sana, dia ditinggalkan sendirian sebelum beberapa pelayan masuk setelah 10 menit.
Para pelayan membersihkan kamar, mengganti dupa dan menghidupkan lilin dan lampu lalu memandikan Shu Feng.
Kemudian mereka meninggalkannya lagi.
Tak lama kemudian, Shu Qian kembali. Dia memberi makan Shu Feng dan tidur.
Hari ini adalah hari yang sangat berat………
Ketika ibunya tidur, Shu Feng seperti biasa masih bangung. Dia melihat melalui celah jendela, duduk dan membuka sedikit jendelanya itu, membiarkan angin malam masuk.
Fwooshh...
Sejuk angin berbisik,
Angin yang datang entah dari mana menenangkan hatinya...........
Lalu dia lihat lagi ibunya.
Shu Qian tidur dengan nyenyang. Namun bukan itu yang menjadi masalah.
Itu adalah karena bekas memar yang membiru.
Seketika, api dalam hati Shu Feng berkobar dan matanya menjadi dingin.
Bibirnya ia gigit dan dia menyelimuti ibunya dengan baik, lalu menutup jendela dan tidur lagi.
Tidak, dia berkultivasi lagi………
Dua jam kemudian, di tengah malam, Shu Feng merasakan ada sesuatu yang salah pada tubuhnya.
Air cawan yang diminumkan ke dirinya bereaksi!
Itu menutup seluruh meridian dan nadi spiritualnya, tak membiarkan sedikitpun energi Yuan untuk lewat!
Shu Feng tak panik. Dia menghembuskan nafas dan terus mengulangi mantra Teratai Hitam Penghancuran dengan kebencian yang memenuhi hati.
"Aku akan membalas hutang ini suatu hari nanti!!!"
Esok pagi,
Seluruh racun telah menghilang dan tubuhnya telah mendingan. Energi Yuan yang bergerak melalui nadi spiritual telah menjadi selancar sebelumnya.
Shu Feng tak tidur dari tadi malam jadi pagi ini dia ingin tidur, tapi perut yang kosong membuatnya bangun.
Beberapa saat kemudian Shu Qian bangun dan memberikan ASI nya pada Shu Feng. Setelah itu dia memeriksa nadi spiritual Shu Feng dan menghela nafas lega.
"Syukurlah mereka tak melakukan apapun padamu."
Shu Feng tak bereaksi apapun dan hanya memandang mata Shu Qian dengan penuh senyuman.
Setelah memberikan ASI, Shu Qian segera pergi untuk mandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments